
Setelah makan malam selesai, Rayyan pun membawa Aurora kembali ke kamarnya. Semenjak Rayyan pulang, saat di meja makan, sampai saat ini ada di dalam kamar, Aurora tidak bicara apapun. Sungguh, muak rasanya berada di tengah-tengah keluarga Rayyan. Apalagi, Aurora memang tidak mencintai Rayyan. Aurora tetap bertahan di sisi Rayyan karena tidak ingin orang-orang yang disayanginya dilukai Rayyan.
"Mau kemana?"tanya Rayyan saat Aurora mengambil bantal dan selimut.
Aurora tidak mengatakan apapun, seolah tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Rayyan. Tetap melangkah menuju sofa.
"Berhenti di situ, atau aku akan membuatmu tidak bisa bangun besok pagi!"ucap Rayyan dengan suara dingin dan datar.
"Dasar iblis! Beraninya cuma menindas yang lemah,"gerutu Aurora lirih, sehingga Rayyan tidak bisa mendengarnya. Wanita itu terpaksa berhenti melangkahkan kakinya.
"Berbalik!"titah Rayyan, dan Aurora pun hanya bisa menurut.
"Kemari!"titah Rayyan. Aurora pun beranjak untuk mendekati Rayyan.
"Buka pakaian kamu!"titah Rayyan.
"Apa? Aku tidak mau!"tolak Aurora menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Tidak mau?"tanya Rayyan memicingkan sebelah matanya, kemudian mengambil handphonenya dari dalam saku celananya. Rayyan menghubungi seseorang, lalu mengaktifkan mode loud speaker.
"Halo, Tuan!"suara Andi terdengar dari sambutan telepon.
"Andi, ada orang yang ingin melawan aku. Apa kamu bisa meratakan sebuah kafe dalam waktu satu jam?"tanya Rayyan membuat Aurora membulatkan matanya.
"Tentu saja bisa, Tuan. Kalau Tuan menyuruh meratakan bangunan dalam waktu satu jam, itu nggak masalah buat saya. Asal jangan menyuruh saya membangun kafe dalam satu malam. Karena saya bukan Bandung Bondowoso yang bisa membuat 999 candi dalam waktu satu malam. Kafe mana yang harus saya ratakan? Akan saya kerjakan sekarang juga,"sahut Andi antusias.
__ADS_1
"Jangan! Jangan lakukan! A.. aku..aku akan menuruti keinginan kamu,"ucap Aurora ketakutan.
,"Andi nanti kita bicarakan lagi,"ucap Rayyan langsung memutuskan sambungan telepon.
Andi yang berada di dalam kamarnya mengernyitkan keningnya seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Menatap layar handphonenya yang sudah gelap.
"Aku seperti mendengar suara nyonya. Apa Tuan sedang bertengkar dengan nyonya? Dan kafe yang dimaksud Tuan adalah kafe milik nyonya? Haiss.. masa bodoh, lah! Kalau tidak jadi diberi tugas, mending aku tidur saja,"gumam Andi seraya meletakkan handphonenya, kemudian merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
"Ayo, cepat buka. baju kamu!"titah Rayyan seraya membuka kancing kemejanya sendiri.
"𝘼𝙨𝙩𝙖𝙜𝙖𝙖𝙖... 𝙢𝙖𝙡𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙠𝙪! 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙠𝙖 𝙗𝙖𝙟𝙪𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙞 𝙝𝙖𝙙𝙖𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖? 𝘿𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙞𝙗𝙡𝙞𝙨 𝙢𝙚𝙨𝙪𝙢! 𝘽𝙞𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙣𝙙𝙖𝙨,"gerutu Aurora dalam hati.
Dengan perlahan Aurora menurunkan resleting gaun yang dipakainya. Wajah wanita itu memerah bagai udang rebus. Perlahan gaun yang dipakainya merosot dari tubuhnya hingga yang menempel di tubuhnya tinggal kain yang berbentuk kacamata dan kain yang berbentuk segi tiga. Aurora memalingkan wajahnya saat Rayyan yang sudah melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan celana boxer nya itu berjalan mendekati dirinya.
"Tubuhmu semakin lama semakin seksi dan berisi. Jika malam ini kamu tidak bisa bertahan lebih lama dari kemarin malam, maka aku akan menyuruh Nala menambah jam latihan fisik kamu,"ucap Rayyan dengan tangan kanan merayap di pinggang Aurora kemudian semakin lama semakin turun ke bawah. Sedangkan tangan kiri Rayyan mengusap bibir Aurora.
Seperti malam-malam sebelumnya, Rayyan kembali menggagahi Aurora, hingga wanita itu kelelahan. Pria itu menyudahi permainan nya setelah melihat Aurora sudah tidak berdaya.
"Lumayan. Ada sedikit kemajuan. Aku rasa, kamu perlu lebih lama melakukan squat. Melakukan squat lebih lama akan mengencangkan otot-otot paha, pinggul dan bokong kamu. Aku akan memberitahu Nala, agar Nala menambah waktu squat kamu lebih lama,"ujar Rayyan, kemudian turun dari atas tubuh Aurora yang sudah lemas.
"𝙈𝙖𝙨𝙖 𝙗𝙤𝙙𝙤𝙝 𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙩𝙖𝙢𝙪. 𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙪𝙧𝙖𝙨 𝙨𝙚𝙡𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙩𝙚𝙣𝙖𝙜𝙖 𝙠𝙪. 𝘼𝙠𝙪 𝙡𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧,"gumam Aurora dalam hati dengan mata yang sudah terpejam.
Aurora benar-benar merasa sangat lelah setelah melayani Rayyan yang seperti tidak ada puasanya itu. Bahkan Aurora sudah tidak punya tenaga lagi untuk beranjak dari tempatnya berbaring. Saat ini, Aurora hanya ingin tidur untuk menghilangkan rasa lelahnya.
Rayyan menyelimuti tubuh polos mereka dengan selimut. Merengkuh tubuh Aurora dalam pelukannya. Mencium bibir Aurora yang sudah memejamkan matanya itu beberapa kali. Pria itu seolah tidak pernah puas menjamah tubuh istrinya itu. Ingin lagi dan lagi. Sedangkan Aurora sudah terlelap karena kelelahan.
__ADS_1
"Sebelumnya, aku tidak pernah merasakan dorongan untuk bercinta dengan wanita seperti aku merasakan dorongan untuk bercinta dengan mu. Aku tidak pernah tertarik dengan wanita manapun setelah putus dengan Dila. Bahkan dengan Dila, aku tidak pernah merasakan dorongan untuk bercinta sekuat ini. Kamu membuat aku candu. Entah apa yang ada dalam tubuh mu ini. Tapi yang pasti, setiap inchi dari tubuhmu begitu menggoda ku,"ujar Rayyan seraya membelai wajah Aurora yang sudah terlelap dalam dekapannya.
"Setelah kematian papa, aku mengalami insomnia. Dan anehnya sejak tidur dengan kamu, insomnia ku sembuh. Karena itu, aku tidak akan pernah melepaskan kamu. Tidurlah! Pulihkan tenagamu untuk melayani aku besok pagi,"ujar Rayyan dengan senyuman penuh arti di bibirnya, kemudian ikut memejamkan matanya, menyusul Aurora ke alam mimpi.
Rayyan mengalami insomnia semenjak papanya meninggal secara tidak wajar. Belum lagi saat mengetahui perusahaan papanya hampir gulung tikar. Rayyan mati-matian mempertahankan perusahaan papanya agar tidak gulung tikar. Bekerja keras siang dan malam agar perusahaan papanya kembali seperti dulu. Dan hasilnya, sekarang perusahaan peninggalan dari papanya itu menjadi salah satu perusahaan terbesar di negara ini.
Rayyan sudah rutin berobat dan berolahraga raga, dan juga menjalani pola hidup sehat, tapi tetap saja tidak bisa mengobati insomnia yang dideritanya. Namun semenjak tidur bersama Aurora, Rayyan bisa tidur lebih nyenyak dari biasanya. Entah mengapa, Aroma tubuh Aurora bisa membuat Rayyan merasa tenang.
Pagi harinya, seperti biasanya, Aurora terbangun karena ulah Rayyan yang bergerilya di tubuhnya. Wanita itu tidak pernah bisa menolak saat Rayyan kembali menginginkan dirinya. Walaupun otak Aurora menolak untuk melayani Rayyan, tapi tubuhnya selalu menikmati setiap sentuhan dan penyatuan yang dilakukan oleh Rayyan.
"Tidurlah! Satu jam lagi, Nala akan membangunkan kamu untuk melakukan latihan fisik,"ujar Rayyan setelah mendapatkan pelepasan, mengecup bibir Aurora, kemudian beranjak dari atas tubuh Aurora untuk membersihkan diri.
Sedangkan Aurora, wanita itu akan kembali tidur setelah Rayyan melepaskannya. Setiap malam dan pagi, Rayyan selalu meminta jatah nya tanpa mau mendengar penolakan dari Aurora.
Beberapa menit kemudian, Rayyan sudah selesai membersihkan diri dan sudah rapi, siap untuk pergi ke kantor. Pria itu memilih sarapan di dalam mobil dengan bekal yang disiapkan oleh Andi.
"Tuan, saya menerima telepon dari perempuan itu. Dia setuju untuk melakukannya,"ucap Andi membuat Rayyan mengurungkan niatnya untuk menggigit roti bakarnya.
Notebook :
*Melansir Halodoc, Squat merupakan gerakan olahraga yang dapat membantu mengencangkan otot tubuh, termasuk betis, kaki, pantat, dan paha bagian dalam.
*Insomnia adalah kondisi ketika seseorang mengalami sulit tidur atau butuh waktu yang lama untuk bisa tidur. Kondisi lain yang bisa dialami adalah anda terbangun di malam hari dan tidak bisa tidur kembali.
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued