Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
175. Hukuman


__ADS_3

"Sayang! Aku ingin,"ucap Rayyan seraya memeluk pinggang Aurora dari samping dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Aurora.


"Menurut kamu, apa kira-kira yang harus aku lakukan pada orang yang sudah memberi ide pada seseorang hingga berakibat sahabatku dilecehkan?"


"Deg"


"Mampus! Aku kira dia sudah melupakan masalah ini,"gumam Rayyan dalam hati.


"Hukuman apa yang pantas menurut kamu?"tanya Aurora lagi.


"Maafkan aku, sayang! Aku mengaku salah,"ucap Rayyan lembut masih dengan posisi memeluk Aurora dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Aurora, menghirup aroma tubuh Aurora.


"Makanya kalau ngomong itu di pikir dulu, Ray! Jangan asal bicara! Apa dengan meminta maaf dan mengaku salah kamu bisa memperbaiki keadaan?"tanya Aurora kesal.


"Beritahu aku, sayang! Apa yang harus aku lakukan?"ucap Rayyan. Namun dalam hati berkata,"Aku, 'kan, cuma manusia biasa.yang tidak luput dari salah dan lupa. Jadi, wajar 'kan, kalau aku berbuat salah?"


"Pikirkan sendiri apa yang harus kamu lakukan! Karena semua ini adalah salah kamu,"sahut Aurora ketus.


"Bantu aku memikirkannya, sayang. Kamu, 'kan, istriku. Masa kamu tidak mau membantu suamimu sendiri? Lagi pula, aku tidak tahu pasti kenapa Sumi menolak untuk diperistri kakak. Padahal, kakak, 'kan, tampan,.kaya. Satu bulan ini kakak juga mati-matian berubah dengan bekerja keras mengurusi usahanya. Dan semua itu demi Sumi. Jadi, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, sayang,"ucap Rayyan melepaskan pelukannya dan menatap wajah Aurora yang masih terlihat kesal.


Aurora menghela napas panjang mendengar penuturan Rayyan. Wanita itu lalu menatap suaminya.


"Sumi tidak menyukai, apalagi mencintai kakak. Karena itu Sumi menolak kakak,"


"Cinta itu datang karena terbiasa, sayang. Dulu kamu juga tidak mencintai aku. Tapi karena terbiasa bersama aku dan lebih mengenal aku, kamu jadi jatuh cinta padaku,"ucap Rayyan mengingatkan Aurora.


"Tidak semua orang seperti kita, Ray!"sahut Aurora memijit pelipisnya sendiri.


"Kalau boleh tahu. Apa yang membuat Sumi tidak tertarik atau tidak menyukai Kakak?"


"Itu karena baru menjadi teman saja kakak sudah berani marah dan menunjukkan rasa cemburu dan posesifnya pada Sumi. Bahkan tadi kakak kamu itu mengancam akan menghamili adik Sumi dan menjadikan adik Sumi mainan ranjangnya jika Sumi tidak mau menikah dengan kakak,"sahut Aurora yang terlihat benar-benar kesal.


Rayyan memijit pelipisnya sendiri,"Dasar kakak tidak tahu diri! Dia selalu saja membuat masalah. Awas saja kalau aku nggak dapat jatah. Akan aku buat dia kerja rodi untuk mengurus usahanya itu,"gerutu Rayyan dalam hati.

__ADS_1


"Sayang, kamu tenang saja! Aku tidak akan membiarkan kakak menindas siapapun. Apalagi menindas sahabat kamu. Aku akan mencoba menyelesaikan masalah ini. Kamu jangan marah, ya! Kasihan bayi kita jika kamu marah-marah. Kemarahan kamu akan menganggu pertumbuhan bayi kita di dalam sana, sayang,"ujar Rayyan mengingatkan.


Aurora terhenyak mendengar penuturan Rayyan. Wanita itu menghela napas panjang mengontrol emosinya agar tidak marah dan mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungannya. Aurora mengelus lembut perutnya yang tidak lagi rata, tapi juga belum membuncit.


Rayyan ikut mengusap perut Aurora lembut. Kemudian pria itu membungkuk mengecup perut istrinya itu penuh kasih sayang.


"Aku tidak sabar ingin melihat dia,"gumam Rayyan tersenyum tipis, mengusap perut Aurora dengan lembut.


"Dia terlihat sangat tampan jika tersenyum,"gumam Aurora dalam hati saat melihat suaminya mengelus dan menatap perutnya dengan senyuman penuh kebahagiaan.


"Kamu janji akan menyelesaikan masalah ini dengan baik, 'kan?"tanya Aurora memastikan.


"Aku berjanji akan mencoba sebaik yang aku mampu untuk menyelesaikan masalah ini, sayang. Tapi, aku tidak bisa menjamin hasilnya akan sesuai dengan keinginan kamu ataupun keinginan Sumi. Aku hanya manusia biasa, tempatnya salah dan lupa. Sebaik apapun aku berusaha, pasti ada kalanya aku melakukan kesalahan. Aku bisa berencana dan berusaha, tapi Tuhan lah yang menentukan segalanya.Apapun hasilnya nanti, walaupun itu tidak sesuai dengan keinginan kita, kita harus berbesar hati menerimanya. Karena tidak semua yang kita impikan dan kita harapkan itu bisa menjadi kenyataan. Dan tidak semua yang kita benci itu tidak baik untuk kita. Karena baik menurut kita, belum tentu baik menurut Tuhan, bukan?"ujar Rayyan panjang lebar.


