Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 190


__ADS_3

Refan dan Bimo kini sudah berada di sebuah restoran. Refan mengajak Bimo makan siang sekaligus ingin mencoba lebih dalam mengenal Bimo.


Sejujurnya masih ada perasaan waspada di hati Refan karena dia memang baru mengenal Bimo.


"Kamu kok bisa menikah dengan Kinan? Bukannya istri kamu juga baru meninggal?" tanya Bimo ingin tau.


"Ya, saat itu istriku baru dua bulan meninggal. Kinan juga sudah enam bulan menjanda. Rumah orang tuaku dan Kinan berdekatan. Dulu kami teman kecil tapi saat aku sekolah dasar Papaku dipindah tugaskan dan kembali lagi ke kota ini saat aku hampir selesai SMU dan mau masuk kuliah. Papaku menjodohkan aku dengan Kinan saat aku sudah selesai kuliah dan sudah bekerja. Saat itu aku sudah berpacaran lama dengan istriku. Aku membatalkan pernikahan kami yang hampir terjadi dua bulan lagi dan memilih menikah dengan pacarku yang akhirnya menjadi istriku. Satu tahun kemudian Kinan juga menikah dengan Bima" jawab Refan.


"Oooh jadi jodoh yang tertunda" ujar Bimo.


"Yah bisa dibilang begitu. Istriku meninggal karena melahirkan jadi orangtuaku kembali ingin meneruskan perjodohan kami yang dulu gagal karena aku menolaknya. Awalnya Kinan menolak permintaan orang tuaku tapi saat itu anakku sakit dan harus opname di rumah sakit. Kinan tak tega melihat anakku dan akhirnya dia menerima lamaran orang tuaku" ungkap Refan.


Bimo mendengarkan cerita Refan.


"Sekarang dimana anak kamu?" tanya Bimo.


"Ceritanya panjang, sekarang anakku di asuh oleh Opa dan Oma dari Mamanya" jawab Refan.


Alis Bimo sedikit terangkat.


"Kamu memberi izin mereka membawa dan mengasuh anak kamu?" tanya Bimo.


"Almarhumah istriku anak tunggal, karena mereka tidak punya siapa - siapa lagi dan juga karena sebuah alasan aku akhirnya memberikan anakku kepada mereka" jawab Refan dengan wajah sedih.


"Yah tak apalah kamu kan sebentar lagi akan mempunyai anak dari Kinan apalagi kembar kan?" hibur Bimo.

__ADS_1


"Iya, Alhamdulillah... " balas Refan.


"Kalau aku boleh jujur. Saat Bima meninggal aku berniat untuk melindungi Salman dan Kinan dan akan menjadi pengganti Bima. Apalagi aku ingat saat Bima bercerita tentang keluarga kecilnya yang sangat bahagia. Dia punya istri yang sangat baik dan solehah membuat aku merindukan impian masa kecilku seperti Bapak yang memiliki istri solehah seperti Ibu. Aku sudah berencana jika nanti aku bertemu dengan Kinan dan Salman aku akan mencoba mendekati mereka" ungkap Bimo.


Sontak Refan terkejut mendengar pengakuan Bimo yang begitu jujur.


"Tapi sayang saat aku bertemu mereka, Kinan sudah menikah lagi dan kamu sudah menjadi suaminya. Aku melihat kamu adalah sosok pria yang bisa menjaga Kinan dan Salman. Aku juga melihat kalian hidup bahagia dan saling mencintai" sambung Bimo.


"Di awal pernikahan, cinta itu sebenarnya sangat jauh dari kami. Kinan mau menerima lamaranku semata - mata karena kasihan melihat putriku yang masih sangat kecil. Kinan juga melayaniku semata - mata karena dia adalah seorang istri. Tapi Kinan memang istri solehah, walau diawal - awal pernikahan aku sering menyakiti perasaan Kinan tapi dia tetap melayaniku dengan baik hingga perlahan - lahan aku mulai mencintainya. Belum satu tahun pernikahan kami tapi kami sudah melalui banyak cobaan yang membuat kami saling menguatkan dan kini kami sudah saling mencintai" ungkap Refan.


"Kamu beruntung lebih dulu mengenal Kinan jika kalian belum menikah aku pastikan kalau aku akan menjadi saingan berat kamu" ujar Bimo jujur.


Refan tersenyum.


"Ternyata kamu orangnya suka ceplas ceplos ya" ucap Refan.


"Kenapa kamu gak suka?" tanya Bimo.


"Tidak, aku suka. Dari pada pencitraan... manis di luar busuk di dalam" jawab Refan.


