
Hum. Kamu yakin tidak punya saudara kembar? Kalian seperti pinang dibelah dua. Seperti kembar identik. Aku rasa, tidak ada orang di dunia ini yang sangat mirip jika bukan kembar identik atau..."Hendrik menggantung kata-katanya.
"Atau apa?"tanya Sumi.
"Atau kamu melakukan operasi plastik,"ucap Hendrik seraya memicingkan sebelah matanya.
"Glek"
Sumi menelan salivanya kasar. Sekarang bagaimana dirinya harus menjawab pertanyaan dari pria di depannya ini? Saat Sumi bingung harus menjawab apa, tiba-tiba handphonenya berdering. Sumi mengambil handphonenya dari saku celana kulot yang dipakainya, dan mengernyitkan keningnya saat melihat siapa yang sedang menghubunginya.
"Halo, Yun!"ucap Sumi setelah menerima panggilan masuk itu.
"Halo, kak! Ibu terjatuh di kamar mandi dan pingsan, kak,"ucap suara di seberang telpon terdengar panik.
"Apa? Ja.. jaga ibu baik-baik. Ka.. kakak akan menghubungi ambulans,"ucap Sumi terlihat khawatir.
Dengan tangan tremor, Sumi menghubungi ambulans. Hendrik yang masih berada di depan Sumi pun tahu jika Sumi sedang mempunyai masalah.
"Maaf, aku harus pergi,"ucap Sumi setelah menelpon ambulans. Wanita itu bergegas meninggalkan Hendrik, tanpa menjawab pertanyaan Hendrik tadi. Namun Hendrik malah mengikuti Sumi. Sambil berjalan, Sumi mencoba memesan taksi online.
"Hei! Awas! Lihat jalan mu!"ucap Hendrik yang tiba-tiba menahan Sumi agar tidak melanjutkannya langkah kakinya karena Sumi hampir saja menabrak kursi.
"Terimakasih!"ucap Sumi kembali berjalan dan fokus pada handphonenya nya.
"Tidak usah memesan taksi online! Biar aku antar. Ayo!"ucap Hendrik yang melihat Sumi fokus pada handphonenya karena sibuk mencari taksi online. Hendrik langsung menarik tangan Sumi dan berjalan menuju parkiran. Sumi hanya menurut saat tangannya di tarik Hendrik. Ekspresi wajah wanita itu terlihat khawatir.
Hendrik membuka pintu mobil sport-nya dan mempersilahkan Sumi masuk. Sumi yang sedang khawatir pun, tidak memperhatikan mobil yang dipakai Hendrik. Pikirannya saat ini hanya tertuju pada ibunya. Sumi ingin segera tiba di rumah sakit untuk melihat kondisi ibunya.
Padahal baru kemarin Sumi berkumpul bersama keluarganya. Tapi malah terjadi kejadian seperti ini.
__ADS_1
Kemarin, saat Sumi menghampiri ibu dan adik-adiknya, keluarganya itu sempat tidak percaya pada Sumi.
Kemarin..
Sumi berjalan menuju ruangan informasi dan melihat ibu serta adik-adiknya sudah ada di tempat itu seraya melihat sekeliling mencari keberadaan Sumi.
"Ibu!"panggil Sumi langsung memeluk ibunya erat karena sangat merindukan wanita yang sudah membesarkan dirinya dengan penuh kasih sayang itu.
"Si.. siapa kamu?"tanya Yuniar yang tidak mengenali Sumi. Yuniar merasa sangat aneh karena tiba-tiba wanita yang tidak dikenalnya itu memeluk ibunya. Demikian pula dengan ibu dan adik-adik Sumi yang lain.
Sumi yang mendengar pertanyaan Yuniar pun baru ingat jika wajahnya telah berubah. Dan tentunya, ibu dan adik-adiknya tidak akan mengenalinya, karena Sumi memang tidak memberitahu pada keluarganya bahwa dirinya sudah menjalani operasi plastik. Sumi melepaskan pelukannya lalu tersenyum.
"Aku adalah Sumi, kakak kalian. Anak ibu. Apa kalian tidak mengenali suara ku?"tanya Sumi menatap ibu dan adik-adiknya yang menatapnya tidak percaya,"Maaf, aku tidak memberitahu kalian. Aku sudah melakukan operasi plastik. Dan ini adalah wajah baruku,"ucap Sumi membuat keluarganya sangat terkejut.
"Operasi plastik?"tanya ibu Sumi tidak percaya. Begitu pula adik-adik Sumi.
Setelah sampai di rumah, Sumi mengatakan alasan sebenarnya kenapa dirinya melakukan operasi plastik. Kali ini Sumi memilih jujur pada keluarganya tentang apa pekerjaannya di kota selama ini. Dari awal dirinya yang kena tipu dan terpaksa menjadi kupu-kupu malam hingga akhirnya menjalani operasi plastik dan mendapatkan kekayaan seperti saat ini.
Keluarga Sumi sangat terkejut mendengar pengakuan Sumi. Bahkan ibu Sum tidak berhenti menangis setelah mengetahui putrinya sampai harus bekerja sebagai kupu-kupu malam untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya yang lain. Berkali-kali ibu Sumi meminta maaf pada Sumi. Ibu Sumi merasa sangat bersalah karena menjadi ibu yang tidak becus hingga membuat putrinya harus menjadi tulang punggung keluarga dan terpaksa bekerja sebagai kupu-kupu malam untuk membiayai hidup mereka sekeluarga.
Sumi memilih jujur pada keluarganya karena terlalu sulit mencari alasan untuk berbohong. Selain itu juga agar adik-adiknya termotivasi untuk menempuh pendidikan lebih tinggi. Tidak ingin adik-adiknya bernasib sama seperti dirinya. Dan menegaskan, bahwa dirinya sudah berkorban banyak untuk mereka dengan tujuan agar mereka bisa hidup dengan layak dan mendapatkan pendidikan yang tinggi.
Kembali pada saat ini.
Sumi akhirnya tiba dirumah sakit dan langsung menuju ruangan UGD bersama Hendrik. Yuniar, adik Sumi pun sempat terpesona melihat wajah rupawan Hendrik yang datang bersama Sumi.
Setelah selesai ditangani di UGD,. akhirnya ibu Sumi pun dipindahkan ke ruang rawat.
"Syukurlah, ibu cuma gegar otak ringan,"gumam Sumi merasa lega.
__ADS_1
"Gimana kalau kita makan di kantin rumah sakit dulu? Aku sudah lapar. Aku belum sempat makan saat berada di restoran kamu tadi,"celetuk Hendrik membuat Sumi terkejut.
"Oh, astagaa.! Maaf! Aku sampai lupa. Baiklah, kita ke kantin. Ayo, Yun! Kamu pasti juga belum makan, 'kan?"tanya Sumi pada Yuniar.
"Iya, kak,"sahut Yuniar yang memang belum sempat makan siang.
Akhirnya ke tiga orang itu, pun berjalan menuju kantin rumah sakit. Hendrik berjalan di belakang Sumi dan Yuniar.
"Kak, apa pria di belakang kita itu pacar kakak? Ganteng banget! Ngalahin artis. Kakak nemu di mana pria seganteng itu?"bisik Yuniar yang sangat terpesona melihat Hendrik. Padahal dari tadi Hendrik sedang tidak tebar pesona.
"Nemu di butik. Sudah! Anak kecil jangan mikirin soal cinta! Sekolah yang benar! Kakak kerja keras banting tulang agar kamu dan adik-adik kita bisa sekolah yang tinggi. Bukan biar kamu bisa pacaran. Jika kamu nggak kuliah yang benar, dan ketahuan pacaran, kakak akan memulangkan kamu ke kampung. Biar kamu bekerja di sawah saja,"ancam Sumi agar adiknya fokus menempuh pendidikan dengan benar.
Sumi tidak ingin adik-adiknya tidak berpendidikan seperti dirinya hingga terpaksa menjadi kupu-kupu malam. Karena itu, Sumi benar-benar melarang adik-adiknya pacaran sebelum mereka lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang bagus. Sumi bahkan mengancam akan memulangkan mereka ke kampung jika ketahuan pacaran.
"Iya.. iya.. aku tidak akan pacaran sebelum aku bisa mendapatkan pekerjaan, menyenangkan ibu dan membanggakan kakak,"ucap Yuniar yang sudah tahu bagaimana pengorbanan kakaknya untuk menghidupi dan membiayai pendidikannya dan adik-adiknya.
"Kakak tidak main-main. Kakak benar-benar akan memulangkan siapa saja yang tidak menuruti aturan yang kakak buat,"ujar Sumi serius.
Hendrik yang berada di belakang keduanya mengernyitkan keningnya saat mendengar pembicaraan Sumi dan adiknya. Belum mengetahui tentang Sumi sama sekali selain nama Sumi. Tapi mendengar perbincangan kakak dan adik itu, Hendrik bisa tahu jika Sumi adalah tulang punggung keluarga.
Pada awalnya, Hendrik tertarik pada Sumi karena wajah Sumi yang mirip dengan Aurora. Namun semakin mengetahui tentang Sumi, Hendrik semakin tertarik saja pada wanita yang bernama Sumi Sumarti ini.
...πΈβ€οΈπΈ...
πΈAku nulis ini sambil rapat wali murid. Kalau ada typo tandai saja. Nanti aku revisi. πππππ
.
To be continued
__ADS_1