Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
170. Cara Lembut


__ADS_3

"Sudah aku bilang, aku tidak ingin lagi punya hubungan apapun dengan kamu. Apa kamu tidak mengerti bahasa manusia! Pergi!"bentak Sumi yang menjadi emosi.


"Jika aku tidak mau pergi, kamu mau apa?"tanya Hendrik agak sedikit meninggikan suaranya.


Sumi menghela napas panjang mengontrol emosinya. Wanita itu memijit pelipisnya sendiri. Mencoba bersabar menghadapi pria di depannya ini. Karena sepertinya tidak bisa diperlakukan dengan kasar, maka Sumi akan mencobanya dengan cara lembut.


"Dia ini pria pemaksa. Belum apa-apa saja, dia sudah memaksaku untuk di cium. Dan terlihat jelas kalau dia ini posesif. Tidak ada hubungan lebih dari teman saja dia sudah berani terang-terangan mengatakan dia cemburu dan mengekspresikan kemarahannya. Bagaimana jika aku menjadi istrinya? Mungkin sikap posesif nya akan semakin parah lagi. Aku tidak ingin punya suami seperti itu. Walaupun dia kaya, aku tidak akan bahagia karena aku akan terkurung di dalam sangkar emasnya,”gumam Sumi dalam hati.


Sungguh Sumi tidak bisa membayangkan akan jadi apa hidupnya jika Hendrik menjadi suaminya. Baru berteman saja sudah posesif dan pencemburu. Padahal Sumi hanya mengatakan mengagumi Andi, tapi Hendrik sudah begitu marah. Bagaimana jika Sumi menjadi istrinya nanti? Karena itu, Sumi memilih untuk menjauh dari Hendrik. Tidak mau menjadi burung di dalam sangkar emas milik Hendrik. Dirinya yang berjiwa bebas, mana mungkin akan betah dan tahan jika memiliki suami yang posesif?


Sedangkan Hendrik, mana mungkin pria itu melepaskan Sumi. Sumi adalah satu-satunya wanita yang bisa membuat Hendrik menyukainya bukan karena fisik atau wajah, tapi karena pribadinya. Satu-satunya wanita yang bisa membuat dirinya jatuh cinta.


"Dengarkan aku! Aku tidak menyukai kamu. Dan aku tidak ingin memberikan harapan palsu padamu. Karena aku tahu, di PHP itu nggak enak. Karena itu, lebih baik dari sekarang kamu menjauhi aku. Aku tidak ingin kamu terluka karena berharap yang tidak mungkin kamu dapatkan,"ujar Sumi terdengar lembut, tidak seperti tadi yang terdengar dingin dan datar.


Mendengar suara Sumi yang berubah menjadi lembut, Hendrik pun tersenyum tipis. Pria itu beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Sumi yang masih duduk di kursi kerjanya. Hendrik duduk di atas meja di depan Sumi, lalu meletakkan ke dua tangannya di sisi kanan dan kiri sandaran tangan kursi kerja yang di duduki Sumi. Pria itu membungkuk menatap Sumi lekat.


"Mau apa dia?"gumam Sumi mengernyitkan keningnya melihat apa yang dilakukan oleh Hendrik. Namun wanita itu tetap terlihat tenang.


"Aku yakin, seiring berjalannya waktu, kamu akan mencintai aku. Kamu tahu pepatah yang menyatakan bahwa cinta itu datang karena terbiasa? Percayalah! Aku akan menjadikan kamu sebagai ratuku. Satu-satunya pemilik hatiku,"ucap Hendrik lembut dengan posisi wajah yang lumayan dekat dengan Sumi.


Bahkan Sumi bisa merasakan hembusan napas Hendrik menerpa wajahnya dan mencium aroma mint dari mulut pria di depannya itu.


Sumi tersenyum kecut mendengar kata-kata Hendrik. Tidak ada sedikitpun niat untuk hidup bersama Hendrik, setelah tahu betapa posesifnya pria didepan nya ini.


"Maaf! Aku tidak bisa. Aku tidak pantas untuk kamu. Kita bagai bumi dan langit. Aku wanita dari kalangan bawah. Masa laluku begitu kelam. Anak yang di buang dan mantan kupu-kupu malam. Sedangkan kamu dari keluarga terpandang dan kaya raya. Nama baikmu dan keluarga mu akan hancur jika memilih aku sebagai pendamping hidupmu,"ucap Sumi jujur adanya.


"Nama baik? Aku tidak punya nama baik. Aku hanya pria brengseek petualang cinta pemain wanita yang selama ini menjadi beban keluarga. Jadi, aku tidak peduli lagi dengan apa kata orang. Kita yang akan menjalani hidup kita, kenapa kita harus pusing memikirkan apa kata orang? Mereka hanya bisa menilai dan menghakimi orang lain tanpa bisa menilai diri mereka sendiri,"


"Tetap saja, Hen. Aku tidak bisa menerima kamu. Aku tidak mencintai kamu. Dan aku tidak ingin membuat kamu kecewa dan terluka karena memberi kamu harapan palsu,"ucap Sumi berusaha tetap berkata lembut dan tenang. Walaupun dalam hati sangat emosi. Tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk mengusir orang keras kepala yang satu ini.


"Benarkah? Apa tidak sedikitpun kamu tertarik padaku?"tanya Hendrik mulai tebar pesona. Jurus andalannya untuk menaklukkan hati para wanita yang sudah selama satu bulan ini sama sekali tidak digunakannya. Mengingat aturan ketat asistennya sekaligus mata-mata Rayyan itu.


Hendrik mendekatkan wajahnya pada wajah Sumi. Semakin dekat.. semakin dekat...

__ADS_1


Sebagai wanita normal, tidak di pungkiri jika Sumi terpesona dengan pria di depannya ini. Tapi profesi nya sebagai kupu-kupu malam selama ini membuat Sumi masih bisa mengendalikan diri.


"Aku melupakan sesuatu. Aku meninggalkan handphone ku di dapur,"ucap Sumi seraya mendorong dada Hendrik hingga pria itu menjauh dari tubuhnya. Walaupun pria itu masih tetap ada di depannya.


Hendrik tersenyum smirk melihat reaksi Sumi,"Benar-benar wanita yang sulit untuk ditaklukkan. Masih bisa mengendalikan diri di hadapan ku,"gumam Hendrik dalam hati.


"Tolong minggir! Jika seperti ini, aku tidak akan bisa pergi,"ucap Sumi masih terlihat tenang.


"Handphone mu ada dia atas meja,"sahut Hendrik seraya memberikan isyarat dengan dagunya menunjuk ke handphone Sumi yang tergeletak di atas meja.


"Astagaa.! Aku mencari alasan yang salah,"gumam Sumi dalam hati langsung memutar otak kembali mencari alasan agar bisa terlepas dari Hendrik.


"Aku harus memeriksa beberapa bahan masakan yang ada di ruangan pendingin,"ucap Sumi seraya mencoba menyingkirkan sebelah tangan Hendrik dari kursinya.


Hendrik kembali tersenyum smirk melihat Sumi yang mencari alasan untuk bisa pergi darinya.


"Kamu ingin menghindari aku?"tanya Hendrik yang masih bergeming di tempatnya.


"Hen, tolong biarkan aku pergi!"pinta Sumi lembut,"Jika dia tidak mau pergi, maka aku yang harus pergi,"gumam Sumi dalam hati.


"Greb"


Baru tiga langkah Sumi menjauh dari tempat duduknya, namun tiba-tiba Hendrik memeluknya dari belakang.


...🌟🌟🌟...


...Terkadang kamu harus mendengarkan kata hatimu dari pada kata-kata orang lain. ...


...Mereka yang menghina kekurangan mu, tidak menyadari bahwa mereka melebihi kekuranganmu....


...Orang yang tidak mengerti kamu, berbicara dari apa yang mereka lihat. ...


...Mereka cuma tahu namamu, tapi mereka tidak tahu skenario hidupmu....

__ADS_1


...Jangan dengarkan ocehan mereka. Karena mereka hanya bisa mencela tanpa tahu beratnya perjuangan yang telah kamu lewati....


...Jangan dengarkan kata-kata orang yang menghakimi mu. Mereka bukan Tuhan yang tahu pasti salah dan dosamu....


...Jangan tanyakan siapa yang kamu cintai, tapi tanyakan siapa yang membuatmu merasa bahagia dan dihargai....


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❤️🌸...


Notebook :


•Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata bergeming adalah tidak bergerak sedikit juga. Arti lainnya dari bergeming adalah diam saja.


•Banyak orang yang masih salah dalam menggunakan kata "bergeming" ini. Termasuk aku sendiri beberapa waktu yang lalu. ( ngaku )😅😅🤭🤭🤭


Namun setelah lebih banyak membaca, akhirnya tahu maka / arti kata " bergeming" yang sesungguhnya.


Bahkan banyak yang bingung antara kata baku dan tidak baku.


•Kata baku adalah kata yang digunakan sesuai aturan atau kaidah berbahasa Indonesia yang sudah ditentukan sebelumnya.


•Kata tidak baku merupakan kebalikan dari kata baku. Jadi, kata tidak baku penggunaanya tidak sesuai aturan dan kaidah berbahasa Indonesia yang sudah ditentukan sebelumnya.


•Sedikit contoh kata tidak baku :


Nafas, nekad, tekat, resiko, mangkuk, jaman, ijasah, ijin, apotik, aktifitas, ambulan dll.


Contoh kata baku ;


Napas, nekat, tekad, risiko, mangkok, zaman, ijazah, izin, apotek, aktivitas, ambulan dll.


•Maaf jika selama ini ada tulisan ku yang tidak menggunakan kata baku. Kedepannya, akan aku perbaiki lagi.🙏🙏🙏🙏🙏.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2