Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
115. Mengimbangi


__ADS_3

💞 Woro-woro! Yang merasa belum cukup umur atau yang tidak suka dengan adegan nanas, harap menepi. 🙏🙏🙏💞


Rayyan meletakkan handphone nya di atas nakas. Pria itu menoleh ke arah Aurora yang berbaring di sampingnya. Wanita itu nampak sudah memejamkan matanya.


"𝘼𝙠𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙝𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖. 𝘼𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙝𝙖𝙠 𝙠𝙪, 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣𝙞 𝙖𝙠𝙪?"gumam Rayyan dalam hati. Menatap bibir bervolume istrinya yang seolah melambai memanggil dirinya. Sudah lama Rayyan tidak menikmati bibir itu.


Sebagai seorang pria yang sudah beristri dan pernah, bahkan sering berhubungan suami-istri, tentu saja keinginan Rayyan untuk bercinta itu selalu ada. Mengingat bagaimana nikmatnya saat bercinta dengan istrinya, membuat Rayyan menjadi kecanduan.


Perlahan Rayyan mendekati Aurora. Aurora yang merasakan pergerakan Rayyan pun semakin tegang. Jantung Aurora pun semakin berdegup kencang saat merasakan Rayyan semakin dekat dengan dirinya. Bahkan Aurora bisa merasakan hembusan napas Rayyan di wajahnya.


"Ra! Aku ingin. Mau kah kamu melayani, aku,"tanya Rayyan lembut. Rayyan yakin istrinya itu pasti belum tidur. Karena baru berbaring beberapa saat yang lalu.


"Deg"


Rasanya jantung Aurora berhenti berdetak mendengar secara lisan Rayyan meminta dirinya untuk melayani Rayyan. Bibir Aurora terasa kelu, dan tubuhnya terasa kaku. Matanya enggan untuk terbuka.


"Ra!"panggil Rayyan sekali lagi seraya menggenggam tangan Aurora, namun Aurora masih diam dan tetap memejamkan matanya.


Rayyan menghela napas berat. Rasa kecewa tergurat jelas di wajah tampannya. Ternyata istrinya masih enggan untuk melayani dirinya. Pria itu lalu berkata,"Baiklah, tidur lah! Aku tidak akan mengganggu kamu. Apalagi memaksa kamu untuk melayani aku,"ucap Rayyan pasrah, kemudian melepaskan tangan Aurora.


Namun tanpa di duga, Aurora malah genggaman tangan Rayyan yang ingin melepaskan tangannya. Aurora membuka matanya dan menatap Rayyan sekilas, kemudian menunduk.


"A.. aku akan melayani mu,"ucap Aurora membuat Rayyan terkejut.


"Apa kamu yakin ingin melayani aku?"tanya Rayyan memastikan.


"Hum,"sahut Aurora tanpa mau menatap Rayyan. Entah mengapa, malu rasanya saat secara lisan Rayyan meminta dirinya untuk melayaninya.


Mendengar sahutan Aurora, kedua sudut bibir Rayyan pun terangkat ke atas, membentuk bulan sabit.


Perlahan Rayyan mendekatkan wajahnya pada wajah Aurora hingga Aurora kembali memejamkan matanya. Dengan lembut Rayyan memagut bibir Aurora. Pria itu sempat terkejut sekaligus senang saat Aurora perlahan membalas pagutannya. Keduanya saling menyesap dan memagut dengan lembut. Bahkan saling membelitkan lidah mereka. Aurora mencengkram erat kaos oblong yang dipakai oleh Rayyan. Jantung nya berdegup kencang tidak beraturan. Entah mengapa kali ini rasanya berbeda. Apakah karena dirinya berusaha melayani Rayyan dengan ikhlas dan berusaha mengimbangi permainan Rayyan, ataukah karena sudah lama mereka tidak melakukan hubungan suami-istri? Entahlah... namun yang pasti, kali ini rasanya sangat berbeda.


Rayyan melepaskan pagutannya saat Aurora mulai kesulitan untuk bernapas. Ciuman Rayyan turun ke leher Aurora dan tangan Rayyan mulai bergerak menelusuri tubuh Aurora. Rayyan menyusupkan tangannya ke dalam piyama yang dipakai Aurora, mengelus dan meremas benda bulat kenyal milik Aurora, hingga membuat Aurora melenguuh dan mendesaah.

__ADS_1


Rayyan menanggalkan satu persatu, helai demi helai kain yang menempel di tubuh mereka hingga tubuh mereka polos tanpa sehelai benang. Kain yang menempel di tubuh mereka pun teronggok di lantai dan juga dia atas ranjang.


Rayyan menjelajahi seluruh tubuh Aurora dengan tangan, bibir, mulut dan lidahnya. Membuat Aurora meracau merasakan nikmat sekaligus rasa gelisah yang mendera secara bersamaan di tubuhnya.


Rayyan menenggelamkan wajahnya di antara kedua bukit kembar milik Aurora yang menjadi tempat favorit nya.


