Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
69. Menyusun Rencana


__ADS_3

"Berikan kunci kamar Rayyan!"pinta Naima seraya menadahkan tangannya pada Mastuti.


"Saya tidak punya kunci kamar Tuan Rayyan, Nyonya,"sahut Mastuti.


"Jangan berbohong! Hanya kamu pelayan yang boleh masuk ke kamar Rayyan. Tidak mungkin kamu tidak memiliki kuncinya,"sergah Naima tidak percaya.


"Jika nyonya merasa saya berbohong, Nyonya boleh menggeledah kamar saya dan tubuh saya,"tantang Mastuti tanpa keraguan.


"Kamu menantang saya?"tanya Naima dengan tatapan tajam pada Mastuti,"Pelayan! Geledah tubuh dan kamar perempuan itu!"titah Naima pada pelayan kepercayaannya.


'Baik, Nyonya,"sahut pelayan kepercayaan Naima langsung menggeledah tubuh Mastuti.


Beberapa orang pelayan lainnya menggeledah kamar Mastuti. Namun mereka tidak menemukan kunci kamar Rayyan yang mereka cari.


"Dia benar-benar tidak menyimpan kunci kamar Tuan Rayyan, Nyonya,"lapor pelayan kepercayaan Naima.


"Cih, menyebalkan sekali,"Naima nampak sangat kesal. Berjalan menuju ruangan keluarga untuk menunggu Aurora pulang.


"Lalu apa yang akan kita lakukan Tante?"tanya Natalie, berjalan mengikuti Naima.


"Kita tunggu jalangg itu pulang. Aku yakin, orang yang bernama Mami itu tidak jujur pada kita. Jika dia tidak mengenal jalangg itu sebelumnya, pasti dia akan terkejut saat kita menunjukkan foto ****** itu. Pertama dia mengatakan foto itu bukan foto Kenanga, lalu setelah kita beri uang, dia bilang mirip. Lalu dengan santainya dia mengatakan bahwa Kenanga berambut pirang dan selalu berbicara dengan gaya dan nada menggoda. Kata-katanya itu berubah-ubah. Tante meragukan kata-katanya,"ujar Naima menghela napas panjang.


"Iya, Tan. Aku juga merasa seperti itu. Tapi informasi yang aku dapatkan itu tidak mungkin bohong, Tan. Mana ada di dunia ini orang yang sangat mirip, kecuali kembar Siam,"ujar Natalie.


"Wahh.. sepertinya kalian sedang bersantai sambil ngerumpi, nih,"celetuk Hendrik yang baru saja pulang. Pria itu ikut duduk di salah satu sofa, lalu memakan kacang yang ada di atas meja. Entah dari mana saja pria itu. Kerjanya hanya luntang-lantung sana-sini.


"Kamu dari mana saja?"tanya Naima menghela napas panjang. Sungguh putranya yang satu ini benar-benar tidak bisa diandalkan.


"Biasa, cari objek yang bagus buat di foto, ma. Rayyan posesif sekali. Aku ingin menjadikan istrinya sebagai model malah nggak boleh,"gerutu Hendrik seraya mengunyah kacang dalam mulutnya.


"Buat apa menjadikan wanita jalangg itu sebagai model? Memalukan,"ketus Naima.

__ADS_1


"Wanita ******? Kenapa mama menyebutkannya wanita jalangg? Jika Rayyan mendengarnya, Rayyan pasti akan marah pada mama. Dia akan mengancam untuk meninggalkan rumah ini dan juga perusahaan warisan dari papa,"ujar Hendrik masih terus memakan kacang. Memeluk toples berisi kacang asin itu seraya bersandar di sofa.


"Dia memang perempuan ******. Adikmu telah di butakan oleh kecantikan nya,"sahut Naima.


"Mama serius?"tanya Hendrik langsung duduk dengan tegak, menatap wajah wanita paruh baya yang telah melahirkannya itu dengan ekspresi serius.


"Sebelum menjadi istri Rayyan, dia menjadi wanita kupu-kupu malam selama satu tahun. Dia kupu-kupu malam dengan tarif paling mahal. Dia juga wanita kupu-kupu malam yang sanggup melayani tiga orang pelanggan dalam satu malam secara bergiliran,"sahut Natalie dengan wajah serius.


"What? Yang benar?"tanya Hendrik dengan tatapan tidak percaya.


"Iya. Sayangnya, tempat perempuan itu bekerja sudah rata dengan tanah. Pemiliknya pun sudah masuk penjara,"sahut Natalie.


"Woahh.. Bisa melayani tiga pelanggan dalam satu malam? Amazing!"gumam Hendrik merasa takjub.


"Bukan cuma itu, banyak yang mengatakan jika semua pelanggan yang tidur dengan dia merasa sangat puas dengan pelayanan perempuan itu. Bahkan semua pelanggannya kehabisan tenaga karena perempuan itu,"imbuh Natalie.


"Benar-benar menarik! Aku jadi ingin sekali mencobanya,"gumam Hendrik. Otaknya mulai traveling membayangkan bagaimana saat dirinya bisa tidur dengan Aurora yang sangat cantik dengan tubuh yang sangat menggoda itu. Melihat dan menyentuh setiap inci lekuk tubuh Aurora yang berkulit putih mulus itu. Membuat Aurora meracau di bawah kuasanya. Tanpa sadar pria itu menggigit bibirnya sendiri.


"Karena servisnya di atas ranjang kah, Rayyan sangat menjaganya? Semakin lama, perempuan itu semakin cantik dan bahenol saja. Aku jadi penasaran, bagaimana caranya memuaskan Rayyan,"gumam Hendrik yang semakin penasaran dengan Aurora. Dirinya juga ingin di puaskan wanita cantik yang saat ini menjadi adik iparnya itu.


"Kapan dia pulang, Tan?"tanya Natalie.


"Biasanya sore dia baru pulang. Begitu dia pulang, aku akan langsung menyeret dia keluar dari rumah ini,"sahut Naima.


"Apa mama bisa? Mama tidak lihat? Dia selalu di dampingi seorang bodyguard. Mama tidak akan bisa mendekati dia,"ujar Hendrik kembali bersandar di sofa seraya memakan kacang asinnya dengan santai.


"Iya, ya. Kita tidak akan bisa menyingkirkan dia, jika ada bodyguard nya itu. Kita harus mencari cara untuk menyingkirkan bodyguard nya itu. Kalau tidak, kita tidak akan bisa menyeret dia keluar dari rumah ini,"ujar Naima.


"Bagaimana jika kita beri obat cuci perut?"celetuk Natalie.


"Ide yang bagus,"sahut Naima tersenyum cerah.

__ADS_1


"Dia tidak makan dan minum sembarangan. Dia hanya akan makan dan minum yang di berikan oleh Mastuti,"sahut Hendrik yang sudah lama mengawasi Aurora, Nala dan Mastuti.


"Berarti, kita harus bisa mengecoh pelayan itu, agar bisa memberikan obat cuci perut pada bodyguard itu,"sahut Naima.


"Itu tidak mudah. Mastuti sangat teliti dan hati-hati. Sulit mengecoh dia,"sahut Hendrik yang sebenarnya juga pernah mempunyai ide seperti itu.


Hendrik pernah berpikir untuk memasukkan obat tidur ke minuman Mastuti, Nala dan Aurora. Kemudian Hendrik bisa meniduri Aurora sepuas hatinya, tanpa ada yang tahu, termasuk Aurora sendiri. Tapi Hendrik benar-benar sulit menjalankan rencana jahatnya itu. Hendrik begitu penasaran ingin melihat dan mencicipi tubuh Aurora.


"Tapi kita harus tetap menyusun rencana untuk menyeret keluar perempuan itu dari rumah ini. Mumpung Rayyan masih berada di luar kota,"ujar Naima.


"Baiklah, aku akan membantu mama. Kita susun rencana di kamar mama saja. Kalau di sini, aku takut akan ada yang mendengar dan menggagalkan rencana kita,"ujar Hendrik yang merasa punya kesempatan untuk mencicipi tubuh Aurora. Saat ini, rencana jahat telah tersusun rapi di otaknya yang mesum.


Akhirnya ketiga orang itu pergi ke kamar Naima dan menyusun rencana jahat mereka. Dan tentu saja yang paling banyak berkontribusi dalam menyusun rencana adalah Hendrik. Selama ini Hendrik tidak memiliki rekan untuk melancarkan aksinya. Tapi sekarang Hendrik punya rekan sekaligus dekengan. Yaitu mamanya. Hendrik bisa bersembunyi di balik punggung mamanya jika Rayyan murka. Karena Rayyan tidak mungkin menyakiti Naima, ibu kandungnya sendiri.


"Jadi, kita akan memberikan obat cuci perut pada Mastuti dan bodyguard itu. Setelah itu, mama akan menyeret wanita ****** itu keluar dari rumah ini,"ucap Naima setelah mereka mendiskusikan rencana mereka.


"Aku akan membawanya jauh dari kota ini dan menyembunyikan nya dari Rayyan. Tapi mama harus memberikan aku uang lebih. Mama tahu, 'kan, uang yang diberikan Rayyan tidak akan cukup untuk pergi jauh dari negara ini,"ujar Hendrik membuang napas kasar.


"Mama akan menjual perhiasan mama untuk mu. Kamu tahu sendiri, uang bulanan mama juga di potong Rayyan,"ujar Naima menghela napas kasar.


"Aku akan memberikan uang untuk kak Hendrik, agar kak Hendrik bisa membawa perempuan itu pergi jauh dari negara ini,"sahut Natalie.


Ini adalah kesempatan emas untuk menyingkirkan Aurora. Jadi, Natalie tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini begitu saja. Setelah Aurora tidak ada lagi, Natalie akan memiliki kesempatan untuk mendekati Rayyan.


"Deal!"


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2