
Hendrik memarkirkan mobil sport nya di parkiran restoran milik Sumi. Sudah satu bulan sejak kejadian dirinya di tampar Sumi waktu itu, Hendrik dan Sumi tidak bertemu. Karena Hendrik sudah mulai bekerja untuk menyalurkan hobinya sebagai mata pencahariannya.
Hendrik di bantu orang-orang yang handal di bidangnya masing-masing. Posisi kantor di tempat strategis dan promosi besar-besaran dilakukan Rayyan. Hal itu membuat usaha Hendrik yang belum seumur jagung pun sudah mulai terkenal. Apalagi cara kerja tim Hendrik sangat profesional. Waktu pengerjaan efisien dengan hasil yang memuaskan.
Semua itu membuat usaha Hendrik menjadi buah bibir dan dengan cepat diketahui banyak orang. Belum lagi Hendrik sendiri yang menjadi bintang iklan usahanya itu. Wajah rupawan, dengan senyuman menawan dan bentuk tubuh yang proporsional. Hal itu semakin menarik perhatian para konsumen.
Selama satu bulan ini, Hendrik benar-benar tidak punya waktu untuk bersantai. Orang kepercayaan Rayyan yang mengatur jadwal kerjanya, memberikan jadwal yang sangat ketat dan padat pada Hendrik. Hendrik tidak bisa menolak sama sekali. Karena asistennya itu selalu mengatakan, jika dirinya tidak disiplin dalam bekerja, maka Rayyan akan menarik semua orang-orangnya dari tempat usaha Hendrik yang baru dibangun itu. Jika hal itu dilakukan Rayyan, tentu saja akan berefek buruk untuk usaha Hendrik. Karena bisa di bilang, Hendrik tidak akan bisa mengurus usahanya, jika tidak di bantu orang-orang Rayyan.
Ancaman Rayyan itu, tentu saja membuat Hendrik takut. Karena itu, Hendrik tidak berani melanggar aturan yang dibuat oleh Rayyan melalui asistennya itu. Bisa di bilang, asisten Hendrik, adalah mata-mata Rayyan secara nyata. Karena walaupun bekerja pada Hendrik, asisten Hendrik itu selalu konsisten melaporkan apa saja yang dikerjakan oleh Hendrik secara detail kepada Rayyan. Karena itulah, selama satu bulan ini, Hendrik tidak punya waktu luang untuk bertemu dengan Sumi. Baru hari ini Hendrik punya waktu luang. Itupun Hendrik hanya punya waktu dua jam saja untuk bertemu dengan Sumi.
Hendrik menghela napas panjang menatap restoran Sumi. Pria rupawan itu merapikan penampilannya yang berbeda dari biasanya. Sudah satu bulan ini Hendrik memakai setelan jas, kemeja, dasi dan sepatu kulit. Tidak seperti biasanya yang memakai pakaian kasual dan sepatu sneaker. Dan tentunya penampilan Hendrik sekarang malah membuat wajahnya semakin rupawan, dewasa, dan berkarisma.
Setelah merasa penampilannya sudah rapi, Hendrik pun keluar dari mobil sport-nya. Dengan penuh wibawa, pria keturunan Turki itu melangkah masuk ke dalam restoran Sumi.
"Maaf, bisa saya bertemu dengan nona Miti?"tanya Hendrik sopan dengan seulas senyum yang menawan. Tapi, kali ini tidak terlihat senyuman tebar pesona atau genit seperti sebelumnya.
"Maaf, ada perlu apa, ya?"tanya waiter itu. Penampilan, dan gaya bicara dan gestur tubuh Hendrik yang jauh berbeda dengan sebelumnya, membuat karyawan Sumi tidak mengenali Hendrik lagi. Belum lagi Hendrik baru tiga kali ini datang ke restoran Sumi.
"Maaf, saya tidak bisa mengatakan keperluan saya,"ucap Hendrik sopan.
Hendrik tidak ingin Sumi menolak bertemu dengan dirinya. Mengingat dirinya pernah mencium paksa Sumi dan sempat berdebat dengan Sumi. Bahkan Hendrik mendapatkan hadiah tiga tamparan dari Sumi.
"Maaf, nona tidak bisa ditemui sembarangan orang dengan alasan yang tidak jelas,"sahut waiter itu sopan.
"Kenapa waiter ini berkata seperti ini, ya? Apa jangan-jangan, semenjak kejadian aku ditampar kemarin, Miti benar-benar tidak mau menemui aku lagi?"gumam Hendrik dalam hati.
"Saya ingin bicara soal adik nona Miti, Yuniar,"sahut Hendrik dengan cepat mencari alasan.
"Mohon tunggu di sini sebentar. Saya akan menyampaikannya pada Nona,"ucap waiter itu sopan, lalu meninggalkan Hendrik di dekat meja kasir.
Tak lama kemudian, waiter tadi kembali dan membimbing Hendrik ke ruangan Sumi. Walaupun sebenarnya Hendrik sudah tahu di mana ruangan Sumi, tapi Hendrik pura-pura tidak tahu dan mengikuti waiter itu.
Sedangkan Sumi, wanita itu menjadi penasaran dengan orang yang ingin bertemu dengan dirinya. Sekaligus jadi merasa khawatir karena orang yang ingin bertemu dengan dirinya itu mengatakan Ingin bicara soal adiknya.
"Siapa orang yang ingin menemui aku? Ada hubungan apa dia dengan Yuniar? Aku berharap Yuniar baik-baik saja dan tidak sedang dalam masalah,"gumam Sumi terlihat tidak tenang.
"Tok! Tok! Tok!"
"Masuk!"ucap Sumi dari dalam ruangan saat mendengar suara pintu ruangannya di ketuk. Sumi sudah tidak sabar bertemu dengan orang yang katanya ingin bicara soal adiknya itu.
"Ceklek"
__ADS_1
Sumi berdiri dari duduknya dan menatap ke arah pintu ruangannya yang di buka dari luar. Sumi nampak terkejut melihat siapa yang masuk ke dalam ruangannya.
Selain terkejut karena yang ingin menemuinya adalah Hendrik, Sumi juga terkejut dengan penampilan baru Hendrik. Terus terang, Sumi hampir saja tidak mengenali Hendrik dengan penampilan Hendrik yang baru saat ini.
"Kau? Apa yang ingin kamu bicarakan soal adikku?"tanya Sumi dengan suara dan wajah datar, kembali duduk di kursi kerjanya. Bahkan Sumi tidak mempersilahkan Hendrik untuk duduk.
Dari ekspresi yang ditunjukkan oleh Sumi, sangat jelas jika wanita itu tidak suka dengan kedatangan Hendrik. Bahkan Sumi memalingkan wajahnya, tidak ingin menatap Hendrik. Sumi benar-benar merasa direndahkan oleh Hendrik karena telah mencium dirinya secara paksa. Walaupun Sumi mantan kupu-kupu malam, tapi bukan berarti Sumi bisa dicium oleh sembarang orang.
Hendrik menghela napas panjang melihat reaksi Sumi setelah bertemu dengan dirinya,"Dia benar-benar marah padaku karena aku menciumnya secara paksa waktu itu,"gumam Hendrik dalam hati.
Hendrik melangkah mendekati Sumi yang duduk di kursi kerjanya. Pria itu duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Sumi. Walaupun Sumi tidak mempersilahkan Hendrik untuk duduk.
"Aku tidak ingin bicara soal adikmu. Aku hanya mencari alasan agar bisa bertemu dengan kamu. Sudah satu bulan kita tidak bertemu, aku merindukanmu,"ucap Hendrik jujur tanpa menutup-nutupi isi hatinya.
"Kenapa aku merasa dia berubah drastis?"gumam Sumi dalam hati setelah mendengar jawaban dari Hendrik.
Tidak ada lagi suara santai yang genit dan menggoda seperti sebelumnya. Kali ini suara Hendrik terdengar lembut dan serius. Tapi tetap saja Sumi masih merasa kesal dan sakit hati karena perlakuan Hendrik di pertemuan mereka terakhir kali.
"Aku punya pekerjaan yang harus aku selesaikan. Sebaiknya kamu pergi,"ucap Sumi masih dengan suara dan wajah datarnya. Sesaat pun wanita itu tidak mau menatap Hendrik.
