
Kanaya hanya bisa menghela napas panjang menghadapi suaminya itu. Suaminya benar-benar orang yang cerdas sekaligus licik. Apapun kemauan suaminya itu pasti terlaksana. Jika tidak bisa pakai jalan depan, pakai jalan belakang. Jika tidak bisa terang-terangan, maka akan bergerak secara diam-diam. Kanaya yakin, berbohong pun tidak aka ada gunanya dan malah akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Karena itu, Kanaya memilih menjadi istri yang penurut dan jujur pada suaminya itu.
Kanaya di anugerah suami yang pintar dan licik, serta ibu yang suka menyumpahi dirinya. Dan sialnya, ibunya benar-benar pro dengan suaminya.Hanya tiga kata yang tersisa untuk Kanaya "Lengkap sudah penderitaan"
Namun, walaupun demikian, Kanaya tetap sayang pada ibunya. Kayak lirik lagu aja. Kenapa tetap sayang? Karena, walaupun ibunya suka menyumpahi dirinya, itu hanya agar Kanaya selalu berjalan di jalan yang benar. Sedangkan suaminya, Kanaya tetap bersyukur memiliki suami seperti Andi. Karena, walaupun suaminya adalah pria yang mendominasi, dan licik, tapi suaminya sangat sayang, perhatian dan tidak pelit pada dirinya dan ibunya.
Dengan semua yang dimilikinya itu, Kanaya tetap bersyukur. Karena sejatinya, Tuhan juga akan malas memberi, jika kita tidak pandai bersyukur dan selalu mengeluh.
"Kenapa kamu malah diam? Kamu tidak mau mengatakan nya?" tanya Andi mengenai jawaban Kanaya atas pernyataan cinta Randy, seandainya dirinya tidak menikahi Kanaya secara mendadak.
"A.. Aku benar-benar bimbang waktu itu. Tapi, kemungkinan besar aku akan menolak Randy, karena aku merasa belum terlalu mengenal dia. Selain itu juga, karena dia terlihat lebih menyayangi harta bendanya dari pada aku,"
"Aku hanya tertarik tawarannya yang menjanjikan akan mengantar jemput aku saat bekerja serta membelikan handphone baru beserta kuota internet nya. Karena, jika aku di antar jemput oleh dia, aku bisa menekan pengeluaran ku, hingga aku bisa menyisihkan lebih banyak uang untuk membayar angsuran rumah kami di bank," jawab Kanaya jujur seraya memegang tangan Andi agar jemari tangan pemuda itu tidak jahil lagi.
"Kamu tidak berbohong, 'kan?"tanya Andi yang masih belum yakin dengan jawaban Kanaya.
"Aku tidak berani,"sahut Kanaya cepat.
"Bagus! Suami istri memang harus saling jujur. Jika kamu berbohong, aku akan menghukum kamu," ujar Andi seraya mengeluarkan tangannya dari pakaian Kanaya, lalu kembali memeluk Kanaya dan meletakkan dagunya di pundak Kanaya.
"Walaupun hanya sesaat, namun keindahan senja begitu memesona mata. Meski senja berubah warna menjadi kelabu, namun senja tak pernah menolak langit sore yang selalu merindu. Senja selalu menerima langit apa adanya. Senja datang menenggelamkan matahari mengajarkan pada kita bahwa segala sesuatu tidak ada yang abadi,"
"Senja juga mengajarkan kita bahwa sesuatu yang terlihat indah sebagian besar hanya bersifat sementara. Karena itu, aku tidak ingin menjadi senja. Aku ingin menjadi udara yang selalu ada untuk mu. Jika aku udara, aku tidak akan berubah selamanya. Menemani mu hingga akhir masa. Tanpaku kamu tak akan bisa."ujar Andi dengan suara lembut masih memeluk Kanaya.
"Dia ini... sebenarnya berapa IQ orang ini? Semua serba bisa. Baru beberapa hari hidup bersamanya, sudah membuat aku menyukainya dan tidak bisa membantahnya. Dia ini memiliki banyak sekali kelebihan. Terutama kelebihan libido. Dia melihat aku seperti harimau lapar yang melihat daging segar. Ya, walaupun aku menyukai dan menikmati cimbuann nya, tapi aku tidak sanggup jika setiap hari di gempur terus. Apalagi, dalam sehari semalam, dia bukan hanya sekali saja melakukan nya,"
"Yang kami makan dan minum semuanya sama. Hanya perbedaan lebih banyak porsi dia saja. Tapi, kenapa tenaganya bisa berlipat-lipat lebih kuat dari aku? Kaki ku sampai lemas karena ulahnya. Pinggang ku rasanya hampir patah,"gumam Kanaya dalam hati.
__ADS_1
"Senja telah tenggelam. Ayo, pergi!"ajak Andi seraya bangkit dari duduknya, lalu mengulurkan tangannya pada Kanaya.
Kanaya beranjak dari duduknya menyambut uluran tangan Andi, lalu keduanya pun meninggalkan tempat itu.
"Kamu ingin makan apa dan dimana? Biar nanti aku carikan yang sesuai dengan keinginan kamu,"ujar Andi seraya memakaikan helm di kepala Kanaya.
"Terserah kamu saja, Bee,"sahut Kanaya yang tidak tahu harus makan apa.
"Jangan bilang terserah! Nanti pas aku pilihkan, kamu nggak mau,"ujar Andi seraya memakai helm-nya.
"Aku bingung mau makan apa, Bee,"sahut Kanaya jujur adanya.
"Kalau begitu, biar kamu saja yang aku makan. Aku sangat lapar dan ingin memakan kamu," ujar Andi tersenyum smirk memeluk Kanaya.
"Bee, hentikan! Banyak orang yang melihat kita,"ujar Kanaya yang melihat di sekitar mereka banyak orang yang tatapannya tertuju pada mereka berdua.
"Okey.. Okey.. Ayo, naik!"ucap Andi seraya melepaskan pelukannya pada Kanaya, lalu naik ke atas motor nya.
"Pegangan yang kuat, Ay!"pinta Andi seraya meraih kedua tangan Kanaya, lalu melingkarkan tangan itu di perutnya yang berotot.
"Untung saja perutnya sixpack, kalau buncit, ogah aku meluk dia seperti ini,"gumam Kanaya dalam hati yang memang suka memeluk dan meraba perut sixpack suaminya itu.
Andi melajukan motornya sedikit agak cepat. Sesekali Andi mendahului kendaraan lain. Saat melewati jalan yang tidak terlalu ramai, tangan kiri pemuda itu dengan nakalnya mengelus-elus paha Kanaya.
Kanaya menghela napas panjang melihat kelakuan suaminya itu,"Dia tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan sekecil apapun untuk mendapatkan keuntungan. Benar-benar orang yang berjiwa bisnis,"gumam Kanaya dalam hati.
Andi mengajak Kanaya makan di sebuah rumah makan yang tidak terlalu besar, tapi terlihat bersih dan rapi. Andi menyuruh Kanaya memesan makanan apapun yang diinginkan oleh Kanaya.
__ADS_1
Selesai makan, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan, Andi berhenti saat melihat toko oleh-oleh dan meminta Kanaya membeli beberapa macam oleh-oleh untuk ibu mertuanya dan juga sanak saudara serta tetangga Kanaya.
"Bee, ini terlalu banyak. Kita akan kesulitan untuk membawanya,"ujar Kanaya yang melihat Andi meminta penjual untuk menambah apa yang di pilih Kanaya.
"Tidak akan, Ay. Kita akan memasukkan nya ke dalam bagasi motor. Motor ku adalah skutik gambot yang memiliki bagasi besar, yaitu 45 liter. Ruang penyimpanan ini bisa diisi 2 helm full-face dan tas harian berisi laptop 14 inci. Bagasinya juga dilengkapi dengan lampu LED yang sangat berguna ketika mengambil barang pada malam hari,"ujar Andi yang membuat Kanaya tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Apa sebelumnya dia sudah memikirkan segalanya? Hidupnya begitu terencana dan berjalan mulus sesuai keinginannya,"gumam Kanaya dalam hati.
Sepasang suami-isteri itu kembali melanjutkan perjalanan mereka. Beberapa kali mereka berhenti saat melihat pemandangan alam yang terlihat indah.
Tak bisa di pungkiri, Kanaya merasa senang dengan sikap Andi yang begitu pengertian dan perhatian. Seolah pemuda itu bisa membaca isi hatinya. Hingga Kanaya tidak memiliki celah sedikitpun untuk mengeluh.
Sejatinya, fisik yang sempurna dan wajah yang rupawan adalah pelengkap rasa suka semata. Karena secantik dan setampan apapun seseorang, kita tidak akan suka jika selalu membuat sakit hati dan tidak pernah bisa membuat kita merasa nyaman dan bahagia.
Malam sudah larut saat Andi dan Kanaya memasuki kampung halaman Kanaya. Melihat keadaan di sekitar jalan yang mereka lalui, Andi bisa menerka jika di kampung Kanaya baru saja turun hujan. Pepohonan nampak basah dan terlihat genangan air di beberapa tempat. Suasana di kampung itu terasa sunyi dan Andi sama sekali tidak berpapasan dengan seorang warga pun.
Sepertinya para warga sudah terlelap dalam mimpi mereka masing-masing karena udara yang terasa begitu dingin setelah hujan turun. Dan mungkin hal itulah yang membuat para warga tidur dengan pulas.
"Sepertinya di sini tadi turun hujan, Bee," ujar Kanaya yang masih memeluk perut Andi. Memeluk Andi seperti itu, membuat tubuh Kanaya terasa hangat, walaupun udara saat ini terasa dingin.
"Sepertinya begitu. Jika melihat cuaca saat ini, seperti hujan akan kembali turun,"sahut Andi seraya menatap langit yang terlihat gelap.
Beberapa saat kemudian, Andi berhenti di sebuah rumah yang terlihat lebih bagus dari rumah-rumah di sekitarnya.
"Bee, kenapa kita berhenti di rumah ini?"
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued