Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
293. Menghajar


__ADS_3

Melihat ekspresi Aurora dan mendengar perkataan Aurora yang terlihat dan terdengar meremehkan dirinya, Dila pun menjadi geram.


"Walaupun aku mantan pacarnya, tapi Rayyan masih mencintai aku. Buktinya, setiap Rayyan mabuk, dia selalu mengatakan bahwa dia mencintai aku. Sejak aku tinggalkan, Rayyan tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Akulah satu-satunya pacar Rayyan,"ketus Dila dengan angkuh dan penuh percaya diri.


"Rayyan mabuk dan mengatakan mencintai kamu?"tanya Aurora mengernyitkan keningnya.


Mendengar perkataan Dila, Aurora benar-benar merasa tidak percaya. Aurora masih ingat dengan jelas saat Andi mengatakan bahwa Rayyan tidak pernah mabuk berat karena putus dengan mantan pacarnya. Tapi Rayyan mabuk berat karena dirinya ingin meminta cerai dari Rayyan waktu itu. Dan Aurora sangat percaya pada Andi, karena Andi bukanlah tipikal orang yang suka berbohong. Sedangkan wanita di depannya ini, baru saja ditemuinya.


"Tentu saja. Rayyan sangat mencintai aku. Aku adalah pacar Rayyan satu-satunya. Sedangkan kamu, kamu dinikahi Rayyan tanpa dipacari Rayyan, 'kan?"tanya Dila mencibir,"Kamu tahu? Hubungan kami sudah sangat dalam. Aku sering menikmati seluruh tubuh Rayyan. Meraba otot-otot di seluruh tubuhnya,"


"Dia selalu meneriakkan namaku saat dia mencapai puncak kenikmatan. Dia selalu memuji kehebatan ku di atas ranjang saat melayani dia. Akulah orang pertama yang tidur dengan Rayyan dan merasakan keperkasaannya di atas ranjang,"ujar Dila sengaja memanas-manasi Aurora.


Dila bahkan menyebutkan secara detail lekuk tubuh Rayyan dan mengatakan dimana saja letak tahi lalat yang dimiliki Rayyan. Bahkan di bagian yang tidak bisa dilihat orang jika Rayyan tidak melepas seluruh pakaiannya. Apa yang dikatakan Dila menunjukkan bahwa wanita itu benar-benar sudah pernah bercinta dengan Rayyan.


Aurora meremas celana kulot yang dipakainya. Tidak terima rasanya mengetahui tubuh suaminya pernah di lihat dan digerayangi wanita lain. Ada rasa marah, kesal dan kecewa di hati Aurora mengetahui kenyataan ini. Namun, bagaimana pun saat ini Rayyan adalah suaminya, ayah dari putranya. Apa setelah mengetahui masa lalu suaminya, Aurora akan menghancurkan kebahagiaannya dan juga keluarganya saat ini?


Dila sengaja mengatakan semua itu agar terjadi keretakan dalam rumah tangga Rayyan. Ketika rumah tangga Rayyan retak, saat itulah dirinya bisa mendekati Rayyan lagi Itulah tujuannya saat ini. Namun, apakah rencana Dila akan berjalan sesuai harapannya?


Aurora menghela napas panjang menetralkan emosinya. Tidak ingin kalah dari wanita yang pastinya ingin merusak rumah tangganya ini. Aurora sadar jika Dila sedang memprovokasi dirinya. Aurora lalu menatap Dila dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan senyuman sinis dan meremehkan.


"Kamu bangga sekali karena pernah tidur dengan suamiku. Tapi sayangnya.... tidak dinikahi suamiku. Hanya dijadikan sebagai pemuas nafsuu. Jika aku menjadi kamu, aku tidak akan .mengatakan hal memalukan dan menjijikan seperti itu pada orang lain. Semua yang kamu katakan itu hanya menunjukkan dan membuktikan bahwa kamu adalah wanita jalangg. Karena wanita baik-baik tidak akan tidur dengan pria yang bukan suaminya," ucap Aurora tersenyum dengan ekspresi yang nampak merendahkan Dila.


"Kau!"geram Dila mengepalkan kedua tangannya penuh amarah.


"Kenapa? Apa yang aku katakan itu benar bukan? Apa bedanya kamu dengan wanita penghibur? Kamu rela memberikan tubuh kamu demi uang dari suamiku, 'kan? Dasar jalangg tidak tahu malu! Sudah merasa paling cantik? Cantik kan aku kemana-mana. Body ku juga jauh lebih bohay dari body kamu. Kamu ingin menggoda suami ku? Mimpi!"


"Dengan bentuk tubuh kamu itu, aku tidak yakin jika kamu bisa membuat puas suamiku di atas ranjang. Kamu tahu? Sejak pertama kali menyentuh aku, dia tidak membiarkan aku tidur dengan tenang setiap malam. Bahkan saat bangun pagi-pagi pun dia ingin minta aku layani lagi. Suamiku tidak pernah merasa puas untuk bercinta dengan ku. Jadi, tidak mungkin dia berselingkuh dari ku,"


"Melihat sikap kamu yang tidak tahu malu ini, aku yakin kamu sudah tidur dengan banyak pria. Pergilah! Aku malas berurusan dengan barang bekas, sampah seperti kamu,"sarkas Aurora seraya mengibaskan tangannya dengan tatapan jijik.

__ADS_1


"Kau! Berani-beraninya!"geram Dila yang benar-benar geram mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Aurora. Aurora benar-benar membuat amarah Dila sampai ke ubun-ubun. Dila langsung bangun dari tempatnya duduk dan bergegas menghampiri Aurora.


"Plak"


Dengan penuh emosi Dila berusaha menampar Aurora. Namun dengan cekatan Aurora yang sudah dilatih ilmu beladiri itu langsung mencekal tangan Dila dengan posisi masih duduk di sofa.


"Akkhh"


"Brugh"


Dila memekik saat Aurora memelintir tangannya dan mendorong Dila sampai terjatuh.


"Kurang ajar! Beraninya kamu!"geram Dila dengan amarah yang semakin memuncak seraya menahan sakit di tangan dan bokongnya.


"Kenapa tidak berani? Kamu yang lebih dulu menyerang ku,"sahut Aurora masih duduk di sofa dengan senyum yang meremehkan Dila.


Masih tetap duduk di sofa, Aurora mencekal tangan Dila. Aurora menendang perut Dila dengan memegang kedua tangan Dila. Menampar pipi Dila berkali-kali. Memelintir tangan Dila dan terakhir menendang lutut bagian belakang Dila.


"Akhhh"


"Brugh"


Dila jatuh berlutut di depan Aurora yang masih duduk di sofa karena Aurora menendang lututnya. Wanita itu meringis menahan sakit di tubuhnya yang di hajar Aurora.


"CK. Tidak seru sama sekali berkelahi dengan kamu. Tidak ada tantangan nya. Sama sekali tidak bisa membuat aku kewalahan,"decak Aurora yang begitu mudah menangkis semua serangan Dila. Bahkan membalasnya dengan telak.


"Aku akan melaporkan kamu atas tindak penganiayaan!"ancam Dila penuh amarah.


"Silahkan saja! Aku tidak takut. Kamu yang menghampiri dan menyerang aku lebih dulu. Aku hanya membela diriku. Bahkan aku sama sekali tidak beranjak dari tempat duduk ku," ujar Aurora yang memang masih duduk di tempatnya tadi. Aurora menghadapi serangan dari Dila tanpa beranjak dari tempatnya duduk.

__ADS_1


"Sial! Perempuan ini ternyata pandai ilmu beladiri,"umpat Dila dalam hati. Ternyata dirinya telah salah memperhitungkan situasi.


"Ada gunanya juga Rayyan menyuruh aku menguasai ilmu bela diri. Aku jadi bisa melindungi diri dan juga bisa memberi pelajaran pada jalangg ini,"gumam Aurora dalam hati.


"Nala, keluarkan ulat bulu ini dari ruanganku! Aku takut tubuhku gatal-gatal jika dia terlalu lama di sini,"pinta Aurora melalui sambungan telepon.


"Kau! Tunggu saja pembalasanku!"ancam Dila penuh amarah.


"Aku ingin melihat bagaimana cara kamu membalas aku,"tantang Aurora.


Nala yang baru masuk ke ruangan Aurora pun langsung menyeret Dila keluar dari ruangan Aurora. Walaupun memberontak, Dila tidak bisa lepas dari cengkraman Nala.


Setelah tiba di pintu masuk kafe, Nala mendorong Dila hingga terjatuh.


"Pergi jauh-jauh dan jangan ganggu nyonyaku lagi. Atau aku akan mematahkan tulang-tulang mu,"ancam Nala dengan suara dingin mengintimidasi, kemudian meninggalkan Dila sendiri.


'Akkh..! Sial! Sial! Sial! Ternyata wanita itu sulit dihadapi. Dia tidak mudah di provokasi. Kata-katanya begitu pedas dan ternyata pandai ilmu beladiri. Sepertinya dia sama sekali tidak terhasut dengan kata-kata ku tadi,"gerutu Dila kesal.


Dila berharap bisa membuat retak rumah tangga Rayyan melalui istrinya. Namun kenyataannya tidak sesuai ekspektasi. Aurora malah terlihat tidak terprovokasi oleh kata-kata Dila, tapi malah menghina dan menghajar Dila habis-habisan.


Tapi, apakah benar Aurora sama sekali tidak terprovokasi oleh kata-kata Dila? Aurora menyandarkan kepalanya di sandaran sofa seraya memijit pelipisnya sendiri.


Kata-kata Dila yang menggambarkan bagaimana bentuk tubuh Rayyan dan dimana saja letak tahi lalat yang di miliki Rayyan membuat hati Aurora benar-benar kacau.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2