Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
352. Gercep


__ADS_3

Rayyan dan Andi baru saja keluar dari dalam mobil. Keduanya berjalan masuk ke dalam gedung tempat mereka bekerja mengais rupiah itu.


Rayyan yang berjalan menuju lift langsung menghentikan langkahnya saat melihat Kanaya bersama Randy.


"Terimakasih, Pak, karena telah repot-repot menjemput saya ke kontrakan,"ujar Kanaya tersenyum tipis pada Randy.


Rayyan menarik satu sisi sudut bibirnya mendengar hal itu, pria itu lalu mengambil handphonenya. Rayyan berdiri tidak jauh dari tempat Kanaya dan Randy berada, pura-pura menggulir layar handphonenya.


"Pertunjukan akan segera di mulai,"gumam Rayyan dalam hati.


Pria yang baru memiliki satu orang putra itu melirik ekspresi wajah Andi yang ikut berhenti. Pemuda itu melakukan hal yang sama dengan Rayyan. Mengambil handphone miliknya dan pura-pura sibuk dengan handphonenya.


"Ah, tidak apa-apa. Kebetulan kita searah. Nanti kita pulang bareng lagi, ya!"ujar Randy tersenyum manis.


"Nggak usah repot-repot, Pak. Kontrakan saya, 'kan, lumayan jauh dari jalan raya,"tolak Kanaya padahal dalam hati berkata lain,"Senangnya kalau dia benar-benar mengantar jemput aku bekerja. Aku tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pulang pergi bekerja. Lumayan, bisa mengurangi pengeluaran,"gumam Kanaya dalam hati merasa senang.


"Enggak, kok. Santai aja. Untuk gadis secantik kamu, kalau cuma untuk antar jemput aja, nggak akan membuat aku repot. Apalagi kalau kita berjalan bersama menjemput impian,"sahut Randy tersenyum tipis.


"Dasar playboy! Pintar sekali berbicara manis,"gerutu Andi dalam hati. Sedangkan Rayyan mengulum senyum melirik ekspresi Andi.


"Ah, bapak bisa aja. Terimakasih atas tumpangannya, Pak! Kalau begitu, saya akan siap-siap untuk bekerja,"pamit Kanaya tersenyum manis.


"Oh, iya. Jangan lupa, ya! Nanti sore kita pulang bareng,"ujar Randy mengingatkan.


"Iya,"sahut Kanaya tersenyum malu-malu.


"Eh, Aya! Gimana kalau malam ini kita nonton?"ajak Randy membuat Andi merasa kesal.


"Boleh, Pak,"sahut Kanaya merasa senang.


"Okey, nanti sore kita bicarakan lagi. Aku akan mencari tempat nonton yang nyaman untuk kita,"ujar Randy.


"Iya, Pak,"sahut Kanaya.


Kedua orang itu akhirnya melangkah dengan tujuan yang berbeda. Tidak menyadari keberadaan Rayyan dan Andi di tempat itu.

__ADS_1


"Si Randy ini gercep juga rupanya. Andi akan menyesal jika masih tidak mau mengakui perasaannya dan mengejar Kanaya. Panas tinggal panas itu hati. Paling nanti malam samsak tinju jadi pelampiasan nya lagi,"gumam Rayyan dalam hati menertawakan Andi.


Rayyan bisa melihat ekspresi wajah Andi yang terlihat kesal. Pria itu pun melanjutkan langkah kakinya menuju lift yang akan membawanya ke lantai tempat ruangannya berada.


"Dasar gampangan! Langsung mau saja di antar jemput sama cowok. Coba jadi cewek itu jangan gampangan! Jual mahal sedikit ngapa? Baru juga kenal sudah mau di ajak ngedate,"gerutu Andi dengan wajah yang terlihat semakin kesal.


Andi mengikuti langkah kaki Rayyan menuju lift dengan suasana hati yang tidak baik. Pemuda itu benar-benar merasa sangat kesal saat mengetahui bahwa Kanaya di antar jemput oleh Randy. Bahkan malam ini dua orang itu berencana ngedate.


"Randy gercep juga, ya, Ndi? Kemarin ngantar pulang Kanaya, pagi ini sudah mulai menjemput Kanaya untuk pergi ke tempat kerja bersama-sama. Bahkan nanti malam sudah mau ngedate. Aku yakin mereka akan segera jadian. Ah, kenapa aku membicarakan soal mereka,"ujar Rayyan yang sengaja memanas-manasi Andi.


"Masa bodo mereka mau apa. Bukan urusan ku,"gerutu Andi dalam hati, tapi entah mengapa dirinya merasa kesal mengetahui Kanaya semakin dekat dengan Randy.


"Kalau perkembangan hubungan mereka secepat ini, aku yakin kita akan segera mendapatkan undangan dari mereka, Ndi,"ujar Rayyan yang semakin gemas melihat wajah Andi yang terlihat kesal.


"Hei! Aku bicara padamu! Kenapa kamu diam saja? Apa kamu merasa kesal karena mereka semakin dekat? Hati kamu panas, ya, melihat mereka semakin dekat? Cemburu, ya?"tanya Rayyan benar-benar iseng pada Andi.


"Siapa juga yang cemburu, Tuan? Memangnya ada hubungan apa saya sama mereka?"sahut Andi dengan wajah yang terlihat bersungut-sungut.


"Ya.. Ya.. Kamu nggak cemburu, kok. Cuma kesal,"ledek Rayyan,"Ndi, besok berikan padaku semua berkas-berkas yang berhubungan dengan proyek baru kita,"pinta Rayyan yang menahan tawa melihat ekspresi Andi yang benar-benar terlihat kesal.


Rayyan hanya tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan melihat ekspresi Andi saat ini. Pasalnya, biasanya asistennya itu selalu menampilkan wajah datar pada orang lain, tapi sok bijak dan kadang konyol saat bersama nya. Tapi, sejak ada Kanaya, Andi jadi berubah. Emosi pemuda itu terlihat tidak stabil. Tidak seperti biasanya yang selalu tenang dan terkesan santai. Apalagi sejak Randy mendekati Kanaya.


Setelah sampai di ruangannya, Andi mengerjakannya semua pekerjaannya seperti biasa. Walaupun Andi selalu merasa kesal jika mengingat soal Kanaya yang di dekati oleh Randy. Namun Andi tetap bisa mengerjakan pekerjaan nya dengan baik.


Sore sudah menjelang. Sebentar lagi jam kerja pun akan segera usai. Andi nampak menemui Rayyan di ruangannya.


"Tuan, saya akan mengerjakan pekerjaan saya di kantor saja. Jadi, saya tidak akan pulang bersama Tuan,"ujar Andi yang membuat Rayyan mengernyitkan keningnya.


"Tumben sekali kamu mau lembur di kantor tanpa aku. Kamu tidak berniat bunuh diri karena patah hati, 'kan?"tanya Rayyan memicingkan sebelah matanya.


"Saya? Patah hati? Tuan jangan bercanda! Hal itu tidak ada di dalam kamus saya. Saya punya banyak akal untuk membuat hidup saya bahagia. Ya, walaupun mungkin akan membuat orang lain merasa tidak bahagia atau kemungkinan yang lebih parahnya akan membuat orang lain akan merasa menderita,"sahut Andi tersenyum misterius.


"Aku merasa ada gelagat aneh dari ekspresi wajah kamu itu. Kamu tidak kesambet setan karena terlalu galau, 'kan?"tanya Rayyan penuh curiga.


"Ishh.. Amit-amit. Saya masih punya iman, Tuan. Jadi, saya tidak akan kesurupan,"sahut Andi penuh percaya diri.

__ADS_1


"Baiklah. Tapi ingat! Kalau ada masalah jangan di pendam sendiri! Aku adalah sahabat mu sekaligus keluarga mu. Kamu bisa berkeluh kesah padaku dan berbagi masalah dengan ku. Kita akan mencari solusi nya bersama-sama dan menghadapinya bersama-sama. Kita akan tetap saling mendukung hingga akhir,"ujar Rayyan serius.


"Terimakasih, Tuan. Tuan memang satu-satunya orang yang selalu ada untuk saya dan selalu mendukung saya apapun keadaan saya. Saya tidak akan pernah melupakan semua yang telah Tuan lakukan untuk saya,"ucap Andi serius.


"Sudahlah! Jangan terlalu sungkan padaku! Kita sudah lama saling mengenal dan bersahabat. Kita sudah melalui pahit, manis, dan jatuh bangun dalam hidup ini bersama-sama.Jangan merasa ada hutang budi apapun di antara kita,"ujar Rayyan yang membuat Andi semakin respect pada Rayyan.


"Selamanya, saya akan setia pada anda, Tuan. Jika saya memiliki anak kelak, maka anak saya pun akan mengabdi pada keluarga anda. Karena anda tidak pernah meninggalkan saya bagaimana pun keadaan saya. Saya tidak akan pernah melupakan budi baik anda,"ucap Andi tulus.


"Sudahlah! Kamu membuat aku menjadi baper,"sahut Rayyan yang merasa sangat bersyukur dan beruntung memiliki Andi sebagai bawahan nya sekaligus sahabatnya.


*


Kanaya melangkah menuju ruangan Andi. Gadis itu merasa heran karena tiba-tiba seorang office boy mendatangi dirinya dan mengatakan bahwa Andi mencari dan menunggu dirinya di ruangannya.


"Ada apa orang berwajah, dingin, datar dan bermulut pedas itu mencari aku?"gumam Kanaya dalam hati.


Kanaya mengetuk pintu ruangan Andi, lalu masuk setelah Andi menyuruhnya masuk. Kanaya melihat Andi yang fokus pada laptopnya.


"Tuan, seorang office boy mengatakan bahwa anda memanggil saya. Kalau boleh tahu, ada apa Tuan memanggil saya?"tanya Kanaya to the point.


Walaupun sudah tiga kali di buat Andi kesal. Dan kecewa tapi Kanaya tetap menghormati Andi. Karena sudah tiga kali pula Andi menolongnya.


"Kamu temani aku lembur. Mungkin sampai pukul sembilan malam. Tugasmu adalah membelikan dan menyiapkan makanan dan minuman untuk ku, membereskan ruangan ku dan membantu ku menyusun kan berkas-berkas di mejaku ini,"ujar Andi tanpa menatap Kanaya.


"Apa? Menemani orang bermulut pedas ini lembur? Aku baru saja janjian dengan pak Randy buat nonton bareng. Masa iya, harus aku batalkan. Apalagi, seumur-umur aku belum pernah nonton,"gumam Kanaya dalam hati.


"Kenapa diam saja? Kamu dengar tidak kata-kata ku tadi?"tanya Andi mengalihkan pandangan matanya dari laptopnya ke arah Kanaya.


"Tuan, bisakah office girl lain saja yang menggantikan saya menemani Tuan lembur?"tanya Kanaya yang tidak ingin rencananya nontonnya bersama Randy batal.


"Baru juga bekerja sudah berani membantah perintah atasan,"ujar Andi tersenyum sinis.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2