
Keesokan harinya semua sudah berbagi tugas untuk mempersiapkan pesta pernikahan Naila dan Jeta yang akan dilangsungkan satu bulan ke depan.
Bimo sudah mengurus aula hotel untuk tempat pesta berlangsung dan juga catering. Mengenai dekorasi pelaminan dan ruangan mereka serahkan kepada WO yang bisa dipercaya. Undangan dan souvenir juga WO yang mengatur.
Kinan dan Jelita sudah janjian untuk mencari penata rias pengantin karena mereka ingin yang bagus mereka segera mencari MUA yang saat ini memang sedang viral dan banyak pelanggannya. Alhamdulillah bisa untuk tanggal pernikahan Naila dan Jeta.
Saat ini Naila dan Jeta sedang mencari cincin pernikahan untuk mereka berdua. Jeta mengajak Naila pergi ke Mall terbesar di Jakarta dan masuk ke dalam toko perhiasan yang ada di dalamnya.
Akhirnya mereka menemukan cincin yang mereka inginkan. Naila memilih bentuk yang simple karena selama ini memang dia tomboy dan tidak suka menggunakan perhiasan. Menurutnya itu tidak penting tapi karena ini memang untuk acara sakral mau tidak mau dia dan Jeta harus membelinya sebagai pengikat hubungan halal mereka.
Setelah mencari perhiasan Naila dan Jeta janjian dengan keduan Mama mereka untuk bertemu di Butiknya Aisyah teman sekolahnya Salman.
"Assalamu'alaikum.. Aisyah ada?" tanya Salman.
"Wa'alaikumsalam. Ada Pak, maaf dengan Bapak siapa ya?" tanya pegawai Butik Aisyah.
"Saya Salman, bilang saja begitu. Aisyah pasti kenal" jawab Salman ramah.
Tak lama kemudian Aisyah keluar dari ruangannya.
"Lho Sal tumben datang sendiri?" tanya Aisyah yang terkejut dengan kehadiran Salman di Butiknya.
"Tidak Ai, aku tidak datang sendiri. Aku janjian dengan Mama dan Tanteku di sini. Ketepatan aku dari kantor sendiri, Mama dan Tante dari rumah. Sebentar lagi mereka akan sampai kok" jawab Salman.
"Ada yang bisa aku bantu Sal?" tanya Aisyah.
"Mm begini, adikku Naila akan menikah dengan sepupuku bulan depan. Jadi mereka ingin mencari seorang perancang busana pernikahan yang bagus. Mungkin kamu punya referensi perancang busana yang bisa membantu adikku? Mama menyukai selera kamu dalam berbusana sehingga Mama menyuruhku untuk menanyakannya pada kamu" ungkap Salman.
"Mmm bulan depan ya pernikahannya. Kok buru - buru Sal? Takutnya gak terkejar" tanya Aisyah.
"Jeta dan kedua orang tuanya tinggal di luar negeri. Mereka tidak bisa berlama - lama di Indonesia. Makanya waktu pernikahan Naila dan Jeta di putuskan bulan depan" jawab Salman.
"Sebentar ya, aku cari dulu" ujar Aisyah sambil berpikir.
Tak lama kemudian Jelita dan Kinan tiba si Butik Aisyah.
"Kenalkan ini Tanteku Ai, Mamanya Jeta. Kalau Mamaku kan kamu sudah kenal" ujar Salman.
__ADS_1
"Eh iya, Aisyah Tante" ucap Aisyah memperkenalkan dirinya kepada Jelita sambil menjabat tangan Jelita dengan hormat.
"Cantik... " ucap Jelita.
Aisyah terlihat bingung menatap Jelita.
"Eh maksud Tante nama Tante Jelita bukan cantik. Walau artinya ada kesamaan" sambung Jelita menjawab rasa bingung Aisyah.
"Aisyah apa Salman sudah cerita pada kamu maksud kedatangan kami ke sini?" tanya Kinan lembut
Kinan dan Aisyah juga saling berjabat tangan.
"Sudah Tante, katanya Naila dan Jeta akan menikah bulan depan. Kedatangan Tante ke sini untuk mencari referensi perancang busana" jawab Aisyah lembut.
"Iya benar, apa kamu punya teman sesama orang yang berkecimpung di dunia tata busana yang bisa membantu kami. Soalnya waktunya sudah sangat dekat, takut gak terkejar" ujar Kinan.
