Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
41. Bermimpi lah


__ADS_3

"Ngomong-ngomong, saat kamu memeriksa istri ku, apa kamu yakin jika istriku masih perawan?"tanya Rayyan yang ingin lebih memastikan bahwa dirinya lah yang telah mengambil kesucian istrinya.


Walaupun dalam hati Rayyan merasa yakin bahwa dirinya lah yang pertama bagi istrinya. Namun, entah mengapa Rayyan ingin sekali mendengar jawaban dari Fina yang berprofesi sebagai seorang dokter.


"Apa maksud kamu? Apa kamu tidak bisa membedakan, mana yang masih perawan dan mana yang sudah bolong?"tanya Fina membuang napas kasar, kemudian meraih air mineral di meja dan meminumnya.


"Masalahnya, sebelum menikah denganku, istriku sudah berprofesi sebagai kupu-kupu malam selama satu tahun,"ucap Rayyan santai.


"Byurr.."


"Uhuk..uhuk.. uhuk..."


Fina terkejut hingga tanpa sengaja menyemburkan air yang diminumnya tepat di wajah Rayyan, kemudian terbatuk-batuk.


"Apa-apaan kamu ini? Kamu ini dokter apa dukun? Kenapa menyembur wajahku?"protes Rayyan seraya mengambil tisu untuk mengeringkan wajahnya yang basah karena di sembur Fina.


"Kamu bercanda? Bercanda kamu tidak lucu tahu!"bentak Fina setelah berhenti terbatuk.


"Aku serius,"jawab Rayyan benar-benar memperlihatkan wajah seriusnya.


"Akting kamu bagus. Sangat bagus. Tapi aku lebih percaya dengan yang pasti. Aku bisa jamin kalau dia baru saja kehilangan keperawanan nya saat aku memeriksa dia di rumah kamu waktu itu,"ujar Fina serius.


"Aku tidak bercanda, Fin. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa bertanya pada Aiden, Andi, dan Roni,"ujar Rayyan dengan ekspresi serius.


"Kalau dia baru mau terjun di dunia malam, sih, wajar saja. Tapi sudah satu tahun berprofesi sebagai kupu-kupu malam.... itu tidak mungkin"sahut Fina seraya mengibaskan tangannya.


"Dia benar-benar sudah satu tahun menjalani profesi sebagai kupu-kupu malam. Dia memiliki tarif 50 juta ke atas persatu orang pelanggan. Dan dalam satu malam, di akan melayani sedikitnya dua orang pelanggan sampai tiga orang pelanggan,"jelas Rayyan.


"Tidak mungkin!"sahut Fina tersenyum remeh seraya mengibas-ngibaskan tangannya.


"Tapi itulah kenyataannya. Dia bekerja sama dengan seseorang wanita kupu-kupu malam. Dia yang mencari pelanggan,.lalu menggiringnya ke kamar hotel, lalu yang melayani di atas ranjang adalah temannya. Mereka melayani pelanggan mereka dalam keadaan kamar gelap,"jelas Rayyan.


"Serius?"tanya Fina jadi penasaran.


"Serius,"sahut Rayyan.


"Berarti yang dilayani adalah orang berdompet tebal, dong? Dan kemungkinan besar adalah pebisnis, 'kan?"tanya Fina.

__ADS_1


"Hum,"sahut Rayyan.


"Lalu, bagaimana jika ada pelanggannya yang tahu jika kamu menikah dengan dia? Mereka tidak akan percaya jika kamu mengatakan istri kamu bukan wanita yang pernah melayani mereka di atas ranjang. Dan suatu saat, semua orang akan tahu tentang profesi yang dijalani istri kamu dulu. Apa kamu tidak takut, jika hal itu akan merusak nama baik kamu?"tanya Fina serius.


"Karena itulah aku ingin bertemu dengan kamu,"sahut Rayyan.


"Maksud kamu?"tanya Fina tidak mengerti.


"Aku ingin meminta bantuan dari kamu,"sahut Rayyan.


"Apa kamu yakin, bahwa kamu meminta bantuan pada orang yang tepat?"tanya Fina seraya memicingkan sebelah matanya.


"Tentu saja. Aku yakin, kamu adalah orang yang tepat untuk membantu aku. Hanya kamu yang bisa aku andalkan dalam masalah ini,"sahut Rayyan penuh keyakinan.


"Coba jelaskan padaku! Jika aku bisa membantu kamu, aku akan membantu kamu sebaik yang aku mampu,"sahut Fina terlihat semakin serius.


Rayyan kemudian menjelaskan apa yang bisa Fina bantu untuk dirinya. Pria itu menjelaskan semua yang diinginkan nya secara detail kepada Fina. Setelah mendengar penjelasan Rayyan dan beberapa kali bertanya, akhirnya Fina mengerti dengan apa yang diinginkan Rayyan dari dirinya.


"Aku mengerti. Kamu meminta bantuan pada orang yang tepat. Serahkan saja masalah ini padaku. Tapi, apa kamu yakin tidak akan menyesal setelah melakukan ini?"tanya Fina.


"Tidak akan. Karena aku tidak punya cara lain selain cara ini. Memangnya kamu punya cara lain?"tanya Rayyan balik.


