
Aiden pergi ke sebuah mall untuk mensurvei mall miliknya yang akhir-akhir ini terdeteksi ada penggelapan dana. Roni mengekor di belakang majikannya. Setelah melakukan audit dadakan akhirnya Aiden menyelidiki beberapa orang yang diperkirakan telah menggelapkan uang miliknya saat itu juga. Sehingga tidak ada seorang pun yang berhasil menyelamatkan diri.
Setelah selesai mengurus masalah itu, Aiden pun berniat kembali ke kantornya. Namun saat Aiden berada di pintu keluar mall itu. Tiba-tiba segerombolan pemuda masuk sambil berlari mengejar teman mereka yang masuk lebih dulu.
"Brukk"
"Akkhh"pekik seorang gadis yang ditabrak segerombolan pemuda tadi.
"Hei! Hati-hati!"teriak Aiden pada segerombolan pemuda yang menabrak gadis itu. Aiden pun langsung menangkap tubuh gadis yang hampir terjatuh itu. Pria itu menatap gadis di dalam pelukannya yang wajahnya terlihat natural dengan bibir yang berwarna pink itu.
"Maaf!"ucap gadis yang tak lain adalah Yuniar, adik dari Sumi. Gadis itu terlihat gugup dan bergegas menjauh dari Aiden. Apalagi saat menyadari Aiden sedang menatap wajahnya.
"Akkh!"
"Hei! Hati-hati!"ucap Aiden kembali menangkap tubuh gadis yang hampir terjatuh lagi itu. Namun Yuniar nampak enggan di sentuh oleh Aiden, bahkan terlihat sedikit takut. Yuniar kembali menjauhkan diri dari Aiden sambil meringis menahan sakit di pergelangan kakinya.
"Terimakasih sudah menolong saya,"ucap Yuniar sedikit menunduk hormat pada Aiden.
"Kakiku sakit sekali, sepertinya kakiku terkilir. Bagaimana ini?"gumam kemudian menatap ke sekelilingnya.
"Kak! Bisa tolong saya?"ucap Yuniar pada seorang wanita yang memakai seragam cleaning service yang kebetulan lewat di dekatnya.
"Iya. Apa yang bisa saya bantu?"tanya cleaning service itu.
"Bisa tolong papah saya sampai ke depan? Sepertinya, kaki saya terkilir,"ucap Yuniar dengan tatapan penuh permohonan pada cleaning service itu.
Sekilas cleaning service itu menatap Aiden yang nampak mengernyitkan keningnya, lalu kembali menatap Yuniar dengan senyuman tipis di bibirnya dan mengangguk kecil pada Yuniar. Yuniar pun merasa senang saat cleaning service itu mau membantunya.
"Sekali lagi, terimakasih, Tuan!"ucap Yuniar sopan, kemudian pergi bersama cleaning service tadi.
"Hemm.. gadis itu nampak enggan aku sentuh. Bahkan lebih suka meminta tolong pada orang lain dari pada meminta tolong kepada ku. Aku penasaran, kenapa dia bersikap seperti itu,"gumam Aiden dalam hati. Menatap Yuniar yang berjalan tertatih di papah oleh cleaning service tadi.
__ADS_1
Roni tersenyum penuh arti melirik ekspresi majikannya saat melihat gadis yang baru saja pergi itu. Gadis yang terlihat sederhana, tapi terlihat cantik dan enggan di sentuh majikannya. Tidak seperti gadis lain yang selalu mencari dan mengambil kesempatan jika terjadi kejadian seperti barusan.
Yuniar sudah berjanji pada Sumi untuk belajar yang benar dan tidak boleh pacaran. Yuniar juga ingat kata-kata Sumi yang sering mengatakan agar dirinya menghindar dari pria yang terlihat kaya. Karena takut adiknya yang polos itu di jerat para pria hidung belang.
"A.. a.. apa.. "
"Plak"
"Apa Tuan tertarik mencari informasi tentang gadis itu?"tanya Roni setelah Aiden menepuk pundaknya.
Roni ingin majikannya itu memiliki seorang pendamping hidup seperti majikan Andi. Jujur, Roni merasa sedih melihat Aiden yang terlihat kesepian. Apalagi akhir-akhir ini, Aiden sudah tidak lagi bermain perempuan dan hanya fokus pada pekerjaannya dan masih terus mencari keberadaan adiknya yang sampai saat ini belum juga ada petunjuknya.
"Boleh juga. Aku jadi penasaran padanya. Biasanya para gadis selalu mencari kesempatan untuk mendekati aku. Tapi, dia malah terlihat enggan aku sentuh bahkan terlihat sedikit takut. Dia masih perawan,"ujar Aiden tersenyum tipis masih menatap Yuniar yang semakin menjauh.
Bagi seorang Casanova seperti Aiden, tidak sulit untuk membedakan mana gadis yang masih perawan dan mana gadis yang sudah tidak perawan. Walaupun hanya melihat dari bentuk tubuhnya saja.
Yuniar memesan taksi online untuk pulang. Pergelangan kaki gadis itu nampak bengkak.
Gadis itu sudah dicuci otaknya oleh Sumi agar berhati-hati pada pria. Apalagi pria yang berpenampilan seperti orang kaya. Entah apalagi yang sudah ditanamkan Sumi pada adiknya itu. Hingga gadis itu sangat berhati-hati jika didekati makhluk yang namanya laki-laki.
***
Seorang wanita yang memakai masker berjalan menghampiri lima orang pria yang sepertinya bukan pria baik-baik. Sepertinya ke lima pria bertubuh kekar dengan tato, tindakan di hidung, tindakan di telinga dan juga cincin batu akik di jemari tangan mereka dengan wajah yang terlihat tidak bersahabat itu adalah preman di sekitar daerah itu.
"Apa kalian ingin uang?"tanya wanita yang memakai masker itu.
"Tentu saja,"sahut salah seorang preman itu.
"Aku tunggu kalian di sini. Kalian culik pemilik restoran yang ada di jalan xx itu. Jika kalian berhasil menculik dia, aku akan memberi kalian uang sepuluh juta. Kalian juga bisa menyekap dia untuk bersenang-senang jika kalian menginginkannya. Kalian tahu, dia adalah mantan kupu-kupu malam dengan tarif puluhan juta di klub malam yang beberapa bulan lalu terbakar habis itu. Kalian pernah dengar tidak, jika di sana ada kupu-kupu malam yang bisa melayani tiga pelanggan dalam semalam?"
"Iya, kami pernah dengar. Kupu-kupu malam yang nggak mau di sentuh sebelum masuk ke dalam kamar itu, 'kan?"
__ADS_1
"Tak"
"Benar sekali. Dialah orangnya,"ucap wanita yang memakai masker itu setelah memetik jari telunjuk dan jempolnya hingga berbunyi.
"Kamu benar-benar ingin memberikan uang sepuluh juta pada kami?"tanya salah seorang preman itu.
"Benar. Setelah kalian menculiknya dan membawa dia ke sini, aku akan memberikan uang sepuluh juta pada kalian. Kalian berminat tidak untuk menikmati tubuhnya? Lihatlah, ini wanita yang akan kalian culik!"ucap wanita itu seraya menunjukkan foto Sumi.
"Beuuhh.. pantas saja menjadi kupu-kupu malam dengan tarif selangit. Cantik dan bahenol,"ucap salah seorang preman.
"Tentu saja kami mau menikmati tubuhnya. Perempuan cantik dan bahenol seperti ini tidak boleh disia-siakan,"ucap preman yang lainnya antusias.
"Jika kalian mau menyekap wanita itu dan menikmati tubuhnya, aku akan memberikan uang tambahan untuk kalian. Terserah mau kalian sekap berapa lama untuk kalian nikmati, tidak masalah bagiku. Tapi, minimal harus satu minggu. Kalau kurang dari itu, aku tidak akan memberikan uang tambahan untuk kalian. Bagaimana?"tanya wanita yang memakai masker itu.
"Bagaimana jika kami ingin menyekap dia sampai kami merasa bosan? Dan yang pastinya lebih dari satu minggu,"sahut salah seorang preman.
"Itu lebih bagus. Tapi, jika kalian sudah bosan, hubungi aku! Aku akan memberikan perintah pada kalian dan memberikan uang tambahan, bagaimana?"
"Okey. Deal!"ucap para preman itu bersamaan.
"Okey, aku tunggu kalian di sini,"
"Okey,"ucap salah seorang preman, lalu kelima preman itu bergegas menuju restoran Sumi, untuk menculik Sumi.
"Kali ini, aku akan menyiksa kamu dan merusak wajahmu. Hingga kamu tidak akan lagi menjadi penghalang bagi ku,"gumam wanita yang memakai masker itu dengan tatapan penuh kebencian.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1