Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
274. Jangan Merasa Bersalah!


__ADS_3

Rayyan melajukan mobilnya meninggalkan bangunan kosong itu. Rayyan nampak khawatir pada Pak Hamdan yang nampak tidak baik-baik saja.


"Kita ke rumah sakit dulu untuk memeriksakan keadaan bapak,"ucap Rayyan dengan mata yang menatap jalan.


"Tidak perlu, Ray. Bapak hanya ingin pulang saja. Bapak ingin istirahat di rumah,"sahut Pak Hamdan seraya menyandarkan kepalanya di sandaran kursi seraya memejamkan mata dan memijit pelipisnya sendiri.


"Bapak yakin?"tanya Rayyan yang melihat sekilas wajah Pak Hamdan yang terlihat agak pucat. Lalu kembali melihat ke arah jalan yang di laluinya.


"Iya. Ray, jadi bapak sudah membuat papa kamu meninggal?"tanya Pak Hamdan kembali membuka matanya dan terlihat sedih.


"Bapak adalah korban, sama seperti papaku. Bapak tidak tahu jika bapak di manfaatkan orang yang bernama Heru itu untuk melenyapkan nyawa papa ku. Jadi, bapak tidak perlu merasa bersalah karena masalah itu,"jelas Rayyan yang tidak ingin Pak Hamdan merasa bersalah dan terbebani karena masalah itu.


"Kamu tidak akan membenci Aurora, 'kan, karena masalah ini?"tanya Pak Hamdan tiba-tiba duduk dengan tegak, menghadap Rayyan.


Pak Hamdan takut jika sikap dan perlakuan Rayyan pada Aurora akan berubah karena masalah ini. Pak Hamdan hanya ingin putri semata wayangnya itu bahagia.


"Aku mencintai Aurora, Pak. Aku mana bisa membenci Aurora? Lagi pula, sudah aku katakan, kalau bapak tidak bersalah dalam hal ini. Bapak juga korban dari rencana jahat mereka. Mana bisa aku membenci Aurora atau bapak karena alasan yang seperti itu?"jawab Rayyan menatap sekilas pada Pak Hamdan, kemudian kembali fokus menatap jalanan.


"Syukurlah kalau begitu. Bapak harap, kamu dan Aurora akan menua bersama,"ucap Pak Hamdan merasa lebih lega.


"Bapak begitu menyayangi Aurora walaupun Aurora bukan putri kandungnya. Aku yakin, walaupun bapak tidak amnesia, dia pasti memang sangat menyayangi Aurora. Padahal Aurora bukan putri kandungnya,"gumam Rayyan dalam hati.


"Bapak tidak usah memikirkan masalah tadi. Jangan merasa bersalah karena bapak yang menyuntikkan racun itu pada almarhum papaku.Ini semua karena persaingan bisnis. Dalang di balik pembunuhan papaku itu memang orang yang kejam. Jangankan pada orang lain, pada keluarganya sendiri pun tidak berbelas kasih. Orang yang bernama Junedi itu bahkan membakar ayah, ibu, adik, kakak dan keponakan kandungnya hanya untuk menguasai harta keluarganya,"jelas Rayyan yang sudah tahu semua tentang Junedi alias Jony.


"Astagaa.. Kejam sekali,"sahut Pak Hamdan nampak terkejut.


"Tapi, Tuhan telah menghukum dia, pak. Istrinya meninggal dalam kecelakaan dan dia menjadi pria impoten sejak kecelakaan itu. Perusahaan nya hancur. Membuka usaha kecil-kecilan juga terbakar. Putrinya kemarin menjadi simpanan Om-om. Sekarang malah menjadi wanita penghibur. Jony sendiri sekarang tidak punya apa-apa lagi. Dan aku dengar, dia juga sakit-sakitan. Jony hanya mengandalkan uang yang di berikan putrinya yang menjual diri untuk mencukupi kebutuhan hidupnya,"sahut Rayyan masih tetap fokus mengemudi.


Rayyan memang masih memantau selalu pergerakan Jony. Dan sekarang keadaan pria itu memang sangat memprihatinkan. Sakit-sakitan, tinggal di sebuah rumah kecil yang sederhana. Tidak ada yang mengurus karena Natalie sibuk menjual diri dan jarang pulang. Hidup kesepian dan sakit-sakitan di masa tua tanpa ada yang mengurus dan menemani. Bukankah hidup seperti itu sangat menyedihkan?


"Itu semua karma dari perbuatan jahatnya,"sahut Pak Hamdan.


"Apa kepala bapak masih sakit?"tanya Rayyan menatap Pak Hamdan sekilas.


"Sudah lebih baik, Ray. Bapak tadi mencoba mengingat orang yang bernama Heru itu.Tapi, semakin bapak mencoba mengingat orang itu, kepala bapak semakin bertambah sakit,"


"Kalau begitu, bapak tidak usah memaksakan diri untuk mengingat apapun. Biar otak bapak mengingatnya sendiri, tidak usah dipaksakan,"


"Iya, Ray,"sahut Pak Hamdan tersenyum tipis menatap Rayyan.


"Aku menilai, Rayyan ini orang yang baik dan tidak suka mengusik orang lain. Tapi dia akan menjadi jahat jika di singgung dan di usik oleh orang lain,"gumam Pak Hamdan dalam hati.


