Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
366. Berharap


__ADS_3

Randy merasakan firasat buruk melihat gelagat empat orang pria yang turun dari mobil itu. Namun sayangnya saat Randy ingin memundurkan mobilnya hendak memutar arah, tiba-tiba sebuah mobil dari arah belakang mereka berhenti tepat di belakang mobil Randy. Sehingga mobil Randy terjebak di antara dua mobil itu. Mau keluar dari mobil pun takut, mengingat tempat itu jauh dari pemukiman penduduk.


"Kak, sepertinya orang-orang ini memiliki maksud tidak baik,"ujar Kanaya yang menjadi takut melihat gelagat empat orang pria itu.


Kanaya semakin takut saat melihat dua orang pria keluar dari mobil yang ada di belakang mereka. Enam orang itu berjalan ke arah mobil Randy.


"Mampus! Aku tidak jago ilmu beladiri. Aku cuma bisa sedikit, tidak ahli. Tidak mungkin aku bisa melawan enam orang itu, jika mereka benar-benar memiliki niat buruk pada kami. Jangankan enam orang, satu orang saja aku belum tentu menang,"gumam Randy dalam hati.


Randy juga merasa takut melihat gelagat tidak baik dari enam orang pria bertubuh kekar itu. Randy bisa mengukur kemampuannya sendiri. Sadar jika ilmu beladiri nya cetek.


"Dari ekspresi wajah, kak Randy, aku merasa tidak yakin kalau kak Randy bisa melindungi aku. Jika aku bersama Tuan Andi, aku merasa aman dan tidak takut akan apapun. Arghh; Kenapa aku malah ingat sama si roller coaster itu?"gumam Kanaya dalam hati.


Entah mengapa di saat menegangkan seperti saat ini, Kanaya malah mengingat Andi. Mungkin karena Andi sudah beberapa kali menolong dirinya dan Kanaya tahu benar kalau Andi ahli ilmu beladiri.


"Brakk"


Brakk"


"Brakk"


"Buka pintunya! Cepat keluar!"teriak salah seorang pria itu menggedor-gedor kaca mobil Randy.


"Kak, bagaimana ini? Aku takut,"ucap Kanaya dengan tangan yang memegang sling bag nya. Tangan gadis itu sudah berkeringat dingin dan wajahnya juga terlihat tegang.


"Jika cuma satu orang, aku masih berani melawannya, Ya. Tapi, ini enam orang bertubuh kekar. Aku tidak sanggup melawan mereka sendirian, Ya,"ujar Randy yang juga terlihat tegang. Keringat dingin terlihat di wajah pemuda itu.


"Ce.. Cepat hubungi polisi!"pinta Kanaya yang saat ini hanya bisa memikirkan hal itu untuk mendapatkan pertolongan.


Tanpa berpikir panjang, Randy segera menghubungi polisi sesuai saran dari Kanaya. Walaupun kemungkinan besar, polisi masih akan lama tiba di tempat itu, tapi hanya itulah satu-satunya harapan Randy dan Kanaya.


"Sudah ku duga. Kak Randy tidak bisa di andalkan. Seandainya saja aku bersama Tuan Andi, aku tidak akan merasa takut dengan enam orang pria itu. Aku sangat yakin, Tuan Andi bisa melindungi aku. Apa aku hubungi Tuan Andi saja, ya? Ah, tidak! Tidak! Aku sudah menolak Tuan Andi, malu rasanya jika aku meminta pertolongan padanya,"gumam Kanaya dalam hati. Di saat-saat genting seperti ini, entah mengapa Kanaya malah berharap Andi datang menolong mereka.


"Brakk"


Brakk"


"Brakk"


"Cepat buka! Jika tidak, kami akan memecahkan kaca mobil kamu!"ancam salah seorang pria itu.

__ADS_1


"Astagaa.. Bagaimana ini? Kapan polisi akan datang?"gumam Kanaya yang semakin ketakutan.


"Jika mereka nekat ingin memecahkan kaca mobil ini, aku harus keluar, Ya. Dan kamu harus tetap berdiam diri di dalam mobil ini, Ya,"ujar Randy,"Aku tidak mau kaca mobil ku rusak. Lagi pula, mereka tetap akan bisa membuat kami keluar dari dalam mobil ini kaca mobil ini pecah. Kami hanya bisa mengulur waktu sampai polisi datang,"gumam Randy dalam hati.


"Pecahkan saja kaca mobilnya!"ucap salah satu pria itu membuat Randy dan Kanaya semakin ketakutan.


Dua orang pria dari enam orang pria itu kembali ke mobil mereka dan kembali dengan membawa kunci roda mobil untuk memecahkan kaca mobil Randi.


"Ya, diam di dalam mobil ! Aku akan keluar,"ujar Randy yang langsung membuka pintu mobilnya saat dia orang pria itu sudah bersiap memecahkan kaca mobilnya.


"CK. Kenapa tidak keluar dari tadi? Kamu benar-benar membuat kami emosi,"ketus salah seorang pria.


"Hei! Keluar kamu! Keluar atau aku pecahkan kaca mobil ini!"bentak seorang pria seraya menggedor kaca mobil tempat Kanaya duduk.


"Apa mau kalian! Biarkan dia berada di dalam mobil!"bentak Randy yang menyembunyikan rasa takutnya.


"Diam! Suruh dia keluar, atau kami pecahkan kaca mobil kalian!"sergah salah seorang pria itu terlihat garang.


Mau tak mau Kanaya pun keluar dari dalam mobil itu. Kanaya hanya bisa berharap agar polisi segera datang.


"Buka mobile banking kalian! Transfer semua uang yang kalian miliki! Cepat!"bentak salah seorang pria menodongkan pisau di leher Randy. Seorang pria lagi menodongkan pisau pada leher Kanaya.


"Mampus! Aku akan jatuh miskin. Tabungan ku yang sudah aku kumpulkan bertahun-tahun akan hilang dalam sekejap mata,"gumam Randy dalam hati, yang tidak rela di peras oleh orang-orang itu, tapi juga tidak sanggup untuk melawan.


"Kalau kamu tidak punya uang, berikan saja tubuh mu! Layani kami! Wajah kamu cantik, dan body kamu juga bagus. Kita bisa bersenang-senang malam ini,"ucap orang yang menodongkan pisau pada Kanaya, membuat Randy dan Kanaya membulatkan matanya.


"Jangan!"teriak Kanaya dan Randy bersamaan.


"Ini tidak boleh terjadi! Aku hanya akan menyerahkan kesucian ku pada suamiku. Ya, Tuhan, tolonglah hamba-Mu ini! Lebih baik aku mati dari pada harus kehilangan kesucian ku!"gumam Kanaya dalam hati semakin ketakutan. Hanya kesucian nya lah harta milik Kanaya yang paling berharga. Kanaya benar-benar tidak rela, jika harus kehilangan kesucian nya, karena di gilir para pria itu.


"Bawa gadis itu ke dalam mobil!"ucap salah seorang pria itu.


"Tidak!"pekik Kanaya yang melihat Kanaya mulai di tarik, ingin di bawa ke dalam mobil.


"Jangan!"pekik Randy, yang tidak bisa berbuat apa-apa karena lehernya di todong dengan pisau.


"Ckiiit "


Tiba-tiba terdengar suara sebuah motor berhenti di dekat Kanaya, Randy dan enam orang itu. Semua orang mengangkat telapak tangan mereka karena pemotor yang baru saja berhenti itu mengarahkan lampu motornya pada mereka hingga mata mereka menjadi silau. Sedangkan Randy dan Kanaya menyipitkan mata meraka agar mata mereka tidak terlalu silau, mengingat saat ini leher mereka sedang di todong dengan pisau.

__ADS_1


"Brengseek! Matikan lampu motor kamu!"sergah seorang pria.


"Apa yang kalian lakukan dengan dua orang itu?"tanya pemotor itu dengan nada suara yang terdengar dingin dan datar. Pria itu turun dari motornya dan melepaskan helmnya.


"Tu.. Tuan Andi,"gumam Kanaya yang hafal dengan suara Andi. Kanaya tidak bisa melihat wajah pemotor itu dengan jelas karena silaunya lampu motor.


"Ini adalah suara Tuan Andi,"gumam Randy dalam hati yang juga mengenali suara Andi.


Andi yang melintas di jalan itu menghentikan motornya karena merasa ada yang tidak beres dengan mobil yang berhenti di jalan itu. Saat melihat apa yang terjadi di depan matanya saat ini, tentu saja Andi merasa sangat geram.


Gadis yang baru saja di nikahi nya hari ini malah lehernya di todong pisau oleh seorang pria. Wajah pemuda itu begitu dingin dan memancarkan aura membunuh yang terlihat pekat. Sayangnya semua orang yang ada di tempat itu tidak bisa melihat dengan jelas ekspresi wajah Andi itu karena silau oleh lampu motor Andi.


"Brengseek! Tidak usah ikut campur!"sergah salah seorang pria yang sebenarnya agak bergidik mendengar suara Andi yang terdengar begitu dingin di indera pendengaran nya.


"Bos, kita peras saja sekalian orang itu. Setelah itu, kita nikmati tubuh gadis ini secara bergiliran,"ucap salah seorang pria lainnya.


Andi yang mendengar apa yang di katakan oleh pria yang tidak jauh dari tempatnya berdiri itu pun merasa semakin geram.


"Brengseek!"teriak Andi yang tentu saja sangat marah saat mendengar istri yang bahkan belum di sentuhnya akan di gilir para pria itu.


"Bugh"


"Akkh!"


"Brakk"


Andi menendang ulu hati pria itu hingga pria itu jatuh terlentang di aspal sambil meringis kesakitan. Semua orang yang melihat hal itu pun sangat terkejut, kecuali Kanaya yang sudah beberapa kali melihat bagaimana kemampuan Andi dalam berkelahi.


"Kalau soal berkelahi, Tuan Andi memang jago,"gumam Kanaya dalam hati yang merasa senang dengan kedatangan Andi.


"Brengseek! Serang dia!"teriak seorang pria.


Tiga orang pria itu pun menyerang Andi secara bersamaan. Bahkan pria yang tadi di tendang Andi pun bangun dari aspal, lalu ikut menyerang Andi. Tapi dengan mudahnya Andi menangkis serangan mereka dan menghajar mereka berempat hingga mereka tumbang.


"Kanaya pasti akan merasa kagum dengan kemampuan ilmu beladiri Tuan Andi. Kanaya tidak akan jatuh cinta pada Tuan Andi seperti para karyawan wanita di perusahaan, 'kan?"gumam Randy dalam hati yang merasa was-was jika Andi sudah mulai dekat dengan Kanaya.


"Berhenti! Serahkan barang berharga kalian dan transfer semua uang kalian ke akun kami, atau akan kami bunuh dua orang ini!"ancam orang yang menodongkan pisau pada Randy.


...🌸❤️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2