
Aurora bersiap-siap untuk pulang sesuai jadwal yang di atur oleh Rayyan. Sebenarnya Aurora masih enggan untuk kembali' ke rumah suaminya. Walaupun ibunya cerewet, tapi tetap saja Aurora betah tinggal di rumah, karena Aurora sangat mencintai wanita paruh baya itu.
"Ra, ingat kata ibu! Layani suami kamu dengan baik! Jangan biarkan ada celah untuk orang ke tiga! Jangan hanya pasif dan pasrah saat melayani suami kamu. Jangan malu untuk memulai lebih dulu! Pria akan lebih senang jika pasangannya lebih agresif. Jika kamu menjalankan apa yang ibu katakan, suami kamu bakalan bertekuk lutut pada kamu. Tidak akan tertarik pada wanita lain. Kamu harus bisa menyenangkan hati suami kamu, terutama saat ada di atas ranjang. Jika kamu melakukan seperti apa yang ibu katakan, suami kamu akan selalu bersikap lembut dan baik padamu, Ra,"ujar Bu Ella yang tidak ada bosannya menasehati putri semata wayangnya.
Wanita itu memberikan tips dan kiat-kiat cara bercinta dengan berbagai macam gaya pada putrinya dan juga cara merawat serta menjaga tubuh agar tetap menggoda. Terutama merawat bagian inti tubuh. Karena selalu di ulang, Aurora sampai hafal di luar kepala semua yang ibunya katakan.
Sebenarnya Aurora sudah banyak mengetahui berbagai macam gaya bercinta karena selalu menemani Sumi melayani pelanggan. Di tambah dengan ilmu yang di berikan oleh ibunya semakin menambah wawasan Aurora.
Selama menikah dengan Rayyan, baru kemarin Aurora sedikit mengimbangi permainan Rayyan. Sebelumnya, Aurora hanya pasrah saja dan membiarkan Rayyan melakukan apapun untuk mendapatkan kepuasan.
"Sudah, mandi sana! Biar ibu yang membereskan barang bawaan kamu,"ujar Bu Ella.
"Iya, Bu,"sahut Aurora bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
"Ibu sudah seperti pakar bercinta saja. Aku pasif aja, Rayyan begitu bersemangat untuk bercinta dengan aku. Bagaimana jika aku bersikap agresif?"gumam Aurora seraya membersihkan diri.
***
Natalie keluar dari kamarnya, tanpa semangat. Sudah lama dirinya mengejar Rayyan, tapi selalu berakhir gagal.Bahkan kemarin Rayyan menghina dirinya habis-habisan. Membuat Natalie menjadi frustasi.
"Kamu mau kemana?"tanya papa Natalie saat melihat Natalie ingin keluar dari rumah.
"Aku ingin cari hiburan di luar, pa,"sahut Natalie.
"Bagaimana usaha kamu untuk mendekati Rayyan?"tanya papa Natalie.
Natalie menghela napas panjang mendengar pertanyaan papanya itu,"Aku menyerah, pa. Rayyan benar-benar sulit di dekati,"sahut Natalie dengan wajah lesu.
"Kalau tidak bisa mendekati dia secara baik-baik, maka lakukan cara instan saja,"sahut papa Natalie yang kecewa.karena Natalie tidak kunjung berhasil mendekati Rayyan.
"Cara instan? Maksud papa?"tanya Natalie yang ingin papanya bicara lebih jelas.
"Jebak dia,"sahut papa Natalie.
"Aku sudah mencobanya bersama Tante Naima, pa. Tapi tidak berhasil, bahkan malah ketahuan oleh Rayyan,"sahut Natalie menghela napas berat.
__ADS_1
"Kalau di dekati secara baik-baik tidak bisa, di jebak pun tidak bisa, maka, lebih baik kita lenyapkan saja!"ujar papa Natalie dengan seringai di wajahnya.
"Sayang sekali, pa, jika harus dilenyapkan. Apa tidak bisa di culik saja? Aku ingin menyekap dia dan membuat dia menikahi aku. Aku benar-benar ingin memiliki dia, pa. Apa papa tidak bisa melakukannya untuk ku?"tanya Natalie dengan wajah memelas.
"Menyekap dia dan mejadikan dia milikmu?"tanya papa Natalie seraya mengernyitkan keningnya.
"Hum. Apa papa bisa melakukannya? Aku ingin menyekapnya di salah satu villa milik kita. Membuat dia menjadi ketergantungan padaku,"ujar Natalie tersenyum jahat.
"Baiklah, akan papa usahakan. Papa akan mulai menyusun rencana untuk menculik dia. Setelah itu kamu bisa bersenang-senang sesuka hatimu,"ujar papa Natalie dengan senyum yang lebih terlihat seperti seringai.
"Oke aku tunggu kabar baik dari papa. Pastikan aku bisa bersenang-senang dengan Rayyan,"sahut Natalie tersenyum miring.
"Papa akan berusaha sebaik mungkin dan menyusun rencana secepat mungkin. Lalu menjalankan rencana itu,"ujar papa Natalie.
"Aku sudah tidak sabar melihat Rayyan memohon dan bertekuk lutut di hadapan ku,"ujar Natalie membayangkan jika Rayyan akan menjadi budaknya,"Oke, kalau begitu, aku pergi dulu, pa,"pamit Natalie.