"Mit, aku minta maaf atas kejadian satu bulan yang lalu. Aku khilaf. Waktu itu aku merasa sangat cemburu. Aku mencintai mu, Mit,"ucap Hendrik jujur.
"Apa kamu tidak mau memaafkan aku?"tanya Hendrik lembut.
"Aku memaafkan kamu. Sekarang, pergilah! Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan,"
"Kamu begitu marah padaku, hingga menatap wajah ku pun kamu tidak sudi,"ujar Hendrik tersenyum masam.
"Aku sudah bilang, aku memaafkan kamu. Pergilah!"ucap Sumi sedikit meninggikan suaranya dengan wajah yang terlihat kesal.
"Setelah aku menjadi kriteria pria yang kamu mau, aku akan datang melamar mu,"ucap Hendrik tulus.
"Sebaiknya kamu cari wanita lain yang pantas bersanding dengan kamu. Yang cantik, baik dan sederajat dengan keluarga kamu. Aku tidak pantas untuk kamu. Dan yang paling penting, aku tidak menyukai kamu,"ucap Sumi to the point.
Semenjak Hendrik mencium dirinya secara paksa satu bulan yang lalu, Sumi tidak ingin lagi bertemu dengan Hendrik. Sumi menjadi ilfeel pada Hendrik karena perlakuan Hendrik yang mencium dirinya secara paksa itu.
"Aku tulus padamu, Mit. Aku benar-benar mencintai kamu,"ucap Hendrik serius.
"Tapi, aku tidak!"sahut Sumi tegas.
"Kamu bisa belajar untuk mencintai aku, Mit,"
__ADS_1
"Sudah aku bilang, aku tidak menyukai kamu. Jangan memaksa aku untuk mencintai kamu! Cinta itu tidak bisa di paksakan. Terimakasih atas semua kebaikan yang telah kamu berikan padaku. Sekarang pergilah! Setelah ini, anggap saja kita tidak pernah bertemu dan tidak saling mengenal,"ucap Sumi datar.
"Tidak! Dulu kamu berkata akan mempertimbangkan aku untuk menjadi suamimu. Kenapa sekarang kamu malah ingin memutuskan hubungan kita untuk selamanya?"ucap Hendrik yang tidak terima dengan keputusan Sumi.
"Hati manusia bisa berubah sesuai situasi dan kondisi. Demikian pula dengan hati ku. Dan sekarang, aku tidak ingin lagi memiliki hubungan apapun dengan kamu,"
"Jika hati manusia bisa berubah sesuai situasi dan kondisi, berarti, masih ada kemungkinan hati kamu akan berubah dan mencintai aku, bukan?"
"Brakk"
Tiba-tiba saja Sumi menggebrak meja kerjanya.
"Sudah aku bilang, aku tidak ingin lagi punya hubungan apapun dengan kamu. Apa kamu tidak mengerti bahasa manusia! Pergi!"bentak Sumi yang menjadi emosi.
"Jika aku tidak mau pergi, kamu mau apa?"
...🌹💖🌹...
...Hati dan cinta tidak akan pernah bisa dipaksa....
...Percuma berjuang jika dia tidak memiliki perasaan yang sama....
...Ujung-ujungnya kamu akan kecewa dan terluka....
...Karena tidak semua harapan bisa didapatkan, dan tidak semua cinta bisa terbalaskan....
...🌸❤️🌸...
Notebook :
•Efisien adalah melakukan pekerjaan dengan tepat dan mampu menjalankan tugas dengan cermat, dan berdaya guna.
•Konsisten adalah tetap (tidak berubah-ubah), selaras, dan sesuai. Kata ini berasal dari bahasa Inggris, consistent, yang berarti kokoh atau berdiri tegak. Untuk itu, konsisten dapat diartikan sebagai sikap dan perbuatan yang tidak berubah-ubah, selalu selaras.
•Ilfeel merupakan sebuah slang yang berasal dari bahasa gaul Indonesia. Bahasa slang khas Indonesia yang diserap dari bahasa Inggris. "Feel" artinya perasaan dan "il" artinya ilang atau hilang.
•lfeel adalah perasaan muak,risih, jijik,sakit, benci, kesal, dan kecewa dan masih banyak lagi yang kita rasakan pada seseorang atau sesuatu.
.
To be continued
__ADS_1