Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
345. Merasa Di Desak


__ADS_3

Andi langsung menutup mulutnya karena merasa keceplosan,"Aduh, kenapa aku bicara seperti tadi? Kata-kataku tadi bisa membuat Nyonya berpikir bahwa aku..."


"Kamu sudah menyelidiki gadis itu?"tanya Aurora memotong kata-kata Andi yang hanya terucap di dalam hati.


Wanita itu langsung menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap Andi dengan tatapan curiga.


"Ah, tidak nyonya. Saya hanya tidak sengaja mendengar saat dia sedang bergumam,"sahut Andi yang sebenarnya memang sudah menyelidiki Kanaya karena merasa penasaran dengan gadis itu.


"Benarkah?"tanya Aurora tersenyum smirk melangkah maju mendekati Andi.


"Be.. Benar, nyonya,"sahut Andi gugup seraya melangkah mundur sambil menyengir bodoh.


"CK. Aku tidak percaya! Aku tahu seberapa kepo-nya kamu terhadap orang-orang di sekitar kamu. Kalau suka jangan di pendam saja. Entar kalau jadi bisul, 'kan, repot. Duduk susah, berdiri salah, tidur pun serba salah,"ujar Aurora membalikkan tubuhnya dan melanjutkan langkah kakinya.


"Haish.. Nyonya ini. Kalau suka, ya, langsung kawin aja. Ngapain pakai di pendam segala?"celetuk Andi yang masih setia mengekor di belakang Aurora.


"Apa kamu bilang?!"tanya Aurora yang tiba-tiba berhenti dan langsung membalikan badannya ke arah Andi dengan mata yang melotot.


Andi yang mengekor dibelakang Aurora pun reflek mundur karena terkejut dengan gerakan dadakan Aurora.


"Kamu sangat bangga dan percaya diri dengan status jomblo akut sekaligus perjaka tua kamu itu. Jadi, kalau kamu suka sama gadis, cuma mau kamu kawinin saja?"tanya Aurora menatap Andi dengan tatapan tajam.


"Bu.. Bukan kawin Nyonya. Ta.. Tapi, nikah. Iya, nikah, Nyonya,"sahut Andi menggaruk kepalanya yang tidak gatal seraya tersenyum bodoh. Andi menyadari jika kata-katanya salah, karena itulah pemuda itu buru-buru meralat kata-katanya,"Huff.. Salah lagi. Aku lupa, kalau kawin belum tentu sudah menikah. Tapi, kalau sudah nikah, pasti kawin. Haish.. Ngomong sama perempuan memang susah, serba salah. Mending berantem sekalian dari pada harus ngeladenin perempuan berdebat,"gerutu Andi dalam hati.


"Dasar laki-laki! Apa dalam otak laki-laki itu hanya kawin saja? Jangan-jangan... kamu sudah tidak perjaka lagi,"tuduh Aurora memicingkan sebelah matanya menatap Andi curiga.


"Sumpah, nyonya, saya benar-benar masih perjaka. Perjaka ting-ting. Masih tulen, alias sejati, asli,"sahut Andi dengan ekspresi serius,"Cuma.. mata saya yang sudah tidak suci lagi,"sahut Andi tersenyum bodoh.


"Haish.. Kalau itu aku percaya. Jangan-jangan kamu nggak mau cari pasangan hidup karena setiap hari bersolo karir nonton film kakek Sugiono. Mending nikah dari pada nonton film kayak begituan,"tuduh Aurora, lalu kembali membalikkan tubuhnya dan melanjutkan langkah kakinya.


"Menuduh tanpa bukti itu namanya painah, eh fitnah, nyonya,"protes Andi seraya mengarahkan Aurora untuk masuk ke dalam lift.


"Tadi, 'kan, kamu sendiri yang ngaku, kalau mata kamu sudah nggak suci lagi. Itu berarti kamu suka nonton film dewasa,"sanggah Aurora seraya masuk ke dalam lift.


"Iya, juga, ya. Tapi, bukankah jika tanpa sengaja melihat orang tanpa busana juga membuat mata tidak suci, nyonya? Itu, maksud saya. Saya nggak punya waktu untuk nonton film begituan, nyonya,"kilah Andi mengikuti Aurora masuk ke dalam lift, lalu menekan tombol angka lantai tujuan mereka.


"Huff.. Kamu ini memang paling pintar berdebat. By the way, apa kamu tahu? Kenapa film dewasa di Jepang malah di legalkan?"


"Alasan kenapa film dewasa di Jepang di legalkan adalah untuk menekan tindak kejahatan s£§u∆ll, nyonya,"


"Ah, masa iya? Masa dengan cara seperti itu bisa efektif menekan kejahatan semacam itu? Bukannya dengan cara seperti itu malah akan membuat kejahatan semacam itu semakin tinggi, ya?"sahut Aurora tidak percaya.

__ADS_1


"Bukti dan kenyataannya memang kejahatan s£§u∆ll di Jepang rendah, nyonya. Namun, selain alasan itu, ada alasan lain mengapa Jepang melegalkan film dewasa,"sanggah Andi.


"Apa?! Karena uang, 'kan? Seperti film kakek Sugiono yang sangat terkenal di mana-mana itu. Mereka pasti mendapatkan banyak uang dari memproduksi film itu,"sahut Aurora.


"Itu juga benar, nyonya. Tapi, Film dewasa seperti yang di bintangi Shigeo Tokuda atau yang terkenal di julukan kakek Sugiono oleh netizen Indonesia itu di buat bukan tanpa alasan. Hal ini karena tingkat kelahiran di Jepang sangat rendah. Bahkan pada tahun 2020, angka kelahiran Jepang dikabarkan mengalami penurunan sekitar 2,8 persen,"


"Untuk mengatasi tingkat kelahiran yang rendah inilah, Jepang beramai-ramai membuat film dewasa dan berharap masyarakat Jepang ingin memiliki anak setelah menonton film tersebut,"


"Masalah menurunnya angka kelahiran ini adalah karena orang Jepang, baik laki-laki maupun perempuan memiliki kecenderungan untuk tidak menikah dan memiliki anak. Karena bagi orang Jepang, memilki anak itu tanggung jawab yang besar dan mahal. Selain itu juga karena orang Jepang itu workaholic ( gila kerja ) dan juga karena budaya patriarki, yaitu masyarakat yang dimana laki-laki memiliki kekuatan dan kontrol atau mendominasi. Sedangkan perempuan biasanya dieksploitasi, dirugikan dan mempunyai status yang lebih rendah,"


"Berbeda dengan negara kita. Walaupun dalam tiga dekade ini angka kelahiran menurun sekitar 30 persen. Tapi negara kita tidak mengalami resesi s£k§s seperti di Jepang. Angka kelahiran di negara kita masih sekitar 4, 8 juta pertahun. Di negeri kita, hampir 99 persen orang yang mau berkeluarga cenderung untuk prokreasi atau mendapatkan keturunan,"


"Beda lagi dengan Amerika, negeri Paman Sam ini lebih banyak memproduksi film Superhero. Bukan tanpa alasan, film Superhero sering diproduksi di Amerika. Hal ini karena tingkat kriminalitas di negara tersebut cukup tinggi. Dengan adanya film Superhero, diharapkan masyarakat Amerika termotivasi untuk menjadi lebih baik,"


"Nah, satu lagi, film Korea Selatan yang sering nyonya tonton. Alasan Korea Selatan sering memproduksi film romantis adalah karena tingginya tingkat perceraian di Korea. Dengan film romantis, diharapkan hubungan rumah tangga masyarakat Korea akan lebih harmonis dan jauh dari kata perceraian,"jelas Andi panjang lebar.


"Oh, begitu, ya? Aku baru tahu,"sahut Aurora menyengir bodoh.


Andi mengarahkan Aurora menuju ruangan Rayyan. Banyak pasang mata yang menatap Aurora saat berjalan beriringan dengan Andi.


"Siapa yang berjalan bersama Tuan Andi?"


"Tadi juga Tuan Rayyan membawa seorang bayi yang tampan dan menggemaskan,"


"Terus, perempuan itu siapa?"


"Apa mungkin istri Tuan Rayyan?"


"Aku sudah tidak ingat lagi dengan wajah istri Tuan Rayyan,"


"Aku juga. Kita cuma melihatnya pas waktu resepsi pernikahan mereka saja. Dan itu sudah sekitar dua tahunan. Wajar saja kalau kita lupa,"


"Sudah, jangan bergosip lagi! Kalian mau makan siang, tidak?"


Kasak kusuk para karyawan yang tadi melihat Rayyan menggendong bayi dan sekarang melihat Andi membawa seorang wanita cantik.


Aurora membuka pintu ruangan Rayyan dan melihat Rayyan duduk di sofa dengan Zayn di atas pangkuannya.


