
Lumayan banyak para pengusaha yang ada di tempat itu yang pernah memakai jasa Aurora dan Sumi untuk memenuhi kebutuhan biologis mereka, ataupun hanya untuk sekedar bersenang-senang saja. Sempat berpikir jika Aurora adalah Kenanga yang mereka kenal. Namun setelah melihat dari dekat, mereka semua sepakat, jika Aurora adalah kembaran dari Kenanga.
Aurora berusaha bersikap biasa saja. Walaupun banyak di antara para tamu undangan yang datang dan mengucapkan selamat adalah mantan pelanggannya.
"Kenapa aku lupa? Jika di pesta ini pasti akan banyak para pebisnis yang merupakan mantan pelanggan ku dan Sumi. Aku harus bersikap biasa saja seolah baru mengenal mereka. Aku tidak ingin mempermalukan diriku sendiri dan juga Rayyan,"gumam Aurora tetap bersikap tenang dan biasa saja.
"Apa kamu lelah?"tanya Rayyan membuyarkan lamunan Aurora.
"Lumayan. Tamunya banyak banget,"sahut Aurora tersenyum tipis.
"Ayo, kita duduk dulu!"ucap Rayyan membawa Aurora untuk duduk.
"Rayy... sebagian pebisnis di sini adalah pelanggan ku dan Sumi. Bagaimana jika..." Aurora nampak ragu untuk melanjutkan kata-katanya.
"Tidak usah memikirkan soal itu. Semua akan baik-baik saja. Minumlah! Kamu pasti haus, 'kan?"tanya Rayyan, kemudian menyodorkan air mineral pada Aurora.
Di tempat Naima berada.
"Nyonya, nyonya dengar tidak? Para tamu undangan itu bergosip tentang menantu anda,"ucap salah seorang teman sosialita Naima yang baru kembali dari toilet.
"Bergosip tentang menantu saya?. Memangnya, apa yang mereka gosipkan?"tanya Naima penasaran.
"Mereka... mereka menggosipkan menantu anda... katanya menantu nyonya adalah mantan kupu-kupu malam, alias wanita penghibur,"sahut teman Naima itu nampak tidak enak hati.
"Deg"
Jantung Naima serasa berhenti berdetak mendengar apa yang dikatakan oleh temannya itu.
"Aku lupa dengan masalah ini. Tapi aku harus tetap tenang. Tidak mungkin Rayyan tidak bisa mengatasi masalah ini"gumam Naima dalam hati yang bersikap tenang walaupun sempat terkejut mendengar perkataan temannya itu.
"Saya akan menuntut orang yang menyebarkan gosip ini atas tuduhan pencemaran nama baik menantu saya, sekaligus keluarga besar kami,"sahut Naima terlihat tenang dan berwibawa.
Entah mengapa, Naima sangat yakin jika Rayyan akan dengan mudah mengatasi masalah ini. Karena selama ini, putranya itu memang dapat di andalkan dalam segala hal. Apalagi jika mengingat saat Rayyan dengan yakin mengatakan bahwa Aurora masih perawan saat pertama kali di sentuh Rayyan.
"Jadi, gosip itu tidak benar, ya, nyonya?"tanya teman Naima yang lain.
__ADS_1
"Apa mereka yang menggosipkan menantu saya adalah mantan kupu-kupu malam itu punya bukti atas apa yang mereka katakan?"tanya Naima menatap semua teman-teman sosialitanya.
Semua teman-teman sosialita Naima terdiam. Memang tidak ada yang menunjukkan bukti atas gosip yang beredar. Dari mana gosip itu berasal pun tidak ada yang tahu.
"Tidak punya bukti? Jika mereka tidak punya bukti apapun, maka jangan bicara sembarangan! Saya yakin, jika ini adalah ulah rekan bisnis putra saya yang ingin menghancurkan nama baik putra saya. Atau mungkin juga ulah wanita yang mencintai putra saya. Mungkin mereka merasa kecewa karena tidak bisa memiliki putra saya dan tidak rela putra saya bersanding dengan wanita lain,"ujar Naima penuh keyakinan.
Naima sangat yakin jika gosip yang beredar saat ini adalah ulah Natalie. Wanita yang dulu sangat di idamkannya menjadi menantunya. Namun saat ini malah menjadi wanita yang tidak ingin di lihatnya. Naima menjadi ilfil pada Natalie setelah mendapatkan kiriman vidio dari Rayyan. Video yang menunjukkan bagaimana liarnya perempuan itu meniduri Hendrik putra sulungnya. Tapi di sisi lain mengejar-ngejar Rayyan.
