Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
75. Berubah


__ADS_3

Setelah Rayyan pergi, Aurora kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Isak tangis nya tidak lagi terdengar, tapi tatapan matanya terlihat kosong.


Pernikahan yang dijalaninya tidak sesuai ekspektasi nya. Dirinya memang mendapatkan suami yang kaya, tampan dan juga mapan. Tapi minim dalam hal ekspresi, pengertian, perhatian dan pastinya tidak peka.


"Aku ingin pulang,"gumam Aurora lirih.


Sedangkan Andi yang sudah di hubungi Rayyan untuk menyiapkan mobil, pria itu baru saja mengeluarkan mobil dari garasi. Belum sempat Andi keluar dari mobil untuk membukakan pintu untuk majikannya, Rayyan sudah keburu masuk ke dalam mobil. Andi melirik ekspresi wajah majikannya dari kaca spion dalam mobil. Wajah majikannya nampak kusut seperti benang ruwet.


"Tuan nggak dapat jatah, ya? Wajah Tuan seperti benang kusut. Hahahah... Ups!"Andi yang keceplosan langsung menutup mulutnya sendiri, bahkan memukulnya beberapa kali,"Dasar mulut sialan!"gerutu Andi lirih. Mengumpat dirinya sendiri.


"Kita ke klub malam!"titah Rayyan dengan suara dingin.


"Baik Tuan,"sahut Andi melakukan apa yang diperintahkan oleh majikannya.


Andi kembali melirik kaca spion dalam mobil,"Tuan tidak terlihat marah, tapi sepertinya pikirannya sedang kusut. Pasti sedang bertengkar dengan nyonya,"gumam Andi lirih, menghela napas berkali-kali.


"Tuan, kalau ingin hidup anda damai, anda harus mengalah pada nyonya, dan menuruti apa maunya. Asalkan Tuan bersikap lembut dan perhatian pada Nyonya, Nyonya pasti akan jadi kucing yang manja, manis dan lucu. Sedikit merayu juga tidak rugi, untuk menyenangkan hati istri sendiri,"ujar Andi, sesekali melirik kaca spion dalam mobil untuk melihat ekspresi wajah majikannya.


"Aku memang bukan pria yang lembut, bukan pula pria yang romantis ataupun pengertian. Aku tidak tahu cara menyenangkan wanita. Tidak bisakah dia mengerti aku? Tidak bisakah dia tetap tinggal di sisiku?"gumam Rayyan yang masih bisa di dengar oleh Andi. Rayyan nampak membuang napas kasar, ada sesak yang terasa di hatinya saat mengingat pertengkarannya dengan Aurora.


"Ternyata memang benar, Tuan sedang bertengkar dengan nyonya,"gumam Andi lirih.


"Wanita itu tidak suka diperlakukan dengan kasar, Tuan. Mereka ingin selalu diperhatikan, dimengerti dan sedikit dipuji. Tuan harus berubah. Maksud saya bukan berubah menjadi power rangers atau Ultraman. Tapi merubah sikap Tuan, sedikit demi sedikit. Berusahalah untuk tidak bersikap kasar pada Nyonya. Bersikaplah lembut pada Nyonya! Cobalah untuk mengerti dan memahami Nyonya! Tidak mudah memang, tapi jika Tuan tidak mau berubah, cepat atau lambat, nyonya akan meninggalkan, Tuan,"ujar Andi memberi saran.


"Kamu menyumpahi, aku?! Jangan sok tahu! Bicaramu seperti sudah berpengalaman saja! Sampai sekarang pun, kamu masih jomblo. Sok-sokan mau menasehati ku soal wanita. Kalau cuma membaca teori, semua orang juga bisa. Karena yang susah itu prakteknya,"ketus Rayyan.


"Saya memang jomblo, karena Tuan terlalu banyak memberikan saya pekerjaan. Tapi saya dari kecil dibesarkan di panti asuhan. Saya sudah banyak mengenai karakter orang, dari anak-anak, pria maupun wanita dewasa! Ups!"ceplos Andi yang kembali menutup mulutnya, saat menyadari kalimat awalnya yang seharusnya tidak dikatakannya malah lolos begitu saja.


"Wanita memang rumit,"gerutu Rayyan.

__ADS_1


"Wanita manapun tidak akan betah jika bersanding dengan pria kasar tidak pengertian dan tidak peka, Tuan. Karena itu, Tuan harus berubah! Tidak perlu berubah pada semua orang. Cukup pada nyonya saja!"ujar Andi yang tahu benar bagaimana watak majikannya.


Tidak lama kemudian, Rayyan dan Andi sudah tiba di klub malam langganan Rayyan dan Aiden. Seperti biasanya, setiap Rayyan ke klub malam sendirian, Andi akan menghubungi Aiden melalui Roni. Sebaliknya, jika Aiden ke klub malam sendirian, maka Roni akan menghubungi Rayyan lewat Andi.


Tidak lama setelah Rayyan duduk di depan meja bartender, Aiden pun muncul.


