Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
38. Latihan Fisik


__ADS_3

"Jangan merobeknya!"pekik Aurora masih berusaha meraih kertas di tangan Rayyan, namun tidak bisa. Rayyan merobek-robek kertas perjanjian itu hingga menjadi sobekan-sobekan kecil.


"Mulai sekarang, kamu adalah istri sah ku. Istri secara lahir dan batin ku. Kamu milikku sepenuhnya. Jadi, kamu harus menurut pada suamimu ini,"ucap Rayyan kembali memegang dagu Aurora. Tapi Aurora langsung menepisnya.


"Aku tidak mau! Aku tidak mau menjadi istrimu!"sergah Aurora.


"Mau tidak mau kamu harus mau. Jika tidak, aku tidak akan segan-segan bertindak pada keluarga dan temanmu. Jadi, jangan mencoba untuk menolak aku!"ancam Rayyan tersenyum miring.


"Dasar licik! Aku benci kamu! Aku benci kamu!"pekik Aurora seraya melempari Rayyan dengan bantal. Tapi Rayyan selalu bisa dengan mudah menghindarinya.


"Aku akan pergi ke kantor. Bersiap-siap lah untuk melatih fisikmu bersama Nala. Agar kamu bisa melayani aku sampai puas,"ujar Rayyan melangkah menuju pintu kamarnya.


"Aku tidak mau! Dasar maniak!"teriak Aurora.


Mendengar penolakan Aurora yang sudah ke sekian kalinya, Rayyan yang sudah memegang handle pintu pun membalikkan tubuhnya dan kembali menghampiri Aurora dengan wajah yang terlihat datar.


"Kamu benar-benar tidak mau?"tanya Rayyan menatap tajam pada Aurora.


"Tidak!"jawab Aurora tegas dan cepat, walaupun sebenarnya takut pada Rayyan.


"Jika kamu tidak mau..."Rayyan menggantung kata-katanya.


"Apa?"tanya Aurora menaikkan dagunya seolah menantang Rayyan.


Rayyan semakin mendekati Aurora yang pura-pura berani, padahal melihat wajah Rayyan yang datar saja nyalinya sudah menciut. Rayyan memegang dagu Aurora dengan tatapan yang begitu tajam. Membuat Aurora menahan napas untuk beberapa saat.


"Kamu tinggal pilih! Toko kue dan kafe kamu aku ratakan dengan tanah, temanmu mengalami kecelakaan, atau orang tuamu yang harus mengalami kecelakaan,"ucap Rayyan dengan tatapan tajam dan wajah datar, membuat Aurora membulatkan matanya.

__ADS_1


"Ja.. jangan macam-macam! Kenapa kamu melibatkan mereka? Mereka tidak ada hubungannya dengan kita!"bentak Aurora menepis tangan Rayyan, masih pura-pura berani.


Aurora tidak ingin toko kue dan kafenya di ratakan oleh Rayyan. Banyak karyawan yang menggantungkan hidup mereka dari bekerja di toko kue dan kafenya. Aurora tidak mau mereka semua kehilangan mata pencaharian mereka. Aurora tahu, bagaimana sulitnya mencari dan mendapatkan pekerjaan. Bahkan Aurora harus merasakan menjadi kupu-kupu malam gadungan karena sulitnya mencari dan mendapatkan pekerjaan.


Aurora juga tidak mau Rayyan menyakiti Sumi. Sumi adalah tulang punggung keluarga nya. Ibunya seorang janda, dan adik-adik Sumi juga banyak. Aurora tidak akan membiarkan Sumi disakiti oleh Rayyan. Aurora juga tidak ingin kedua orang tuanya disakiti oleh Rayyan.


"Tentu saja ada hubungannya. Semua itu sangat berarti buat kamu, 'kan?"tanya Rayyan tersenyum miring.


"Tapi mereka tidak ada salah sama kamu!"bentak Aurora.


"Kalau begitu, lakukan apa yang aku perintahkan! Jangan pernah menentang aku! Aku akan bersikap baik dan lembut pada kamu dan orang-orang terdekatmu jika kamu menjadi kucing yang manis dan penurut,"ucap Rayyan menepuk-nepuk kepala Aurora pelan, kemudian meninggalkan Aurora yang hanya bisa menahan rasa kesalnya.


"Dasar iblis! Bajingan! Brengseek! Akkhhh!"pekik Aurora merasa sangat frustasi dan kesal pada Rayyan.


"Kenapa aku bisa bertemu dengan iblis seperti dia? Dia memperlakukan aku sesuka hatinya. Tidak perduli dengan perasaan ku,"gumam Aurora yang benar-benar tidak berdaya di hadapan Rayyan. Pria itu begitu mendominasi. Aurora merasa bagai burung dalam sangkar.


