
Rayyan membungkuk, bermaksud untuk kembali menggendong Aurora.
"Ray, kamu mau apa?"tanya Aurora yang hanya menutupi tubuhnya dengan selimut. Memalingkan wajahnya yang memerah. Pasalnya, Aurora baru sadar jika saat ini Rayyan tidak memakai apapun, alias polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh pria keturunan Turki itu.
"Menggendong kamu ke bawah shower,"sahut Rayyan yang mengernyitkan keningnya menatap Aurora yang memalingkan wajahnya yang nampak memerah.
"Bisakah aku saja yang mandi duluan?"tanya Aurora tanpa mau menatap Rayyan.
"Kenapa? Bukankah aku tadi sudah bilang jika kita akan mandi bersama? Apa kamu malu?"tanya Rayyan yang menyangka jika Aurora malu karena harus mandi bersama dengan dirinya.
"A.. aku tidak terbiasa mandi bersama orang lain,"sahut Aurora.
Rayyan menghela napas kemudian duduk berjongkok di depan Aurora tanpa merasa malu sama sekali, kemudian menatap wajah Aurora,"Aku adalah suami kamu. Bukan orang lain. Aku sudah melihat seluruh tubuh kamu, kamu pun juga sudah melihat seluruh tubuh ku. Kenapa harus malu?"tanya Rayyan, kemudian berdiri dan menarik selimut yang membalut tubuh Aurora.
"Ray!"pekik Aurora berusaha mempertahankan selimut yang di pakainya.
"Apa kamu akan mandi dengan memakai selimut?"tanya Rayyan seraya memicingkan sebelah matanya.
Mau tidak mau, akhirnya Aurora membiarkan Rayyan kembali menggendong nya dan melepaskan selimut yang di pakainya. Mereka berdua mulai mandi bersama di bawah shower dengan posisi Aurora yang membelakangi Rayyan. Bagaimana pun, Aurora merasa malu jika harus mandi
dalam posisi berhadapan dengan Rayyan dalam keadaan polos.
Rayyan menelan salivanya dengan kasar saat melihat tubuh polos istrinya itu. Walaupun Aurora berdiri membelakangi Rayyan, tapi Rayyan bisa melihat tubuh Aurora yang begitu menggoda. Padat dan berisi di bagian-bagian yang tepat. Tanpa aba-aba, senjata Rayyan kembali berdiri tegak.
"Shiitt! Kenapa dia bereaksi lagi?"umpat Rayyan dalam hati. Kini Rayyan merasa menyesal karena memaksa Aurora untuk mandi bersamanya.
Sepasang suami-istri itu akhirnya selesai mandi bersama. Benar-benar hanya mandi bersama. Walaupun hassrat Rayyan kembali naik saat melihat lekuk tubuh istrinya yang begitu menggoda.
Mengingat bagaimana nikmatnya saat mereka bercinta semalam, membuat hassrat Rayyan mudah terpancing. Namun pria itu mati-matian menahan diri agar tidak menerkam istrinya lagi. Untung saja istrinya berdiri membelakangi dirinya. Jika tidak, istrinya akan melihat benda pusaka miliknya yang kembali berdiri tegak.
Semalam Aurora sudah bersedia melayani dirinya dengan ikhlas, dan itu sudah membuat Rayyan merasa sangat bahagia. Rayyan tidak ingin Aurora menganggap dirinya menjadikan Aurora sebagai budak ranjangnya hanya karena dirinya tidak bisa mengendalikan hassrat nya.
__ADS_1
"Kamu ingin memakai baju yang mana?"tanya Aurora saat mereka sudah berada di dalam walk-in closet. Saat ini, sepasang suami-isteri itu hanya memakai bathrobe.
"Terserah kamu saja. Aku akan memakai pakaian yang kamu pilihkan,"sahut Rayyan yang merasa senang karena Aurora benar-benar ingin berubah menjadi istri yang baik.
Rayyan mengambil celana boxer, lalu memakainya. Mengusap keris pusaka miliknya yang masih berdiri sempurna. Dari tadi senjatanya itu terus saja berdenyut-denyut membuat Rayyan gelisah.
Aurora mengambil celana panjang, kemeja, jas, dan juga dasi untuk Rayyan. Aurora mengernyitkan keningnya saat melihat wajah Rayyan yang nampak gelisah dan kusut.
"Kamu kenapa?"tanya Aurora yang merasa ada yang salah dengan suaminya itu.
"Ra, dia bangun, dan tidak mau tidur lagi,"ujar Rayyan yang merasakan keris pusaka nya yang tidak mau tidur, tapi malah semakin menegang dan berdenyut-denyut.
"Dia? Dia siapa?"tanya Aurora yang tidak tahu siapa yang di maksud oleh Rayyan.
Rayyan mengambil celana panjang, kemeja, jas dan dasi yang di pegang Aurora, kemudian menggantung nya di stand hanger yang ada di sebelahnya. Aurora masih diam dan tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan oleh Rayyan hingga Rayyan meraih tangan kanan Aurora. Pria itu menempelkan tangan Aurora pada benda pusaka miliknya yang terasa berdenyut-denyut.
"Ray! Dasar mesum!"umpat Aurora dengan wajah memerah, seraya menarik tangannya yang di tempelkan Rayyan di benda pusaka milik Rayyan.
