
"Apa kakak tahu? Aurora dulu juga tidak mencintai aku dan sangat membenci aku,"tanya Rayyan membuat Hendrik mengernyitkan keningnya.
"Benarkah? Kenapa dia membenci kamu?"tanya Hendrik yang memang tidak tahu kisah cinta Rayyan dan Aurora. Bahkan Hendrik tidak pernah mendengar jika Rayyan menjalin hubungan dengan seorang wanita setelah putus dengan Dila. Namun tiba-tiba mengetahui Rayyan sudah menikah dengan Aurora.
"Karena aku memaksa dia menikah dengan aku. Kami bertemu tiga kali dan aku langsung menikahi dia,"ujar Rayyan terlihat bangga.
"Serius? Kok, bisa?"tanya Hendrik nampak tertarik dengan apa yang dikatakan Rayyan.
"Aku tidak sengaja melihat dia ingin dicelakai empat orang pria. Aku menolong dia dan sebagai imbalan dari pertolongan ku, aku meminta dia menikah kontrak dengan aku selama satu tahun. Namun, seiring berjalannya waktu, aku mulai mencintai dia, tapi sayangnya dia tidak mencintai aku. Akhirnya aku merobek surat perjanjian nikah kontrak kami dan tidak memberinya celah untuk meninggalkan aku,"ujar Rayyan jujur adanya.
"Cih! Ternyata kamu juga pemaksa!"cibir Hendrik,"Aku tidak menyangka, jika kalian sebelumnya hanya menikah kontrak. Apa kamu menikah kontrak dengan Aurora agar kamu tidak dinikahkan mama dengan Natalie?"tebak Hendrik.
"Iya. Jujur, awalnya memang itu alasanku menikah dengan Aurora. Karena aku sudah jengah dipaksa mama untuk menikah dengan Natalie. Bahkan mama sampai berkonspirasi dengan Natalie untuk menjebak aku agar aku tidur dengan Natalie,"
"What? Mama sampai berbuat seperti itu sama kamu?"tanya Hendrik dengan ekspresi tidak percaya.
"Hum. Aku tidak bohong. Awalnya aku memang memaksa Aurora untuk menikah kontrak dengan aku. Tapi, akhirnya aku berhasil membuat dia jatuh cinta padaku. Bahkan aku berhasil membuatnya mengandung anakku,"sahut Rayyan dengan ekspresi bangga di wajahnya.
"Aurora sedang mengandung?"tanya Hendrik yang memang tidak mengetahui berita bahagia itu.
__ADS_1
"Iya,"
"Selamat, ya!"ucap Hendrik kemudian menghela napas panjang,"Kapan aku bisa bahagia seperti kamu? Hidup bahagia dengan orang yang aku cintai dan mencintai aku,"ujar Hendrik terlihat lesu. Seperti tidak memiliki harapan untuk hidup bahagia. Hendrik jadi tidak punya semangat hidup saat mengingat Sumi yang menolak cintanya dan mamanya yang tidak setuju jika dirinya menikahi Sumi.
"Jika kakak tidak berjuang, mana bisa kakak hidup bahagia? Baru ditolak Sumi dan tidak direstui mama saja kakak sudah menyerah. Kakak harus berjuang! Lihatlah aku! Walaupun Aurora awalnya tidak mencintai aku, bahkan membenci aku, aku terus berjuang untuk mendapatkan hatinya. Aku juga tetap berjuang mempertahankan hubungan ku dengan Aurora saat mama dengan tegas menentang hubungan kami dan bersikeras untuk menikahkan aku dengan Natalie. Aku tetap mempertahankan Aurora saat kalian bersekongkol untuk mengusir Aurora dari rumah dan dari hidup ku. Bahkan Mami pemilik klub malam itu juga ingin memisahkan aku dari Aurora. Padahal saat itu aku belum bisa membuat Aurora mencintai aku. Namun aku tetap gigih memperjuangkan Aurora hingga kini mama akhirnya menerima Aurora sebagai menantunya. Dan lihatlah! Walaupun banyak masalah dan cobaan yang menerpa hubungan kami, sampai saat ini kami masih tetap bersama. Jadi, jika Kakak ingin mendapatkan kebahagiaan, kakak harus berjuang sekuat tenaga dan semampu kakak. Seperti aku yang berjuang mengembalikan kejayaan perusahaan kita yang hampir bangkrut setelah papa meninggal. Dan seperti aku yang berjuang menaklukkan hati Aurora hingga akhirnya Aurora mencintai aku dan mengandung anak ku,"ujar Rayyan panjang lebar.
"Aku tidak menyangka jika kisah cinta kamu ternyata tidak seindah yang aku bayangkan. Aku selalu merasa kamu lebih beruntung dalam segala hal dari aku. Ternyata kamu berjuang keras untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan hingga kamu mendapatkan kebahagiaan,"ujar Hendrik kembali menghela napas panjang.
"Karena itu, kakak jangan terlalu mudah menilai orang lain! Jangan seenak hati men-judge orang lain! Kita tidak benar-benar tahu bagaimana kerasnya dan sulitnya mereka berjuang. Bagaimana mereka jatuh bangun untuk mendapatkan apa yang sekarang mereka miliki. Jika kita berada di posisi mereka, belum tentu kita bisa melakukan lebih baik dari yang mereka lakukan. Belum tentu kita bisa bertahan seperti mereka. Kita sangat suka menilai orang lain, tapi kita sering lupa menilai diri kita sendiri. Kita sering menghitung kesalahan dan dosa orang lain, tapi lupa menghitung kesalahan dan dosa diri kita sendiri. Jangan menghina, meremehkan dan merendahkan hasil usaha dan karya orang lain, karena kita belum tentu bisa berusaha dan berkarya seperti mereka. Intinya, lebih baik perbaiki diri sendiri dari pada sibuk menghina, merendahkan meremehkan apalagi men-judge orang lain. Seperti kakak yang selalu memandang rendah pada Andi. Padahal Andi selalu bisa aku andalkan dalam segala hal yang tidak bisa kakak lakukan. Bahkan usaha yang kakak jalankan saat ini adalah karena pengaturan dari Andi. Jadi, belajarlah untuk menghargai orang lain,"ujar Rayyan yang sebenarnya merasa tidak suka saat Hendrik memandang remeh pada Andi.
"Kamu benar. Selama ini aku tidak pernah berjuang, karena itu aku tidak bisa menghargai perjuangan orang lain. Selalu bergantung padamu dan menganggap semuanya mudah dan sepele. Baiklah, sekarang aku akan kembali berjuang. Akan aku buktikan bahwa aku mampu,"ucap Hendrik penuh semangat.
"Dan ingat, kak! Menurut pengalaman ku, jika kita ingin mendapatkan cinta seseorang, kita juga harus punya trik,"ucap Rayyan serius.
Hendrik yang awalnya duduk di pinggir ranjang dengan baju yang masih basah kuyup pun langsung mendekati Rayyan yang duduk di sofa.
"Jika kita mencintai seseorang, lakukan apapun yang bisa membuat dia senang. Cari tahu apa saja yang membuat dia bahagia dan teruslah dekati dia. Saat kakak sudah merasa melakukan segala cara untuk membuat dia mencintai kakak, tapi dia tetap tidak mencintai kakak dan sama sekali tidak tersentuh dengan perjuangan kakak, maka berhentilah memperjuangkan dia. Katakan padanya kalau kakak sudah menyerah untuk memperjuangkan dia dan ingin pergi jauh dari dia. Jika dia sudah mulai mencintai kakak, dia tidak akan membiarkan kakak pergi,"
"Bagaimana jika dia sudah mencintai aku, tapi dia gengsi untuk mengakuinya dan tetap membiarkan aku pergi?"
__ADS_1
"Jika seperti itu, maka kakak harus meninggalkan dia! Jangan lagi terlihat di matanya dan putuskan semua hubungan kakak dengan dia. Menghilang lah dari kehidupannya. Setelah kakak menghilang dari hidupnya, dia akan merasa kehilangan kakak. Di situ kita bisa melihat, apa dia lebih mementingkan egonya ataukah cintanya. Jika dia tidak mementingkan egonya, dia akan mencari keberadaan kakak. Tapi jika dia mementingkan egonya dan tidak mau mencari kakak, lebih baik kakak benar-benar meninggalkan dia untuk selamanya,"ujar Rayyan serius.
"Begitu, ya? Jika aku tidak dapat menaklukkan hati Miti, apa aku boleh menetap di luar negeri?"tanya Hendrik serius.
Hendrik memang pintar menaklukkan hati wanita untuk digiring ke atas ranjangnya. Dan tentunya atas dasar suka sama suka. Sama-sama ingin memenuhi kebutuhan biologis mereka. Mengumbar kata cinta hanya sebatas bibir saja untuk menjerat mangsa. Tapi ternyata, selama ini Hendrik belum pernah jatuh cinta pada siapapun selain pada Sumi. Karena hubungannya dengan semua wanita selama ini hanya sebatas hubungan di atas ranjang saja.
"Asal kakak tidak menjadi pria brengseek lagi, tetap berjuang memperbaiki diri kakak dan tetap bekerja keras menjadikan hobi kakak sebagai matapencaharian kakak, aku akan mendukung kakak menetap di luar negeri untuk melupakan Sumi. Dengan catatan, jika di luar negeri usaha kakak mengalami kemunduran, aku akan menarik kakak pulang lagi ke negara ini,"
"Okey. Deal!"ucap Hendrik penuh semangat.
"Baiklah. Aku harap, kali ini kakak benar-benar serius untuk berubah dan tidak mudah putus asa lagi. Cari saja aku, jika kakak membutuhkan bantuan ku! Asal kakak terus berjuang untuk memperbaiki diri, aku pasti akan selalu ada di belakang kakak untuk mendukung kakak,"ucap Rayyan serius.
"Terimakasih, Ray!"ucap Hendrik tulus.
"It's okey. Aku ke kantor dulu! Kalau tidak, Andi akan mengomeli aku,"ujar Rayyan kemudian meninggalkan ruangan Hendrik.
"Aku bodoh sekali! Aku memiliki saudara sebaik dia, tapi aku malah tidak menyadarinya. Aku terlalu sibuk bersenang-senang dan tenggelam dalam duniaku sendiri. Hingga tidak peduli dengan apapun selain kebahagiaan ku sendiri,"gumam Hendrik penuh penyesalan.
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued