Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
196. Permintaan


__ADS_3

Hendrik memarkirkan mobilnya di area parkir restoran Sumi. Pria tampan dengan bentuk tubuh proporsional itu berjalan menuju ruangan Sumi dengan wajah yang terlihat berseri-seri dan buket bunga mawar merah ditangannya.


Semua mata kaum hawa yang ada di restoran itu pun menatap pria itu dengan tatapan kagum. Penampilan yang stylish, wajah rupawan dan pakaian yang terlihat sangat berkelas.


"Astagaa.! Tampan sekali!"


"Andaikan saja buket bunga mawar merah yang dibawanya itu untuk aku,"


"Sepertinya pria tajir,"


"Beruntung sekali gadis yang bisa bersanding dengan dia,"


"Sayang sekali aku sudah menikah,"


Kasak kusuk para pengunjung restoran Sumi saat melihat Hendrik berjalan menuju ruangan Sumi.


Sudah satu bulan lebih Hendrik nampak berbeda dari sebelumnya. Walaupun ramah pada semua orang, tapi tidak lagi tebar pesona, seperti dulu. Pria itu melangkah menuju ruangan Sumi tanpa menoleh ke kanan dan kiri. Terlihat fokus pada tujuannya.


"Ceklek"


"Halo Miti, sayang!"ucap pria itu setelah membuka pintu ruangan Sumi. Senyuman manis yang menawan pun menghiasi wajahnya yang rupawan.


"Uhuk..uhuk.. uhuk..."


Sumi yang sedang minum pun tersedak hingga terbatuk-batuk karena terkejut dengan kehadiran Hendrik yang tiba-tiba.


"Hei.. pelan-pelan, sayang!"ucap Hendrik bergegas menghampiri Sumi lalu mengusap punggung Sumi lembut.


"Apa kamu tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk? Kenapa kamu selalu masuk ke ruangan orang lain tanpa permisi?"ketus Sumi yang merasa kesal dengan kelakuan Hendrik.


"Ishh.. jangan marah-marah, sayang! Nanti lekas tua, loh! Sebagai permintaan maaf ku, ini aku bawakan bunga kesukaan kamu"ujar Hendrik seraya meletakkan buket bunga mawar merah di atas meja kerja Sumi.


"Makanya, ketuk pintu dulu sebelum masuk ke ruangan ku! Kamu selalu saja masuk ke ruangan ku tanpa seizin ku dan tanpa mengetuk pintu,"ketus Sumi dengan wajah yang terlihat kesal.


.


Sumi hanya bisa menghela napas berkali-kali. Sumi tidak tahu lagi bagaimana caranya mengusir pria di depannya ini. Semenjak datang bersama Rayyan kerumahnya kemarin, setiap hari Hendrik mendatangi dirinya. Dengan waktu yang tidak menentu, karena dimana ada waktu longgar, maka Hendrik akan menyempatkan diri untuk bertemu Sumi.

__ADS_1


Bukan cuma sekali dua kali saja Sumi mendapati Hendrik yang tiba-tiba sudah ada di ruangannya. Kadang duduk di sofa, kadang juga duduk di kursi kerjanya. Selalu memasang wajah dan senyuman manis saat bertemu dengan Sumi.


Walaupun Sumi mengabaikan, memarahi, ataupun bersikap ketus seperti ini, Hendrik tetap saja datang untuk menemui dirinya. Bahkan saat dihadapi dengan sikap lembut pun tidak efektif untuk mengusir Hendrik.


"Masa aku harus mengetuk pintu jika ingin masuk ke ruangan calon istriku sendiri?"sahut Hendrik menghela napas panjang seraya duduk di meja Sumi, menghadap ke arah Sumi.


""Aku tidak mau menikah dengan kamu, Hen Terkecuali aku mengandung anak kamu karena kejadian kemarin. Jadi, jangan bilang aku adalah calon istri kamu. Karena kita belum tentu akan menikah. Aku tidak mau memberikan harapan palsu padamu,"sahut Sumi dengan ekspresi tidak berdaya.


"Coba buka sedikit saja pintu hatimu untuk mencintai aku, sayang! Beri aku waktu dan juga dirimu sendiri untuk mengenal aku. Kalau kamu tidak ingin mengenal aku, bagaimana kamu bisa menyayangi ku? Dan kalau kamu nggak sayang sama aku, bagaimana kamu bisa mencintai aku?"


"Hen, aku tidak bisa memaksa hatiku untuk mencintai seseorang. Jadi, tolong jangan paksa aku untuk mencintai kamu,"sahut Sumi menghela napas berat.


"Nanti malam kita jalan, yuk!"ajak Hendrik tanpa menghiraukan perkataan Mengalihkan pembicaraan.


"Aku capek,"sahut Sumi dengan ekspresi malas.


"Kalau nggak mau malam ini, besok juga nggak apa-apa,"sahut Hendrik tersenyum manis.


"Apa kamu nggak lelah mengejar aku?"


"Sampai saat ini, aku belum lelah untuk mengejar kamu,"sahut Hendrik dengan senyuman manis masih bertengger di bibirnya.


"Jawabannya adalah karena aku mencintai kamu. Dan semua sikapmu itu menurut aku malah unik. Sikap yang tidak bisa aku temukan pada wanita manapun selain kamu. Aku suka dengan ekspresi kamu yang apa adanya. Terlihat marah saat marah, terlihat kesal saat kesal, terlihat malas saat malas dan semuanya. Kamu selalu mengekspresikan semuanya di depan ku sesuai perasaan kamu. Tidak menyembunyikannya dariku. Jadi aku tidak perlu menebak-nebak isi hatimu. Bahkan kamu terlihat lucu saat kamu marah atau kesal tapi berpura-pura biasa saja. Itu malah terlihat lucu di mataku. Karena akting kamu benar-benar buruk,"sahut Hendrik yang malah terkekeh.


Mendengar penuturan Hendrik, Sumi pun hanya bisa melongo,"Astagaa.! Ini makhluk terbuat dari apa, ya? Ajaib sekali! Tidak marah, bosan ataupun benci dengan semua sikapku selama ini. Cinta memang benar-benar luar biasa. Luar biasa aneh dan gila. Nggak ada logika. Dan aku, benar apa yang dikatakan nya. Aku tidak bisa menyembunyikan perasaan ku padanya. Padahal aku bisa berbohong pada orang lain. Mengatakan suka walaupun tidak suka. Tapi di depannya... aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaan ku,"gumam Sumi dalam hati.


"Hen!"


"Hemm,"


"Boleh aku minta satu hal padamu?"tanya Sumi dengan tatapan serius.


"Jangankan satu hal. Apapun akan aku berikan padamu jika kamu mau,"ucap Hendrik tersenyum lembut.


"Aku serius, Hen,"ucap Sumi membuang napas kasar.


"Aku juga serius, sayang,"

__ADS_1


"Okey, aku mohon kamu mau berjanji untuk memenuhi permintaan ku ini,"


"Okey, aku janji,"sahut Hendrik masih dengan senyuman manis di bibirnya.


"Okey. Permintaanku adalah, jika aku tidak mengandung anakmu, aku mohon berhentilah mengharapkan aku menjadi istri mu!"


Hendrik tersenyum kecut mendengar permohonan Sumi padanya. Pria itu menghela napasnya yang terasa berat.


"Aku tidak menyangka, tidak sedikitpun hatimu tersentuh oleh ketulusan cinta ku. Baiklah, sebagai laki-laki, aku tidak akan ingkar janji. Tapi, aku juga ingin meminta satu permintaan padamu,"


"Katakanlah!"


"Sebelum aku mengatakan permintaan ku, aku ingin bertanya lebih dulu padamu. Kapan kamu biasanya datang bulan?"


"Sekitar satu minggu lagi,"sahut Sumi yang sebenarnya agak terkejut mendengar pertanyaan Hendrik.


"Okey, permintaanku adalah, sekitar satu minggu sampai kita tahu hasilnya kamu mengandung atau tidak, aku ingin kita menjalani hubungan layaknya sepasang kekasih. Jika kamu memang tidak mengandung anakku, aku berjanji, aku akan berhenti mengejarmu. Aku tidak akan lagi menganggu kamu. Seandainya kamu tidak ingin lagi melihat wajah ku, aku akan menghindar dari mu. Bahkan saat kita tidak sengaja bertemu, aku akan segera pergi dari hadapan mu. Bagaimana? Kamu setuju?"


Sumi nampak berpikir sebentar, lalu mengangguk,"Okey,, aku setuju,"


...🌟🌟🌟...


...Cinta tidak mencari yang sempurna. Tapi, mencari yang bisa membuat kita merasa sempurna....


...Mencintai bukan karena siapa dia, tetapi karena siapa kita saat kita bersamanya....


...Jika kamu mencintai dia, kamu harus belajar mengartikan marahnya sebagai perhatian, gelisah nya sebagai kekhawatiran, dan kecemburuannya sebagai rasa sayang....


...Cinta itu bukan tentang seberapa banyak kita mengucapkannya. Tapi tentang bagaimana kita membuktikannya....


...🌸❀️🌸...


🌸 Reader yang budiman, cerita ini belum tamat sebelum ada kata " THE END " di akhir bab, ya!


Aku akan usahakan untuk update setiap hari. Terimakasih atas dukungan kalian semua! Jangan lupa sajennya, ya! πŸ˜…πŸ€­πŸ€­πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2