Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
199. Jangan Sampai Menyesal


__ADS_3

Aurora mendatangi Sumi di restorannya. Wanita yang tetap energik walaupun sedang mengandung itu melangkah santai masuk ke dalam restoran sahabatnya diikuti Nala yang selalu mengekor di belakangnya. Aurora langsung masuk keruangan Sumi tanpa mengetuk pintu seperti biasanya.


"Ceklek"


"Eh, maaf!"ucap Aurora langsung membalikkan tubuhnya ingin keluar dari ruangan Sumi, saat melihat Sumi duduk di sofa singel, sedangkan Hendrik nampak mengungkung Sumi. Bahkan dua orang yang menoleh pada Aurora itu wajahnya sangat berdekatan.


"Masuk aja! Aku udah mau balik, kok!"ucap Hendrik sambil beranjak berdiri, membuat Aurora mengurungkan niatnya untuk keluar dari ruangan itu.


"Terimakasih!"ucap Hendrik tersenyum lembut pada Sumi, kemudian beranjak keluar dari ruangan Sumi.


Setelah Hendrik keluar dari ruangan itu melewati dirinya, Aurora pun membalikkan tubuhnya, bergegas duduk di sofa yang ada di depan Sumi.


"Sorry, aku menganggu kalian yang lagi.. ehem..ehem.. "ledek Aurora kemudian terkekeh.


"Apaan, sih!"kilah Sumi dengan wajah yang bersemu merah.


"Cie . cie.. yang lagi fall in love (jatuh cinta)!


Bagaimana? Apa kamu sudah mulai menyukai kak, Hendrik? Sepertinya hubungan kalian semakin dekat. Apa kamu mau menerima lamaran kak Hendrik?"tanya Aurora menatap Sumi antusias.


"Aku tidak pantas untuk dia. Dia bagai bintang yang bersinar di langit, sedangkan aku.. orang biasa pun akan berpikir ulang untuk menikahi aku,"ujar Sumi tersenyum kecut.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu? Kak Hendrik benar-benar tulus sama kamu, Sum,"


"Kamu tahu? Kemarin saat kami jalan, kami bertemu dengan pengusaha batu bara yang sering jadi langganan kita dulu,"ujar Sumi tanpa menanggapi pertanyaan Aurora.


"Serius?"tanya Aurora nampak terkejut.


"Hum. Dia menawari aku untuk jadi istrinya. Tapi bukan untuk menjadi istri sahnya. Aku menolaknya, tapi dia malah ingin mengajak aku menghabiskan malam bersama dengan dia. Dia mengira aku dibayar Hendrik untuk menghabiskan malam bersama Hendrik dan bersedia membayar aku tiga kali lipat dari Hendrik membayar aku. Dan hal itu sukses membuat Hendrik marah hingga memukul pengusaha batu bara itu sampai terduduk di lantai,"


"Pengusaha batu bara itu ingin menjadikan kamu sebagai istri simpanannya? Cih! Berani sekali dia! Dan tentu saja kakak marah, mana mungkin dia nggak marah jika ada yang berkata seperti itu di depannya?"

__ADS_1


"Tidak usah tersinggung! Hal itu wajar saja, karena aku ini adalah mantan kupu-kupu malam. Jadi, jika mereka merendahkan atau memandang aku sebelah mata, itu wajar-wajar saja,"


"Maaf! Ini semua karena aku. Jika Rayyan tidak mengoperasi wajah kamu seperti ini, kamu tidak akan mengalami hal seperti ini,"ucap Aurora yang merasa bersalah dengan apa yang menimpa Sumi.


Rayyan mengoperasi wajah Sumi menjadi mirip dengan dirinya untuk membersikan namanya. Tapi Sumi yang harus menanggung risiko dilecehkan mantan pelanggan mereka dulu.


"Hei! Kenapa kamu merasa bersalah seperti itu? Apa kamu lupa? Aku bahkan sudah menjadi kupu-kupu malam sebelum kita berjumpa. Walaupun wajahku tidak dioperasi seperti ini, hal seperti kemarin tetap akan aku alami. Lagipula, suami kamu tidak memaksa aku untuk melakukan operasi. Suami kamu hanya menawari aku. Setuju atau tidak, itu terserah padaku. Jadi, kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu,"


"Lalu gimana? Apa kamu akan menerima kak Hendrik sebagai pendamping hidupmu?"


Sumi tersenyum hambar mendengar pertanyaan Aurora itu. Berkali-kali wanita itu nampak menarik napas.


"Jika dia bersama aku, kejadian kemarin akan terulang kembali. Entah kapan, tapi hal seperti kemarin pasti akan terulang lagi,"sahut Sumi tersenyum miris.


"Tapi.. kalian tadi sepertinya.."


"Dia meminta satu ciuman dari ku sebelum dia pergi dari ku. Karena hari ini adalah hari terakhir kami bertemu,"ucap Sumi memotong kata-kata Aurora.


