
Rayyan dan Aurora mengikuti saran Fina. Rayyan dan Aurora merasa tegang. Berharap Aurora hamil, tapi juga takut kecewa jika nyatanya Aurora tidak hamil.
Berharap itu boleh. Sah-sah saja. Karena jika manusia tidak punya harapan, maka manusia tidak akan punya semangat untuk menjalani hidup. Namun jika terlalu berharap juga tidak baik bagi kesehatan mental kita. Karena semakin tinggi kita berharap, maka akan semakin sakit pula hati kita saat harapan kita tidak tercapai. Karena itu, berharap lah sewajarnya saja.
Melangkahkan kaki dengan perasaan yang tidak dapat diekspresikan. Di sinilah saat ini Rayyan dan Aurora berada. Di ruangan praktek dokter Obgyn, teman sejawat Fina. Setelah diberikan beberapa pertanyaan dan melakukan beberapa pemeriksaan, akhirnya Aurora di USG.
"Kantung janinnya sudah terlihat. Janinnya sehat,"ucap dokter itu seraya menatap layar monitor.
"Ka.. kantung janin?"tanya Aurora nampak tergagap.
"Maksud dokter.. istri saya sedang mengandung?"tanya Rayyan yang ingin memastikan bahwa Aurora benar-benar sedang mengandung.
"Benar. Usia kandungan nya baru empat Minggu,"sahut dokter itu.
"A..aku hamil? Ada janin di dalam kandungan ku?"gumam Aurora dalam hati. Wanita itu terdiam tanpa kata. Masih tidak percaya jika dirinya sedang mengandung.
Sedangkan Rayyan, wajah pria tampan itu langsung terlihat bahagia saat mendengar Aurora sedang mengandung.
"Terimakasih!"ucap Rayyan mengecup setiap inci wajah Aurora dengan penuh rasa bahagia. Hingga akhirnya mengecup bibir Aurora berkali-kali. Sedangkan Aurora yang masih dalam posisi berbaring di ranjang pasien itu nampak gelagapan karena aksi Rayyan itu.
"Woi! Woi! Woi! Dunia bukan milik kalian berdua saja! Kami di sini nggak ngontrak!"ucap Fina menghela napas melihat Rayyan yang terlihat sangat bahagia dan tidak peduli dengan sekitarnya.
Sedangkan dokter dan seorang perawat yang ada di ruangan itu hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepala mereka pelan melihat euforia yang ditunjukkan oleh Rayyan.
"Rayy.."ucap Aurora seraya mendorong dada Rayyan. Aurora merasa malu di cium Rayyan sedemikian rupa di depan seorang dokter, perawat dan juga Fina yang ikut masuk ke dalam ruangan itu. Namun Rayyan nampak tidak peduli.
"Terimakasih, sayang! Aku sangat bahagia, hingga aku tidak bisa melukiskannya dan tidak bisa mengungkapkan nya dengan kata-kata,"ucap Rayyan kemudian mencium punggung tangan Aurora berkali-kali.
"Aku tidak salah dengar, 'kan? Rayyan memanggil aku 'sayang'?"gumam Aurora dalam hati.
Aurora tidak menjawab kata-kata Rayyan. Tapi wanita itu tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca menatap Rayyan, karena merasa sangat bahagia. Bahagia karena tidak menyangka diberikan kepercayaan oleh Tuhan secepat ini Bahagia karena melihat Rayyan yang sangat bahagia saat mengetahui dirinya sedang mengandung darah dagingnya. Dan bahagia saat pertama kalinya mendengar Rayyan memanggilnya 'sayang'.
"Sudah! Sudah! Kalian jangan membuat kami di sini menjadi iri dengan kebahagiaan kalian!"ujar Fina lagi.
"Sirik!"ucap Rayyan kembali datar, melirik Fina dengan tatapan tajam.
"Aiihh.. Aku salut padamu, Ray! Ekspresi wajah kamu bisa berubah dalam beberapa detik. Saat menatap istrimu, wajahmu bagai malaikat penjaga surga. Tapi saat melihat aku, kamu persis malaikat penjaga neraka,"cibir Fina.
"Kau!"geram Rayyan.
__ADS_1
"Rayy...!"panggil Aurora kembali menengahi perdebatan kedua sahabat itu. Menggenggam tangan Rayyan lembut.
Rayyan menghela napas panjang, kemudian tersenyum tipis mengecup punggung tangan Aurora.
"Wahh.. aku sangat salut padamu, Ra! Kamu bisa menaklukkan harimau liar ini,"ucap Fina tersenyum tipis seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
Selama Fina mengenal Rayyan, Fina tidak pernah melihat Rayyan takluk pada seorang wanita kecuali Aurora. Dan selama mengenal Rayyan bertahun-tahun, baru hari ini Fina melihat Rayyan benar-benar terlihat bahagia.
"Selamat, Tuan, nyonya,"ucap dokter Obgyn itu tulus.
"Terimakasih,"ucap Aurora dengan seulas senyum.
"Selamat, ya, Ray, Ra!"ucap Fina memeluk Aurora.
"Terimakasih!"sahut Aurora masih dengan seulas senyum di bibirnya.
Dokter memberikan beberapa macam obat, termasuk vitamin. Dokter juga menjelaskan tentang seputar kehamilan dan juga tentang seputar berhubungan suami-istri saat sedang mengandung.
Disamping merasa bahagia, Rayyan juga merasa sedikit kecewa. Pasalnya dokter menyarankan mereka agar tidak melakukan hubungan suami-istri untuk sementara waktu, mengingat kondisi tubuh Aurora yang saat ini lemah. Mereka boleh melakukannya setelah Aurora benar-benar sehat dan itu pun tidak boleh dilakukan terlalu intens ( bersemangat )
Sedangkan Rayyan sendiri selalu intens setiap kali melakukan hubungan suami-istri dengan Aurora. Bahkan sering kali lost control ( hilang kendali) saat melakukan hubungan suami-istri istri dengan Aurora. Tubuh Aurora bagaikan candu bagi Rayyan. Sulit bagi Rayyan untuk mengendalikan dirinya saat melihat apalagi sedang menguasai tubuh Aurora.
Namun kekecewaan itu tidak sebanding dengan kebahagiaan nya. Demi darah dagingnya yang sedang tumbuh di dalam rahim wanita yang sangat dicintainya, Rayyan akan menahan diri. Kesehatan istrinya dan janin dalam kandungan istrinya adalah yang terpenting saat ini.
"Selamat, Tuan, nyonya! Saya juga turut berbahagia atas kehamilan Nyonya!"ucap supir pribadi Rayyan tulus.
"Terimakasih,"ucap Aurora dengan seulas senyum.
"Terimakasih,"sahut Rayyan tersenyum hangat. Pria itu tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.
Andi dan supir pribadi Rayyan sangat terkejut mendengar Rayyan mengucapkan kata terimakasih kepada mereka berdua. Bahkan tersenyum hangat pada mereka berdua. Senyuman dan ekspresi wajah bahagia yang sebelumnya tidak pernah mereka lihat pada majikan mereka.
"Apa kamu ingin makan sesuatu?"tanya Rayyan lembut pada Aurora yang merebahkan kepalanya di pangkuan Rayyan. Aura kebahagiaan begitu terpancar di wajah Rayyan.
"Aku hanya ingin makan buah, Ray"sahut Aurora pelan seraya memejamkan matanya yang terasa berat.Tubuhnya masih terasa lemah dan kepalanya juga masih terasa pusing.
"Katakan saja apa yang ingin kamu makan. Bik Mastuti akan membuatkannya untuk kamu. Kamu harus sehat, agar bayi kita juga sehat,"ujar Rayyan tersenyum lembut. Dengan penuh kasih sayang tangan kanan Rayyan mengelus kepala Aurora. Sedangkan tangan kirinya mengusap perut Aurora lembut.
"Hum,"sahut Aurora tanpa mau membuka matanya.
__ADS_1
"Aiihh.. ternyata Tuan so sweet banget kalau sama pawangnya. Tuan memang lebih manusiawi jika bersama nyonya,"celetuk Andi yang suka ceplas-ceplos itu kemudian terkekeh tanpa dosa.
"Sepertinya kamu tidak punya banyak pekerjaan di kantor,"ucap Rayyan menatap tajam pada Andi yang duduk di sebelah kursi kemudi.
"Deg"
Andi terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Rayyan,"Mampus! Aku salah bicara lagi,"gumam Andi dalam hati dengan mata yang membulat.
Sedangkan supir di samping Andi hanya menghela napas, memasang wajah prihatin pada Andi. Karena Andi sering dihukum gara-gara mulutnya yang ceplas-ceplos itu.
"Habis ini saya masih banyak pekerjaan di kantor Tuan. Saya harus menyiapkan presentasi untuk besok pagi,"sahut Andi cepat.
"Sepertinya kamu sedang butuh lembur,"ucap Rayyan datar.
"Ti... tidak Tuan. Pekerjaan saya masih banyak. Saya sudah lembur selama satu minggu karena acara resepsi pernikahan Tuan dan juga acara bulan madu Tuan. Saya butuh istirahat Tuan,"sahut Andi sampai tergagap,"Bisa tidak digaji ini , lembur ku seminggu kemarin. Bahkan bakal di hukum lebur lagi. Aiiih.. kenapa mulut ku ini remnya suka blong, sih!"gerutu Andi dalam hati.
"Rayy.. berhentilah menghukum Andi! Dia sudah bekerja dengan keras selama ini,"ujar Aurora yang masih enggan membuka matanya.
Mendengar apa yang dikatakan Aurora, Rayyan pun menghela napas panjang,"Kali ini aku memaafkan kamu,"ucap Rayyan datar.
"Terimakasih Tuan! Terimakasih nyonya!"ucap Andi merasa lega.
"Nyonya memang Is the best! Penyelamat ku! Pahlawan ku! Tidak sia-sia selama ini aku menjaga nyonya sepenuh hati,"gumam Andi dalam hati merasa lega dan senang bisa terbebas dari hukuman karena di bela Aurora.
...🌟"Kebahagiaan dan kesedihan adalah dua hal yang sulit untuk disembunyikan. Keduanya manusiawi....
...Tapi jangan terlalu larut dalam kebahagiaan dan kesedihan. Karena keduanya tidak akan selamanya bertahan."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
Notebook :
•Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi atau dikenal juga Obgyn serta dokter kandungan adalah seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam kesehatan reproduksi wanita, termasuk menstruasi, kehamilan, persalinan, dan menopause.
•Sejawat artinya sejabatan, sepekerjaan.
•Euforia adalah keadaan mental dan emosional seseorang yang ditunjukkan dengan sangat bahagia, bersemangat, dan percaya diri.
__ADS_1
.
To be continued