Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
154. Makhluk Ajaib


__ADS_3

Hendrik menghela napas panjang mendengar penuturan Sumi. Mengingat semua informasi yang diberikan oleh Rayyan, Hendrik merasa malu pada Sumi. Dirinya yang seorang laki-laki dan merupakan anak sulung malah menjadi beban bagi adiknya. Sedangkan Sumi yang seorang perempuan membanting tulang untuk menghidupi ibu dan ke empat adiknya.


"Seandainya aku berubah menjadi lebih baik dan bisa memenuhi kriteria kamu, apa kamu mau menjadi pasangan hidup ku?"tanya Hendrik yang kali ini terdengar serius.


"Aku tidak janji. Aku memang memiliki kriteria untuk mencari pasangan. Tapi, aku tidak tahu bagaimana ke depannya. Kalau tiba-tiba aku jatuh cinta pada seseorang, mungkin aku bisa mengurangi kriteria ku,"sahut Sumi kemudian meminum teh yang di letakkan pelayan di atas meja tadi.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Sumi, seketika wajah Hendrik berubah menjadi berbinar.


"Berarti, kalau kamu jatuh cinta padaku, kamu bisa menerima aku sebagai pendamping hidup kamu dong?"tanya Hendrik antusias.


"Aku tetap tidak bisa menerima pria yang tidak setia dan pemalas. Walaupun punya warisan banyak sekalipun, kalau pemalas, akhirnya akan miskin juga. Aku juga tidak mau memiliki suami pengangguran. Aku ingin punya suami yang pekerja keras. Kamu tahu? Kebanyakan orang menghargai usaha seseorang, bukan hasilnya. Karena IQ dan kemampuan setiap orang berbeda. Tapi selama seseorang itu berusaha semaksimal mungkin, niscaya hasilnya tidak akan mengecewakan,"


"Menurut kamu, bagaimana cara memotivasi diri sendiri agar berubah menjadi lebih baik?"


"Apa kamu pernah punya impian?"


"Impian ku hanya ingin menikmati hidup,"sahut Hendrik tersenyum cerah.


"Hahh?! Impian mu hanya ingin menikmati hidup? Astagaa! Hidup mu benar-benar tidak jelas,"sahut Sumi menggeleng-gelengkan kepalanya membuang napas kasar. Sedangkan Hendrik hanya menyengir bodoh,"Lalu, apa pekerjaan yang kamu geluti sekarang?"lanjut Sumi.


"Tidak ada,"sahut Hendrik kembali menyengir bodoh.


"Jangan bercanda! Pakaian kamu branded, mobil kamu aja mobil sport. Usia kamu juga sudah tiga puluhan tahun. Masa iya, kamu nggak punya pekerjaan?"ujar Sumi tidak percaya.


"Aku serius. Aku tidak punya pekerjaan. Kata adikku, aku ini pengacara, alias pengangguran banyak acara. Setiap bulan, aku dapat jatah bulanan dari adikku. Mobil sport itu juga pemberian adikku. Bahkan pajak dan biaya perawatannya juga adikku yang membayarnya,"sahut Hendrik jujur, tanpa merasa malu sedikit pun.


"Astagaa.! Kok, aku bisa ketemu makhluk ajaib kayak kamu, ya? Tobat! Tobat! Aku sangka, kamu itu cuma minus playboy, doang. Ternyata oh ternyata.. kamu tidak ada nilai plusnya sama sekali selain wajah yang tampan, body yang proposional dan setia kawan. Bahkan dua puluh tahun lagi, wajah tampan mu itupun akan keriput. Apalagi nilai plus kamu kalau wajah kamu sudah keriput?"sahut Sumi geleng-geleng kepala, merasa prihatin dan iba melihat pria yang duduk di sampingnya yang hanya bersekat meja itu.


"Jangan melihat ku seperti itu! Lebih baik kamu memandang aku dengan tatapan menghina, jijik, atau merendahkan, dari pada kamu menatap aku dengan tatapan prihatin dan iba seperti itu. Aku merasa menjadi makhluk yang menyedihkan jika kamu menatap aku seperti itu,"protes Hendrik jujur dari hatinya.


"Kamu memang memprihatinkan, tahu! Bahkan sangat menyedihkan. Entah bagaimana perasaan orang yang telah melahirkan kamu,"ujar Sumi benar-benar merasa prihatin.

__ADS_1


"Sudah! Jangan menatap aku seperti itu! Katakan padaku, bagaimana caranya agar aku berubah menjadi lebih baik?"


"Kalau begini ceritanya, kita harus memulai dari pekerjaan dulu. Sekarang, apa ijazah terakhir mu?"


"Sarjana seni,"sahut Hendrik jujur.


"Sarjana seni? Kenapa kamu kuliah jurusan seni? Memang apa yang kamu sukai?"


"Aku sangat suka dengan fotografi. Karena itu, aku mengambil kuliah jurusan fotografi,"


"Jadi, kamu seorang fotografer? Hobi memotret?"


"Bisa di bilang begitu,"


"Kalau begitu, jadikanlah hobimu itu sebagai pekerjaan. Kamu tahu? Sesuatu yang kita jalani dengan hati senang, pasti hasilnya akan memuaskan. Jika kamu bekerja karena hobi, kamu akan menjalaninya dengan perasaan senang. Dan tidak akan merasa terbebani. Tapi menjalaninya jangan setengah hati. Karena jika menjalani setengah hati, hasilnya juga pasti cuma setengah. Dan jangan menyerah jika menemukan masalah! Yakinlah! Kamu pasti bisa melewati semua!"


"Benar juga apa kata kamu. Aku bisa menjadikan hobiku sebagai pekerjaan,"sahut Hendrik seraya mengangguk-anggukkan kepalanya.


Entah mengapa, walaupun Sumi selalu bicara blak-blakan, Hendrik malah suka. Di depan Sumi, Hendrik merasa tidak perlu malu dan menjaga image. Apalagi setelah mengetahui jika Sumi adalah mantan kupu-kupu malam.


"By the way, apa kamu tidak tertarik sedikit pun sama aku?"tanya Hendrik yang sejak pertama kali bertemu dengan Sumi, hanya waktu bertemu di butik saja Sumi melihat dirinya dengan tatapan kagum. Setelah pertemuan selanjutnya, Sumi nampak biasa saja padanya. Dan hal itu membuat Hendrik jadi sangat penasaran. Padahal penampilan Hendrik trendy, dengan mobil sport mewah. Tapi Sumi terlihat biasa-biasa saja pada dirinya. Tidak seperti para kaum hawa pada umumnya.


"Aku sempat kagum, respect dan terpesona saat kamu menolong aku di butik waktu itu. Tapi setelah melihat kamu di restoran aku, jujur aku sempat ilfil sama kamu. Tapi mengingat kamu mau menolong aku dengan wajah buruk rupaku bahkan tidak malu mengakui jika aku adalah teman kamu, aku rasa kamu teman yang baik. Jadi, aku mau berteman dengan kamu. Dari situ aku juga belajar, ternyata dari banyaknya minus dalam dirimu, masih ada nilai plusnya dari dalam hati kamu,"


"Ini yang membuat kamu berbeda dengan wanita yang lainnya. Blak-blakan dan apa adanya dalam menilai aku. Dan aku menyukainya,"sahut Hendrik sesuai isi hatinya.


"Sudahlah! Jangan terlalu banyak memuji dan menyanjung aku! Aku yakin, kamu bakal ilfil sama aku kalau kamu tahu siapa aku. Atau mungkin, kamu akan pergi sejauh yang kamu mampu jika tahu siapa aku yang sebenarnya,"ujar Sumi tersenyum masam.


"Siapa bilang aku tidak tahu siapa kamu? Aku tahu siapa kamu dan bagaimana kisah hidup kamu dari dulu hingga kamu menjadi seperti sekarang ini,"


...🌟🌟🌟...

__ADS_1


...Setiap orang diberikan waktu dan peluang yang sama. ...


...Sukses atau tidaknya kita, tergantung bagaimana cara kita menggunakan waktu dan peluang yang ada....


...Kita hidup bukan berdasarkan apa yang kita mau, tapi berdasarkan apa yang kita mampu....


...Kita tidak bisa mengubah arah angin, namun kita bisa menyesuaikan pelayaran untuk mencapai tujuan....


...Fokuslah dengan kelebihan, jangan terus meratapi kekurangan. ...


...Jadikan dirimu hebat dengan kelebihan mu, dan jadikan dirimu rendah hati dengan segala kekurangan mu....


...Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk masa depanmu....


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❤️🌸...


Notebook :


•Niscaya artinya tentu; pasti; tidak boleh tidak.


•Jurusan Fotografi adalah jurusan kuliah pada Program D3 dan S1 yang mengkaji ilmu tentang karya seni fotografi. Bidang keahlian Jurusan Fotografi meliputi fotografi ekspresi, komersial, dan jurnalistik. Mahasiswa Jurusan Fotografi biasanya mendapatkan tawaran peminatan Fotografi atau Film pada semester lima.


•Arti Kata trendy / trendi adalah tren·di /tréndi/ a bergaya mutakhir; memiliki tren; bergaya modern; mengetren.


•Respect artinya Menghormati, menghargai. menyegani. Menghormati seseorang berarti anda menyukai cara orang itu bertindak, bekerja, atau cara orang itu memperlakukan anda dan orang lain.


•Ilfil adalah bahasa yang diserap dari bahasa Inggris yang artinya timbul perasaan kecewa akibat telah mengetahui keburukan dari seseorang.


•Ilfil bisa juga diartikan hilang perasaan, hilang kepedulian, wujud perasaan muak, dan masih banyak lagi lainnya. Gambaran perasaan ilfil artinya sama seperti muak, risih, jijik, sakit, kecewa, benci, dan masih banyak lagi. Ada penyebab mengapa perasaan ilfil muncul.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2