
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan, akhirnya Rayyan dan Andi sampai juga di tempat tujuan.
Rayyan menghela napas panjang setelah turun dari mobil. Menatap hotel tempatnya akan menginap beberapa hari yang akan datang. Entah berapa lama Rayyan akan tinggal di hotel itu.
"Jangan bilang baru sampai di sini Tuan sudah rindu pada nyonya dan Tuan muda,"celetuk Andi tanpa dosa.
"Apa perlu mulut mu itu aku lakban atau bila perlu aku jahit sekalian? Pantas saja semua majikan tempat kamu bekerja dulu tidak ada yang betah mempekerjakan kamu. Mulut mu itu terlalu berani meledek majikan mu. Kamu belum merasakan bagaimana rasanya memiliki pasangan hidup. Belum tahu bagaimana hampa nya hidup seorang pria tanpa anak dan istrinya. Tunggu saja kalau kamu jatuh cinta. Aku doakan kamu jungkir balik karena jatuh cinta,"ujar Rayyan yang menyumpahi Andi karena Andi terlalu percaya diri tidak akan jatuh cinta.
"Saya tidak mau jatuh cinta Tuan. Karena kata Cu Pat Kay, cinta itu deritanya tiada akhir. Kalau di pikir-pikir memang benar Tuan. Namanya aja jatuh cinta. Di mana-mana, yang namanya jatuh, 'kan pasti sakit,"ujar Andi yang masih berprinsip sama seperti sebelumnya tentang cinta.
"Apa kamu mau hidup menjomblo seumur hidup? Jadi bujang lapuk ? Kamu tidak ingin berkeluarga dan memiliki keturunan? Jangan sampai kamu mati penasaran, gentayang, karena mati dalam keadaan masih perjaka. Belum merasakan bagaimana indah nya mendaki puncak dan merasakan surga dunia,"ujar Rayyan yang tidak mengerti dengan jalan pikiran Andi.
Selama bersama dengan dirinya, Rayyan belum pernah sekalipun melihat Andi tertarik pada seorang wanita. Padahal di perusahaannya banyak para karyawan wanita yang nampak menaruh hati pada Andi. Bahkan ada juga beberapa klien yang nampak tertarik pada Andi. Tapi, tidak sedikitpun Andi menunjukkan rasa suka pada para wanita itu. Andi tetap menampilkan wajah dingin dan datarnya. Hingga para wanita itu takutuntuk mendekati Andi.
"Kalau ingin memiliki anak, di panti juga banyak, Tuan. Tinggal pilih mana yang kita suka. Mereka pasti bahagia jika ada yang mengangkat mereka menjadi anak dan memperlakukan mereka dengan baik,"sahut Andi yang memang ada benarnya.
"Tapi, anak kandung dan anak angkat tentu saja berbeda, Ndi. Ada perasaan bahagia yang tidak dapat dilukiskan saat kita memiliki anak yang merupakan darah daging kita sendiri. Seperti aku yang selalu mengunjungi panti dan menggendong bayi-bayi itu. Rasanya sangat jauh berbeda dengan saat aku menggendong anakku sendiri. Melihat darah daging ku sendiri tertawa dan tumbuh dengan sehat merupakan kebahagiaan terbesar dalam hidup ku. Rasa lelah dan capek ku hilang saat melihat anak dan istriku bahagia,"ujar Rayyan sesuai isi hatinya.
"Saya belum menemukan orang yang cocok untuk menjadi pendamping hidup saya, Tuan,"ujar Andi lagi-lagi dengan alasan kemarin.
"Aku tidak pernah melihat kamu tertarik pada seorang gadis. Jangan-jangan, kamu tidak normal. Suka main pedang-pedangan. Atau jangan-jangan, punya kamu tidak bisa berdiri, hingga kamu tidak tertarik pada wanita,"Rayyan memicingkan sebelah matanya melirik ke arah celana Andi.
"Tuan sembarangan saja. Mana ada yang seperti itu. Saya masih normal. Ayam jago saya setiap subuh selalu berkokok dengan gagah. Dan saya tidak tertarik untuk main pedang-pedangan,"ujar Andi seraya membusungkan dadanya, penuh percaya diri.
"Aku tidak percaya sebelum kamu membuktikan nya,"ujar Rayyan dengan tatapan meremehkan.
"Percaya atau tidak, itu terserah,Tuan. Tapi, apa kita akan tetap berada di sini? Tuan tidak ingin masuk ke dalam hotel?"tanya Andi yang terkesan mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Cih, pintar sekali mengalihkan pembicaraan. Ah, aku melupakan satu kemungkinan. Jangan-jangan kamu sudah pernah jatuh cinta, tapi cinta mu kandas dan kamu menjadi trauma,"ujar Rayyan mengernyitkan keningnya menatap Andi penuh curiga.
"Tidak ada, Tuan. Saya belum pernah jatuh cinta, apalagi patah hati dan trauma karena cinta. Saya ini makhluk egois yang hanya mencintai diri saya sendiri. Kecuali jika berkaitan dengan kebahagiaan Tuan. Karena kebahagiaan Tuan adalah kebahagiaan saya,"sahut Andi dengan wajah serius.
Mendengar ucapan Andi, Rayyan pun menghela napas panjang. Rayyan memang merasa, jika Andi sangat peduli dengan kebahagiaan dirinya. Andi selalu melakukannya apapun agar dirinya bahagia. Karena itu, walaupun mulut Andi suka ceplas ceplos, Rayyan hanya akan marah sesaat saja pada Andi.
"Jangan hanya memikirkan kebahagiaan ku! Pikirkan juga masa depan dan kebahagiaan kamu sendiri. Aku sekarang sudah bahagia. Karena itu, mulai sekarang, carilah kebahagiaan kamu sendiri. Aku ingin kamu menikah dan memiliki keturunan yang nanti bisa mendampingi putra ku untuk melanjutkan memimpin perusahaan kita kelak. Saat kita berdua sudah menua, maka anak-anak kitalah yang akan menjadi penerus kita,"ujar Rayyan lalu berjalan meninggalkan tempat itu.
Andi hanya menghela napas panjang mendengar kata-kata Rayyan, kemudian berjalan mengikuti Rayyan. Entah apa yang ada di dalam pikiran pemuda itu.
Tak lama kemudian, keduanya pun tiba kamar hotel Rayyan. Andi memasukkan pakaian Rayyan ke dalam lemari pakaian. Sedangkan Rayyan nampak memeriksa email yang masuk di handphonenya.
"Tuan, apa ada sesuatu yang anda butuhkan?"tanya Andi setelah selesai membereskan pakaian majikannya.
"Tidak ada. Istirahat lah dulu. Sebentar lagi kita akan makan siang. Setelah makan siang, kita ke perusahaan,"ujar Rayyan dengan mata yang masih fokus pada layar handphonenya.
***
Setelah makan siang, Rayyan dan Andi segera pergi ke perusahaan cabang Rayyan. Rayyan meminta Andi untuk mengadakan meeting dadakan. Dalam meeting itu, Rayyan meminta laporan seluruh kepala divisi. Hal itu tentu saja membuat semua kepala divisi menjadi kelabakan.
Namun, dari sinilah akan terlihat, mana karyawan yang setia dan benar-benar bekerja dengan baik dan jujur. Dan mana karyawan yang malas-malasan dan kurang bertanggung jawab pada pekerjaannya.
Dalam meeting dadakan itu, Rayyan bertindak cepat mengganti kepala divisi yang menurut Rayyan tidak kompeten. Menurunkan jabatan beberapa karyawan. Bahkan Rayyan memecat beberapa karyawan yang menurut Rayyan tidak bisa diharapkan untuk memajukan perusahaannya.
Satu per satu karyawan Rayyan keluar dari ruang meeting dengan ekspresi random, alias bermacam-macam. Ada yang terlihat lega, ada yang terlihat kusut, ada yang terlihat kecewa, ada yang terlihat sedih, ada pula yang terlihat bahagia.
Andi nampak berbicara dengan sekretaris CEO di perusahaan cabang itu. Setelah itu, Andi bergegas masuk ke dalam ruangan Rayyan setelah majikannya itu mengizinkan dirinya masuk. Ternyata di dalam ruangan Rayyan itu ada CEO perusahaan cabang itu.
__ADS_1
"Tuan, pejabat itu sepertinya sudah mendengar jika anda ada di negara ini. Dia ingin makan malam bersama dengan anda,"ujar Andi dengan wajah serius.
"Apa kamu tahu, apa kira-kira yang diinginkan pria itu?"tanya Rayyan mengalihkan tatapan matanya dari laptop ke pada Andi.
"Saya tidak bisa menebak apa keinginan orang itu, Tuan. Tapi, yang pasti, dia akan bernegosiasi dengan Tuan dan mencari keuntungan dari Tuan. Saya dengar, dia sengaja mempersulit orang lain, lalu menawarkan bantuan dengan syarat tertentu yang pastinya akan lebih banyak membawa keuntungan bagi dirinya,"jelas Andi sesuai dengan apa yang diketahui nya setelah melakukan penyelidikan.
"Tidak adakah clue, apa kira-kira yang dia inginkan dari kita?"tanya Rayyan masih menatap Andi seraya mengetuk-ngetuk kan ujung jari telunjuknya di meja kerjanya.
"Saya benar'tidak memiliki clue, Tuan. Tapi, mungkin CEO kita ini memiliki clue tentang apa yang diinginkan oleh pejabat ini,"ujar Andi kemudian menatap ke arah CEO perusahaan cabang itu.
"Saya juga tidak bisa menebak, apa keinginan orang itu, Tuan. Tapi, akhir-akhir ini saya dengar orang itu ingin menikahkan anak gadisnya, Tuan,"ujar CEO itu sesuai dengan apa yang diketahuinya.
"Jangan bilang pejabat itu ingin menikahkan putrinya dengan Tuan Rayyan?"tebak Andi dengan ekspresi penuh selidik.
...🌸❤️🌸...
Notebook :
•Random merupakan kosa kata bahasa Inggris yang artinya adalah acak. Namun, dalam bahasa gaul, pengertiannya sedikit bergeser dari definisi sebenarnya.
•Dalam bahasa gaul, random adalah ungkapan terhadap sesuatu yang nyeleneh, aneh-aneh, tidak biasa, acak-acakan, asal-asalan, berbagai jenis, serampangan, dan lain sebagainya.
•Clue adalah petunjuk, penanda, tanda, gelagat dan kunci teka-teki.
.
To be continued
__ADS_1