Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
109. Topeng Wajah


__ADS_3

Di sebuah klub malam dengan suara dentuman musik yang memekakkan telinga. Banyak yang sedang berjoget menikmati musik yang tentunya tidak akan di sukai generasi lanjut usia. Bermesraan dengan lawan jenis, dan mabuk-mabukkan sudah hal yang lumrah di tempat hiburan malam yang rata-rata di penuhi oleh kalangan menengah ke atas itu.


Hendrik nampak duduk di sebuah sofa sedang menikmati cocktail ditemani beberapa wanita. Di pangkuan Hendrik ada seorang wanita dengan tubuh aduhai memakai baju setengah jadi. Dua bukit kembar montok yang terlihat belahannya dan hampir seluruh pahanya terlihat karena dress nya terlalu panjang. Eh, maaf, terlalu pendek. Sesekali mereka saling berciuman, bahkan Hendrik menggosokkan hidungnya di belahan dada wanita itu.


"Hen, sudah lama tidak bertemu!"sapa seorang pria dengan tindikan di hidung nya, duduk di sofa di depan Hendrik.


"Aku bokek. Adikku memangkas jatah bulanan ku, jadi jarang ke bepergian,"sahut Hendrik sambil merangkul seorang wanita yang duduk di pangkuannya. Tangan pria itu merayap meraba paha wanita di pangkuannya. Sedangkan wanita di pangkuannya menyusupkan tangannya ke dalam kemeja Hendrik yang empat kancing bagian atasnya sudah terbuka. Wanita itu asyik meraba dada bidang Hendrik.


"Kalian memiliki perusahaan keluarga, kenapa bukan kamu yang memimpin perusahaan? Kamu, 'kan, anak sulung?"


"Aku buta soal bisnis. Jika aku memimpin perusahaan, yang ada perusahaan warisan keluarga ku bakal gulung tikar. Lebih baik suruh adikku yang memimpin perusahaan. Aku akan tetap mendapatkan jatah bulanan, dan warisan bagian ku akan tetap aman. Tidak perlu memikirkan bisnis, data perusahaan, pembukuan, diagram laba perusahaan dan lain sebagainya yang bikin pusing kepala,"ujar Hendrik yang tumbuhnya mulai meremang saat wanita dalam pangkuan nya mencium lehernya dan meraba perutnya.


"Sayang sekali kamu tidak pandai dalam ilmu bisnis. Bisa masukin aku bekerja di perusahaan kalian, enggak?"


"Rayyan tidak akan menerima karyawan berdasarkan koneksi. Dia memilih karyawan berdasarkan kemampuan nya, dan lebih mengutamakan orang-orang dari panti asuhan tempat dia berdonasi setiap bulan,"sahut Hendrik mendesis saat wanita dalam pangkuan nya meraba benda pusakanya yang mulai menggeliat karena di elus dari luar celana yang di pakainya.


"Masa kamu sebagai kakaknya tidak bisa memasukkan aku di perusahaan keluarga kalian, Hen?"ujar pria yang hidung nya di tindik itu terlihat kecewa.


"Sorry, beneran nggak bisa. Aku check in dulu! Sudah kebelet,"ujar Hendrik segera menarik wanita dalam pangkuan nya itu untuk pergi bersamanya.


"Dasar Casanova!"dengus pria yang hidungnya di tindik itu melihat Hendrik yang sudah tidak sabar ingin bercinta.


Hendrik menarik wanita yang di pangkuannya tadi menuju sebuah kamar hotel hingga...


"Dugh"


"Akhh! Siapa kalian?"pekik wanita yang di bawa Hendrik saat tiba-tiba tengkuk Hendrik dipukul, hingga Hendrik pingsan. Namun tubuhnya langsung di tahan pria yang memukul nya agar tidak jatuh.


"Diam!"bentak pria yang memukul Hendrik pada wanita penghibur itu,"Ini, pergi dari sini!"ucap pria yang tidak lain adalah Andi itu menyodorkan sejumlah uang pada wanita penghibur itu.


Dengan cepat wanita penghibur itu mengambil uang yang di sodorkan Andi, kemudian bergegas pergi.


Andi menatap Hendrik dengan senyuman smirk di bibirnya,"Tuan ingin bercinta, bukan? Kebetulan sekali. Malam ini, Tuan akan puas bercinta,"ujar Andi kemudian menatap dua orang bertubuh kekar di belakangnya.,"Bawa Tuan Hendrik ke dalam mobil!"titah Andi.


"Baik, Tuan,"sahut dua orang pria itu bersamaan.


***

__ADS_1


Dalam mobil berwarna silver yang beberapa menit lalu di tabrak mobil berwarna hitam, hingga mobil berwarna silver itu menabrak pohon.


"Sepertinya mereka sudah jauh, Tuan,"ucap supir mobil berwarna silver yang tidak lain adalah supir Rayyan.


"Jantung ku hampir copot karena truk tronton tadi. Untung jantung ku buatan Tuhan! Kalau buatan manusia, sudah jatuh ini jantung,"ujar Andi yang masih mengingat bagaimana saat mereka melaju di tikungan dengan kecepatan tinggi menghindari truk tronton di depan mereka lalu ditabrak oleh mobil berwarna hitam tadi hingga mobil Rayyan menabrak pohon.


"Padahal, tadi saya berharap jika mobil yang mengejar kita tadi di tabrak truk tronton, Tuan. Berdosa, nggak, sih, kalau saya berdoa seperti itu?"tanya supir Rayyan.


"Nggak usah mikirin dosa! Mikir aja untuk selalu berbuat baik! Berdosa apa enggak, cuma Tuhan yang bisa menentukan. Kita sebagai manusia nggak perlu ngitung dosa kita, apalagi ngitung dosa orang lain. Berusaha aja untuk jadi orang baik,"ujar Andi seraya melepas sabuk pengaman nya.


"Tuan mau kemana?"


"Sebentar lagi bakal ada yang menjemput kita. Apa kamu mau menginap di sini?"tanya Andi seraya keluar dari mobil.


"Tentu saja tidak, Tuan,"sahut supir Rayyan bergegas membuka sabuk pengamannya mengikuti Andi keluar dari dalam mobil.


"Tuan, mobil Tuan Rayyan rusak nya lumayan parah,"ujar supir Rayyan yang melihat bagian samping mobil yang ringsek karena di tabrak mobil hitam yang mengejar mereka tadi, dan bagian depan mobil yang ringsek karena menabrak pohon dengan sangat keras. Bahkan pohon yang besarnya batangnya sebesar drum itu nampak miring karena di tabrak mobil Rayyan. Hal itu karena posisi pohon itu memang di pinggir jalan yang tanah nya agak miring.


"Tenang saja! Tuan tidak akan marah,"sahut Andi enteng bersamaan dengan sebuah mobil berhenti di dekat keduanya.


"Maaf, Tuan harus menunggu lama!"ucap orang yang baru saja keluar dari dalam mobil, menunduk hormat pada Andi, seraya membukakan pintu mobil untuk Andi.


"Baik, Tuan,"sahut anak buah Andi itu.


Beberapa menit kemudian, Andi sudah berada di dalam kamar hotel tempat Rayyan menginap.


"Aku dengar, kalian mengalami kecelakaan. Apa kalian baik-baik saja?"tanya Rayyan sambil berdiri di balkon kamar hotel nya seraya memegang gelas yang berisi sampanye.


"Kami baik-baik saja, Tuan. Tapi.. mobil Tuan rusak lumayan parah,"sahut Andi menunduk.


"Servis lalu jual,"ujar Rayyan kemudian meneguk sampanye dari gelas yang di pegangnya.


"Baik, Tuan,"sahut Andi yang berdiri di belakang Rayyan.


"Bagaimana rencana kita?"tanya Rayyan seraya mendongakkan kepalanya menatap langit dengan bulan yang sebagian tertutup awan.


"Sekitar lima menit lagi, Tuan Hendrik akan tiba di villa milik Nona Natalie,"sahut Andi,"Apa Tuan ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Natalie?"tanya Andi.

__ADS_1


"Kamu bisa memperlihatkan nya?"tanya Rayyan berbalik menatap Andi.


"Saya memasang anting kamera di telinga Tuan Hendrik. Asal anting itu tidak dilepaskan dengan sengaja, kita bisa memantau Tuan Hendrik lewat kamera itu,"sahut Andi.


"Cerdik juga,"sahut Rayyan tersenyum tipis,"Dimana kamu menemukan kakakku dan mendapatkan ide ini?"


"Di klub malam di kota ini, Tuan. Kebetulan, sepertinya Tuan Hendrik sangat ingin bercinta. Jadi saya membawanya saat Tuan Hendrik akan masuk ke sebuah kamar hotel dengan seorang wanita penghibur,"sahut Andi.


"Apa wajah kakakku sekarang benar-benar mirip dengan ku?"tanya Rayyan penasaran.


"Tentu saja, Tuan. Kebetulan, potongan rambut dan juga postur tubuh Tuan dan Tuan Hendrik hampir sama. Jadi tidak akan ada yang curiga jika yang di culik Natalie adalah Tuan Hendrik. Saya memesan topeng wajah itu langsung dari Jepang. Topeng wajah hiper-realistis ini sangat mirip dengan Tuan,"sahut Andi penuh keyakinan.


"Jadi, untuk ini kamu meminta ijin ku membuat topeng wajah itu?"


"Iya, Tuan. Karena tanpa ijin dari Tuan, saya tidak bisa memesan topeng wajah itu. Sebenarnya, saya hanya mengantisipasi jika ada keadaan yang mendesak. Nyatanya sekarang sangat berguna. Ini, Tuan bisa melihat sendiri topeng wajah itu saat di pasangkan pada Tuan Hendrik,"ujar Andi kemudian menunjukkan Vidio saat wajah Hendrik di pasang topeng wajah yang mirip dengan Rayyan.


"Luar biasa,"sahut Rayyan setelah melihat video yang di tunjukkan oleh Andi.


"Sepertinya, Tuan Hendrik sudah sampai di villa Natalie. Mari kita tonton videonya,"ucap Andi mulai menonton video dari kamera yang di pasang di anting Hendrik.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


•Sampanye adalah minuman anggur putih bergelembung yang dihasilkan di kawasan Champagne di Prancis, sekitar 90 kilometer di timur laut Paris. Reims adalah salah satu wilayah penghasil sampanye yang terkenal. Sampanye umumnya terbuat dari anggur pinot noir, sampanye yang berkualitas bagus mempunyai warna kekuningan.


•Sampanye adalah salah satu minuman beralkohol dengan rata-rata kadar alkohol mencapai 12 persen. Namun, kamu juga bisa menjumpai beberapa merk minuman champagne dengan label halal karena ketiadaan alkohol di dalamnya seperti merk Night Orient.


•Tokyo - Jepang terkenal dengan kecanggihan dan inovasinya. Sebuah toko di Jepang menjual topeng wajah hiper-realistis yang mirip seperti wajah manusia.


•Seorang pemilik toko topeng Kamenya Omote dari Jepang bernama Shuhei Okawara membuat topeng yang tidak lazim seperti topeng pada umumnya. Okawara menjual topeng wajah manusia yang mirip sekali dengan pemilik wajah aslinya.


•Berdasarkan penjelasan dari Okawara, topeng tersebut dibuat dengan menggunakan teknologi 3D printing.



__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2