"Ahhh.. Rayy..."racau Aurora memanggil Rayyan saat pria itu mulai mempermainkan kedua bukit kembar miliknya. Aurora menjambak rambut tebal Rayyan merasakan kenikmatan yang membuat tubuhnya gelisah saat Rayyan terus memberi sentuhan pada kedua bukit kembar miliknya dengan lidah, bibir dan tangan nya.


Pria itu memposisikan tubuhnya di atas tubuh Aurora dengan tatapan mata yang berkabut hassrat. Napas pria itu memburu dan tubuhnya terasa semakin panas.


"Akkhhh.. Rayy..."


Lenguuh Aurora saat Rayyan menyatukan tubuh mereka sepenuhnya. Aurora merasa miliknya penuh oleh milik Rayyan.


"Ughh .. Ra..."Rayyan melenguuh merasakan miliknya yang terasa di jepit dan di sedot oleh milik Aurora.


Rayyan menikmati sensasi tubuhnya yang terasa bergetar karena rasa nikmat yang tidak bisa di lukiskan, begitu pula dengan Aurora yang merasakan hal yang sama.


Rayyan terus bergerak mengguncang tubuh Aurora mencari kenikmatan yang selalu membuat Rayyan ingin merasakan lagi dan lagi.


bisa mengimbangi staminanya. Aurora tidak seperti biasanya yang pasif dan terlihat kelelahan sebelum Rayyan merasa puas. Dan itu adalah efek ramuan buatan Bu Ella yang rutin di minum Aurora.


Rayyan mengecup bibir Aurora beberapa kali. Merasa sangat bahagia dan puas dengan pelayanan Aurora malam ini. Rayyan merebahkan tubuhnya di samping Aurora, menutup tubuh polos mereka dengan selembar selimut. Rayyan merengkuh tubuh Aurora dalam dekapannya.


"Aku mencintaimu. Aku harap, kamu bisa tinggal di sisiku untuk selamanya,"ucap Rayyan mendekap erat tubuh Aurora seolah takut kehilangan.


Aurora tidak menjawab, tapi wanita itu membalas pelukan hangat suaminya. Entah mengapa Aurora saat ini merasa nyaman berada dalam dekapan Rayyan. Setelah satu minggu berpisah, baru malam ini Aurora kembali'merasakan hangatnya dekapan Rayyan.


Setelah bergulat panas di atas ranjang, akhirnya sepasang suami-isteri itu pun terlelap dengan tenang.


Pagi mulai menjelang dan Aurora yang masih berada dalam dekapan Rayyan pun mulai terbangun saat waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi. Aurora mendongakkan wajahnya menatap suaminya yang masih memejamkan matanya.


Wajah tampan dengan rahang tegas, bibir tipis, hidung mancung, bulu mata lentik dan alis tebal. Wajah mulus dan putih bersih. Sungguh pahatan Tuhan yang sangat sempurna. Aurora ingin sekali menyentuh wajah tampan suaminya itu, namun di urungkannya.

__ADS_1


Perlahan Aurora melepaskan pelukan Rayyan, tapi pria yang masih memejamkan matanya itu malah mengeratkan pelukannya.


"Rayy.. aku ingin membersihkan diri,"ujar Aurora pelan.


"Biarkan aku memelukmu sebentar lagi,"gumam Rayyan yang masih memejamkan matanya.


Aurora akhirnya membiarkan Rayyan tetap memeluknya, hingga akhirnya Aurora kembali terlelap.


Aurora terbangun saat Rayyan melepaskan dekapannya. Wanita itu mnedip-ngedipkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya.


"Maaf! Aku membuatmu terbangun,"ucap Rayyan merasa bersalah.


"Tidak apa. Aku memang sudah ingin bangun,"sahut Aurora seraya beranjak untuk duduk. Wanita itu nampak menguap beberapa kali.


"Jika masih lelah dan mengantuk, tidurlah lagi! Aku tidak masalah walaupun kamu bangun siang,"ujar Rayyan yang juga beranjak untuk duduk.


"Tidak. Aku ingin bangun dan membersihkan diri,"sahut Aurora beranjak untuk turun dari ranjang.


"Kalau begitu, kita mandi bersama,"


"Rayy!"pekik Aurora langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Rayyan saat tiba-tiba Rayyan mengangkat tubuhnya dan membawa Aurora ke dalam kamar mandi.


Rayyan mendudukkan Aurora di pinggir bathtub dan bermaksud mengisi bathtub dengan air hangat. Namun Aurora menahan tangan Rayyan.


"Aku ingin mandi dengan air dingin di bawah shower,"ucap Aurora membuat Rayyan mengernyitkan keningnya.


"Kamu yakin ingin mandi dengan air dingin di bawah shower?"tanya Rayyan nampak tidak yakin.


"Hum,"sahut Aurora yakin. Sudah seminggu ini, setiap pagi Aurora mandi air dingin di bawah shower. Aurora melakukan itu semata-mata untuk mengusir rasa kantuknya. Selain itu, Aurora merasa tubuhnya terasa lebih segar setelah mandi menggunakan air dingin.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2