
Rayyan nampak gamang menatap handphone yang di pegangnya. Ingin mendengar suara dan melihat wajah Aurora. Sedangkan malam sudah larut. Rayyan mencoba memejamkan matanya, namun hingga pukul dua malam, Rayyan belum bisa juga terlelap. Entah mengapa pria itu ingin sekali melihat dan mendengar suara istrinya. Merasa frustasi karena tidak bisa tidur, akhirnya Rayyan menghubungi Aurora lewat vidio call. Sekali, dua kali, tiga kali, panggilannya belum juga diterima Aurora.
Aurora yang terlelap karena kelelahan tidak kunjung terbangun, walaupun sudah beberapa kali handphonenya berdering. Hingga akhirnya pada panggilan ke tujuh, Aurora terbangun.
"Jam berapa ini? Siapa yang menelpon aku?"guma Aurora seraya meraba handphone nya di atas nakas, dengan mata yang terlihat masih mengantuk.
Aurora melihat Rayyan menghubungi dirinya, wanita itu menerima panggilan panggilan itu dengan mata sayu yang nampak enggan terbuka. Sedangkan Rayyan yang panggilan nya di terima pun tersenyum senang.
"Hum,"sahut Aurora menatap Rayyan dari layar handphone nya dengan mata sayu setengah terbuka. Menyandarkan handphonenya di bantal dalam posisi masih di charge, sedangkan dirinya tidur dengan posisi miring menghadap ke arah handphonenya.
Rayyan yang terlalu senang panggilan nya di terima pun tersenyum menatap wajah istrinya yang nampak sangat mengantuk.
"Sepertinya kamu sangat lelah. Apa yang kamu lakukan seharian hingga terlihat kelelahan seperti itu?"tanya Rayyan menatap wajah lelah istrinya di layar handphonenya.
Aurora tidak menjawab, perlahan matanya kembali tertutup. Wanita itu kembali terlelap. Entah sadar apa tidak saat menerima panggilan video dari suaminya.
Ada beberapa orang yang saat tidur dibangunkan terlihat bangun, bahkan berjalan berpindah tempat dan menjawab pertanyaan orang lain, lalu kembali tidur. Namun setelah bangun lagi, mereka bahkan tidak ingat bahwa mereka berjalan berpindah tempat, merespon pertanyaan orang lain, bahkan sempat bertanya.
Rayyan tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan saat melihat istrinya yang kembali terlelap. Rayyan menyandarkan handphonenya di bantal seraya melakukan pengisian daya menggunakan powerbank. Berbaring miring menatap layar handphonenya yang menampilkan wajah istrinya yang terlelap dengan damai.
"Kamu tetap cantik, walaupun sedang terlelap. Bahkan walaupun tanpa make up sekalipun. Aku rindu padamu,"gumam Rayyan dengan mata yang fokus pada wajah istrinya yang terpampang di layar handphonenya.
Pria itu menatap wajah istrinya di layar handphonenya hingga akhirnya terlelap. Sepasang suami-isteri yang berada di tempat dan kamar yang berbeda itu sama-sama terlelap dengan handphone yang masih dalam panggilan Vidio.
Pagi harinya, Rayyan terbangun dan menatap layar handphonenya yang masih menampilkan wajah istrinya yang masih terlihat lelap dalam tidurnya. Sampai pagi ini, handphone keduanya masih terhubung melalui video call. Rayyan bergegas membersihkan diri tanpa mengakhiri panggilan video. Pria itu bahkan membawa handphone nya ke kamar mandi. Menggosok giginya sambil menatap wajah istrinya yang masih di posisi yang sama seperti semalam.
Hingga akhirnya Rayyan sudah selesai membersihkan diri dan siap untuk ke kantor. Sedangkan Aurora yang memang aliran siang, alias selalu bangun siang, masih juga belum bangun. Rayyan menikmati sarapan di dalam mobil seraya memandang wajah istrinya yang masih terlalap.
__ADS_1
Andi yang duduk di kursi penumpang sebelah kursi kemudi nampak mengernyitkan keningnya menatap kaca dasbor dalam mobil. Melihat majikannya yang terus menatap layar handphonenya.
"Rayy..."gumam Aurora seraya meraba-raba sisi tempat tidur di sebelahnya, mencari keberadaan suaminya seperti biasanya.
Rayyan yang mendengar Aurora bergumam memanggilnya seraya meraba-raba sisi tempat tidur seolah sedang mencari dirinya itupun tersenyum. Andi yang mendengar suara perempuan yang bergumam memanggil nama majikannya pun langsung menoleh ke belakang menatap majikannya yang sedang tersenyum menatap layar handphonenya.
Selama ini Rayyan tidak pernah melihat kebiasaan Aurora itu, karena selalu sudah pergi bekerja sebelum Aurora terbangun.
"Rayyan sialan! Selalu saja pergi sebelum aku bangun,"gumam Aurora dengan suara serak dan mata yang masih terpejam. Tidak sadar saat ini sedang berada di mana. Juga tidak sadar jika Rayyan mengamati tingkah lakunya melalui layar handphonenya.
