Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
306. Gombalan


__ADS_3

Rayyan dan keluarganya berlibur sesuai rencana Rayyan. Andi mencari tempat yang cocok untuk berlibur keluarga majikannya. Menyewa villa dengan pemandangan yang indah di penuhi hamparan berbagai macam bunga yang bermekaran. Udara sejuk dan nyaman, jauh dari hiruk pikuk kendaraan. Tanpa polusi udara.


Suasana bahagia nampak terlihat di wajah Rayyan dan keluarganya. Andi ikut Naima menjaga dan bermain dengan anak-anak majikannya. Andi dan Naima nampak bahagia bersama Zayn dan Qyara. Sedangkan kedua orang tua kedua bayi itu menghabiskan waktu untuk berduaan.


"Indah sekali,"gumam Aurora melihat pemandangan yang ada di sekitar vila. Bunga-bunga yang subur bermekaran dengan beraneka macam warna, membuat hati Aurora bahagia saat melihatnya.


"Kamu suka?"tanya Rayyan memeluk Aurora dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak istrinya.


"Hum,"sahut Aurora yang terlihat bahagia. Menatap pemandangan di depannya dengan tangan mengelus pipi suaminya.


"Maaf! Selama ini aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Aku akan menyempatkan waktu agar kita bisa berlibur dan memiliki quality time lebih banyak,"ucap Rayyan yang memang selalu sibuk dengan pekerjaannya.


Perusahaan yang berkembang semakin besar lah yang membuat Rayyan semakin sibuk. Namun, Rayyan selalu berusaha menyempatkan waktu untuk anak dan istrinya.


Aurora membalikkan tubuhnya dan melingkari kedua tangannya di leher Rayyan. Menengadah, menatap suaminya yang lebih tinggi darinya.


"Kamu tidak perlu merasa bersalah. Aku mengerti, kamu bekerja keras untuk ku, anak kita dan juga keluarga kita. Aku bersyukur, karena kamu masih bertahan dengan aku yang bodoh, keras kepala dan egois ini,"ujar Aurora menatap netra suaminya yang juga menatapnya.


Rayyan tersenyum lembut. Memeluk pinggang istrinya dengan tangan kirinya. Tangan kanan pria itu terangkat untuk merapikan anak rambut wanita yang di cintainya itu.


"Seharusnya aku yang berterimakasih padamu. Karena kamu masih tetap mau bertahan dengan pria kasar, dingin dan tidak peka seperti aku. Tapi itu dulu. Sekarang aku adalah suami yang penyayang dan pengertian,"ujar Rayyan percaya diri.


"Issh.. Narsis!"celetuk Aurora seraya terkekeh kecil.


"Aku nggak narsis, sayang. Aku ini orang yang realistis,"tampik Rayyan memeluk erat tubuh Aurora hingga tidak ada jarak di antara mereka.


"Ya..ya.. Apapun itu. Kamu selalu benar,"sahut Aurora yang tidak ingin berdebat dengan Rayyan.


"Kamu tahu? Dulu aku tidak pernah memikirkan soal cinta. Aku terobsesi pada dunia bisnis. Bagiku bisnis lebih menarik dari pada wanita. Banyak wanita yang mendekati aku, hingga akhirnya aku di jebak Dila. Namun selama bersama Dila, dalam hidup ku tidak ada perubahan yang signifikan,"


"Selain pengeluaran bulanan ku yang bertambah karena Dila, dan rengekan Dila yang ingin diajak jalan-jalan, serta makan siang bersama dengan Dila. Yang lainnya tetap sama,"


"Tidak ada perasaan rindu, apalagi cemburu. Aku bahkan pernah beberapa kali melihat dia bicara dengan pria yang berbeda-beda. Tapi aku sama sekali tidak merasa penasaran apalagi peduli apa hubungan Dila dengan para pria itu. Hingga akhirnya aku tidak sengaja melihat dia bercinta dengan kakakku. Sejak itu aku tidak mau lagi menemui dia lagi. Dan tiba-tiba dia menghilang. Aku pun tidak peduli,"

__ADS_1


"Tapi, semuanya berbeda saat aku bersamamu. Aku ingin selalu melihatmu dan dekat dengan mu. Bahkan, entah mengapa aku tidak bisa menahan diriku jika sudah dekat dengan mu. Hasraat ku untuk bercinta selalu muncul jika dekat dengan mu,"ujar Rayyan dengan wajah yang semakin mendekat pada wajah Aurora.


"Itu karena di otakmu hanya ada itu,"cetus Aurora melepaskan pelukannya pada leher Rayyan dan mendorong dada bidang suaminya itu pelan. Aurora sangat tahu jika pria yang merupakan ayah dari anaknya itu pasti ingin mencium bibirnya.


"Sayang, aku tidak pernah merasakan hal seperti itu saat aku bersama dengan Dila ataupun wanita lain. Aku hanya berhasraat saat bersamamu saja. Karena hatiku hanya mencintai kamu,"sahut Rayyan jujur.


"Benarkah?"tanya Aurora memicingkan sebelah matanya.


"Kamu masih tidak percaya padaku? Meragukan cinta ku?"tanya Rayyan dengan ekspresi wajah tidak berdaya.


"Emm.. Gimana, ya? Aku tidak tahu isi hatimu. Siapa tahu apa yang kamu ucapkan berbeda dengan isi hatimu,"ujar Aurora memasang wajah yang seolah meragukan kata-kata Rayyan.


"Apa perlu aku daki gunung Jayawijaya, menyebrangi samudra Pasifik, atau apa perlu aku belah dadaku, agar kamu percaya betapa aku mencintaimu?"tanya Rayyan yang sebenarnya merasa geli sendiri dengan gombalannya.


"Ha..ha...ha.. Gombalanmu jadul sekali. Apa tidak ada gombalan yang lain? Yang lebih keren gitu? Jangan yang pasaran,"ujar Aurora terkekeh geli mendengar suaminya menggobali dirinya.


"Okey.. Okey.. Aku akan menggobal yang bikin kamu klepek-klepek,"ujar Rayyan nampak menyiapkan jurus gombalannya untuk istrinya. Masih memeluk Aurora dengan kedua tangannya.


Mendengar ancaman istrinya itu, Rayyan pun langsung memutar otak menyusun kata-kata. Pria itu melepaskan pelukannya pada istrinya, lalu memetik setangkai mawar merah yang ada di dekatnya.


"Ehem. Ehem.."Rayyan mengatur suaranya, lalu berlutut dengan menekuk sebelah kakinya di depan Aurora.


"Aku mungkin tidak bisa memenuhi semua keinginan mu. Dan aku bukanlah orang yang sempurna. Tapi, semua yang aku lakukan selama ini untuk mu adalah bukti betapa aku sangat mencintaimu dan betapa berartinya dirimu bagiku,"


"Aku bukanlah manusia yang sempurna. Tapi, saat bersamamu, aku merasa menjadi manusia yang paling sempurna. Karena kamu melengkapi ketidak sempurnaan ku. Ketidakhadiran mu membuatku menyadari, betapa tidak bahagia dan tidak lengkapnya aku tanpa dirimu. Kamu membuat aku merasa bahagia dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Kau hanya melakukan hal-hal sederhana, namun mampu membuat hidupku bahagia,"ucap Rayyan yang memang tulus dari hatinya.


Aurora tersenyum lembut seraya meraih bunga mawar yang di pegang Rayyan. Suaminya itu masih berlutut di depannya dengan tatapan lembut penuh cinta.


"Loving you never was an option. Because it is necessity (Mencintai kamu tidak pernah menjadi sebuah pilihan. Karena itu adalah kebutuhan). Seberapa besar cintaku kepadamu, aku tidak dapat mendeskripsikan nya. Aku hanya akan meraih tanganmu, menggenggam jemarimu, mendekap mu, hingga tiada keraguan lagi di dalam hatimu. Membuat mu merasa yakin bahwa hanya kamu yang ada di dalam hatiku,"ujar Rayyan meraih tangan Aurora, mengecup jemari istrinya itu, kemudian mendekap tubuh Aurora.


"Jika aku harus memilih antara bernapas dan mencintaimu, aku akan menggunakan napas terakhirku untuk mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu,"ucap Rayyan mendekap hangat tubuh Aurora.


