Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
284. Sensasi Terjepit


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul satu malam saat Andi dan Kanaya tiba di apartemen mereka. Andi langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar mereka tanpa bicara sepatah kata pun pada Kanaya.


Kanaya menghela napas panjang mengingat wajah suaminya yang kusut bin ruwet semenjak mereka di gerebek oleh aparat gabungan tadi.


"Huff.. Biasanya dia tidak pernah diam membisu seperti itu. Aku lebih suka kalau mulutnya mengeluarkan kata-kata pedas, daripada dia diam seribu bahasa seperti itu. Baiklah. Jika, memberikan apa yang dia inginkan bisa membuatnya bersikap seperti biasanya lagi, maka akan aku lakukan,"gumam Kanaya, lalu membuka lemari pakaiannya.


Setelah Andi keluar dari kamar mandi, Kanaya yang sudah selesai mengambil pakaian pun masuk ke dalam kamar mandi. Kanaya sempat melirik ekspresi wajah suaminya yang ternyata masih terlihat kusut bin ruwet seperti tadi.


Beberapa menit kemudian, Kanaya keluar dari dalam kamar mandi. Kanaya melihat Andi yang sudah membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Pemuda itu melipat kedua tangannya dan menjadikannya sebagai bantal untuk kepalanya. Pemuda itu nampak memejamkan matanya.


"Apa dia sudah tidur? Huff.. Sia-sia dong, aku memakai pakaian ini!"gumam Kanaya lirih.


Kanaya yang saat ini mengenakan baju tidur kimono itu hanya bisa menghela napas panjang melihat suaminya sudah memejamkan matanya. Perlahan Kanaya naik ke atas ranjang dan mulai berbaring.


"Kamu sebelumnya akan jadian dengan Randy, 'kan? Tapi, aku menikahi mu dengan cara licik. Kamu pasti membenciku dan tidak ingin aku sentuh, 'kan?"tanya Andi yang tiba-tiba bersuara dan membuka matanya, membuat Kanaya terkejut.


Pemuda itu berbicara seraya menatap langit-langit kamarnya tanpa mau menatap Kanaya.


Andi merasa sangat kesal karena selalu saja ada gangguan saat dirinya ingin meminta hak nya sebagai seorang suami. Entah mengapa Andi merasa Kanaya tidak ingin memberikan hak nya sebagai seorang suami. Karena Kanaya sudah pernah mengatakan bahwa Kanaya tidak memiliki perasaan pada dirinya. Dan jika dirinya tidak menikahi Kanaya secara licik, mungkin Kanaya akan berpacaran dengan Randy.


"Ma... Mana ada yang seperti itu? Aku tidak mungkin membenci orang yang sudah berulang kali menolong ku. Aku sudah bersedia menikah dengan mu secara agama, itu berarti aku sudah menerimamu. Walaupun sebelumnya aku memang tidak memiliki perasaan apapun padamu. Tapi, aku akan belajar untuk mencintaimu,"sahut Kanaya jujur adanya.


Tidak bisa dipungkiri, Kanaya merasa aman dan nyaman saat bersama Andi. Walaupun mulut suaminya itu lumayan pedas.


Selain itu, Andi telah menyelamatkan dirinya beberapa kali dan menebus sertifikat rumah orang tuanya dari bank, bahkan merenovasi rumahnya. Andi juga memperlakukan dirinya dan ibunya dengan baik dan mencukupi semua kebutuhannya dan kebutuhan ibunya. Sudah banyak hal yang di lakukan oleh Andi untuk dirinya dan ibunya, tidak mungkin dirinya tidak mau menerima Andi.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Kanaya, Andi pun menoleh ke arah Kanaya.


"Benarkah? Kamu benar-benar menerima aku?"tanya Andi memicingkan sebelah matanya.


"Hum,"sahut Kanaya tersenyum lembut menatap Andi.


"Ehh.."


...πŸ’ž Siang-siang begini kalau makan 🍍🍍 rasanya segar. Tapi, kalau cuaca panas baca yang 🍍🍍??πŸ€”πŸ€­πŸ€­πŸ’ž...


Kanaya merasa terkejut saat tiba-tiba Andi mengungkung tubuhnya. Jantung gadis itu kembali berdetak tidak beraturan karena posisi nya dengan Andi saat ini.


"Aku menginginkanmu. Apa kamu bersedia melayani aku?"tanya menatap lekat mata Kanaya.


"Hum,"sahut Kanaya tersenyum canggung.


Mendapatkan lampu hijau dari Kanaya, Andi pun tersenyum cerah. Pemuda itu tidak mau lagi menyia-nyiakan kesempatan. Andi pun mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Kanaya.

__ADS_1


Perlahan pemuda itu memagut bibir Kanaya dan Kanaya pun membalasnya. Ciuman yang awalnya lembut itu lama-lama menjadi agresif.


Mengingat saat di hotel tadi Andi ingin dirinya meraba tubuhnya, Kanaya pun perlahan meraba leher, dada, dan perut Andi yang rata dan berotot itu. Walaupun sebenarnya Kanaya merasa malu sekaligus senang bisa meraba tubuh yang biasanya hanya bisa di lihatnya di iklan pakaian dalam pria itu.


Sedangkan Andi, tentu saja pemuda itu merasa senang saat Kanaya berinisiatif meraba tubuhnya. Tanpa melepaskan pagutannya, tangan pemuda itu mulai menyusuri tubuh Kanaya. Perlahan Andi menarik tali baju kimono milik Kanaya.


Andi melepaskan pagutannya, lalu membuka baju kimono yang di kenakan oleh Kanaya. Pemuda itu menelan salivanya kasar menatap tubuh Kanaya. Karena ternyata Kanaya memakai lingerie di balik baju tidur kimono itu. Lingerie berwarna hitam yang kontras dengan kulit Kanaya yang putih. Lingerie seksi yang memperlihatkan setiap lekuk tubuh Kanaya.


Andi merasa senang, karena Kanaya berinisiatif memakai lingerie yang diletakan Andi di dalam lemari Kanaya. Sedangkan Kanaya memalingkan wajahnya yang memerah karena malu.


Kanaya merasa kasihan melihat Andi yang nampak sangat menginginkan dirinya, tapi selalu mendapat banyak gangguan. Karena itu, Kanaya berinisiatif memakai lingerie itu untuk menyenangkan hati suaminya itu.


"Kamu seksi sekali!"puji Andi membuat wajah Kanaya semakin memerah.


Perlahan Andi kembali mencium bibir Kanaya. Ciuman itu berangsur turun ke leher, tulang selangka, lalu mendarat ke dua buah benda kenyal yang terlihat menantang itu. Andi mengeluarkan dua buah benda itu dari wadahnya ke arah atas, lalu mulai menikmatinya. Andi mulai menjilat, menghisap, mengulumm, melumaat dan meremas dua buah benda itu.


Tubuh Kanaya terasa meremang, nikmat dan gelisah yang bercampur menjadi satu karena ulah suaminya itu. Gadis itu menggigit bibirnya sendiri agar dirinya tidak mengeluarkan suara. Kedua tangan gadis itu meremas rambut Andi dan terkadang sedikit menekan kepala Andi yang sedang menyusu padanya itu.


"Keluarkan suaramu! Jangan menahannya! Aku ingin mendengarnya,"pinta Andi yang menghentikan aktivitas sebentar lalu kembali melanjutkannya.


"Ahh.. "lenguhh Kanaya saat Andi kembali menikmati dua buah benda kembar di dadanya, membuat hasraat Andi semakin naik.


Kanaya tidak lagi menahan suara desahann nya.Gadis itu menggeliat dan bergerak gelisah saat Andi memainkan bibir, lidah dan jemari tangannya pada sesuatu yang biasa ditutup dengan kain berbentuk segitiga di bawah sana. Entah sejak kapan pemuda itu melepaskan kain berbentuk segitiga yang cara memakainya hanya di ikat itu. Kanaya tidak menyadarinya karena terbuai oleh kenikmatan yang diberikan oleh Andi.


"Bee.. Ahh.. "Kanaya terus menggeliat dan bergerak gelisah. Bagian inti tubuhnya sudah basah karena sentuhan Andi. Tangan gadis itu menjambak rambut Andi, dan terkadang menekan kepala Andi ke arah tubuhnya saat merasakan kenikmatan yang benar-benar membuat tubuhnya semakin merasakan nikmat dan gelisah secara bersamaan.


Kali ini Andi benar-benar sukses membuat tubuh Kanaya gelisah tidak karuan karena cumbuann nya. Tubuh gadis itu terus menggeliat dan semakin gelisah karena ulah Andi. Bibir gadis itu terus saja memanggil Andi dan tidak berhenti mengeluarkan suara yang membuat Andi semakin bergairahh.


Karena gairahhya benar-benar sudah tidak bisa ditahannya lagi, Andi pun menanggalkan kain terakhir yang menempel di tubuhnya dan mulai mengatur posisi untuk melakukan penyatuan dengan Kanaya. Pemuda itu mencium bibir Kanaya dengan sebelah tangan yang menggoda dua buah benda kembar milik Kanaya dan sebelah tangannya menopang berat tubuhnya.


Perlahan Andi memasuki inti tubuh Kanaya yang sudah basah. Bibir pemuda itu sudah berpindah ke area dada Kanaya.


"Akkh.. Bee.. "pekik Kanaya meremas rambut Andi saat merasakan sakit pada inti tubuhnya sekaligus nikmat pada dua benda yang sedang di nikmati Andi.


Andi berusaha terus membuai dua benda kembar milik Kanaya agar rasa sakit Kanaya pada inti tubuhnya teralihkan.


"Akhh.. Bee.."Kanaya kembali memekik saat Andi terus memaksa memasuki tubuhnya.