"Sebentar ya Tante. Aku coba hubungi temanku dulu" sambut Aisyah.
Aisyah segera meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. Setelah mengutarakan maksud dia menghubungi temannya itu Aisyah kemudian menutup teleponnya.
"Gimana Aisyah?" tanya Kinan penasaran.
"Alhamdulillah rezeki yang mau nikah pasti ada aja jalannya. Kalau sudah jodoh Allah pasti akan memperlancar semuanya. Ingat itu Sal, kamu juga jangan lama - lama" sambut Jelita.
"Eh iya Tante, do'ain aja secepatnya aku mendapatkan calonnya" jawab Salman sambil sesekali melirik Aisyah.
"Jadi gimana Aisyah?" tanya Kinan.
"Kita langsung aja ke Butiknya Tante. Nanti disana baru Tante tentukan gaun yang ingin di pesan" jawab Aisyah.
"Baik kalau begitu Naila dan Jeta suruh langsung ke sana Sal. Kita ketemu mereka di sana saja. Kamu dan Aisyah satu mobil. Mama dan Mbak Jeli naik mobil kami" perintah Kinan.
"Baik Ma, yuk Ai" ajak Salman.
Mereka semua keluar dari Ai - Ai Butik, Salman dan Aisyah masuk ke mobil Salman sedangkan Kinan dan Jelita naik mobilnya Kinan. Mereka pergi ke Butik temannya Aisyah yang juga perancang busana.
"Cepat juga ya jodohnya Naila dan ternyata saudara dekat" ucap Asiyah.
__ADS_1
"Iya saudara dekat tapi jarang ketemu. Jeta datang ke Indonesia setelah dua belas tahun. Paling ketemu Naila cuma empat atau lima kali dulu waktu kami kecil" jawab Salman.
"Oh begitu, mereka di jodohin Sal?" tanya Aisyah basa - basi karena gak enak kalau harus diam terus sepanjang perjalanan.
"Nggak. Mereka sendiri yang saling suka dan seluruh keluarga mendukung mereka. Jeta sudah lama suka sama Naila, saat aku pulang dia pamit sama kedua orang tuanya untuk ikut aku ke Indonesia. Katanya kalau nanti dia pulang mau bawa Naila" jawab Salman.
"Hebat ya Jeta. Kamu gak keberatan kalau harus di dahului Naila?" tanya Aisyah.
"Nggak, aku gak keberatan. Jodoh gak ada yang tau Ai. Walau umur Naila lebih muda bisa saja jodohnya lebih dulu dari aku. Apalagi aku kan laki - laki udah biasa itu di dahului adik perempuan" ungkap Salman.
Aisyah mengangguk setuju.
"Kamu sendiri anak keberapa Ai?" tanya Salman.
"Aku anak paling kecil Sal dari dua bersaudara. Mas aku udah menikah dan punya dua anak" jawab Aisyah.
"Wah pas banget itu" sahut Salman tanpa sadar.
"Pas apanya Sal?" tanya Aisyah bingung.
"Eh maksud aku jalan kita ini pas kan? Kita gak salah jalan?" tanya Salman mengalihkan pembicaraan.
Udah pas Ai, aku anak paling besar dan kamu paling kecil. Kalau kata orang itu pasangan ideal. Batin Salman.
"Iya udah bener ini. Kita gak salah jalan kok" jawab Aisyah bingung.
"Eh iya Ai tolong kamu kirimkan alamat Butik teman kamu ke nomor Naila. Aku lagi nyetir. Naila dan Jeta sudah keluar dari Mall sekarang" pinta Salman sambil menyerahkan ponselnya kepada Aisyah.
Aisyah menyambut ponsel Salman dan membuka aplikasi WA dan mencari nama Naila kemudian mengirimkan pesan kepada Naila alamat Butik temannya.
Saat hendak menutup pesan tanpa sengaja Aisyah melihat pesan dia dan Salman. Salman menyimpan namanya Aisyah dan setelah itu disertai tanda hati.
Deg... jantung Aisyah berdetak tak karuan karena melihat hal itu.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG
Maaf ya readers.. dari td malam aku udah up tapi review terus.. harusnya tadi pagi kalian sudah bisa baca bab ini 😓