Aurora membuang napas kasar, tidak mungkin dirinya membiarkan Rayyan pergi ke kantor dengan keadaan seperti itu. Aurora kemudian berkata,"Baiklah," ucap Aurora akhirnya mengabulkan permohonan Rayyan.
Aurora menghargai Rayyan yang meminta ijin untuk menyentuh dirinya. Tidak seperti dulu yang melakukannya tanpa bertanya Aurora mau atau tidak. Bahkan jika Aurora tidak mau pun, Rayyan akan tetap memasak Aurora untuk melayani nya.
Rayyan tersenyum cerah mendengar jawaban dari Aurora. Dengan cepat Rayyan mengangkat tubuh Aurora. Dan kali ini Rayyan membawa Aurora ke sofa Tantra. Mengulangi kegiatan panas mereka semalam. Bahkan pagi ini Rayyan nampak lebih bersemangat lagi dari pada semalam. Pria itu baru berhenti mengguncang tubuh Aurora setelah merasa puas.
"Istirahatlah dulu! Aku akan membersihkan diri lebih dulu,"ucap Rayyan kemudian mencium bibir Aurora lembut dan menutupi tubuh polos Aurora dengan bathrobe yang tadi di pakai Aurora.
"Hum,"sahut Aurora.
Dengan wajah cerah, Rayyan bergegas ke kamar mandi untuk kembali membersihkan diri.
"Dia benar-benar membuat aku kecanduan. Kenapa setelah satu minggu tidak menyentuh dia, aku merasa tubuhnya berkali-kali lipat lebih nikmat? Apa yang dilakukannya untuk merawat dirinya?"gumam Rayyan seraya membersikan dirinya.
__ADS_1
Sedangkan Aurora, setelah beristirahat beberapa menit, wanita itu kembali mengenakan bathrobe nya.
"Aku merasa ada yang berbeda dengan tubuh ku. Tidak mudah lelah dan terasa berenergi. Dan.. aku juga merasa lebih bergairah untuk bercinta. Bahkan aku bisa melayani Rayyan sampai dia merasa puas. Tidak seperti biasanya, aku sudah kelelahan sebelum dia merasa puas. Dan juga, aku merasa percintaan kami terasa lebih nikmat dari biasanya. Apa ini karena ramuan yang di buatkan oleh ibu?"gumam Aurora yang merasakan perubahan pada tubuhnya.
Beberapa menit kemudian, Rayyan sudah selesai membersihkan diri. Wajah pria itu terlihat segar dan bersemangat. Untuk pertama kalinya, Aurora membantu Rayyan memakai pakaian nya. Dan hal itu tentu saja membuat Rayyan merasa semakin bahagia. Mata Rayyan tidak beralih dari wajah cantik Aurora yang sedang mengancingkan kemeja nya, lalu mengikatkan dasi dan juga memakaikan jas di tubuh Rayyan.
"Sudah selesai,"ucap Aurora setelah selesai mengancingkan jas Rayyan.
"Terimakasih. Aku berangkat!"pamit Rayyan kemudian menundukkan wajahnya dan mendaratkan ciuman lembut di bibir Aurora.
"Apa kamu tidak ingin sarapan dulu?"tanya Aurora.
Rayyan melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya,"Aku akan kesiangan jika sarapan di rumah. Tapi, besok akan aku usahakan untuk sarapan bersama mu. Maaf!"ucap Rayyan merasa tidak enak hati pada Aurora.
Sebenarnya dari dulu Rayyan juga ingin sarapan bersama Aurora. Namun Aurora selalu bangun kesiangan, sehingga tidak mungkin Rayyan sarapan bersama Aurora. Dan kali ini pun, Rayyan juga tidak bisa sarapan bersama Aurora. Karena, jika Rayyan sarapan bersama Aurora, Rayyan akan semakin terlambat untuk pergi ke kantor.
"Hum. Tidak apa,"sahut Aurora seraya mengangguk kecil.
Rayyan mengecup kening Aurora, setelah itu, Rayyan pun keluar dari dalam kamarnya, bergegas berangkat ke kantor.
Karena pagi ini Rayyan kembali bercinta dengan Aurora dengan durasi yang lumayan lama, kali ini Rayyan terlambat lima belas menit untuk pergi ke kantor.
Aurora menatap Rayyan yang menghilang di balik pintu,"Aku tidak bisa mengantar Rayyan ke depan seperti nasehat ibu. Aku tidak mungkin keluar dari kamar ini dengan menggunakan bathrobe,"gumam Aurora menghela napas panjang,"Ternyata Rayyan adalah orang yang lembut dan hangat. Benar kata ibu, aku tidak boleh keras kepala dan acuh pada suamiku sendiri. Aku hanya memberi sedikit perhatian, dan sikapnya padaku langsung berubah. Tidak kasar, tidak memaksa dan dia malah bersikap lembut padaku. Padahal, biasanya wajahnya datar seperti papan setrikaan, dan dingin seperti es balok. Kasar dan pemaksa. Namun setelah di beri sedikit perhatian, dia langsung mencair. Berubah menjadi lembut dan hangat,"gumam Aurora tersenyum tipis.
Sekarang Aurora sadar, Rayyan bersikap kasar karena dirinya juga bersikap kasar. Buktinya saat dirinya bersikap lembut, Rayyan juga bersikap lembut padanya.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1