
Aurora keluar dari ruangan rawat inap ibu mertuanya dengan perasaan kesal pada Rayyan. Sedangkan Rayyan mengiringi langkah istrinya sambil memikirkan cara agar istrinya tidak marah lagi.
"Bagaimana caranya agar dia tidak merajuk lagi? Haiss.. wanita memang makhluk yang rumit. Tapi sialnya aku mencintainya,"gumam Rayyan dalam hati. Pria itu terus berjalan, menyamakan langkah kakinya dengan istrinya.
Sesekali Rayyan melirik istrinya yang masih terlihat kesal. Bahkan Aurora menepis tangannya saat Rayyan mencoba memeluk pinggangnya.
Saat di dalam mobil, Aurora bahkan duduk miring menghadap ke jendela mobil. Rayyan hanya bisa memijit pelipisnya sendiri. Pusing memikirkan apa yang harus dilakukan untuk membujuk istrinya.
Dalam suasana hening di dalam mobil itu, tiba-tiba terdengar suara dering handphone Andi. Pria yang duduk di sebelah kursi kemudi itu menerima panggilan masuk di handphonenya, lalu menempelkan benda pipih itu di telinganya.
"Halo! Ada apa?"tanya Andi datar.
"Apa? Istri kamu merajuk lagi? Cih, dasar goblokk! Jangan menikah kalau tidak bisa mengerti dan memahami makhluk yang namanya wanita?"ucap Andi tidak terlalu kuat.
Rayyan membulatkan matanya mendengar apa yang dikatakan oleh Andi. Walaupun Andi bicara tidak terlalu kuat, tapi suara Andi masih bisa di dengar dengan jelas oleh Rayyan yang duduk di belakang kursi kemudi.
Aurora yang duduk di belakang Andi, menghadap ke jendela mobil nampak melirik Andi seraya memicingkan sebelah matanya.
"Sudah aku bilang, mending kamu ikut konseling pernikahan saja! Makanya, jangan main menikah aja! Menikah, kok, tanpa perencanaan! Seharusnya sebelum menikah itu ikut konseling pranikah. Biar tahu bagaimana caranya berkomunikasi yang baik dengan pasangan. Biar tahu apa peran suami dalam rumah tangga. Bagaimana cara mengambil keputusan yang bijak sebagai kepala keluarga. Bagaimana caranya menghabiskan waktu bersama dengan pasangan agar tercipta rumah tangga yang harmonis. Dan bagaimana caranya mengendalikan amarah,"ujar Andi panjang lebar.
"Kenapa aku merasa Andi sedang memarahi aku? Dia benar-benar sedang menelpon atau pura-pura menelpon hanya untuk mengata-ngatai aku?"gumam Rayyan dalam hati yang merasa curiga pada asistennya itu. Walaupun tadi mendengar suara dering handphone Andi.
"Kenapa aku merasa Andi seperti sedang memarahi Rayyan, ya?"gumam Aurora dalam hati. Aurora juga merasa curiga jika Andi hanya pura-pura menelpon.
Bisa saja tadi Andi sengaja memutar nada dering di handphonenya, lalu pura-pura menerima panggilan masuk. Itulah yang ada dalam pikiran Rayyan dan Aurora.
"Aku belum menikah. Kenapa kamu minta saran dari aku tentang masalah pernikahan?"tanya Andi masih menempelkan handphonenya di telinganya.
"Kalau curhat jangan sama aku! Sama mamah Dedeh aja sana!"
"Kalau membujuk wanita saja tidak becus, kenapa kamu menikah?"cerocos Andi yang nampak sedang berbicara dengan seseorang dalam sambungan telepon itu.
"Sialan! Kenapa aku merasa Andi mengata-ngatai aku? Awas saja kalau dia sampai ketahuan pura-pura menelpon,"gumam Rayyan dalam hati merasa kesal.
Namun saat Rayyan menatap Andi, Rayyan melihat Andi menampilkan wajah yang benar-benar terlihat kesal. Sepertinya sangat kesal pada orang yang saat ini sedang menghubunginya.
Sedangkan Aurora nampak memasang telinganya baik-baik, mendengarkan apa yang dikatakan oleh Andi. Wanita itu mengulum senyum mendengar kata-kata Andi barusan.
"Cih, kalian itu harus sama-sama ikut konseling pernikahan. Kalian itu membuat kepala ku jadi pusing saja! Kalian yang berantem, kenapa aku yang harus mencari solusi? Istrimu mudah merajuk dan kamu tidak peka! Kalian sama-sama egois dan kekanak-kanakan,"
"Kenapa aku merasa Andi menyindir kami?"gumam Rayyan dalam hati.
__ADS_1
Aurora pun merasa Andi menyindir mereka berdua. Sepasang suami-isteri itu memicingkan mata mereka melirik Andi. Sedangkan supir pribadi Rayyan hanya fokus pada jalan raya.
"Wanita itu memang makhluk paling rumit di dunia. Lebih mudah memahami ilmu matematika, fisika dan kimia dari pada memahami yang namanya wanita. Mereka menyuruh kita mengerti dan memahami kode yang mereka berikan. Memangnya kita ini brankas apa? Dikasih kode segala! Apa kita sebagai laki-laki harus belajar ilmu perdukunan dan psikologi, agar kita bisa mengerti dan memahami mereka tanpa bertanya pada mereka? Kalau di tanya mau apa, jawab mereka terserah. Tapi kalau apa yang kita lakukan tidak sesuai ekspektasi mereka, mereka marah. Wanita memang rumit,"ujar Andi terdengar menggebu-gebu.