"Hum,"


"Kenapa? Jangan bilang kamu tidak bisa mencintai kak Hendrik! Kamu tidak bisa berbohong pada ku. Kamu itu menyukai kak Hendrik,"


"Aku akui, aku menyukai dia,"


"Lalu kenapa kamu menolak dia?"


"Karena dia terlalu baik dan terlalu sempurna bagiku. Sedangkan aku, wajahku hanya cantik imitasi, tidak punya pendidikan, mantan kupu-kupu malam. Tidak bisa dibandingkan dengan dia yang dari lahir sudah rupawan, kaya raya dan lulusan sarjana. Aku ingin dia mendapatkan yang lebih baik dan yang lebih pantas dari aku. Aku ingin dia bahagia tanpa ada yang menganggu. Jika bersama aku, maka dia akan direndahkan dan di hina orang karena status ku dari kalangan menengah ke bawah dan mantan kupu-kupu malam. Dan aku tidak ingin dia diperlakukan seperti itu. Bukankah mencintai itu tidak harus memiliki? Jika dia bahagia, aku pun ikut merasa bahagia, walaupun itu tanpa aku,"ujar Sumi menghela napas yang terasa sesak di dadanya.


"Tapi, Sum, dia benar-benar tulus mencintai kamu. Dan kamulah wanita pertama yang dia cintai. Kamulah yang membuat dia punya motivasi untuk merubah diri. Apa itu tidak cukup untuk membuatmu menerima dia? Bagaimana jika dia tidak bisa bahagia tanpa kamu?"


"Aku yakin dia pasti akan bahagia. Aku akan selalu mendoakan dia,"ujar Sumi yang kukuh pada pendiriannya.

__ADS_1


"Aku sungguh tidak mengerti dengan caramu berpikir dan konsep kamu dalam mencintai. Jika kamu mencintai dia, kenapa tidak kamu kesampingkan semua perbedaan diantara kalian? Dia mau menerima kamu apa adanya, dan mau berjuang demi cinta kalian. Tapi kamu malah menyerah sebelum berperang. Aku yakin, selama ini kamu pasti sudah jatuh cinta pada dia. Tapi karena kamu memikirkan perbedaan diantara kalian, kamu membunuh perasaan kamu yang bahkan baru tumbuh. Benarkan, apa kataku?"tebak Aurora yang membuat Sumi tersenyum pahit.


"Aku mengorbankan hidup ku demi melihat ibu dan adik-adikku bahagia. Walaupun aku harus menderita agar bisa mewujudkan itu semua. Tapi aku rela. Melihat orang-orang yang aku sayangi hidup berkecukupan dan tersenyum bahagia sudah cukup bagiku. Ketulusan cinta dan kasih sayang mereka padaku sangat berharga bagi ku. Karena itu, aku rela melakukan apa saja agar mereka bahagia. Suatu hari kamu akan merasakan, bagaimana rasanya mengorbankan kebahagiaan mu demi melihat orang yang kamu cintai bahagia,"


"Kamu benar-benar sedang jatuh cinta. Kata-kata kamu sampai jadi puitis seperti itu. Tapi kamu masih juga tidak mau menerima dia. Kamu benar-benar keras kepala,"


"Jangan membahasnya lagi! Keputusan ku tidak akan berubah, walaupun kamu membujuk aku,"


"Terserah kamu, lah! Sebagai sahabat, aku sudah memberikan pendapat dan nasehat yang paling baik menurut aku. Mau kamu terima atau tidak, itu terserah kamu. Masih ada kesempatan jika kamu ingin merubah keputusan kamu. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari karena salah dalam mengambil keputusan. Penyesalan itu datangnya belakangan, karena kalau datangnya duluan namanya bukan penyesalan tapi pendaftaran. Dan jangan sampai penyesalan kamu nanti menjadi sebuah penderitaan!"ujar Aurora menghela napas panjang.


Aurora tidak tahu lagi bagaimana harus menasehati dan memberikan support agar Sumi memperjuangkan cintanya. Karena sebagai sahabat, Aurora bisa melihat dengan jelas jika Sumi mencintai Hendrik. Dan Hendrik juga terlihat tulus pada Sumi. Tapi Sumi terlalu berkecil hati dengan segala kekurangannya dan tidak mau memperjuangkan cintanya.


...🌟🌟🌟...


...Cinta mungkin akan memberikan luka. Tapi, luka akan membuatmu lebih dewasa....


...Dia yang tak bisa menerima cintamu, bukan berarti menjadi penghalang bagi masa depanmu....


...Jika melepaskan adalah pilihan, maka cinta mengajarkan kita arti bertahan dan merelakan....


...Ada saatnya harus melepaskan dan mengikhlaskan, karena hati tidak bisa dipaksakan....


...Mencintai itu adalah saat kebahagiaannya lebih penting bagimu dari segalanya. Hingga kamu rela menderita hanya untuk melihat dia bahagia....


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2