"Ya, sudah. Berarti kamu lakukan seperti apa yang aku katakan tadi saja,"sahut Rayyan.


"Baiklah. Aku akan berusaha sebaik mungkin,"sahut Fina.


***


Rayyan pulang sebelum jam makan malam. Pria itu melirik sebuah mobil yang terparkir di pekarangan rumahnya. Mobil yang sangat dikenalinya dan membuat dirinya menjadi malas untuk masuk ke dalam rumahnya. Jika saja di dalam rumah itu tidak ada Aurora, Rayyan pasti akan berbalik meninggalkan rumah itu. Pria itu melangkahkan kakinya memasuki rumah yang sudah sedari kecil ditinggalinya itu. Andi mengekor di belakang majikannya seraya membuang napas kasar melihat mobil yang sangat dikenalinya.


"Ray!"panggil suara yang sangat dikenal Rayyan.


"Ada apa?"tanya Rayyan dengan suara dingin pada perempuan yang saat ini berdiri di hadapan yang tidak lain adalah Natalie.


"Sudah lama kita tidak bertemu. Kita makan malam bersama, Ray. Tadi Tante menyuruh pelayan untuk masak makanan kesukaan kamu,"sahut Natalie dengan senyuman yang dibuat semanis mungkin.


"Aku akan membersihkan diri dulu,"sahut Rayyan, kemudian meninggalkan Natalie. Andi ikut masuk seraya melirik ke arah Natalie dengan tatapan tidak suka.

__ADS_1


"Apa kamu lihat-lihat!"sergah Natalie pada Andi.


"Aku hanya membaca apa yang ada di dalam otak kamu dengan IQ yang tidak seberapa itu. Aku pastikan didalamnya ada rencana licik dan busuk untuk menjerat Tuan ku. Tapi sayangnya, aku tidak akan membiarkan rencana busuk kamu itu berjalan mulus,"ujar Andi dengan tatapan tidak suka.


"Saat aku sudah menjadi nyonya di rumah ini nanti, kamu adalah orang pertama yang akan aku tendang dari rumah ini,"ucap Natalie memandang rendah pada Andi.


"Dengar! Jika kamu sampai jadi istri Tuan Rayyan, aku akan bersimpuh dan bersujud di kakimu. Akan aku jilat sepatu mu. Tapi, aku pastikan bahwa itu semua tidak akan pernah terjadi. Mimpi lah sesuka hati mu, karena itu cuma mimpi,"ujar Andi.kemudian meninggalkan Natalie begitu saja.


"Dasar asisten sialan! Awas saja kamu! Kamu pasti akan bersimpuh dan bersujud di kakiku dan menjilat sepatuku!"teriak Natalie kesal.


"Kesuksesan itu datangnya dari mimpi. Jadi, banyak-banyak lah tidur, agar kamu bermimpi!"balas Andi membuat Natalie semakin kesal.


Pria itu melangkah menuju kamarnya seraya menggerutu,"Dasar perempuan tidak tahu malu! Tidak punya harga diri! Apa dia pikir aku akan membiarkan Tuan Rayyan jatuh ke dalam pelukannya? Selama aku masih hidup, itu tidak akan pernah terjadi. Lihat saja jika dia berani berbuat macam-macam pada Tuan ku! Aku pastikan dia akan menyesal!"


Naima menghampiri Natalie,"Ada apa, Nad?"tanya Naima yang dari kejauhan mendengar perdebatan Andi dan Natalie.


"Itu, Tan. Asisten Rayyan itu. Sama sekali tidak menghormati aku, bahkan menghina aku,"adu Natalie.


"Dia itu memang seperti itu. Tidak pernah menurut pada siapapun selain pada Rayyan. Kamu sudah bertemu dengan Rayyan, 'kan?"tanya Naima kemudian.


"Sudah, Tan. Katanya Ray, akan membersihkan diri dulu,"sahut Natalie.


"Ya, sudah. Kita tunggu dulu. Ayo duduk dulu!"ajak Naima.


"Iya, Tan,"sahut Natalie.


Rayyan masuk kedalam kamarnya, dan indera penciumannya langsung di sapa dengan wangi parfum yang selalu dipakai Aurora. Aroma parfum itu selalu saja membuat Rayyan merasa betah berada di dalam kamarnya. Aroma parfum yang tidak pernah Rayyan cium selain dari tubuh Aurora. Karena aroma parfum itu hanya dimiliki oleh Aurora.


Pria itu menelisik ke seluruh ruangan mencari keberadaan istrinya. Rayyan berjalan menuju walk-in closet seraya melepaskan jasnya, melemparnya asal. Setelah itu melepaskan kemejanya dengan cepat, dan kembali melemparnya asal. Pria itu menyunggingkan senyuman saat melihat Aurora berada di dalam walk-in closet. Aurora hanya melilitkan handuk di tubuhnya yang putih mulus itu. Kaki jenjang, paha mulus dan sebagian dadanya terekspos sempurna.


Aurora nampak sibuk memilih pakaian tanpa menyadari kehadiran Rayyan. Wanita itu belum menemukan baju yang diinginkannya.


"Akkh! Apa yang kamu lakukan?


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2