"Kalian saja yang para pria yang tidak peka,"gumam Aurora dalam hati merasa kesal mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Andi,"Kenapa aku rasanya ingin sekali menghajar Andi, ya?"gumam Aurora dalam hati melirik tajam pada Andi dengan kedua tangan yang mengepal.
"Aku setuju dengan Andi. Wanita memang rumit dan susah dimengerti,"gumam Rayyan dalam hati yang setuju dengan kata-kata Andi barusan.
"Tapi walaupun begitu, kamu juga salah! Sudah tahu kalau wanita itu sensitif, kamu nya kalau ngomong nggak di pikir dulu. Giliran bini ngambek kelabakan. Mending kalau pinter merayu. Merayu saja nggak becus,"ujar Andi dengan wajah yang terlihat kesal.
"Benar itu! Laki-laki kalau ngomong memang suka nggak di pikir dulu,"gumam Aurora dalam hati yang kali ini setuju dengan Andi.
"Andi! Aku rasanya ingin sekali menghajar kamu! Kamu benar-benar ular berkepala dua!"geram Rayyan dalam hati yang kali ini merasa tersindir dengan kata-kata Andi.
"Sudah! Sudah! Aku pusing dengan urusan kalian,"
"Haiss... Jatah saja yang kamu pikirin. Kalau tidak bisa merayunya, sekarang biarin aja dulu dia ngambek. Nanti kalau dia sudah tidur lelap, langsung saja kamu eksekusi. Kalau sudah dieksekusi, besok juga nggak bakal ngambek lagi. Sudah! Aku tutup teleponnya! Aku bisa bangkrut gara-gara kamu,"ujar Andi lalu menatap layar handphonenya dan mengakhiri panggilan.
"Andi sialan! Apa dia memberi ide pada Rayyan untuk meniduri aku saat aku sudah tidur lelap?"gerutu Aurora dalam hati.
"Ide Andi bagus juga. Sepertinya bisa di coba,"gumam Rayyan dalam hati.
"Jaman gini masih nggak punya WhatsApp. Nelpon nggak modal. Biaya panggilannya dibebankan sama aku. Ngabisin pulsa aku aja,"gerutu Andi, setelah menekan gambar telepon berwarna merah di handphonenya.
"Ternyata Andi benar-benar menghubungi seseorang,"gumam Aurora dalam hati saat melirik Andi yang mengakhiri panggilan.
"Aku tadi mengira Andi sengaja pura-pura menelpon. Tapi, ternyata tidak,"gumam Rayyan dalam hati.
Tapi, apakah benar Andi tadi dihubungi seseorang?
Beberapa menit yang lalu...
Andi melirik kedua majikanya dari kaca dasbor dalam mobil. Pria yang bicaranya suka ceplas-ceplos itu nampak mengernyitkan keningnya. Terlihat jelas dari kaca dasbor mobil jika nyonya-nya sedang merajuk dan wajah Tuan nya nampak kusut.
"Apalagi yang dilakukan Tuan kali ini, hingga nyonya jadi merajuk seperti itu? Haiss.. Tuan benar-benar tidak bisa diandalkan,"gumam Andi dalam hati.
Andi menghela napas panjang mengetahui kedua majikannya sedang tidak baik-baik saja. Namun sesaat kemudian terbit senyuman miring di bibir pemuda itu. Andi bergegas mengetik pesan dan mengirimnya pada seseorang.
Andi
Mau aku transfer pulsa, nggak?
__ADS_1
^^^Dadang^^^
^^^Mau! Mau!^^^
Andi
Sekarang kamu hubungi aku! Setelah itu letakkan saja handphone kamu. Kamu tidak usah mendengarkan apa yang aku katakan. Setelah aku selesai, nanti aku matikan dan kamu akan aku transfer pulsa seratus ribu.
^^^Dadang^^^
^^^Pulsaku hanya cukup untuk SMS dua kali lagi.^^^
^^^Andi.^^^
Astagaa! Sudah handphone jadul, nggak ada pulsanya lagi. Ya sudah, kamu telpon aja sekarang! Nanti biar biaya panggilannya dibebankan sama aku. Dan ingat! Jangan mengakhiri panggilan. Biar aku saja yang mengakhiri.
^^^Dadang^^^
^^^Oke.^^^
Tak lama kemudian, suara dering handphone Andi pun terdengar. Pria itu menerima panggilan masuk di handphonenya, lalu menempelkan benda pipih itu di telinganya.
Dan sejak itulah Andi mulai bicara. Seolah-olah Andi sedang bicara dengan seseorang di telepon. Padahal orang yang menelepon Andi langsung meletakkan handphonenya setelah panggilan suara terhubung, lalu memasak mie instan.
...🌸❤️🌸...
Notebook :
•Konseling Perkawinan (marriage counseling) adalah upaya membantu pasangan calon suami istri atau suami istri oleh konselor profesional sehingga mereka dapat berkembang dan mampu memecahkan masalah dengan cara- cara yang saling menghargai, toleransi, dan dengan komunikasi yang penuh pengertian.
•Konseling adalah proses pemberian bantuan melalui diskusi tatap muka untuk seseorang yang mengalami masalah tertentu. Metode ini berfokus untuk memecahkan suatu masalah maupun mempelajari teknik tertentu untuk menangani atau mencari cara untuk menghindari masalah tersebut.
•Konselor merupakan istilah yang ditujukan untuk tenaga profesional yang memberikan layanan dalam bidang konseling.
•Psikologi diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam berkehidupan sehari-hari.
•Ilmu psikologi bertujuan untuk memahami bagaimana seseorang dapat merasakan, berpikir, dan bertindak mengenai suatu hal. Selain itu, psikologi memiliki banyak kegunaan yang dapat diaplikasikan dalam berbagai sektor kehidupan, salah satunya guna memahami lingkungan.
.
To be continued
__ADS_1