
"Membereskan Mami?"tanya Aurora seraya mengernyitkan keningnya.
"Iya, Nyonya. Kita pulang sekarang. Nanti Nyonya bisa melihat berita tentang Mami di dalam mobil,"sahut Nala.
"Tapi aku tidak mempunyai handphone lagi, La. Handphone aku di ambil anak buah Mami waktu mereka menculik aku di kafe waktu itu,"ujar Aurora.
"Nanti Nyonya bisa menonton dari handphone saya. Tuan Andi mengatakan, sudah mengembalikan handphone Nyonya di kamar nyonya,"sahut Nala dengan wajah datarnya.
"Jadi handphone ku ketemu?"tanya Aurora nampak senang. Pasalnya banyak foto yang di simpan Aurora di handphonenya itu.
"Iya, Nyonya,"sahut Nala.
"Syukurlah,"ucap Aurora merasa lega.
Keduanya berjalan menuju lift untuk turun ke lantai satu. Setelah itu, mereka keluar dari hotel bintang lima itu. Sebuah mobil sudah menunggu di depan pintu utama hotel. Nala membukakan pintu mobil bagian penumpang untuk Aurora, setelah itu Nala masuk ke bagian depan mobil. Duduk di kursi penumpang di sebelah pengemudi.
"Ini, Nyonya!"ucap Nala memberikan handphone miliknya pada Aurora yang sudah ada Vidio yang siap di putar.
Aurora menonton video itu dan sangat terkejut saat mengetahui bahwa Mami telah di tangkap polisi karena menculik, menjual gadis di bawah umur, menjual serta memakai narkotika, bahkan membunuh beberapa orang. Dalam video itu juga di sebutkan bawah Mami terkena pasal berlapis dan kemungkinan akan mendekam selamanya di jeruji besi. Mirisnya lagi, pagi ini klub malam milik Mami di beritakan terbakar karena korsleting listrik. Klub malam itu saat ini benar-benar sudah rata dengan tanah.
Selama Aurora bekerja pada Mami, Aurora hanya datang untuk membawa pelanggan keluar dari klub malam, lalu membawanya ke hotel untuk dilayani Sumi. Jadi, Aurora sama sekali tidak tahu sisi gelap dari klub malam milik Mami. Aurora baru tahu semalam dan saat ini setelah menonton video tentang Mami yang menjadi pemberitaan paling viral pagi ini karena terbongkarnya sisi gelap dari klub malam milik Mami.
Semua itu terbongkar karena ulah Andi yang di bantu anak buah Roni. Andi membongkar seluruh kejahatan Mami. Dan Andi pulalah yang meratakan klub malam Mami, agar majikannya merasa puas. Jika tidak, dirinya akan di hukum lembur tanpa di gaji karena telah lalai menjaga nyonya-nya, hingga nyonya-nya sampai di culik dan di lelang oleh Mami.
"Jadi, Mami sudah di tangkap polisi dan sekarang klub malam milik Mami sudah rata dengan tanah?"gumam Aurora setelah menonton beberapa video di handphone Nala.
"Iya, nyonya. Sekarang Nyonya tidak perlu khawatir lagi. Mami tidak akan bisa menyentuh, apalagi mencelakai Nyonya lagi,"sahut Nala.
__ADS_1
"Syukurlah!"ucap Aurora merasa lega.
Sekarang Aurora tidak perlu takut lagi. Tidak ada Mami yang akan menculik dirinya lagi. Sungguh, Aurora sangat takut saat mengetahui sisi gelap dari klub malam milik Mami semalam. Melihat orang yang di siksa oleh anak buah Mami, dan melihat seorang wanita yang digilir beberapa orang pria. Sungguh, hal itu benar-benar membuat Aurora merasa takut.
Setengah jam kemudian, Aurora sudah tiba di kediaman Rayyan. Seperti biasanya, wanita itu akan langsung masuk ke dalam kamar Rayyan.
"Hai, adik ipar!"sapa Hendrik saat berpapasan dengan Aurora di tangga. Menatap Aurora dengan tatapan mesumnya. Berdiri di tengah-tengah tangga hingga membuat Aurora akan bersenggolan dengan Hendrik jika Aurora tetap nekat melewati tangga.
"Permisi!"ucap Aurora dengan wajah datar, agar Hendrik yang berdiri di tengah tangga menyingkir.
"Kamu tidak punya kegiatan, 'kan? Bagaimana kalau kita mengobrol? Agar kita bisa lebih saling mengenal,"ujar Hendrik yang bergeming di tempatnya berdiri.
"Maaf! Saya ada pekerjaan yang harus saya lakukan. Tolong minggir! Saya mau lewat,"ujar Aurora merasa. kesal.
"Tuan, sebaiknya Tuan menyingkir! Jangan menghalangi jalan nyonya! Anda tidak ingin 'kan, jika saya memaksa Tuan untuk menyingkir dari jalan nyonya,"ujar Nala dengan wajah dingin dan suara datar nya.
Aurora bergegas melewati Hendrik dan berjalan menuju kamar Rayyan. Saat sudah masuk ke dalam kamar Rayyan, Aurora di kejutkan dengan sebuah sofa yang sebelumnya tidak pernah di lihatnya di dalam kamar Rayyan. Aurora mengernyitkan keningnya menatap sofa yang bentuknya tidak biasa itu. Sofa yang berbentuk melengkung, tidak datar seperti kebanyakan sofa pada umumnya yang pernah di lihat Aurora.
"Kenapa sofa ini bentuknya aneh sekali? Unik,"gumam Aurora seraya mendekati sofa yang berwarna putih itu. Aurora mencoba duduk dan berbaring di atas sofa itu,"Rasanya nyaman sekali berbaring di sofa ini,"gumam Aurora dengan seulas senyum.
Waktu terus berputar. Tidak terasa hari sudah beranjak malam. Seharian ini skedul Rayyan sangat padat. Saat ini, pria itu baru saja selesai meeting online dengan kliennya yang ada di luar negeri. Rayyan menutup laptopnya lalu menatap tajam pada Andi.
"Ikut ke ruangan ku! Sekarang!"titah Rayyan dengan suara dingin.
"𝙈𝙖𝙢𝙥𝙪𝙨! 𝙏𝙪𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙪𝙠𝙪𝙢 𝙖𝙠𝙪 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙡𝙖𝙞𝙖𝙣 𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙜𝙖 𝙣𝙮𝙤𝙣𝙮𝙖. 𝙎𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙨𝙞𝙡 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙟𝙪𝙠 𝙏𝙪𝙖𝙣, 𝙖𝙜𝙖𝙧 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙚𝙗𝙖𝙨 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙝𝙪𝙠𝙪𝙢𝙖𝙣 𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙧 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙙𝙞 𝙜𝙖𝙟𝙞,"gumam Andi dalam hati.
Dengan langkah cepat, Rayyan berjalan keluar dari ruangan meeting menuju ruangannya. Sedangkan Andi nampak mengekor di belakang majikannya.
__ADS_1
Rayyan duduk di kursi kebesarannya dan menatap tajam pada Andi yang berdiri di depan mejanya. Andi menundukkan kepalanya tidak berani menatap majikannya.
"Kamu tahu, kesalahan fatal apa yang telah kamu lakukan?"tanya Rayyan dengan suara dingin dan tatapan tajamnya.
"Tahu, Tuan. Tapi saya sudah memperbaiki kesalahan saya Tuan. Semalam, saya sudah menjebloskan Mami dan antek-anteknya ke penjara. Dan sebelum matahari terbit, saya sudah meratakan klub malam milik perempuan itu. Jadi, tolong maafkan saya Tuan!"mohon Andi, menatap Rayyan dengan wajah memelas.
"Tapi kamu telah membuat istriku ketakutan karena di culik perempuan itu!"bentak Rayyan membuat kedua pundak Andi terangkat ke atas karena terkejut mendengar suara Rayyan yang menggelegar di dalam ruangan itu.
"𝙈𝙖𝙢𝙥𝙪𝙨!"gumam Andi dalam hati, kembali menundukkan kepalanya.
"Saya bersalah karena telah lalai menjaga nyonya, Tuan. Tolong maafkan saya! Saya telah mengirimkan permintaan maaf saya ke kamar Tuan,"ucap Andi masih menunduk.
"Mengirimkan permintaan maaf? Apa maksud kamu?"tanya Rayyan, masih menatap tajam pada Andi.
"Tuan akan tahu, jika Tuan pulang nanti. Tuan boleh menghukum saya jika Tuan tidak suka dengan barang yang saya kirimkan sebagai tanda permintaan maaf saya. Tapi sebelum Tuan melihat apa yang saya kirimkan, tolong jangan hukum saya dulu, Tuan!"pinta Andi.
"Kita lihat, apakah keriman permintaan maaf mu bisa membuat ku memaafkan kesalahan fatal mu,"ujar Rayyan kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangannya.
"Selamat.. selamat... semoga Tuan menyukai barang yang aku kirimkan sebagai tanda permintaan maafku,"gumam Andi lirih, bergegas mengikuti majikannya.
Sesampainya di rumah, Rayyan bergegas menuju kamarnya. Rayyan penasaran dengan apa yang diberikan Andi sebagai tanda permintaan maafnya. Saat masuk ke dalam kamarnya, Rayyan melihat Aurora berbaring di sebuah sofa yang sebelumnya tidak ada di dalam kamarnya. Wanita itu sedang mendengarkan musik menggunakan earphone nya seraya memejamkan matanya, sehingga tidak tahu jika Rayyan sudah pulang.
"Sofa Tantra?"
...🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
To be continued