Ada perasaan kagum di hati Pak Hamdan pada menantunya itu setelah mengenal Rayyan beberapa hari ini. Ada pula rasa syukur karena memiliki menantu seperti Rayyan. Menurut pandangan Pak Hamdan. Rayyan adalah pria yang tegas, bertanggung jawab, penyayang dan bisa di andalkan.


Rayyan mengantarkan Pak Hamdan sampai rumah barunya, kemudian kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya. Sudah tidak sabar rasanya untuk bertemu anak dan istrinya.


Saat tiba di rumah dan masuk ke dalam kamarnya, Rayyan melihat Aurora belum tidur. Sepertinya wanita itu masih menunggunya pulang.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu belum tidur?"tanya Rayyan seraya melepaskan jaketnya. Rayyan menatap ke arah box bayi dan melihat putranya sudah terlelap.


"Aku belum bisa tidur, Ray,"sahut Aurora seraya menghampiri Rayyan.


Ada perasaan lega di hati Aurora melihat suaminya pulang dalam keadaan baik-baik saja. Aurora membantu suaminya melepaskan kemejanya.


Rayyan memeluk pinggang Aurora, kemudian berbisik pada Aurora,"Apa kamu menunggu aku pulang karena tidak ingin melewatkan malam tanpa bercinta dengan ku?"tanya Rayyan dengan suara sensuall.


"Jangan menggodaku, Ray,"ujar Aurora seraya mendorong dada Rayyan pelan. Melanjutkan gerakan jemari tangannya untuk melepaskan kemeja Rayyan.


"Jika aku tidak boleh menggoda kamu, apa aku boleh menggoda wanita lain?"


"Kamu berniat selingkuh dari ku?"tanya Aurora terlihat garang.


"Awhh! Sakit, sayang! Kenapa kamu mencubit aku? Ini namanya KDRT,"protes Rayyan seraya memegangi pinggangnya yang baru saja di cubit Aurora.


"Coba saja kalau kamu berani selingkuh dariku! Aku akan menceraikan kamu dan kamu akan menjadi orang miskin mendadak,"ancam Aurora.


Aurora masih ingat dengan jelas surat perjanjian mereka yang menyatakan..




Jika Rayyan selingkuh, maka Aurora berhak menceraikan Rayyan dan memiliki seluruh harta Rayyan.






Jika mereka memiliki anak, bagi yang berselingkuh tidak akan mendapatkan hak asuh anak.




Jika Aurora tidak melakukan kesalahan apapun, tapi di ceraikan Rayyan, maka semua harta Rayyan akan menjadi milik Aurora.




Jika Rayyan tidak melakukan kesalahan apapun, tapi diceraikan Aurora, maka Aurora tidak berhak menuntut harta. gono gini dan harus membayar denda sebesar seratus triliun.

__ADS_1




Itulah surat perjanjian yang sudah di tandatangani Aurora dan Rayyan. Sebenarnya, apa seperti itu isi surat perjanjian yang di minta Aurora? Tentu saja tidak. Awalnya, isi surat perjanjian itu adalah...




Seluruh harta yang di miliki Rayyan akan menjadi milik Aurora, jika Rayyan menceraikan Aurora.




Jika Rayyan selingkuh, Aurora berhak menceraikan Rayyan, dan memiliki seluruh harta yang di miliki Rayyan tanpa kecuali




Surat perjanjian yang hanya menguntungkan Aurora bukan? Namun, bukan Andi namanya kalau tidak adil.


Andi yang di suruh Rayyan membuat surat perjanjian itu pun menambahkan beberapa poin sehingga isi surat perjanjian itu adil bagi kedua majikannya. Dan tentunya, kedua majikannya akan berpikir ulang untuk bercerai ataupun berselingkuh karena surat perjanjian itu.


"Aku bukan tipikal pria yang suka selingkuh. Aku juga bukan tipikal pria yang SeTiA, alias Setiap Tikungan Ada. Di hatiku hanya ada kamu, dan akan selamanya begitu. Aku bukan tidak berani selingkuh dari kamu karena takut miskin. Tapi aku tidak mau berselingkuh karena aku tidak bisa mencintai wanita lain selain kamu,"ujar Rayyan masih memeluk pinggang Aurora dengan kedua tangannya.


"Gombal!"ucap Aurora seraya memalingkan wajahnya yang memerah.


"Kamu terlihat menggemaskan jika pipi mu memerah seperti itu,"goda Rayyan mengulum senyum.


"Ray.. Jangan menggodaku!"ujar Aurora bersungut-sungut dengan wajah yang memerah.


"Okey.. Okey.. Aku tidak akan lagi menggoda mu. Aku akan membersihkan diri dulu,"ucap Rayyan kemudian mendekatkan bibirnya di telinga Aurora,"Aku akan langsung mengeksekusi kamu setelah membersihkan diri nanti,"ucap Rayyan menggigit kecil telinga Aurora, lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


...🌟"Tidak semua kesalahan bisa dimaafkan dan diperbaiki....


...Belum tentu ada kesempatan kedua untuk mengulang kembali."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


Hari ini aku cuma bisa update satu kali.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


To be continued

__ADS_1


__ADS_2