Aurora menghela napas panjang mendengar penuturan Rayyan. Aurora menyadari, jika apa yang dikatakan oleh suaminya itu semuanya adalah benar.


"Ternyata dia pria yang begitu bijaksana. Kenapa aku baru tahu malam ini? Aku beruntung sekali memilikinya,"gumam Aurora menatap suaminya penuh kekaguman.


Rayyan yang menyadari mendapatkan tatapan kagum dari istrinya itupun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Pria itu perlahan menundukkan wajahnya dan mencium lembut bibir Aurora. Satu tangannya memegang tengkuk Aurora untuk memperdalam ciumannya, dan satu tangannya lagi memeluk tubuh Aurora.


Aurora memegang lengan kekar suaminya menikmati sesapan, kecupan, dan kulumman suaminya yang terasa begitu lembut. Wanita itu terhanyut dalam buaian suaminya hingga tanpa sadar membalas ciuman suaminya itu.


Rayyan melepaskan pagutannya saat Aurora sudah mulai kesulitan bernapas. Pria itu tersenyum seraya mengatur napasnya. Mengusap bibir Aurora yang basah karena ulahnya.


"Haiss.! Rayyan benar-benar pintar membuai aku,"gumam Aurora yang merasa dijebak oleh suaminya itu.


Rayyan kembali menundukkan wajahnya hendak mencium leher Aurora. Namun Aurora mendorong dada Rayyan.


"Sayang.."protes Rayyan karena Aurora menghentikan aksinya. Mata pria itu nampak sudah berkabut hassrat.


"Malam ini tidak ada jatah buat kamu! Itu sebagai hukuman karena ide gila kamu mengakibatkan sahabat ku dilecehkan oleh kakakmu. Dan ingat! Jangan meminta jatah kamu jika masalah ini belum bisa kamu selesaikan,"ujar Aurora beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ranjang.


"Sayang, jangan menghukum aku seperti ini! Aku tidak bisa konsentrasi bekerja jika dia tidak kamu tidurkan, sayang. Apa kamu tidak kasihan melihat suami kamu ini? Kepala ku akan pusing sepanjang hari, jika kamu tidak menidurkan dia, sayang,"ucap Rayyan memelas seraya mengekor di belakang istrinya.

__ADS_1


"Kamu harus bisa mengendalikan dirimu! Agar kamu juga bisa mengendalikan mulut mu supaya kamu tidak bicara sembarangan lagi!"ujar Aurora seraya naik ke atas ranjang.


"Arghh! Sial! Semua ini gara-gara kakak!"umpat Rayyan dalam hati. Pria itu mengusap wajahnya kasar, kemudian mengacak rambutnya sendiri. Pria itu terlihat frustasi. Rayyan membuang napas kasar kemudian berjalan menuju walk-in closet.


Aurora mengernyitkan keningnya saat melihat Rayyan berjalan ke arah walk-in closet.


"Mau ngapain dia ke walk-in closet?"gumam Aurora penasaran.


Tidak lama kemudian, Rayyan keluar dari walk-in closet dengan memakai pakaian kasual. Melihat Rayyan berpenampilan seperti itu, Aurora pun beranjak duduk.


"Kamu mau kemana?"tanya Aurora yang melihat Rayyan mengambil handphonenya di atas nakas.


"Aku akan pergi keluar. Mungkin akan bisa mengurangi sakit kepala ku,"ucap Rayyan dengan wajah yang terlihat kusut. Pria itu berjalan keluar dari kamarnya meninggalkan Aurora yang terdiam sendirian.


"Ini sudah malam. Kapan dia akan pulang, jika dia pergi sekarang. Aku tidak bisa tidur jika tidak didekapnya,"gumam Aurora menghela napas berat. Wanita itu kemudian merebahkan tubuhnya,"Apa aku salah, jika aku menghukum Dia seperti itu? Dia tidak akan mencari kepuasan di luar sana, 'kan?"gumam Aurora yang tiba-tiba menjadi gelisah.


Bumil yang sedang gelisah itu pun mulai mengalami mood swing. Karena suaminya pergi dengan wajah yang terlihat kusut setelah dirinya menolak untuk melayani pria itu. Perasaan takut suaminya mencari wanita lain untuk memenuhi kebutuhan biologisnya pun semakin membuatnya gelisah.


...🌟🌟🌟...


...Tidak semua impian dan harapan bisa menjadi terwujudkan....


...Tidak semua yang kamu senangi itu baik. Dan tidak semua yang kamu benci itu buruk....


...Seperti gula yang manis bisa membuat mu diabetes. Sedangkan obat yang pahit bisa menyembuhkan penyakit....


...Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan....


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2