Aurora membalas dekapan suaminya penuh senyuman. Walaupun mungkin terkesan kekanak-kanakan seperti seorang ABG yang sedang jatuh cinta. Namun tetap saja kata-kata manis dari suaminya membuat Aurora bahagia.

__ADS_1


"Cut!"


Suara itu membuat Rayyan dan Aurora spontan menoleh. Suara Andi terdengar bersama dengan suara tawa Zayn yang renyah. Andi nampak memegang handphonenya seraya menggendong Zayn. Entah sejak kapan pemuda itu mengabadikan adegan romantis kedua majikannya itu.


"Andi!"ucap Rayyan dengan suara berat menahan emosi melihat kelakuan asistennya itu. Sedangkan Aurora malah ikut tertawa.


Tidak perlu selalu berusaha membuktikan rasa sayang kepada istri dengan sesuatu yang besar. Hal-hal sederhana yang kadang terlihat tidak memberi dampak berarti pun, bisa membuat istri merasa benar-benar punya suami yang sayang padanya.


Dalam tradisi masyarakat kita, tidak lazim suami mengucapkan kata cinta kepada isterinya. Karena kalau suami mengatakan, “I love you” kepada isteri, justru akan ditertawakan dan dikomentari isteri dengan ungkapan, “Ah, gombal”.


Maka pertanyaan berikutnya adalah, benarkah isteri memerlukan ungkapan cinta dari suami? Secara umum kaum perempuan menyukai ungkapan verbal, sedangkan kaum laki-laki kurang menyukai ungkapan verbal. Ini salah satunya terkait struktur otak laki-laki dan perempuan yang berbeda, juga terkait kecenderungan jiwa yang berbeda.


Misalnya dalam mengungkapkan cinta dan kasih sayang. Penting bagi para isteri untuk mendapatkan “kepastian” lewat lisan suaminya, bahwa memang sang suami mencintai dirinya. Ungkapan “I love you” dan yang semacam itu sangat bermakna bagi para isteri. Ungkapan, “Aku kangen banget” sangat menyenangkan pada telinga dan perasaan para isteri. Mereka merasa diperhatikan, dicintai, dirindukan dan dibutuhkan.


Perempuan merasa sangat tersanjung oleh kata-kata dan kalimat manis yang ditujukan kepada dirinya. Pujian sangat memberi makna bagi kaum perempuan. Kalimat pujian menunjukkan adanya perhatian yang mendalam bagi perempuan. Pada umumnya perempuan merasa dicintai apabila diperhatikan. Tatkala suami tidak pernah mengungkapkan kalimat pujian, maka isteri akan mudah merasa tidak diperhatikan. Dampaknya, istri merasa tidak dicintai.


Sayangnya, kebanyakan kaum lelaki merasa sudah menunjukkan perhatian, cinta dan kasih sayang kepada isteri dengan jalan bekerja mencari nafkah. Suami keluar dari rumah menuju tempat bekerja, dari pagi hingga sore hari, bahkan kadang masih ditambah lembur. Semua gaji bahkan sampai slip gajinya diserahkan kepada isteri.


Dengan cara itu suami merasa telah menunjukkan perhatian, cinta dan kasih sayang kepada isteri dan anak-anaknya. Ia merasa tidak perlu lagi menyampaikan secara verbal, “Aku sungguh mencintaimu”, karena yang dilakukannya sudah menjadi bukti, bukan saja kata-kata. Namun nyatanya pendapat suami itu SALAH. Karena seorang istri pun butuh kata-kata manis, pujian dan pernyataan cinta dari suaminya yang membuat para istri merasa sangat diperhatikan dan di cintai.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


•Quality time adalah cara mengekspresikan perasaan sayang kepada pasangan dengan menghabiskan waktu bersama mereka.


•Quality time juga bisa diartikan sebagai waktu yang seseorang habiskan dengan keluarga, pasangan, teman, dan orang-orang terdekat.


•Komunikasi verbal adalah satu di antara bentuk komunikasi yang menggunakan lisan dan tulisan dalam penyampaiannya. Alat yang digunakan dalam melakukan komunikasi ini adalah bahasa yang keluar sebagai ucapan atau tulisan.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2