"Kusut amat itu muka? Kayak pakaian yang sudah berulangkali di cuci lalu di pakai tapi nggak pernah disetrika,"ledek Aiden yang melihat Rayyan meminum minuman beralkohol dengan wajah yang terlihat kusut.


Rayyan tidak merespon kata-kata Aiden. Pria itu kembali meneguk minumannya. Aiden menghela napas panjang menatap sahabatnya itu.


"Ada apa? Apa yang membuat kamu terlihat sangat risau seperti itu?"tanya Aiden yang kali ini serius.


"Dia selalu saja meminta cerai dari ku,"sahut Rayyan kembali meneguk minumannya.


"Kenapa?.Apa alasan dia ingin bercerai dari kamu?"tanya Aiden lagi.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Rayyan, Aiden pun menghela napas berkali-kali. Sahabatnya ini memang pria yang kaku dan tidak romantis. Tidak bisa merayu wanita.


Begitulah manusia. Rayyan yang tampan, mapan, bertubuh proposional, dan juga cerdas. Tapi sikapnya kaku dan tidak bisa menaklukkan hati Aurora. Sedangkan Aiden terlalu pintar menaklukkan hati wanita, tapi kelewatan pintar hingga menjadi Casanova.


Memang, di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna bukan? Hal itu sebenarnya untuk mengingatkan manusia agar tidak sombong dan selalu ingat bahwa yang maha sempurna adalah Tuhan yang menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya.


Sedangkan kelebihan yang dimiliki makhluk-Nya adalah untuk menunjukkan bahwa semua makhluk di dunia ini memiliki keistimewaan sendiri-sendiri.


Kelebihan dan kekurangan di ciptakan Tuhan agar manusia bisa hidup seimbang. Bisa merasa percaya diri karena memiliki kelebihan. Tapi tidak sombong karena dibalik kelebihan yang di miliki, manusia juga memiliki kekurangan.


"Dia sudah berkata seperti itu. Jika kamu tidak ingin kehilangan dia, maka kamu harus berubah, Ray!"ujar Aiden yang mulai meneguk minumannya yang baru saja selesai dibuat bartender.


"Merubah gubuk bambu menjadi istana lebih mudah bagiku, dibandingkan harus merubah diriku sendiri,"sahut Rayyan kembali meneguk minumannya.

__ADS_1


"Jadi, kamu tidak mau berubah? Jika kamu tidak mau berubah, hanya ada dua kemungkinan yang akan kamu dapatkan. Pertama, kamu bisa memiliki tubuh nya, tapi tidak dengan hatinya. Kedua, suatu saat, entah cepat atau lambat, kamu akan ditinggalkan nya. Jika kamu mau berubah untuknya, walaupun tidak banyak, dia pasti bisa menghargainya. Karena kebanyakkan orang menghargai usaha dari pada hasil,"ujar Aiden kembali meneguk minumannya.


"Apa yang harus aku rubah? Bagaimana caranya? Aku bukan pria romantis.Tidak bisa merayu wanita. Aku hanya pintar merayu klien untuk bekerja sama. Aku tidak suka berbelit-belit dan lebih suka to the poin,"ujar Rayyan jujur adanya.


"Aku akan mengajari kamu, jika kamu mau,"sahut Aiden.


"Praktek itu tidak semudah teori!"sahut Rayyan membuang napas kasar.


"Aku tahu. Tapi, kalau tidak mencobanya, bagaimana kita akan tahu hasilnya? Atau kamu memang sudah menyerahkan dan pasrah jika dia pergi darimu? Jika iya, aku siap menunggu jandanya,"ujar Aiden tanpa dosa.


Mendengar penuturan Aiden, seketika wajah Rayyan langsung menggelap. Pria itu berbalik menatap Aiden dengan tatapan tajam dan dingin nya. Lalu mencengkram kerah kemeja Aiden.


"Jangan pernah berharap kamu bisa memiliki dia! Sampai mati pun, aku tidak akan pernah menceraikan dia!"ucap Rayyan dingin, penuh penekanan.


"Woi! Santai, bro! Aku hanya bercanda! Aku tidak akan merebut wanita milik saudara ku sendiri. Jika kamu memang tidak ingin melepaskan dia, maka berusahalah untuk berubah. Kamu tidak akan bahagia jika hanya memiliki tubuhnya tanpa memiliki hatinya,"ujar Aiden membuat Rayyan melepaskan cengkeramannya. Pria itu meminum minuman keras langsung dari botolnya.


Aiden hanya bisa menghela napas berkali-kali melihat sahabatnya itu.


...🌟"Dengan kelebihan kita, kita bisa mendongak menatap langit. Dengan kekurangan kita, kita bisa menunduk menatap bumi."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


Woro-woro (Pengumuman) :


Untuk novel aku yang berjudul SPD, hari ini nggak up pukul 10 pagi. SPD akan up habis magrib, karena ada adegan yang sedikit.. sedikit 🍍🍍. 😅🤭🤭🏃🏃🏃


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2