"Hahahaa... aku pria nakal bukan pria pengecut. Begini tampilan luar ku begini juga di dalamnya" ungkap Bimo.


"Lebih baik seperti itu. Aku juga pria yang terbuka" sambut Refan.


Kini Refan lebih lega, melihat sifat Bimo saat ini dia bisa menyimpulkan kalau Bimo memang pria apa adanya dan jujur.

__ADS_1


"Lantas bagaimana ceritanya kamu kembali menjadi muallaf?" tanya Refan penasaran.


"Saat aku mendengar Bima kecelakaan dan dia meninggal dalam kecelakaan tersebut aku benar - benar merasa sangat bersalah. Aku tak tau harus pergi kemana. Mau menunjukkan wajahku aku takut Kinan terkejut saat itu dan juga kondisinya sangat tidak aman saat itu. Jadi dengan berat hati aku kembali menuju Bandung. Sampai di tengah perjalan aku menghentikan mobilku tepat di depan mesjid. Aku mendengar suara adzan maghrib seperti memanggil aku untuk masuk ke dalam mesjid. Aku tidak tau apa yang membuat hatiku tergerak. Aku seger masuk ke dalam halaman mesjid tapi aku takut untuk masuk ke dalamnya. Aku hanya bisa melihat orang - orang shalat berjamaah di mesjid sambil menangis. Hingga sampai semua jamaah mesjid sudah pulang. Hanya tinggal penjaga mesjid dan imam shalat maghrib saat itu yang ketepatan seorang ustadz. Mereka heran melihat aku menangis di teras mesjid. Merek menghampiriku dan bertanya mengapa aku menangis sesedih itu. Aku ceritakan semua apa yang baru terjadi menimpaku. Aku katakan pada mereka bahwa aku sudah lama meninggalkan agama ini. Aku ingin kembali, aku merasakan kembali ketenangan dalam hatiku ketika mendengar suara adzan dan aku ingin sekali shalat. Mereka bilang aku harus syahadat kembali dan mereka memanggil satu saksi lagi akhirnya aku kembali mengucapkan syahadat saat itu juga. Setelah itu aku shalat dan aku meminta ampun kepada Allah atas segala dosa - dosa yang telah aku lakukan selama hampir sepuluh tahun ini. Aku menangis dalam shalatku dan meminta maaf kepada Allah karena akulah penyebab kematian Bima saudara kembarku" ungkap Bimo.


Refan menepuk bahu Bimo.


"Pencarian jalak pulang yang penuh pengorbanan ya.. tapi kamu berhak mendapatkan sebuah pengampunan. Yang aku lihat kamu benar - benar bertaubat. Yakinlah Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak" ucap Refan memberikan semangat.


"Terimakasih Fan, kamu pria yang sangat baik. Kinan sangat beruntung mendapatkan kamu" ujar Bimo


"Akulah yang beruntung mendapatkan Kinan. Kinan sudah banyak membuat aku berubah menjadi lebih baik lagi. Dia yang mengajak aku dengan segala kelembutan dan kesabarannya membantuku untuk bangkit dalam hidupku. Diawal pernikahanku aku mendapatkan cobaan yang sangat besar dalam hidupku tapi Kinan yang memberikan aku semangat sehingga aku merasa aku masih sangat dibutuhkan oleh Kinan dan Salman. Saat itulah aku merasa hidupku sangat berarti sehingga aku semangat kembali menjalani kehidupan ini. Aku dan Kinan berjanji untuk membenahi pernikahan kami dari semula dan membangun rumah tangga dengan berlandaskan cinta kepada Allah" ungkap Refan.


"Aku juga ingin seperti kalian. Usiaku sudah tak muda lagi. Aku ingin memiliki anak, sudah lama aku mendambakan hal itu" ucap Bimo.


"Kamu sabar ya, nanti aku bantu kamu untuk mencari jodoh. Siapa tau Kinan punya stok calon jodoh untuk kamu yang cocok" sambut Refan.


"Alhamdulillah kalau begitu" balas Bimo.


"Yang penting kamu terus memperbaiki diri sendiri. Mudah - mudahan kamu aka segera menemukan jodoh yang pas untuk kamu dan yang pastinya harus mendapatkan restu dari kedua orang tua. Aku tau bagaimana rasanya menjalani rumah tangga tanpa izin mereka. Rasanya memang kita tak bahagia " pesan Refan.


"Kamu pikir cuma kamu saja yang menikah tanpa restu orang tua? Aku menjalani hidup lebih sulit dari kamu" potong Bimo.


"Hahaha.. iya maaf.. maaf.. aku lupa" balas Refan.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2