Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
377. Tidak Seimbang


__ADS_3

Kanaya yang masih mengatur napasnya itu terkejut mendengar kata-kata Andi. Kanaya dapat melihat ke arah mana tatapan mata suaminya itu. Kanaya menelan salivanya kasar melihat Andi yang kembali memiringkan dan menundukkan kepalanya. Kanaya sudah dapat menduga jika pemuda di depannya itu pasti ingin mencium dirinya lagi.


Andi kembali memagut bibir Kanaya, dan Kanaya pun tidak menolaknya. Sepasang suami-isteri yang baru merasakan bagaimana rasanya ciuman itu kembali saling memagut mengikuti naluri mereka.


"Derrtt.."


"Deret.."


Suara getar dan dering handphone terdengar di ruangan itu, tapi tidak membuat Andi menghentikan aktivitasnya yang sedang menikmati bibir istrinya.


Namun, lama kelamaan Kanaya merasa terganggu, karena suara getar dan dering handphone itu berasal dari handphonenya. Sudah berulang kali suara getar dan dering handphone nya itu terdengar, menandakan bahwa sudah berulang kali Kanaya di hubungi seseorang. Kanaya mendorong dada Andi pelan agar pemuda itu melepaskan pagutannya.


"Bee.. Ada yang menelpon,"ucap Kanaya seraya menoleh ke arah handphonenya yang masih bergetar dan berdering.


Andi membuang napas kasar, lalu melepaskan pelukannya pada Kanaya. Kanaya pun bergegas berjalan ke arah nakas untuk mengambil handphonenya.


"Ibu?"gumam Kanaya setelah melihat siapa yang sedang menghubungi dirinya. Gadis itu segera menerima panggilan dari ibunya itu, seraya duduk di tepi ranjang.


Andi pun ikut duduk di tepi ranjang di sisi yang lain dan kembali mengambil handphone nya. Pemuda itu sedang memeriksa email yang masuk di handphonenya.


"Halo, Bu!"sapa Kanaya sembari melirik Andi.


"Bagaimana? Kamu melayani suamimu dengan baik, 'kan?"tanya ibu Kanaya yang masih saja khawatir Kanaya tidak melayani menantunya dengan baik.


"Iya, Bu,"sahut Kanaya kembali melirik Andi.


"Tanya pada suamimu, apa saja yang disukai dan apa yang tidak di sukainya. Siapkan semua keperluan nya. Jadilah istri yang baik, yang pengertian dan perhatian. Istri yang bisa menyenangkan hati suamimu serta menjadi rumah tempat suamimu menghilangkan lelah dan penat setelah bekerja seharian. Baik buruknya pasangan kita itu tergantung dari bagaimana cara kita memperlakukan pasangan kita. Jadi, kamu harus memperlakukan suamimu dengan baik, agar dia juga memperlakukan kamu dengan baik,,"ujar ibu Kanaya panjang lebar.


"Iya, Bu,"sahut Kanaya menghela napas panjang mendengar ibunya yang mulai ceramah itu.


Untuk beberapa menit Kanaya menerima telepon dari ibunya. Sedangkan Andi sudah beralih memangku laptopnya.


Kanaya menghela napas lega setelah ibunya selesai ceramah via online. Gadis itu melirik suaminya yang terlihat fokus pada laptopnya. Gadis itu mencuri-curi pandang melihat tubuh Andi yang berotot itu.


"Tubuhnya benar-benar berotot,"gumam Kanaya yang tadi sempat memegang dada Andi yang tidak memakai baju atasan itu.


"Pakai skincare kamu sana! Jangan biarkan kulit mu itu kembali kusam. Aku tidak mau di bilang suami yang pelit dan tidak perhatian karena punya uang tapi tidak bisa membuat istrinya cantik. Kata orang, baik buruk, cantik jeleknya istri itu tergantung suami. Jadi, kamu harus cantik agar tidak membuatku malu. Untuk apa aku kerja keras banting tulang, jika tidak bisa membuat istri ku cantik. Aku tidak mau ibu merasa salah memilih menantu,"cerocos Andi yang tidak ingin ada alasan bagi mertuanya untuk menyesal karena telah menikahkan putrinya dengan dirinya.


"Iya,"sahut Kanaya yang hanya bisa menurut pada Andi,"Akan aku turuti saja apa maunya asal baik untuk ku. Walaupun mulut nya itu bicaranya suka pedas,"gumam Kanaya dalam hati seraya berjalan menuju meja rias.


Kanaya mulai memakai skincare yang di belikan oleh Andi sesuai urutannya. Sedangkan Andi nampak keluar dari kamar itu. Setelah selesai memakai skincare, Kanaya pun kembali duduk di atas ranjang bertepatan dengan Andi yang kembali masuk ke dalam kamar.


"Kemari kan handphone kamu! Biar aku pindahkan kartu SIM nya,"ujar Andi yang ternyata membawa paper bag berisi handphone yang mereka tinggalkan di atas meja dapur tadi.

__ADS_1


"Astagaa.. Aku belum mencuci peralatan makan tadi pagi,"gumam Kanaya yang jadi teringat akan peralatan makan yang belum sempat di cucinya tadi pagi, karena melihat paper bag yang berisi handphone itu.


"Sudah aku cuci. Kemari kan handphone kamu!"pinta Andi lagi. Ternyata Andi keluar dari kamar agak lama karena mencuci peralatan makan mereka tadi pagi.


"Ah, iya. Maaf, aku lupa mencucinya. Seharusnya kamu tidak perlu mencuci nya. Biarkan aku saja yang mencucinya,"ucap Kanaya tidak enak hati seraya memberikan handphonenya pada Andi.


"Tidak usah merisaukan hal sepele seperti itu. Kita sebagai suami-istri harus saling membantu,"ujar Andi seraya mengambil handphone Kanaya.


"Terimakasih,"ucap Kanaya yang semakin kagum dengan sikap suaminya.


Kanaya tidak menyangka, jika tangan kanan bos di tempatnya bekerja yang telah menjadi suaminya itu mau melakukan pekerjaan rumah tangga mencuci piring. Padahal, saat di kantor Andi sangat dihormati semua orang dan terkenal dengan sikap dingin dan datar nya. Namun, ternyata Andi adalah seorang suaminya yang sangat perhatian. Ya, walaupun minusnya mulutnya yang seperti mercon itu suka membuat Kanaya kesal.


"Sudah malam, ayo, tidur!"ajak Andi seraya menyerahkan handphone baru yang ada di tangannya pada Kanaya.


"Hum,"sahut Kanaya. Mata gadis itu masih saja curi-curi pandang melihat tubuh seksi suaminya itu.


Andi menyalahkan lampu tidur, lalu mematikan lampu utama. Pemuda itu pun mulai berbaring.


"Kemari lah!"pinta Andi pada Kanaya seraya menepuk lengannya sendiri.


"Apa dia ingin aku tidur dengan lengannya sebagai bantal?"gumam Kanaya dalam hati. Walaupun terlihat ragu, namun gadis itu tetap mendekat ke arah pria yang sudah menjadi suaminya itu dengan jantung yang berdebar-debar.


"Berbaring lah di sini!"pinta Andi kembali menepuk lengannya sendiri.


Andi memiringkan tubuhnya menghadap Kanaya, membuat Kanaya semakin merasa canggung dan jantungnya terasa mau keluar dari dadanya. Karena jarak wajah mereka begitu dekat.


"Berikan aku ciuman selamat malam!"pinta Andi seraya memeluk tubuh Kanaya dengan tangan kirinya, membuat Kanaya membulatkan matanya.


"Apa?! Dia minta aku cium?"gumam Kanaya dalam hati dengan jantung yang rasanya tidak aman karena posisi dengan Andi saat ini begitu intim menurut dirinya.


"Ayo, cium! Jika tidak mau, akan aku adukan pada ibu bahwa kamu tidak mau menurut pada suamimu,"ancam Andi menggunakan kalimat sakti nya. Yaitu, Akan aku adukan pada ibu.


"Orang ini! Selalu saja mengancam aku dengan kalimat itu,"gerutu Kanaya dalam hati yang memang takut jika Andi mengadukan dirinya pada ibunya. Mau tak mau, Kanaya pun mulai mendekati wajah Andi.


"Cup"


Kanaya mengecup pipi Andi sekilas dan langsung memalingkan wajahnya yang memerah. Baru kali ini Kanaya mencium seorang pria. Terang saja Kanaya menjadi malu.


Andi nampak kecewa karena Kanaya hanya mencium pipinya, tidak mencium bibirnya sesuai ekspektasi nya. Apalagi ciuman itu cuma sekilas. Namun sesaat kemudian pemuda itu tersenyum licik.


"Sekali lagi!"pinta Andi membuat Kanaya membulatkan matanya lagi.


"Ayo, cium sekali lagi!"titah Andi.

__ADS_1


"Cup"


Sekali lagi Kanaya mencium Andi dan kembali memalingkan wajahnya yang memerah.


"Sekali lagi!"titah Andi yang kali ini membuat Kanaya kesal karena merasa di permainkan.


"Tadi kamu bilang sekali lagi, bee. Jika kamu minta lagi, itu namanya bukan sekali lagi, tapi dua kali lagi,"protes Kanaya dengan wajah yang bersungut-sungut.


"Itu karena kamu salah mencium,"sahut Andi tanpa dosa.


"Sa.. Salah mencium?"tanya Kanaya yang rasanya tidak percaya dengan alasan Andi itu.


"Iya. Kamu tadi kan mencium pipi kanan ku, seharusnya kamu juga mencium pipi kiriku. Pipiku 'kan, jadi tidak seimbang karena sebelahnya kamu cium, tapi sebelahnya tidak. Jadi, untuk menjaga keseimbangan, kamu harus mencium sebelahnya juga. Ingat! Karena kamu mencium pipi kananku dua kali, jadi kamu juga harus mencium pipi kiri ku dua kali. Dan menciumnya jangan terlalu cepat. Mana terasa, jika di cium sekilas seperti tadi?"ujar Andi beralasan.


"Dasar modus!"gerutu Kanaya lirih yang masih bisa di dengar Andi.


"Modus sama istri sendiri juga tidak dosa, kok,"sahut Andi yang malah tersenyum.


Kanaya menghela napas panjang menatap suaminya itu,"Agar urusannya tidak bertambah panjang, akan aku turuti apa maunya,"gumam Kanaya dalam hati.


"Cup"


Ciuman pertama di daratkan Kanaya di pipi Andi beberapa saat sesuai keinginan Andi. Setelah ciuman pertama mendarat tanpa mendapatkan protes, Kanaya pun bersiap melakukan ciuman yang ke dua.


"Cup"


Kanaya membulatkan matanya saat dirinya hendak kembali mencium pipi Andi, tapi pemuda itu malah menoleh. Sehingga yang di cium Kanaya bukanlah pipi Andi, melainkan bibir Andi.


"Bee.. Kamu jahil!"teriak Kanaya seraya mendorong dada Andi. Kanaya merasa kesal karena Andi sengaja menoleh agar Kanaya tidak mencium pipi nya, tapi bibirnya.


"Ha..ha..ha..ha.. ,"Andi malah tertawa karena sudah berhasil mengerjai Kanaya.


Kanaya hanya bisa membuang napas kasar melihat kejahilan suaminya itu. Namun, juga ada kebagian yang menyeruak di hatinya melihat tawa lepas suaminya yang baru kali ini dilihat nya.


...🌟"Sederhana atau tidaknya bahagia itu tergantung dari seberapa tinggi kita memasang standarnya."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2