
"Oke. Kamu benar-benar tidak ingin menikah dengan ku. Kalau begitu, aku akan menikahi adikmu saja. Dengan cara apapun,"ucap Hendrik penuh penekanan pada kalimat terakhir. Hendrik merasa sangat kesal dengan sikap keras kepala Sumi.
.
Sumi membulatkan matanya mendengar kata-kata Hendrik itu.
"Kamu jangan macam-macam! Jangan merusak adikku! Dia tidak ada hubungannya dengan kita. Kenapa kamu ingin membalas dendam padanya? Aku tidak akan memaafkan kamu jika kamu berani menyentuh adik ku!"sergah Sumi yang menjadi panik.
"Aku tidak peduli. Aku akan menghamili adikmu hingga dia tidak akan punya pilihan selain menikah dengan ku. Dan jika itu terjadi, itu semua adalah salahmu, karena kamu menolak aku,"ucap Hendrik datar, kemudian berjalan ke arah pintu keluar.
"Jangan lakukan itu! Aku akan menikah dengan mu,"ucap Sumi yang terpaksa menyetujui keinginan Hendrik. Sumi tidak ingin masa depan adiknya hancur.
Hendrik menghentikan langkahnya, lalu berbalik mendekati Sumi. Wajah datar pria itu berubah menjadi penuh senyuman.
"Itu lebih baik. Karena aku hanya mencintai kamu. Jika aku menikahi adikmu, aku hanya akan menjadikan dia permainan ranjang ku. Tapi jika aku menikahi mu, aku akan menjadikan kamu ratu ku,"ucap Hendrik kemudian mengecup lembut bibir Sumi. Hendrik memegang pipi Sumi, lalu berkata,"Siapkan dirimu!"Hendrik mengecup lembut kening Sumi,"Aku pergi!"pamit Hendrik dengan senyuman manis dan wajah yang berseri-seri.
"Aku terpaksa setuju menikah dengan dia. Aku tidak ingin dia benar-benar membuktikan ancaman nya,"gumam Sumi setelah Hendrik pergi. Wanita itu duduk di sofa dengan pakaian yang tidak rapi.
Sumi sadar, dengan uang yang dimilikinya, Hendrik pasti bisa melakukan apa saja. Mungkin juga dengan sedikit rayuan Hendrik, adiknya juga tidak akan berdaya di hadapan Hendrik. Mengingat Hendrik adalah seorang Casanova, sedangkan adiknya adalah gadis desa.
"Entah bagaimana nasibku setelah menikah dengan pria posesif seperti dia. Pria yang bahkan menunjukkan rasa cemburunya saat kami belum memiliki hubungan spesial. Hanya karena aku mengagumi seorang pria,"gumam Sumi menjadi frustasi karena Hendrik memaksa dirinya menikah dengan Hendrik.
Wanita itu membersihkan cairan bekas percintaannya bersama Hendrik tadi dengan tisu. Hendrik menggagahi Sumi berpindah-pindah tempat, sehingga cairan tubuh mereka yang telah menyatu tercecer di beberapa tempat.
"Dia memang hebat dan perkasa di atas ranjang. Tapi aku takut dengan jiwa posesif dan pencemburu nya itu,"gumam Sumi terus membersihkan ceceran cairan kental dan licin itu.
Sedangkan Hendrik meninggalkan restoran milik Sumi dengan hati senang. Wajah pria itu terlihat cerah setelah mendapatkan pelepasan beberapa kali. Mengingat sudah satu bulan lebih tidak memenuhi kebutuhan biologisnya karena ingin berubah menjadi lebih baik. Dan juga karena kesibukannya bekerja selama satu bulan ini.
"Ah, ternyata dia memang jago di ranjang, persis seperti berita yang beredar. Aku sudah tidak sabar untuk menikahinya. Aku ingin merasakan memiliki istri yang mengantar aku berangkat bekerja di depan rumah dan menyambut aku pulang dari berkerja dengan senyuman. Berbagi cerita dan keluh kesah. Meniduri wanita yang halal bagi ku dan memeluknya sepanjang malam seperti kata Rayyan. Sepertinya itu benar-benar sangat menyenangkan,"gumam Hendrik yang membayangkan bagaimana indahnya jika berkeluarga.
"Aku akan bekerja keras untuk kamu dan anak-anak kita kelak, Mit. Aku berjanji akan menjadi pria baik-baik dan membina keluarga yang bahagia bersama mu. Seperti Rayyan dan Aurora yang selalu terlihat mesra dan harmonis,"gumam Hendrik dengan senyuman di bibirnya.
Menurut Hendrik, Rayyan sangat beruntung memiliki Aurora, karena hubungan mereka terlihat harmonis dan bahagia. Karena sejak awal, Rayyan dan Aurora memang terlihat bahagia di mata Hendrik. Tanpa mengetahui bahwa yang dilihatnya tidak seperti kenyataannya.
Hendrik tidak tahu bagaimana perjuangan Rayyan untuk menaklukkan hati Aurora. Hendrik juga tidak tahu bagaimana Rayyan dan Aurora saling introspeksi diri dan membenahi diri mereka masing-masing sehingga mereka bisa hidup bahagia seperti saat ini.
Tidak lama setelah Hendrik meninggalkan restoran Sumi, terlihat mobil Aurora memasuki parkiran restoran Sumi.
Aurora yang memakai masker itu langsung menuju ruangan Sumi. Karyawan Sumi yang sudah sering melihat Aurora dan bodyguard nya pun tidak menghalangi Aurora untuk masuk. Sedangkan Nala menunggu di luar.
__ADS_1
"Ceklek"
"Sum.."Aurora tidak melanjutkan kata-katanya saat melihat Sumi duduk di sofa dengan pakaian yang tidak rapi dan rambut yang terlihat acak-acakan. Bahkan kancing kemeja Sumi tidak terpasang dengan benar. Terlihat panjang sebelah karena salah saat mengancingkan kemeja itu.
"Aurora!"ucap Sumi tersenyum tipis, tidak menyadari penampilannya yang amburadul. Otaknya terlalu pusing memikirkan bagaimana hidupnya nanti jika menjadi istri Hendrik.
"Apa kamu baik-baik saja?"tanya Aurora mengernyitkan keningnya seraya mendekati Sumi.
"Aku baik-baik saja. Ayo, duduk sini!"ucap Sumi tersenyum tipis.
Aurora menghela napas kemudian duduk di sebelah Sumi,"Apa kamu balik lagi ke profesi kamu yang dulu, Sum?"tanya Aurora dengan suara yang terdengar berat.
"Maksud kamu?"tanya Sumi nampak bingung.
"Kamu bahkan bercinta di ruangan kerjamu. Habis bercinta dengan siapa kamu?"tanya Aurora dengan nada tidak suka.
"Aku tidak..."
"Jangan mengelak!"potong Aurora,"Kamu tidak bisa membohongi aku seperti dulu lagi! Aku seorang wanita yang sudah bersuami, bukan lagi seorang gadis yang tidak berpengalaman dalam urusan ranjang yang menunggu kamu bercinta dengan pelanggan seperti dulu. Lihatlah penampilan kamu ini! Pakaian kamu kusut, berantakan, bahkan kamu salah mengancingkan kemeja kamu. Bibir kamu bengkak dan leher kamu penuh dengan kiss mark. Entah bagaimana penampakkan tubuh kamu di dalam sana. Aku yakin kamu baru saja selesai bercinta dengan seseorang. Apa kamu tidak ingin berubah, Sum?"cecar Aurora.
Sumi menghela napas panjang mendengar semua yang di katakan oleh Aurora.
"Eh, bukan seperti itu maksud ku, Sum. Aku hanya ingin kamu menjalani hidup yang lebih baik. Aku ingin melihat kamu bahagia. Aku tidak ingin kamu kembali terjerembab di lembah hitam,"ucap Aurora yang menjadi kelabakan karena merasa telah salah bicara.
"Tapi, apakah bisa, Ra? Bahkan aku di lecehkan di kantor ku sendiri. Mungkin semua orang menganggap aku ini wanita gampangan karena aku mantan kupu-kupu malam,"ujar Sumi terlihat sedih.
Walaupun sempat tersinggung dengan kata-katanya Aurora tadi, tapi Sumi tahu kalau Aurora sangat peduli pada dirinya. Semenjak mengenal Aurora, hanya Aurora lah yang tidak pernah meninggalkan dirinya dalam keadaan apapun. Aurora bahkan tidak bosan untuk mengingatkan dirinya untuk menabung demi masa depannya. Dan berhenti menjadi kupu-kupu malam. Hanya di depan Aurora lah Sumi menampilkan dirinya apa adanya. Tidak ada yang disembunyikan oleh Sumi dari Aurora.
"Siapa pria yang berani melecehkan kamu di ruangan kerja kamu sendiri? Katakan padaku! Akan aku beri pelajaran pria brengseek itu,"ucap Aurora berapi-api.
"Hendrik, kakak ipar mu,"sahut Sumi lesu.
"Apa?! Kak Hendrik?! Dasar pria brengseek! Kemarin dia bilang ingin berubah. Kenapa dia malah melecehkan kamu? Benar-benar tidak bisa dipercaya,"Aurora sangat terkejut sekaligus merasa sangat geram pada Hendrik setelah mendengar jawaban Sumi.
"Dia meminta aku untuk menikah dengan dia. Aku menolaknya. Tapi dia malah melecehkan aku dengan alasan agar aku mengandung anaknya. Dan berkeras kepala ingin menikahi aku. Bahkan mengancam akan menghamili dan menikahi adikku jika aku tidak mau menikah dengan dia,"
"Apa?! Dia melecehkan kamu karena ingin menghamili kamu?"tanya Aurora nampak terkejut.
Aurora jadi teringat percakapan antara Hendrik dan Rayyan sebulan yang lalu di rumah sakit. Saat Rayyan memberikan ide gila pada Hendrik untuk menghamili wanita yang disukai Hendrik. Karena wanita yang disukai Hendrik menolak Hendrik.
__ADS_1
"Hum,"sahut Sumi lesu.
"Apa kamu yang menampar kak Hendrik satu bulan yang lalu?"tanya Aurora memastikan praduga nya.
"Hum,"sahut Sumi.
"Jadi wanita yang dikejar-kejar oleh kak Hendrik adalah Sumi? Astagaa.! Kak Hendrik melecehkan Sumi agar Sumi mengandung hingga terpaksa harus menikah dengan Kak Hendrik. Dan semua ini adalah ide gila Rayyan,"gumam Aurora dalam hati yang jadi kembali merasa kesal pada Rayyan.
"Kamu tidak menyukai kak Hendrik?"
"Aku merasa tidak pantas bersanding dengan pria dari kalangan atas seperti dia, Ra,"
"Itu tidak masalah asalkan kalian saling mencintai,"
"Masalahnya bukan cuma itu, Ra. Aku tidak mau jadi bahan gosip karena masa laluku yang hitam. Aku tidak mau membuat nama orang lain hancur karena menikahi aku,"
"Kenapa kamu harus mendengarkan apa kata orang? Toh, bukan mereka yang memberi kita makan. Jika kamu merasa suka dan nyaman, ya, terima saja!"
"Itu juga masalahnya, Ra. Aku tidak menyukai dia,"
"Dia benar-benar berusaha keras berubah menjadi lebih baik selama satu bulan ini, Sum. Berarti dia serius sama kamu. Kamu bisa belajar untuk mencintai dia,"
"Aku takut, Ra. Belum apa-apa dia sudah sangat posesif dan pencemburu padaku. Bagaimana jika dia menjadi suamiku? Aku takut hidupku akan terkurung di dalam sangkar emas,"
"Dia posesif dan pencemburu?"
"Hum. Saat hubungan kami hanya sebatas teman, dia merasa cemburu dan tidak suka mendengar aku mengagumi pria lain. Hingga dia mencium aku secara paksa karena dia marah,"
"Hais.. kakak beradik itu ternyata sebelas dua belas,"
"Lalu, bagaimana keputusan kamu? Kamu benar-benar tidak mau menikah dengan dia?"
"Mau tidak mau, aku harus menerimanya. Aku tidak mau dia membuktikan ancamannya untuk menghamili adikku dan menjadikan adikku mainan ranjangnya,"sahut Sumi pasrah.
"Ini semua gara-gara Rayyan,"gumam dalam hati.
... 🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
To be continued