"Nyonya Naima benar. Putra Nyonya itu pebisnis handal yang terkenal dan sukses. Pasti banyak orang yang iri,"
"Benar. Banyak juga para wanita yang menyukai putra Nyonya Naima. Pasti mereka merasa tidak terima melihat putra Nyonya Naima bersanding dengan wanita lain,"
"Jangan-jangan.. yang melakukan ini adalah Natalie. Dia, 'kan, ngebet banget pengen jadi istrinya Nak Rayyan,"
"Bisa jadi itu. Saya lihat, tadi dia nampak tidak suka saat melihat Nak Rayyan dan istrinya,"
"Kalau saya jadi laki-laki, saya juga pasti memilih Aurora untuk dijadikan sebagai pendamping hidup. Jelas-jelas kecantikan Aurora tidak bisa dibandingkan dengan Natalie. Apalagi bodynya, Natalie kalah jauh,"
Cuitan teman-teman sosialita Naima yang memang terdengar masuk akal. Apalagi mereka sudah lama berteman dengan Naima dan tahu pasti jika Natalie mendekati Naima agar bisa dekat dengan Rayyan.
"Ngomong-ngomong, apa kegiatan menantu anda, Nyonya?"tanya salah seorang teman sosialita Naima.
"Wahh.. ternyata menantu anda adalah wanita mandiri dan pekerja keras, ya? Benar-benar menantu idaman,"
"Iya. Beda jauh sama Natalie. Walaupun lulusan dari luar negeri, tapi sampai sekarang masih saja jadi PNS,"
"PNS? Eh, sejak kapan Natalie jadi PNS?"
"Setahu saya, sejak dulu dia itu pengangguran,"
"Kok, saya tidak tahu, ya, kalau Natalie PNS? Nyonya salah informasi kali,"
"Saya nggak salah informasi. Kalian semua juga tahu kalau dari dulu Natalie itu PNS, alias Pengangguran Non Stop. Bisanya cuma keluyuran sana sini menghambur-hamburkan uang saja,"ujar salah seorang teman Naima itu membuat semua yang mendengarnya tertawa.
"Astaga...! "Nyonya bisa saja,"
__ADS_1
"Iya, Natalie punya gelar, tapi malah jadi pengangguran. Padahal kalau menurut saya, usia Aurora jauh lebih muda dari Natalie,"
"Natalie itu cuma punya gelar, nyonya. Tapi tidak pintar. Putra saya kuliah bareng dia di luar negeri. Kata putra saya, Natalie itu lulus karena mengerjakan tugas kuliah dan skripsi dengan membayar orang. Kata anak saya, nilainya waktu SMA dulu juga cuma pas-pasan,"
Cuitan para teman-teman sosialita Naima.
"Kenapa selama ini kalian tidak pernah mengatakan semua ini pada saya?"tanya Naima terlihat kecewa.
"Maaf nyonya! Dulu Nyonya sangat menyukai Natalie. Selain takut menyinggung perasaan Nyonya, kami juga takut jika Nyonya tidak percaya dengan kata-kata kami. Dan akhirnya malah menjauhi kami. Karena itu, kami tidak mau mengatakan apapun tentang Natalie pada nyonya,"sahut salah seorang teman Naima.
Setelah mengetahui bahwa Naima tidak lagi menginginkan Natalie sebagai menantu, Dan Naima malah terlihat enggan untuk berinteraksi dengan Natalie, teman-teman sosialita Naima baru berani mengatakan semua keburukan Natalie.
"Oh, iya, yang.mana toko kue dan kafenya menantu nyonya?"tanya teman Naima yang lain mengalihkan pembicaraan.
"Toko kuenya di jalan xx dan kafenya di dekat kampus xx,"sahut Naima yang pernah menyelidiki di mana toko kue dan kafe yang dimiliki Aurora.
"Wahh.. itu toko kue langganan saya, Nyonya. Di sana kuenya enak-enak, loh! Ada juga kue low sugar. Cocok bagi orang yang lagi diet,"
"Benar. Saya juga sudah beberapa kali membeli kue di sana. Rasanya memang enak,"
"Wahh.. tidak di sangka, ternyata toko kue itu adalah milik menantu Nyonya. Saya sudah berlangganan semenjak toko kue itu di buka,"
Ucap para teman sosialita Naima yang membuat Naima merasa semakin bangga pada Aurora.
Apakah setelah hari ini Naima akan benar-benar menerima Aurora sebagai menantunya? Apa setelah hari ini Naima tidak akan membenci Aurora dan merubah sikapnya pada Aurora? Entahlah. Hanya author yang tahu.
Di sudut yang lain, Nathalie nampak sedang menikmati minuman dari dalam gelasnya. Merasa senang karena gosip tentang Aurora tersebar dengan cepat. Seperti api yang dipercikkan di bensin.
"Aku ingin melihat bagaimana kalian di permalukan di acara penting bagi kalian ini. Aku yakin, rumah tangga kalian tidak akan bertahan lama karena gosip ini,"gumam Natalie tersenyum senang penuh percaya diri.
Sedangkan Andi yang mengawasi Natalie dari kejauhan nampak tersenyum miring.
"Kita lihat saja nanti! Siapa yang akan dipermalukan dalam acara ini,"gumam Andi masih menatap Natalie dari kejauhan.
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued