Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
271. Tidak Keberatan


__ADS_3

Aurora sempat terkejut mendengar apa yang dikatakan Rayyan.


"Kamu sudah menemukan orang yang kemungkinan memanfaatkan bapak untuk melenyapkan papamu?"tanya Aurora antusias.


"Hum. Sebenarnya kami sudah lama mencurigai dia dan berusaha mencari bukti keterlibatan pria itu dalam peristiwa meninggalnya papaku. Tapi, kami kesulitan menemukan bukti, karena pada saat peristiwa itu terjadi, rumah sakit tempat papaku di rawat mengalami kebakaran. Sebab itulah kami mengalami kesulitan untuk menyelidiki peristiwa pembunuhan pada papaku selama bertahun-tahun ini,"


"Begitu rupanya,"sahut Aurora kembali membantu Rayyan melepaskan pakaiannya.


"Apa bapak dan ibu pernah bercerita padamu tentang seseorang yang tidak di sukai bapak dan ibu?"


"Tidak. Memang kenapa?"


"Kami menemukan foto orang itu di rumah kalian. Yang membuat kami curiga pada orang itu adalah semua foto orang itu di lingkari tinta berwarna merah. Karena itu kami menyelidikinya. Aku yakin, jika ibu bisa bicara, ibu pasti bisa menjelaskan apa yang terjadi waktu itu. Sayangnya ibu belum bisa berbicara,"ujar Rayyan yang sangat yakin jika Bu Ella bisa memberikan informasi yang penting yang berkaitan dengan peristiwa pembunuhan papanya.


"Aku sama sekali tidak tahu mengenai masalah itu. Cuma, dulu tiba-tiba bapak dan ibu membawaku pindah ke kampung. Dan mereka terlihat enggan untuk ke kota ini. Terutama bapak,"sahut Aurora jujur.


Selama ini Aurora memang agak heran pada kedua orang tuanya. Karena kedua orang tuanya nampak enggan untuk menginjakkan kaki mereka ke kota itu. Bahkan saat akan menghadiri pesta pernikahan dirinya pun, kedua orang tuanya nampak enggan datang. Hingga akhirnya mereka benar-benar tidak datang karena ibunya mendapatkan musibah.


Aurora tidak menyangka jika kedua orang tuanya enggan menginjakkan kaki mereka di kota itu karena sebuah kasus pembunuhan. Dan ternyata, kasus pembunuhan itu adalah kasus pembunuhan ayah dari suaminya sendiri.


"Aku akan membersihkan diri dan pergi ke rumah bapak. Semoga saja rencana kami kali ini berhasil. Sehingga misteri pembunuhan papaku ini cepat terungkap dan aku bisa membersihkan nama bapak,"


"Kamu harus berhati-hati, Ray,"pinta Aurora terlihat khawatir.


"Kamu jangan khawatir. Aku pasti baik-baik saja,"sahut Rayyan kemudian mengecup bibir Aurora sekilas sebelum beranjak untuk membersihkan diri.


"Kamu akan makan malam bersama kami, 'kan?"


"Hum. Aku pergi setelah makan malam,"sahut Rayyan yang sudah berjalan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Setelah membersihkan diri dan makan malam bersama keluarganya, Rayyan pun bersiap untuk pergi ke rumah mertuanya.


"Aku mungkin akan pulang larut malam. Kamu tidak perlu menunggu aku pulang. Tidurlah lebih dulu,"pamit Rayyan seraya memakai jaket di bantu Aurora.


"Hum. Hati-hati,"sahut Aurora.


"Kamu tidak perlu tegang seperti itu. Ini bukan hal yang berbahaya,"ujar Rayyan yang melihat Aurora nampak tegang.


Rayyan mengendarai mobilnya menuju rumah mertuanya sendirian. Karena Andi sudah berangkat lebih dulu untuk menjalankan rencana mereka.


"Aku harap, malam ini aku bisa mengungkap kebenaran tentang pembunuhan papaku. Aku ingin semuanya jelas, agar tidak ada salah paham lagi. Dan orang yang melenyapkan papaku bisa mendapatkan hukuman yang pantas sesuai kejahatannya. Soal tes DNA itu, aku harus menunggu beberapa hari lagi sampai hasil tes itu keluar. Aku sangat penasaran, apa hasil tes nya. Jika benar Aurora adalah adik Aiden, Aiden pasti akan merasa sangat bahagia,"gumam Rayyan dalam hati.


Beberapa menit kemudian, Rayyan pun sampai di rumah Pak Hamdan. Mastuti nampak menyambut majikannya dengan senyuman lebar.


"Silahkan masuk, Tuan!"ucap Mastuti penuh senyuman.


"Tuan tidak perlu khawatir. Saya tidak apa-apa tinggal di sini untuk sementara waktu. Saya akan kembali ke rumah setelah yakin, jika orang yang di datangkan Tuan Andi bisa dipercaya dan bisa mengurus kedua mertua anda dengan baik,"


"Terimakasih, Bik,"ucap Rayyan tulus.


"Ray, kamu ke sini? Aurora tidak ikut?"tanya Pak Hamdan yang tiba-tiba masuk ke ruangan tamu itu. Sedangkan Mastuti bergegas membuatkan minuman untuk majikannya.


"Tidak, Pak. Aku sendirian. Pak, aku ingin meminta bantuan pada bapak,"ujar Rayyan to the point dengan ekspresi serius.


"Bantuan apa yang bisa bapak berikan untuk kamu? Jika bapak bisa bantu, bapak akan bantu kamu dengan senang hati,"sahut Pak Hamdan dengan ekspresi yang juga serius.


Pak Hamdan memang baru mengenal Rayyan beberapa hari, tapi Pak Hamdan yakin jika menantunya adalah pria yang baik dan bertanggung jawab. Jadi, Pak Hamdan pun merasa sangat senang jika bisa membantu menantunya itu.


"Aku ingin bapak ikut aku untuk menemui seseorang,"ujar Rayyan yang merasa lega saat melihat Pak Hamdan terlihat tidak keberatan samasekali saat dirinya meminta bantuannya.

__ADS_1


"Menemui seseorang?"tanya Pak Hamdan terlihat mengernyitkan keningnya.


Akhirnya Rayyan pun mengatakan, bantuan apa yang di inginkannya dari Pak Hamdan. Dan apa saja yang harus dilakukan oleh pak Hamdan untuk membantunya nanti. Pak Hamdan nampak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rayyan baik-baik.


Walaupun ada tanda tanya besar di hati Pak Hamdan, kenapa Rayyan meminta bantuan seperti itu pada dirinya. Namun Pak Hamdan tetap mengiyakan permintaan menantunya itu. Karena Pak Hamdan benar-benar ingin membantu Rayyan dan tidak ingin membuat menantunya itu kecewa pada dirinya.


"Kenapa aku merasa bantuan yang diminta Rayyan ini ada hubungannya dengan masa lalu ku yang tidak bisa aku ingat, ya? Tapi.. sudahlah. Aku akan mengikuti apa saja yang diinginkan oleh Rayyan. Karena, walaupun aku baru beberapa hari mengenal Rayyan, Rayyan sudah bisa membuktikan bahwa dia adalah menantu yang baik untuk kami dan suami yang baik untuk Aurora. Jadi, aku harus percaya padanya dan membantu dia sebisa ku,"gumam Pak Hamdan dalam hati.


Sedangkan Bu Ella, wanita itu ternyata berada di dekat ruang tamu dan mendengar pembicaraan Rayyan dan suaminya.


"Apa Rayyan sudah menemukan Heru? Jika Rayyan benar-benar sudah menemukan Heru, aku harap Rayyan bisa mengungkapkan kebenaran dan membersihkan nama baik bapak,"gumam Bu Ella dalam hati penuh harap pada Rayyan.


Sejak pertama kali bertemu dengan Rayyan, Bu Ella sudah menyukai Rayyan. Bu Ella merasa Rayyan akan menjadi suami yang baik untuk putrinya dan juga menantu yang baik baginya dan Pak Hamdan. Dan hal itu sudah terbukti dengan Rayyan yang selama menjadi menantunya selalu mengirim uang padanya, walaupun dirinya dan suaminya sudah mengatakan bahwa mereka tidak kekurangan apapun.


Rayyan juga langsung membawa mereka ke kota ini setelah bertemu dengan mereka. Mencarikan dokter terbaik untuk menyembuhkan dirinya dan memberikan rumah yang nyaman untuk mereka. Semua yang dilakukan Rayyan semakin membuat Bu Ella menyukai dan menghormati Rayyan.


Setelah berpamitan dengan Bu Ella, Pak Hamdan dan Rayyan pun langsung pergi ke alamat yang sudah di kirimkan oleh Andi.


"Aurora sangat beruntung memiliki suami seperti Rayyan. Rayyan tetap mencari dan tetap setia pada Aurora setelah delapan bulan ditinggalkan Aurora karena salah paham. Bahkan Rayyan tetap mencintai Aurora dan menghormati serta memperlakukan kami dengan baik setelah semua kekacauan yang di buat oleh Aurora,"gumam Bu Ella dalam hati.


Rayyan sudah menceritakan semuanya pada Bu Ella. Alasan kenapa Aurora sampai kabur meninggalkan Rayyan. Karena Rayyan tidak ingin Bu Ella salah paham dan menganggap Rayyan tidak bertanggung jawab dan tidak memperlakukan Aurora dengan baik.


Waktu itu, Bu Ella sempat geram mendengar penjelasan Rayyan. Ingin rasanya Bu Ella memukuli dan memarahi putrinya yang bodoh dan tidak berpikir panjang dalam mengambil keputusan itu. Namun sayangnya keadaan Bu Ella tidak memungkinkan untuk melakukan itu semua.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2