
Naima nampak makan siang bersama teman-teman sosialitanya di sebuah restoran yang mengusung konsep outdoor. Makan siang seraya berbincang tentang banyak hal. Natalie yang kebetulan makan di tempat itu dan melihat Naima pun menghampiri Naima.
"Tan, apa kabar? Sudah lama sekali kita tidak bertemu,"sapa Natalie dengan senyuman lebar.
"Eh, calon menantu idaman Nyonya Naima,"celetuk salah satu teman sosialita Naima.
"Oh, kamu? Tante baik. Bagaimana kabar kamu?"tanya Naima tersenyum tipis. Senyuman yang sebenarnya dipaksakan.
"Seperti yang Tante lihat sendiri! Aku sehat,"sahut Natalie dengan senyuman cerah.
"Syukurlah!"ucap Naima masih berusaha untuk tersenyum.
"Tan, gimana kalau nanti malam kita makan malam bersama? Sudah lama kita tidak bertemu dan ngobrol bersama,"ajak Natalie masih dengan senyuman cerahnya.
"Maaf! Tante tidak bisa. Malam ini, Tante sudah ada janji makan malam,"sahut Naima.
"Oh, begitu, ya! Bagaimana kalau besok siang saja?"tanya Natalie.
"Nanti saja Tante hubungi,"sahut Naima masih berusaha memaksakan diri untuk tersenyum.
"Baiklah. Kalau begitu, selamat menikmati makan siang, Tan! Aku pergi dulu,"ucap Natalie masih dengan senyum lebarnya dan cerahnya.
"Iya. Terimakasih,"sahut Naima tersenyum tipis.
Natalie berlalu dari tempat Naima makan siang. Wanita itu nampak mengernyitkan keningnya, merasa agak aneh dengan sikap Naima padanya yang tidak seperti biasanya.
"Kenapa aku merasa sikap Tante Naima aneh, ya? Dia tidak seperti biasanya. Biasanya dia akan terlihat sangat senang jika bertemu dengan aku. Dan akan antusias jika aku ajak ketemuan, apalagi makan bersama. Tapi, tadi Tante Naima nampak tidak antusias seperti biasanya saat bertemu dengan aku. Bahkan terlihat enggan untuk aku ajak makan bersama. Senyuman nya pun nampak di paksakan. Apa Rayyan melarang Tante Naima dekat dengan aku? Dia terlihat sangat tidak nyaman saat ada aku,"gumam Natalie seraya berjalan keluar dari restoran.
"Eh, Nyonya Naima kenapa? Kok, tidak seperti biasanya saat bertemu dengan Natalie?"tanya salah seorang teman Naima.
"Ah, tidak apa-apa, kok,"sahut Naima tersenyum tipis.
"Tapi, kok, saya merasa tidak seperti biasanya, ya!"
"Iya. Biasanya Nyonya Naima nampak senang sekali jika bertemu dengan Natalie,"
"Apalagi kalau di ajak makan bersama Natalie, biasanya antusias sekali,"
"Iya. Kali ini Nyonya Naima nampak enggan berinteraksi dengan Natalie,"
"Bukannya Natalie menantu idaman nyonya Naima ya?"
__ADS_1
Pertanyaan dan perkataan teman-teman sosialita Naima. Mereka nampak sangat penasaran, kenapa sikap Naima terlihat berubah pada Natalie.
"Tidak apa-apa. Cuma, saya tidak mau lagi memberi harapan palsu pada Natalie. Walaupun saya menyukai Natalie, tapi kedua putra saya tidak ada yang menyukai Natalie. Saya paksakan pun tidak mungkin. Kedua putra saya bukan anak kecil lagi. Saya tidak bisa memaksakan kehendak saya pada mereka,"ujar Naima tersenyum tipis menanggapi celotehan dan pertanyaan dari teman-teman sosialitanya.
Dalam hati Naima,"Siapa yang mau memiliki menantu wanita jalangg seperti Natalie? Dia mengejar-ngejar Rayyan, tapi malah tidur bersama dengan Hendrik untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Keluarga ku akan hancur jika dia manjadi menantuku. Selama ini dia benar-benar pintar menyembunyikan wajah nya yang sebenarnya. Hingga aku tidak tahu jika dia adalah wanita jalangg,"
Naima yang sudah tahu siapa Natalie dari semua bukti yang di berikan Rayyan, menjadi ilfil pada Natalie. Naima hampir tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Natalie. Sekaligus merasa sangat kecewa pada Natalie. Itulah yang di rasakan oleh Naima saat mengetahui jika Natalie tidur dengan Hendrik. Bahkan bukan cuma sekali. Hal itu membuat pandangan Naima pada Natalie berubah seratus delapan puluh derajat.
"Pantesan, sikap nyonya Naima pada Natalie berubah,"
"Ohh.. begitu. Saya sangkaiin kenapa?"
"Iya, sih! Kalau sudah dewasa, anak-anak memang susah di atur. Mereka ingin memilih pasangan hidup mereka sendiri,"
"Oh, iya. Saya dengar, putra nyonya Naima Rayyan yang memimpin perusahaan itu akan menggelar resepsi pernikahan, ya? Kapan putra nyonya itu menikah?"
"Ah, yang benar? Kok, saya tidak tahu?"
"Nyonya Naima pengen ngasih kejutan, ya buat kami? Sayangnya kami sudah tahu duluan,"
Celetuk teman-teman sosialita Naima yang tidak pernah mau ketinggalan gosip hangat dan kabar terkini.
Dalam hati Naima,"Cepat sekali, sih, mereka tahu tentang kabar Rayyan yang sudah menikah dan akan menggelar resepsi pernikahan?"
"Putri siapa, Nyonya?"
"Anak pengusaha apa?"
"Pasti sangat cantik,"
"Jadi penasaran,"
"Jangan lupa mengundang kami, ya?!"
Celetuk teman-teman sosialita Naima yang super kepo.
"Nanti kalian juga tahu siapa menantu saya. Dan saya pasti akan mengundang kalian semua di acara resepsi pernikahan putra saya nanti,"sahut Naima memaksakan diri untuk tersenyum.
Dalam hati, Naima menggerutu,""Huff.. bagaimana tanggapan mereka jika mereka tahu bahwa menantu ku hanya orang dari kalangan menengah ke bawah dan hanya lulusan SMA? Mau di taruh di mana mukaku? Kenapa juga, sih, Rayyan harus mengadakan resepsi besar-besaran? Seharusnya dia menyembunyikan pernikahan nya dengan wanita kampung itu. Wanita itu tidak memiliki kelebihan apapun selain memiliki wajah yang sangat cantik,"
Naima tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi teman-teman sosialita nya, jika mereka tahu siapa wanita yang dinikahi oleh putranya.
__ADS_1
Naima pulang dengan wajah lesu. Kepalanya terlalu pusing untuk memikirkan apa yang akan terjadi nanti.
"Halo, mama ku tersayang! Mamaku yang cantik jelita!"suara bariton yang sangat di kenali Naima itu membuat Naima membuang napas kasar. Suara siapa lagi yang selalu memuji dirinya, jika bukan suara putra sulungnya, Hendrik.
"Kamu dari mana saja, sih, Hen? Apa kamu begitu menikmati bercinta dengan perempuan jalangg itu, hingga kamu lupa untuk pulang?!"sergah Naima yang kekesalan nya jadi terlampiaskan pada Hendrik.
"Mama kenapa? Kok, muka mama kusut kayak baju di keranjang pakaian kotor begitu,"celetuk Hendrik tanpa dosa.
"Plak"
"Auwh! Sakit, ma!"pekik Hendrik karena Naima memukul kepalanya dengan sangat keras.
"Otak kamu itu kamu taruh di kepala apa di dengkul, sih? Kenapa mau-maunya kamu bercinta dengan Natalie?"sergah Naima terlihat kesal.
"Mama tau dari mana kalau aku bercinta dengan Natalie?"
"Tidak perlu tahu!"ketus Naima.
"Pasti dari Rayyan, ya? Aku di jebak Rayyan, ma! Dia menculik aku di hotel dan memakaikan topeng wajah padaku yang sangat mirip dengan dia. Lalu mengumpankan aku pada Natalie,"jelas Hendrik.
"Di jebak apanya? Kamu terlihat sangat menikmati bercinta dengan Natalie. Bahkan sebelum di jebak Rayyan, kamu memang sepakat bercinta dengan Natalie setelah kalian bertemu di klub malam. Kalian bercinta seperti orang kesetanan. Mama benar-benar jijik melihatnya,"sergah Naima yang ingat betul bagaimana Hendrik dan Natalie bercinta dalam video yang dikirimkan oleh Rayyan.
"Ma, dia mengajak aku bercinta atas dasar suka sama suka, gratis tanpa aku harus mengeluarkan uang serupiah pun. Tentu saja aku tidak menolak, ma,"sahut Hendrik enteng.
"Bukan masalah itu! Dasar bodoh! Mama lihat kamu tidak memakai pengaman saat bercinta dengan dia. Apa kamu tidak berpikir bagaimana jika dia hamil? Mama tidak mau memiliki keturunan dari perempuan jalangg seperti dia,"sergah Naima.
"Waahh.. mama sepertinya sangat suka menonton video ku, ya? Bagaimana? Aku perkasa, 'kan, ma?"tanya Hendrik percaya diri.
"Dasar mesum! Ngidam apa mama sampai bisa punya anak mesum dan Casanova seperti kamu,"ketus Naima yang merasa semakin kesal pada Hendrik.
"Yaa.. mana aku tahu? Yang ngidam, 'kan, mama. Bukan aku. Apalagi, saat mama ngidam, aku masih berada di dalam perut mama,"sahut Hendrik enteng membuat Naima mengelus dada.
Namun tiba-tiba Hendrik seperti mengingat sesuatu,"Tunggu! Tunggu! Mama tadi bilang apa? Mama tidak mau memiliki keturunan dari perempuan jalangg seperti Natalie? Kenapa mama memanggil dia perempuan jalangg? Bukankah Natalie adalah menantu idaman mama? Perempuan yang mati-matian ingin mama jodohkan dengan Rayyan, kemudian dengan aku?"tanya Hendrik memicingkan sebelah matanya.
"Dia bukan lagi menantu idaman mama. Mama tidak mau lagi punya menantu seperti dia. Mama tidak sudi! Wanita jalangg, Sasimu, sana sini mau. Dia mengejar-ngejar Rayyan, tapi tidur dengan pria lain. Kupu-kupu malam juga tidak akan mau tidur dengan sembarang orang jika tidak di bayar. Tapi dia memberikan tubuhnya gratis pada sembarang orang. Dia lebih hina dari kupu-kupu malam yang menjual diri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,"sambar Naima yang sekarang tidak lagi menyukai Natalie. Setelah tahu siapa Natalie yang sebenarnya, Naima jadi merasa jijik pada Natalie.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1