"Sayang, kemana saja kamu? Aku sudah menunggu kamu dari tadi,"keluh Rayyan seraya memberikan potongan buah apel pada Zayn yang sedang memegang kubus rubik.


"Ini gara-gara Andi, sayang,"jawab Aurora seraya membuka makanan yang di belinya tadi.

__ADS_1


"Loh, kok, karena saya, sih, nyonya?"protes Andi.


"Ya, iyalah. Ini gara-gara kamu nggak mau ngaku menyukai gadis itu. Siapa namanya, aku lupa?"uji Aurora pada Andi berekspresi sedang mengingat sesuatu.


"Kanaya, nyonya,"sahut Andi.


"Nah, 'kan? Itu buktinya. Namanya aja kamu ingat,"ujar Aurora kemudian menatap Rayyan,"Andi bahkan sudah menyelidikinya gadis itu, sayang. Tapi, Andi pura-pura sok cool di hadapan gadis itu. So jual mahal. Kalau ke pentok cinta baru tahu rasa dia,"


"Dia bercita-cita jadi Jodi, sayang. Jomblo abadi. Mau jadi perjaka sampai mati,"sahut Rayyan kemudian terkekeh.


"Haish.. Tuan ini. Saya tidak pernah bilang seperti itu. Nyonya dan Tuan seolah-olah seakan akan nggak enak di makan sedang mendesak saya untuk menikah,"protes Andi,"Kalau begitu, saya permisi mau makan siang dulu, Tuan, nyonya,"pamit Andi yang tidak ingin lagi dipojokkan kedua majikannya itu mengenai pasangan hidup.


"Sudah, makan di sini saja, Ndi. Aku bawa makanan lebih, kok,"ujar Aurora.


"Wahh.. terimakasih, nyonya,"ucap Andi tersenyum lebar.


"Andi, kamu selidiki tentang pria mesum tadi. Aku tidak mau bekerja sama dengan dia jika cara kerjanya tidak sama seperti dulu,"ujar Rayyan kembali menyuapi Zayn yang sibuk memutar-mutar kubus rubik di tangannya.


"Iya, Tuan. Saya juga dengar, jika pada proyeknya yang terakhir ada sedikit masalah,"sahut Andi.


"Iya. Karena itu, aku ingin kamu menyelidiki dia. Aku tidak mau bekerja sama dengan orang yang tidak profesional dan lambat. Apalagi kalau korupsi,"sahut Rayyan seraya mendudukkan Zayn di antara dirinya dan Aurora duduk, agar mereka berdua bisa mengawasi bayi lucu itu saat mereka sedang makan.


"Baik, Tuan. Ngomong-ngomong, kenapa Tuan dan nyonya memberikan mainan rubik untuk Tuan muda? Bukankah mainan rubik biasanya di mainkan anak usia tiga tahun ke atas?"tanya Andi yang juga suka membelikan mainan untuk Zayn. Jadi Andi tahu jenis-jenis mainan dan untuk usia berapa mainan-mainan itu.


"Dia menangis ingin mainan itu, Ndi. Ya, sudah, aku belikan saja, dari pada dia menangis. Lagi pula, Zayn tidak suka memasukkan mainan ke mulutnya. Hitung-hitung memperkenalkan macam-macam warna pada dia,"sahut Aurora.


"Iya, juga. Tuan Muda sepertinya tahu, mana yang bisa di makan dan mana yang tidak bisa di makan,"sahut Andi.


...🌸❤️🌸...


Notebook:


•Prokreasi adalah hubungan suami istri yang bertujuan menghasilkan keturunan, sebagai generasi penerus.


•Prokreasi dapat dipahami sebagai repro- duksi, tetapi prokreasi lebih cenderung menunjuk kepada manusia karena di dalam prokreasi terkandung elemen cinta dan kasih antara pasangan laki-laki dan perempuan.


Resesi s£k§s adalah turunnya mood pasangan untuk melakukan hubungan suami-istri, menikah dan punya anak. Pada akhirnya, resesi s£k§s bisa berimbas pada penurunan populasi suatu negara.


•Rubik adalah teka-teki mekanik berbentuk kubus yang terbuat dari plastik terdiri dari 26 kubus kecil yang berputar pada poros yang terlihat. Setiap sisi dari kubus ini memiliki sembilan permukaan yang terdiri dari enam warna yang berbeda.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2