"Kamu akan ke mana?"tanya papa Natalie.
"Bersenang-senang,"sahut Natalie seraya berjalan keluar dari rumah itu.
Natalie mengendarai mobilnya menuju klub malam. Berkumpul dengan teman-temannya menikmati malam dengan dentuman suara musik dan berjoget bersama. Beberapa menit kemudian, Natalie pun tiba di klub malam tempat dirinya dan teman-temannya berkumpul.
"Hei, kemana saja kamu selama ini? Sudah lama nggak lihat kamu,"sapa teman Natalie.
"Sorry, akhir-akhir ini nggak sempat kumpul,"sahut Natalie.
Natalie kemudian bergabung dengan teman-temannya. Berjoget dalam dentuman musik yang memekakkan telinga. Setelah puas berjoget, Natalie berjalan menuju bartender.
"Kamu di sini?"tanya Natalie mengeraskan suaranya yang melihat Hendrik sedang duduk di depan meja bartender.
"Ternyata kamu juga ada di sini,"sahut Hendrik yang juga mengeraskan suaranya, kemudian meneguk minumannya.
Natalie memesan minuman pada bartender, kemudian duduk di sebelah Hendrik. Mereka harus bicara dengan suara yang agak keras agar terdengar oleh lawan bicara karena kerasnya suara musik yang di putar.
"Apa kabar Tante Naima?"tanya Natalie bernada basi.
__ADS_1
"Dia masih di kurung Rayyan di rumah,"sahut Hendrik.
"Apa kamu benar-benar menyukai istri Rayyan itu?"tanya Natalie menatap Hendrik. Pria yang tak kalah tampan dari Rayyan. Tapi sayangnya tidak punya kemampuan untuk mengurus bisnis keluarga. Sehingga bisnis keluarganya di jalankan oleh adiknya. Sedangkan dirinya hanya bersenang-senang sama seperti ibunya.
"Iya, aku menyukai dia. Tapi sayangnya, Rayyan benar-benar menjaganya. Bahkan mendekati dia pun tidak bisa,"sahut Hendrik kembali meneguk minumannya.
"Kenapa tidak kamu culik di jalan saja? Lalu membawanya ke tempat terpencil. Nikmat sepuas hati kamu dan buat dia mengandung anak kamu. Aku rasa Rayyan tidak akan menginginkan dia lagi jika dia sudah kamu tiduri, apalagi kalau sampai hamil,"sahut Natalie kemudian meminum minuman yang baru saja di buatkan oleh bartender.
"Aku mana punya uang yang banyak hingga aku bisa membayar orang untuk menculik Aurora. Dia sangat di jaga oleh Rayyan, ada dua orang bodyguard profesional dalam mobilnya yang menjaganya. Jika ingin menculik dia, harus menyewa beberapa orang yang profesional. Jika tidak, maka tidak akan berhasil untuk menculik dia,"ujar Hendrik.
"Sepertinya menculik Rayyan dan istrinya bukanlah ide yang buruk. Rayyan bersama aku, dan istrinya bernama dengan Hendrik,"gumam Natalie yang tidak bisa di dengar Hendrik karena suara musik yang memekakkan telinga.
Hendrik mendekatkan bibirnya di telinga Natalie,"Bagaimana jika kita berdua bersenang-senang? Aku jamin, aku akan memuaskan kamu,"ujar Hendrik sengaja meniup leher Natalie.
Hendrik tersenyum menebarkan sejuta pesona. Menatap Natalie dengan tatapan yang begitu menggoda. Wajah tampan, tatapan mata yang bisa membius siapapun yang melihatnya dan senyuman yang menggoda. Bentuk tubuh pun proporsional. Tak beda jauh dari Rayyan. Semua wanita pasti kagum saat melihatnya.
"Sepertinya boleh di coba. Aku ingin tahu, seberapa perkasa kamu,"sahut Natalie tersenyum penuh arti seraya meraba dada bidang Hendrik yang berbalut kemeja.
"Aku jamin, kamu tidak akan berhenti menjerit karena merasakan kenikmatan. Kamu akan memohon untuk kembali bercinta dengan aku,"bisik Hendrik penuh percaya diri.
Seorang Casanova, itulah Hendrik. Pria keturunan Turki, bertubuh proporsional dengan wajah tampan dan senyuman yang menawan.
Sangat berpengalaman dalam menggoda dan memuaskan wanita di atas ranjang, itu adalah keahliannya. Banyak wanita yang dengan suka rela naik ke atas ranjangnya jika Hendrik menginginkan nya.
"Kita lihat saja nanti,"sahut Natalie.
Akhirnya dua manusia berbeda jenis itu memesan kamar hotel dan menghabiskan malam bersama. Bercinta dengan siapa saja yang diinginkannya, itulah Hendrik. Sedangkan Natalie hanya akan tidur dengan orang yang diinginkan nya saja.
...πΈβ€οΈπΈ...
β’Aku cuma up sekali hari ini, karena harus bantu-bantu di rumah tetangga yang lagi ada acara.πππππ
.
To be continued
__ADS_1