"Ceklek"


"Nyonya, sebaiknya anda segera membersihkan diri. Setelah itu, kita akan ke ruangan fitnes,"ucap Nala, bodyguard yang ditugaskan Rayyan untuk menjaga sekaligus melatih fisik Aurora mulai hari ini.


Aurora hanya bisa membuang napas kasar. Melilitkan selimut di tubuhnya, lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian, Aurora sudah selesai membersihkan diri. Wanita itu keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe.


"Nyonya pakai baju ini,"ucap Nala menyodorkan pakaian olah raga.


Tanpa berkata apa-apa, Aurora menerima pakaian yang diberikan oleh Nala, kemudian masuk ke dalam walk-in closet. Tidak lama kemudian, Aurora keluar dari walk-in closet. Wanita muda itu memakai baju olahraga lengan panjang dan juga celana panjang.

__ADS_1


"Silahkan sarapan terlebih dahulu,"ucap Nala menunjuk ke arah nampan yang berisi makanan dan minuman sehat.


Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Aurora selesai sarapan. Nala memberikan waktu pada Aurora untuk mencerna makanannya.


"Nyonya, mari ikut saya, nyonya!"ucap Nala setelah merasa Aurora sudah cukup mencerna makanannya tadi. Wanita yang wajah, kata-kata dan juga sikapnya kaku itu membuka pintu kamar Rayyan.


"Hum,"sahut Aurora mengikuti Nala ke sebuah ruangan.


Sesungguhnya selama tinggal di rumah Rayyan, Aurora belum pernah sekalipun melihat seluruh ruangan yang ada di rumah itu. Aurora hanya tahu letak kamar Rayyan, ruangan tamu, ruangan makan dan dapur saja. Selain dari itu, Aurora tidak tahu sama sekali.


Hendrik yang tidak sengaja melihat Aurora keluar dari kamar Rayyan memakai pakaian olahraga pun bergegas menyusul Aurora.


"Sepertinya dia akan ke ruangan olahraga. Aku akan mengikuti dia. Lumayan bisa cuci mata. Sayang sekali dia sudah menjadi milik Rayyan. Dia bahkan di jaga seorang bodyguard perempuan. Kali ini Rayyan benar-benar menjaga wanitanya ini. Dila saja dulu tidak diperlakukan Rayyan seperti itu. Bahkan aku masih bisa bercinta dengan Dila beberapa kali. Tapi kali ini, sepertinya akan sulit jika ingin bercinta dengan istri Rayyan ini,"gumam Hendrik yang bergegas menyusul Aurora yang berjalan di belakang Nala.


Dulu, Hendrik memang pernah bercinta dengan Dila, kekasih Rayyan. Tanpa diketahui oleh Rayyan. Suatu hari, Rayyan memergoki Dila sedang bercinta dengan Hendrik dengan mata dan kepalanya sendiri. Sejak saat itu, Rayyan tidak lagi menemui Dila. Selain karena kecewa telah dikhianati kekasih dan saudaranya sendiri, juga karena sejak kejadian itu, Rayyan sibuk mengurus perusahaan papanya yang hampir jatuh pailit. Sedangkan Dila sendiri tidak mau lagi menemui Rayyan setelah tahu jika perusahaan Rayyan terancam pailit.


Karena perselingkuhan Dila dan Hendrik itulah, Rayyan sangat menjaga Aurora dari Hendrik. Tidak ingin lagi wanitanya di sentuh oleh Hendrik seperti Dila dulu. Apalagi saat Hendrik baru pulang, laki-laki itu sudah masuk kedalam kamar Rayyan dan bertemu dengan Aurora di dalam kamar mandi. Karena itu, Rayyan menempatkan Nala untuk menjaga Aurora saat dirinya sedang tidak bersama Aurora. Rayyan tidak mau Hendrik sampai menyentuh Aurora.


Nala membuka sebuah ruangan yang ada di dalam rumah itu. Di dalam ruangan itu terdapat berbagai macam-macam alat olahraga yang digunakan untuk membantu meningkatkan kebugaran dan membentuk otot tubuh. Masuk ke dalam ruangan itu sudah seperti masuk ke tempat pusat kebugaran.


"Silahkan masuk, Nyonya!"ucap Nala memberi isyarat dengan sebelah tangannya.


Aurora masuk dan nampak kagum melihat isi ruangan itu. Aurora tidak pernah datang ke pusat kebugaran. Hanya pernah melihat di televisi saja. Tapi kali ini Aurora benar-benar melihat secara langsung.


"Tuan mau kemana?"


...🌸❤️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2