Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
226. Kenapa?


__ADS_3

Andi dan Rayyan tiba di perusahaan cabang mereka saat fajar mulai menyingsing. Kepulan asap masih terlihat di bagian gudang yang terbakar. Tapi syukurnya semua barang di dalam gudang yang terbakar itu bisa di selamatkan. Suasana masih ramai dengan para karyawan yang masih ada di sekitar gudang yang tadi membantu mengevakuasi barang dari dalam gudang.


Seorang pria yang merupakan CEO perusahaan cabang Rayyan bergegas menghampiri Rayyan dan Andi saat mobil Rayyan sudah terparkir di area parkir perusahaan itu.


"Bagaimana keadaan gudang kita?"tanya Rayyan pada CEO itu dengan suara datar sambil berjalan menuju gudang diikuti Andi dan dua orang anak buah Andi.


"Semua barang yang ada di gudang berhasil di selamatkan, Tuan. Seperempat dari bangunan gudang kita terbakar. Dan kami berhasil menangkap tiga orang yang membakar gudang kita. Orang-orang itu adalah karyawan baru di perusahaan kita,"jelas CEO perusahaan cabang milik Rayyan itu seraya mengusap keringat dingin di dahinya.


Padahal hari masih belum terlalu terang dan udara juga masih terasa dingin, walaupun agak panas saat dekat dengan gudang yang terbakar. Tapi melihat ekspresi Rayyan dan Andi membuat CEO itu berkeringat dingin.


Pria paruh baya itu merasa takut karena dirinya telah lalai hingga terjadi kebakaran di gudang perusahaan yang dipimpinnya.


Rayyan dan Andi melihat bangunan gudang yang terbakar dan barang-barang yang sudah di evakuasi dari dalam gudang.


"Kamu atur agar barang-barang kita tidak rusak sebelum gudang diperbaiki,"ujar Rayyan masih dengan suara datarnya seraya melihat barang-barang dari gudang yang masih terlihat berantakan.


"Baik, Tuan,"sahut CEO itu kembali mengusap keringat dingin di dahinya.


"Antar aku menemui orang-orang yang berani berbuat ulah di perusahaan kita itu. Berani-beraninya mereka mencari masalah di perusahaan kita,"ucap Rayyan terlihat geram.


"Apa sebelumnya ada perselisihan atau ada masalah yang kira-kira membuat sakit hati orang-orang itu, hingga mereka nekat membakar gudang kita?"tanya Andi.


"Saya rasa tidak ada, Tuan. Saya tidak mendengar perselisihan apapun di kalangan karyawan. Perusahaan kita juga memberikan gaji sesuai UMR. Dan sesuai dengan peraturan perusahaan, kami juga memberikan bonus di setiap akhir bulan jika barang yang diproduksi melebihi target. Jadi, saya rasa tidak ada alasan merasa sakit hati pada perusahaan. Tapi, mereka tidak mau mengaku apa alasan mereka membakar gudang,"jelas CEO itu.


UMR (Upah Minimun Regional) atau Upah Minimun Provinsi adalah gaji bulanan terkecil.


"Saya rasa, mereka pasti orang suruhan, Tuan. Pasti ada orang lain di belakang mereka,"ujar Andi.


"Kita lihat dulu, apa mereka masih keras kepala dan tidak mau mengakui siapa yang menyuruh mereka,"ujar Rayyan dengan wajah dan suara yang terdengar dingin.


CEO yang memimpin perusahaan cabang milik Rayyan itu sampai bergidik ngeri melihat ekspresi dan mendengar nada suara Rayyan.


CEO itu menunjukkan jalan ke tempat dirinya menyekap orang-orang yang telah membuat huru-hara membakar gudang itu berada.


Di dalam sebuah ruangan, terlihat tiga orang pria di ikat di sebuah kursi kayu dengan mulut yang di lakban. Rayyan duduk di sebuah kursi menghadap ke tiga pria itu. Andi berdiri di sebelah kanan Rayyan, sedangkan CEO perusahaan cabang itu berdiri di sebelah kiri Rayyan.

__ADS_1


"Buka lakban di mulut mereka!"titah Andi dengan suara yang tidak kalah dingin dari Rayyan.


Dua orang anak buah Andi yang sedari tadi mengekor pun bergegas membuka lakban yang menutup mulut tiga orang yang telah membakar gudang perusahaan Rayyan itu.


"Jika sudah disinggung, Tuan Rayyan dan Tuan Andi benar-benar mengerikan. Kalau masih ada orang yang berani menyinggung mereka berdua, berarti orang itu benar-benar mencari mati. Seperti tiga orang itu. Mereka menyinggung orang yang salah,"gumam CEO itu seraya melirik Rayyan dan Andi.


Ekspresi dan aura yang di pancarkan Rayyan dan Andi membuat CEO itu berkeringat dingin. Entah apa yang akan dilakukan Andi dan Rayyan pada dirinya karena telah teledor hingga menyebabkan gudang yang berisi stok barang yang akan di kirim tiga hari lagi hampir terbakar. Walaupun dirinya bisa menyelamatkan semua barang dari gudang itu, tapi sepertiga bangunan gudang jadi terbakar karena kelalaiannya.


"Katakan! Siapa yang yang telah menyuruh kalian membakar gudang ku?"tanya Rayyan dengan tatapan tajam dan dingin.


"Kami tidak tahu,"sahut salah seorang dari tiga pria itu.


"Begitu, ya?"ujar Rayyan tersenyum miring. Senyuman yang terlihat mengerikan.


Rayyan menengadahkan tangan kirinya pada anak buah Andi yang sudah berdiri di belakangnya. Anak buah Andi pun meletakkan tiga bilah pisau di tangan Rayyan. CEO perusahaan cabang itu menelan salivanya susah payah melihat anak buah Andi meletakkan tiga bilah pisau di tangan Rayyan.


"Aku tanya sekali lagi. Siapa yang sudah menyuruh kalian?"tanya Rayyan dengan tangan kanan yang mengambil sebilah pisau dari tangan kirinya.


"Tidak tahu,"sahut ketiga orang itu bersamaan.


"Srass.."


"Srass.."


"Tak..Tang.."


"Srass.."


"Tak.. Tang.."


Tiba-tiba Rayyan melemparkan tiga bilah pisau itu dengan cepat. Ketiga pisau itu tepat menggores telinga tiga orang itu. Dan ketiga bilah pisau itu membentur tembok di belakang ke tiga pria yang di ikat itu lalu jatuh ke lantai.


Tiga orang itu membulatkan mata mereka dan diam membatu dengan jantung yang berdegup kencang tidak beraturan sebelum tadi rasanya sempat berhenti berdetak.


CEO perusahaan cabang Rayyan kembali menelan salivanya dengan susah payah. Tangannya yang tremor berusaha mengusap keringat dingin yang kembali membasahi dahinya.

__ADS_1


"Gila! Lemparan Tuan Rayyan tepat sekali. Mampus! Bagaimana dengan nasibku yang telah lalai hingga menyebabkan gudang terbakar,"gumam CEO itu mengalihkan tangannya dari dahi ke leher. Pria paruh baya itu berusaha mengusap keringat dingin di lehernya dengan tangannya yang semakin tremor.


"Jika kalian tidak mengatakan siapa yang menyuruh kalian, pisau ku kali ini tidak akan hanya menggores telinga kalian. Tapi akan memutuskan telinga kalian,"ancam Rayyan dengan suara yang terdengar dingin.


"Ka..kami benar-benar tidak tahu siapa orang yang sudah menyuruh kami. Orang itu memakai masker dan memberi kami uang enam puluh juta untuk membakar gudang,"sahut salah seorang dari ke tiga pria itu dengan tubuh yang basah oleh keringat dingin.


"Jebloskan mereka ke penjara! Buat tuduhan seberat-beratnya! Mereka telah membuat karyawan di perusahaan ini bekerja keras untuk menyelamatkan barang-barang di gudang. Beri bonus pada para karyawan yang sudah bekerja keras menyelamatkan barang-barang dari gudang,"ucap Rayyan tegas dan dingin.


"Baik, Tuan,"sahut CEO perusahaan cabang milik Rayyan cepat.


Rayyan beranjak dari duduknya, kemudian menatap pada CEO perusahaan cabang miliknya.


"Dan bapak! Bapak telah lalai hingga menyebabkan gudang terbakar. Bagaimana jika sampai ada korban jiwa? Kali ini saya memaafkan bapak. Karena bapak begitu setia pada perusahaan ini dan perusahaan kita tidak mengalami kerugian yang terlalu besar, serta tidak ada korban jiwa. Tapi, bulan ini saya memotong gaji bapak lima puluh persen sebagai hukuman atas kelalaian bapak,"ujar Rayyan dengan suara tegas dan datar.


"Terimakasih, Tuan!"ucap CEO perusahaan cabang milik Rayyan itu menunduk hormat pada Rayyan.


"Syukurlah. Masih bagus gajiku cuma di potong lima puluh persen. Dari pada tidak di gaji atau di suruh mengganti kerugian karena gudang yang terbakar. Atau lebih parah lagi di pecat. Hukuman dipotong lima puluh persen gaji masih tergolong ringan,"gumam CEO itu dalam hati, akhirnya bisa bernapas lega.


Rayyan dan Andi mengurus segala sesuatu yang harus di selesaikan di perusahaan itu. Bahkan melakukan audit dadakan yang membuat orang-orang yang bersangkutan menjadi kelabakan.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Andi mengernyitkan keningnya saat melihat panggilan masuk dari Nala. Andi bergegas keluar dari meeting room untuk menerima panggilan masuk itu.


"Kenapa Nala menghubungi aku? Aku harap nyonya baik-baik saja,"gumam Andi yang menjadi gusar.


...🌸❤️🌸...


Notebook ;


•Audit perusahaan adalah suatu proses pemeriksaan yang sering dikaitkan dengan pemeriksaan pada penyajian laporan keuangan perusahaan.


•Audit merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan, karena audit dapat menjadi sarana yang dapat dipercaya untuk membantu melaksanakan tanggungjawab untuk menilai kewajaran dari laporan keuangan, serta dapat memberikan analisa , penilaian terhadap perusahaan.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2