"Tahan sebentar, Ay! Sebentar saja! Nanti tidak akan sakit lagi,"bujuk Andi dengan napas yang tidak beraturan terus mendorong bagian inti tubuhnya untuk memasuki tubuh Kanaya.


Sejujurnya Andi tidak tahu, apakah sebentar lagi dirinya bisa memasuki tubuh Kanaya sepenuhnya atau masih lama. Karena Andi sama sekali belum berpengalaman.


Kanaya mencengkram dan mencakar tubuh Andi untuk melampiaskan rasa sakitnya. Bahkan gadis itu menggigit bahu dan leher Andi. Namun Andi seolah tidak peduli dengan rasa sakit di kulitnya karena ulah istrinya itu. Andi terus menggerakkan pinggulnya dan memaksa memasuki tempat yang terasa sangat sempit itu.

__ADS_1


"Akhh.."


"Ughh.."


Lenguhh sepasang suami-isteri itu saat Andi berhasil menyatukan tubuh mereka seutuhnya. Kanaya merasa miliknya terasa penuh dan sesak. Sedangkan Andi merasakan kehangatan dan kenikmatan di inti tubuhnya saat berhasil memasuki tubuh Kanaya seutuhnya. Saat ini Andi merasa miliknya terjepit, tapi anehnya tidak sakit.


Untuk sementara Andi tidak menggerakkan pinggulnya, pemuda itu kembali menikmati dua buah benda di dada Kanaya. Saat Kanaya kembali terbuai, dengan perlahan Andi kembali menggerakkan pinggulnya. Berusaha mengontrol gerakannya agar Kanaya tidak merasakan sakit, walaupun sebenarnya Andi kesulitan untuk mengontrol tubuhnya yang merasakan nikmat yang semakin menjadi setiap kali Andi menggerakkan pinggulnya.


"Rasanya tadi sakit sekali. Tapi, lama kelamaan rasanya menjadi nikmat,"gumam Kanaya dalam hati yang berangsur menikmati penyatuannya dengan Andi.


Sedangkan Andi terus menggerakkan pinggulnya dengan peluh yang membasahi wajahnya. AC yang menyala di kamar itu seolah tidak bisa mendinginkan panas tubuhnya.


"Ah, ini nikmat sekali. Aku tidak menyangka rasanya senikmat ini,"gumam Andi dalam hati yang bergerak semakin cepat di atas tubuh Kanaya, membuat tubuh Kanaya terombang-ambing.


Malam itu, Andi dan Kanaya benar-benar menikmati penyatuan tubuh mereka. Suara desahann dan lenguhann keduanya pun memenuhi kamar itu.


"Bee.. Ahhh.. Ahh.."


"Ughh.. Ay.. Teruslah mendesahh! Aku suka mendengar nya. Ahh.. Ahh.."pinta Andi di sela-sela desahhnya.


Andi semakin bersemangat dan semakin cepat bergerak di atas tubuh Kanaya. Entah mengapa semakin cepat gerakannya, Andi semakin merasakan kenikmatan yang sulit untuk di jelaskan dan di deskripsikan.


"Ahh.. Bee..."


"Ughh.. Ay..."


Keduanya melenguhh panjang saat cairan hangat dari dalam tubuh mereka menyembur secara bersamaan. Tubuh mereka menegang merasakan denyutan-denyutan rasa nikmat yang berasal dari inti tubuh mereka yang menjalar ke seluruh tubuh mereka.


Malam itu, Andi melakukannya beberapa kali hingga akhirnya saat sang fajar mulai muncul dari peraduannya, sepasang suami-isteri itu mengakhiri kegiatan panas mereka di atas ranjang.


Andi mendekap tubuh Kanaya dengan penuh rasa bahagia. Sedangkan Kanaya memejamkan matanya dalam dekapan Andi, wanita itu nampak kelelahan.


"Aku baru merasakan sensasi terjepit yang berbeda. Sama-sama terjepit, tapi rasanya bertolak belakang. Terjepit pintu sedikit saja rasanya sakit. Tapi... Terjepit milik Kanaya, rasanya enak dan bikin nagih. Jika aku tahu terjepit di bawah sana itu enak, aku akan menikah sejak dulu. Ternyata begini rasanya surga dunia,"gumam Andi dalam hati mengecup bibir Kanaya beberapa kali penuh senyuman, seolah belum puas menikmati bibir istrinya itu.


"Bee.. Biarkan aku tidur! Aku lelah sekali,"ucap Kanaya dengan suara lirih karena tenaganya benar-benar sudah habis terkuras oleh Andi.


Begitulah kenyataannya. Ada orang yang tidak suka terjepit karena sakit. Ada pula yang senang dan sengaja ingin di jepit, karena rasanya nikmat dan jauh dari rasa sakit. Seperti di tusuk, ada yang sakit karena di tusuk, ada pula yang ditusuk malah keenakan. Paragraf unfaedah.πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Gara-gara Andi terjepit, bab ini panjangnya sudah hampir dua bab. πŸ˜…πŸ˜…πŸ™πŸ™πŸ™


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2