Rayyan menghela napas panjang mendengar istrinya mengumpat dirinya. Sedangkan Andi menutup mulutnya, terkikik mendengar majikannya di umpat oleh Nyonya nya. Dari suara Nyonya nya, Andi dapat memastikan jika nyonya nya itu baru bangun dari tidurnya.
"Apa Tuan melakukan Vidio call dengan Nyonya hingga tertidur dan sampai sekarang belum mengakhiri panggilan? Ternyata Tuan bucin akut juga. Ha ha.ha.ha... Ups!"
Andi menutup mulutnya melirik kaca dasbor mobil bagian dalam. Majikannya nampak menatapnya dengan tajam. Andi pun mengalihkan pandangannya pura-pura menatap jalan. Sedangkan supir pribadi Rayyan hanya diam, fokus pada jalan raya.
"Ceklek"
Rayyan kelabakan saat mendengar suara pintu yang terbuka dan suara ibu mertuanya yang memanggil istrinya. Dengan cepat Rayyan mengakhirinya Vidio call. Sedangkan Andi kembali terkikik menutup mulutnya mendengar suara dari dalam handphone majikannya itu. Namun supir pribadi Rayyan tetap fokus pada jalan raya.
"Ra! Ya ampun! Ini anak! Suami kamu benar-benar terlalu memanjakan kamu. Sudah siang begini belum bangun juga,"gerutu Bu Ella melihat putrinya masih memejamkan matanya.
"Ibuuu.. kenapa pagi-pagi begini sudah teriak-teriak?"gumam Aurora yang mendengar suara ibunya, namun masih enggan untuk membuka matanya.
"Cepat bangun! Ini sudah setengah delapan, Ra! Biasakan bangun pagi dan layani suami kamu!"ujar Bu Ella merasa jengkel dengan putrinya yang selalu bangun siang itu.
"Ibuuu. Rayyan saja tidak pernah memarahi aku karena bangun kesiangan. Yang penting aku ada di rumah saat dia pulang dan jatahnya lancar,"ujar Aurora mulai beranjak dari tempatnya berbaring. Suara berisik ibunya membuatnya terbangun dan tidak bisa tidur lagi.
__ADS_1
"Rayyan ternyata benar-benar terlalu memanjakan kamu. Sudah, cepat bangun dan mandi sana! Setelah itu sarapan,"ujar Bu Ella membuang napas kasar.
Mau tak mau Aurora pun beranjak ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri, Aurora keluar dari dalam kamarnya menuju ruang makan.
"Bapak mana, Bu?"tanya Aurora yang tidak melihat bapaknya. Aurora duduk di salah satu kursi di meja makan lalu membuka tudung saji.
"Bapak ke kebun untuk menanam bibit coklat yang di beli bapak kemarin,"sahut Bu Ella seraya mengelap perabotan makan yang baru saja di cucinya.
"Bukannya tangan bapak masih sakit? Kenapa malah ke kebun buat menanam coklat?"tanya Aurora seraya mengambil roti tawar dan mengolesi nya dengan selai untuk sarapan.
"Bapak menyuruh tetangga sebelah rumah untuk membantunya menanam coklat. Bapak hanya memberikan pengarahan saja, bagaimana dan di mana harus menanam bibit coklat nya. Kata bapak, bapak akan pulang sebelum kamu berangkat ke kota,"ujar Bu Ella.
"Berangkat ke kota? Aku tidak akan pergi kemana-mana, kok,"sahut Aurora seraya mengunyah roti tawanya. Tidak ingat jika dirinya harus pulang sore ini.
"Nala bilang, kalian akan kembali ke kota sore ini, dan kalian akan berangkat pukul empat sore. Agar sebelum makan malam, kalian sudah sampai di rumah. Katanya, Rayyan akan marah pada mereka jika malam ini kamu tidak ada di rumah,"sahut Bu Ella yang tadi mengobrol dengan Nala.
"Isss.. aku masih kangen sama ibu dan bapak. Kenapa harus pulang hari ini, sih!"gerutu Aurora terlihat lesu.
"Kamu sebagai seorang istri harus menurut pada suami, Ra! Layani dia dengan baik! Terutama saat ada di atas ranjang. Jadi perempuan jangan pasif! Kamu harus mengimbangi permainan suami kamu, agar dia merasa senang. Bahkan bila perlu, kamu yang harus memimpin permainan. Puaskan suamimu dengan cara mu, agar suami kamu tidak merasa jenuh dan semakin tergila-gila padamu,"ujar Bu Ella menasehati putri semata wayangnya itu.
Wanita paruh baya itu kemudian memberikan tips dan kiat-kiat khusus pada putrinya cara melayani suami dengan baik dan benar. Mau tidak mau, Aurora pun mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibunya.
"Ingat! Jangan biarkan sedikit celah pun di antara kamu dan suami kamu! Jangan biarkan orang ke tiga masuk dan merusak rumah tangga kalian,"pesan Bu Ella setelah memberikan kiat-kiat khusus pada putrinya.
"Iya, aku mengerti,"sahut Aurora.
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued