
Bu Ella nampak terkejut mendengar pertanyaan Rayyan tentang Aurora. Pasalnya selama ini tidak ada yang tahu tentang hal itu.
"Sudah puluhan tahun Aurora menjadi putri kami. Menjadi anak yang berbakti bagi kami. Aurora berhak tahu tentang siapa dirinya. Mungkin saat inilah waktu yang tepat untuk membuka rahasia ini. Mungkin Rayyan bisa mencari tahu, siapa orang tua kandung Aurora,"gumam Bu Ella dalam hati.
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya wanita paruh baya itu mengedipkan matanya sekali sebagai jawabannya dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca oleh Rayyan. Dan kali ini, Rayyan lah yang terkejut.
"Apakah ibu dan bapak mengadopsi Aurora dari panti asuhan?"tanya Rayyan yang ingin tahu lebih banyak tentang Aurora, dan Bu Ella mengedipkan matanya dua kali yang berarti tidak.
"Apa ibu dan bapak tahu, siapa orang tua kandung Aurora?"tanya Rayyan lagi dan Bu Ella kembali mengedipkan matanya dua kali yang artinya tidak tahu.
"Apa ibu menemukan Aurora saat Aurora berumur sekitar tiga tahun?"tanya Rayyan yang mengingat tidak ada foto Aurora saat bayi. Hanya ada foto Aurora saat berumur sekitar tiga tahun.
"Darimana Rayyan tahu jika kami menemukan Aurora saat Aurora berumur sekitar tiga tahun?"gumam Bu Ella dalam hati, namun wanita paruh baya itu kembali mengedipkan matanya sekali.
Rayyan menghela napas panjang setelah bertanya tentang Aurora. Rayyan tidak bisa lagi bertanya lebih lanjut tentang Aurora. Mengingat Bu Ella yang belum bisa bicara. Rayyan hanya bisa menanyakan pertanyaan yang bisa di jawab dengan jawaban iya atau tidak saja.
"Bu, saya mohon maaf! Beberapa bulan yang lalu, saya menyuruh orang untuk menggeledah rumah ibu dan bapak. Saya melakukan itu karena Aurora dan kalian tiba-tiba menghilang. Saya menemukan foto yang wajahnya dilingkari tinta berwarna merah. Setelah saya selidiki, orang itu bernama Heru. Apa ibu tahu tentang orang yang bernama Heru itu?"Rayyan menanyakan hal lain yang mungkin diketahui oleh Bu Ella.
Tiba-tiba raut wajah dan tatapan Bu Ella berubah penuh kebencian saat mendengar pertanyaan Rayyan itu.
"Tentu saja aku tahu. Karena aku curiga, dia adalah orang yang membuat suamiku merasa bersalah selama bertahun-tahun,"gumam Bu Ella dalam hati, lalu wanita itu mengedipkan matanya sekali. Dan hal itu membuat Rayyan semakin penasaran.
"Apakah orang yang bernama Heru itu memanfaatkan bapak untuk melenyapkan nyawa seseorang?"tanya Rayyan dengan jantung yang berdegup kencang menunggu jawaban dari Bu Ella.
Bu Ella semakin terkejut mendengar pertanyaan Rayyan, tapi wanita itu langsung mengedipkan matanya sekali. Ekspresi benci terlihat jelas di wajah wanita paruh baya itu.
"Walaupun tidak ada buktinya, tapi aku yakin jika Heru adalah orang yang telah memanfaatkan suamiku untuk melenyapkan nyawa orang. Karena setelah kejadian itu, Heru tiba-tiba menjadi orang kaya,"gumam Bu Ella dalam hati.
"Apakah bapak dan ibu pindah ke kampung karena bapak takut di tuduh sebagai pembunuh?"
__ADS_1
Bu Ella kembali mengedipkan matanya sekali dengan ekspresi serius.
"Semoga Rayyan bisa membuktikan, jika suamiku tidak bersalah,"gumam Bu Ella dalam hati.
"Ternyata memang benar dugaan saya. Pria yang bernama Heru itulah yang sesungguhnya ingin melenyapkan nyawa papa saya. Terimakasih, Bu. Ibu membuat rasa penasaran yang mengganjal di hati saya jadi hilang. Saya pastikan akan membuat orang yang bernama Heru itu membayar perbuatannya karena telah memanfaatkan bapak untuk melenyapkan nyawa papa saya,"ujar Rayyan membuat Bu Ella semakin terkejut.
"Apa? Jadi, orang yang meninggal karena bapak itu adalah papa Rayyan?"gumam Bu Ella dalam hati.
"Ibu tidak perlu takut. Saya tidak akan melakukan apapun pada bapak. Karena bapak juga korban dalam masalah ini,"ujar Rayyan membuat Bu Ella merasa lega
Rayyan masuk ke dalam rumah menuju dapur, berniat untuk minum. Jawaban Bu Ella tadi membuat Rayyan lega karena semakin yakin jika mertuanya tidak bersalah dalam peristiwa meninggalnya papanya. Tapi Rayyan juga menjadi penasaran tentang siapa orang tua kandung istrinya.
"Adik Aiden hilang saat berusia tiga tahun. Dan Aurora juga ditemukan kedua mertua ku saat berusia tiga tahun. Golongan darah Aiden dan Aurora sama. Apakah... Ada kemungkinan jika Aurora adalah adik Aiden yang hilang? Seandainya saja Pak Hamdan tidak amnesia, dan Bu Ella bisa bicara. Pasti aku bisa mendapatkan informasi tentang Aurora dari mereka berdua,"gumam Rayyan dalam hati. Rayyan semakin penasaran tentang siapa sebenarnya istrinya.
"Tuan, apa tuan memerlukan sesuatu? Biar saya siapkan,"ucap pelayan muda di rumah itu mengenakan celana pendek yang memperlihatkan paha mulusnya, kaos yang terlihat ketat dengan kerah berbentuk v. Sehingga menunjukkan belahan dadanya dan tidak lupa pula dengan riasan yang dipakainya. Riasan yang membuat pelayan itu terlihat semakin cantik.
"Biar saya saja, Tuan,"ucap pelayan itu dengan suara yang dibuat sensuall.
Pelayan itu segera meraih teko di atas meja itu dan menuangkannya ke dalam gelas. Meletakkan teko itu dan mengangkat gelas yang berisi air putih itu.
"Ahh.. Maaf, Tuan! Maaf!"ucap pelayan itu sengaja menumpahkan air minum itu ke paha Rayyan.
Rayyan yang menyadari jika pelayan itu sengaja menumpahkan air minum ke atas pahanya pun menjadi geram.
"Akkh!"pekik pelayan itu saat Rayyan tiba-tiba mencengkram jemari tangannya yang memegang tisu ingin mengusap paha Rayyan yang basah.
"Brugh"
"Akhh!"
__ADS_1
Rayyan mendorong pelayan itu hingga terjatuh di lantai. Pelayan itu memekik karena tubuhnya mendarat bebas ke lantai dengan keras.
Mastuti yang mendengar kegaduhan itu pun bergegas ke ruang makan dan terkejut melihat pelayan mudah di rumah itu terlentang di lantai dengan pakaian yang begitu seksi. Mastuti melihat Rayyan yang terlihat sangat marah
"Dasar jalangg! Berani-beraninya kamu ingin menyentuh aku! Apa kamu pikir aku akan tergoda padamu dengan penampilan mu itu? Dasar tidak tahu diri! Murahan!"geram Rayyan kemudian mengambil teko berisi air dan mencuci tangannya yang digunakan untuk memegang tangan pelayan itu tadi dengan air dari teko. Rayyan mencuci tangannya tepat diatas tubuh pelayan yang masih terlentang di lantai itu. Setelah itu, Rayyan menyiramkan seluruh air yang ada di dalam teko pada pelayan itu.
"Bik Mas, suruh pelayan tidak tahu diri ini untuk mengemasi barang-barangnya. Aku memecat dia. Aku tidak ingin lagi melihat wajahnya di rumah ini,"ucap Rayyan dengan suara dingin dan datar. Meletakkan teko yang dipegangnya ke atas meja dengan kasar.
"Baik, Tuan,"sahut Mastuti cepat.
"Tuan, apa salah saya? Kenapa Tuan memecat saya?"tanya pelayan itu berlagak polis, berusaha bangun dan mendekati Rayyan, tapi di tahan oleh Mastuti.
"Diam! Atau ku patahkan tangan mu yang telah lancang ingin menyentuh ku itu!"sergah Rayyan dengan tatapan tajam, dingin, dan wajah suram.
Pelayan itu pun langsung menunduk ketakutan dan tidak berani bicara lagi. Wajah Rayyan benar-benar terlihat sangat menakutkan.
Rayyan beranjak keluar dari ruangan itu dengan perasaan kesal. Rayyan bukannya tidak tahu, jika pelayan itu selalu mencuri pandang pada dirinya. Dan hal itu membuat Rayyan merasa jengah dan tidak suka pada pelayan itu. Apalagi saat melihat wanita itu sengaja menggoda dirinya. Rayyan jadi tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak memecat pelayan itu.
Mastuti langsung menyeret pelayan itu pergi dari ruangan itu. Mastuti sebenarnya juga merasa tidak suka pada pelayan itu sejak pelayan itu terlihat sering mencuri pandang pada Rayyan.
"Bukankah sudah ku peringatkan berulang kali agar kamu menjaga sikapmu dan jangan coba-coba mendekati Tuan Rayyan? Dan tadi juga sudah ku peringatkan agar kamu mengganti pakaian kamu yang tidak sopan ini? Dengan memperlihatkan tubuh mu, apa kamu pikir Tuan Rayyan akan tergoda padamu? Punya kelebihan apa kamu di banding dengan nyonya Aurora, hingga kamu berani menggoda Tuan Rayyan? Dasar tidak tahu malu! Tidak tahu diri! Kamasi semua barang-barang kamu sekarang juga, sebelum kamu di seret keluar dari rumah ini oleh bodyguard Tuan Rayyan,"ucap Mastuti yang juga merasa sangat geram pada pelayan itu.
Pelayan itu tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi dan hanya bisa menerima nasib dipecat dari pekerjaannya. Bermaksud naik ke ranjang majikan, eh, malah berakhir dengan kehilangan pekerjaan.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1