
Pria bertubuh kekar itu mengantarkan Kanaya sampai di depan unit apartemen yang sesuai alamat yang di tuliskan orang yang mengaku sebagai suami Kanaya itu. Dan benar saja, saat Kanaya menempelkan jarinya, pintu apartemen itu terbuka. Gadis itu mengamati isi unit apartemen itu.
"Astagaa.. apartemen ini mewah sekali. Ruangannya luas, dan semua perabotannya bagus dan tersusun rapi,"gumam Kanaya dalam hati merasa excited melihat unit apartemen itu.
Excited : tertarik, antusias, senang,
Kanaya berkeliling melihat-lihat unit apartemen itu. Tapi sayangnya Kanaya, tidak bisa melihat tiga buah ruangan yang ada di unit apartemen itu, karena tiga ruangan itu di kunci. Hanya satu ruangan yang tidak di kunci, yaitu sebuah kamar yang sepertinya adalah kamar utama.
Kanaya memasuki kamar itu dan melihat ranjang ukuran king size lengkap dengan nakas-nya, sofa, skincare serta peralatan make-up yang begitu lengkap berada di atas meja rias. Semua skincare dan peralatan make-up itu masih berada dalam kotaknya dan masih bersegel.
"Skincare nya lengkap sekali. Aku bahkan tidak punya cukup uang untuk membeli skincare,"gumam Kanaya menghela napas kasar.
Sebagai seorang wanita, tentu saja Kanaya juga ingin merawat dan mempercantik diri. Sayangnya, karena keadaan keuangan yang tidak mencukupi, Kanaya tidak bisa membeli skincare. Bahkan gadis itu sengaja membeli bedak bayi untuk memoles wajahnya, agar bisa menekan pengeluarannya.
Kanaya memberanikan diri membuka lemari pakaian yang ada di dalam kamar itu.
"Apa pekerjaan orang ini? Lemari pakaian ini banyak pakaian formal nya,"gumam Kanaya yang melihat banyak celana kain, kemeja dan juga jas di dalam lemari itu.
"Kok, aku merasa seperti pernah mencium aroma parfum di pakaian ini, ya? Tapi.. Aku lupa milik siapa?"gumam Kanaya yang merasa pernah mencium aroma parfum yang menempel di pakai pria dalam lemari itu.
Kanaya kembali membuka lemari satunya, gadis itu nampak kagum melihat pakaian wanita di dalam lemari itu. Bahkan di dalam lemari itu juga ada pakaian dalam untuk wanita. Semua pakaian wanita itu terlihat masih baru.
"Dimana orang itu meletakkan barang-barang milikku? Dari tadi aku tidak menemukan satu pun barang-barang milikku. Apa di salah satu kamar yang di kunci itu, ya?"gumam Kanaya yang sedari tadi memang tidak menemukan barang-barangnya.
Karena tidak menemukan pakaiannya dari kontrakannya di dalam apartemen itu, akhirnya Kanaya mengambil pakaian di dalam lemari itu dan berniat membersihkan diri.
"Aku tidak menemukan pakaian ku. Jadi, jangan salahkan aku memakai pakaian ini. Eh, kenapa ukuran semua pakaian dalam ini sama seperti ukuran ku?"gumam Kanaya setelah mengambil satu stel pakaian yang di gantung di dalam lemari itu beserta pakaian dalamnya.
Kanaya masuk ke dalam kamar mandi yang ada di kamar itu. Ada shower dan juga bathtub di dalam kamar mandi itu. Tidak seperti di rumahnya yang hanya memakai bak mandi dan gayung air, ataupun di kontrakan nya yang setiap mandi harus membawa ember, gayung air dan peralatan mandi lainnya.
Hanya di villa tempatnya bekerja dulu dan di apartemen inilah Kanaya bisa menemukan bathtub.
__ADS_1
"Aku ingin mandi di bathtub,"gumam Kanaya tersenyum cerah.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Kanaya selesai membersihkan diri. Namun sekitar satu menit kemudian, gadis itu mendengar suara bel yang menandakan ada orang di depan pintu. Kanaya bergegas berjalan menuju pintu dan membuka sedikit pintu itu, untuk melihat siapa yang datang bertamu.
"Nyonya, ini makanan yang di pesankan Tuan untuk nyonya,"ucap pria bertubuh kekar yang tadi mengantarkan Kanaya ke unit apartemen itu. Pria itu bicara pada Kanaya dengan sopan, walaupun terdengar agak datar.
"Terimakasih!"ucap Kanaya yang entah mengapa sangat percaya jika pria itu adalah pria baik-baik dan pasti orang suruhan pria yang mengaku sebagai suaminya.
Setelah mengambil makanan dari pria bertubuh kekar tadi dan pria itu pamit undur diri, Kanaya pun segera menutup pintu dan langsung membuka makanan yang di berikan pria tadi.
"Siapa sebenarnya orang yang.mengaku suamiku itu? Aku sangat penasaran. Aku harus menunggunya di apartemen ini untuk meminta semua barang-barang ku dan meminta ganti rugi, karena telah memberikan lemari dan kasur lantai ku pada orang lain,"gumam Kanaya dalam hati.
Karena memang sudah lapar, Kanaya pun menyantap makanan itu. Sesaat setelah makan, atensi Kanaya pun tertuju pada handphonenya, karena benda pipih itu berdering.
"Ibu,"gumam Kanaya saat melihat ibunya lah yang menghubungi dirinya. Kanaya pun menerima panggilan itu,"Halo, Bu?"sapa Kanaya.
"Aya, gimana? Kata suamimu, hari ini kalian pindah ke apartemen baru? Bagus nggak apartemen nya? Fotoin dong! Ibu pengen lihat bagaimana tempat tinggal kalian,"ujar ibu Kanaya terdengar antusias.
"Kemarin kamu sudah menandatangani surat-surat untuk persyaratan mengurus pernikahan kalan secara hukum. Dan surat nikahnya sudah jadi. Berarti, kamu sudah bersuami, kan?"tanya ibu Kanaya enteng.
"Apa?! Jadi, surat-surat yang ibu bawa dan ibu minta aku untuk menanda tanganinya itu adalah surat-surat untuk mengurus pernikahan? Ibu menjebak aku?"tanya Kanaya sungguh merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan ibunya pada dirinya.
"Iya,"tanpa ragu ibu Kanaya mengaku,"Ibu lebih rela kamu menikah dengan Riandi dari pada kamu pacaran sama orang yang bernama Randy itu. Ngapain kamu menerima orang yang mengajak kamu untuk pacaran, kalau ada orang yang serius ingin menikahi kamu? Perlakukan suami kamu baik-baik! Dia telah menebus sertifikat rumah kita di bank,"
"Hari ini, dia juga sudah mulai merenovasi rumah kita. Dia memberi ibu uang sepuluh juta untuk biaya hidup ibu selama satu bulan. Sudah orangnya tampan, royal, baik hati, kaya lagi. Ibu merasa lega kamu menikah dengan dia. Secepatnya kalian harus menikah secara agama, ya! Ibu tidak mau nanti kalian khilaf,"cerocos ibu Kanaya membuat Kanaya terbengong-bengong.
"I.. Ibu menikahkan aku dengan dia karena semua itu? Ibu menjual ku?"tanya Kanaya dengan ekspresi wajah yang sulit untuk di deskripsikan.
"Bukan seperti itu, Aya. Ibu tidak tega melihat kamu bekerja membanting tulang untuk membayar angsuran rumah kita. Dengan menikahi Riandi, kamu tidak perlu lagi memikirkan uang lagi. Dia itu serius dengan kamu Kanaya. Dia datang ke rumah kita melamar kamu bersama keluarganya dan langsung mengambil sertifikat rumah kita dari bank. Kamu beruntung menikah dengan pemuda seperti itu. Tampan, kaya, mapan, sopan, menghormati orang tua, bahkan tidak memandang perbedaan status sosial di antara kita dan keluarganya yang kaya itu,"
"Dia mengatakan benar-benar ingin menjaga dan menemanimu hingga akhir usianya. Dia berjanji akan berusaha untuk membuat kamu bahagia. Apalagi yang kamu cari? Soal cinta, kamu bisa belajar mencintai dia. Sulit mencari pemuda sebaik dia di zaman sekarang. Ibu yakin, kamu pasti akan bahagia, jika hidup bersama dengan dia,"ujar ibu Kanaya panjang lebar dan terdengar serius serta antusias.
__ADS_1
Kanaya tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar setiap kata yang keluar dari mulut ibunya. "Speechless" hanya satu kata itulah yang bisa menggambarkan keadaan Kanaya saat ini.
"Ibu tunggu kalian pulang untuk menikah secara agama dan mengadakan resepsi pernikahan. Ibu mau menunjukkan sama orang tua mantan kamu itu, bahwa kamu bisa mendapatkan lelaki yang jauh lebih kaya, lebih tampan, lebih mapan dan lebih segalanya dari anaknya. Ibu masih sakit hati karena mereka menghina dan merendahkan kita. Mereka menghina kita karena kita orang tidak punya dan banyak hutang. Bahkan mengatakan rumah kita seperti lapangan bola. Baru juga punya mobil Dasunuala aja sombong, gimana kalau punya mobil Marsades? Coba sekarang, apa masih berani mereka menghina kita lagi? Rumah kita sedang di renovasi, bahkan mobil menantu ibu aja mobil Tasla,"ujar ibu Kanaya berapi-api.
Kanaya kembali melongo mendengar semua kata-kata ibunya. Gadis itu akhirnya hanya bisa menghela napas berkali-kali.
"Tapi, ibu menikahkan aku dengan cara menipu aku. Tega sekali ibu padaku,"keluh Kanaya yang baru malam ini tahu, jika dirinya telah dinikahkan oleh ibunya.
"Ini demi kebaikan kamu. Lebih baik kamu menikah dengan Riandi dari pada dengan si Randy yang bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri itu. Kalau menantu ibu, dia itu jago beladiri. Jadi, tidak mungkin tidak bisa melindungi kamu,"sahut ibu Kanaya penuh keyakinan.
"Darimana ibu tahu, kalau orang yang bernama Riandi itu jago beladiri?"tanya Kanaya penasaran.
"Dari keluarganya. Mereka bilang, dia itu pemenang sabuk hitam,"sahut ibu Kanaya nampak sangat yakin.
"Itu, 'kan, baru katanya, Bu,"sahut Kanaya menghela napas panjang.
"Ibu percaya apa yang mereka katakan bukan kebohongan. Dan kamu, jangan jalan lagi sama pria lain selain suamimu. Ibu kutuk kamu jadi batu, jika berani menyelingkuhi menantu ibu!"ancam ibu Kanaya terdengar serius.
"Tunggu dulu! Dari mana ibu tahu soal Randy? Aku merasa tidak pernah bercerita soal Randy pada ibu,"tanya Kanaya penasaran.
...πππ...
...Ibu adalah orang yang paling bahagia saat kamu bahagia, sekaligus orang yang paling sedih saat kamu terluka....
...Ibulah yang paling memahami apa yang kamu inginkan. Bahkan mengerti apa yang belum kamu katakan....
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
__ADS_1
To be continued