
Andi yang sudah memakai baju tidur bergegas memakai pakaian kasual. Karena tiba-tiba majikannya menelpon akan pergi, dan tentunya bersama dirinya.
"Haiss.. aku baru saja akan tidur. Ehh.. Tuan malah mengajak aku pergi. Apa nyonya mengidam sesuatu?"gumam Andi menembak-nebak, apa kiranya yang membuat Tuan-nya mengajaknya pergi malam-malam saat dirinya sudah bersiap untuk tidur. Pemuda itu bergegas keluar dari kamarnya setelah selesai mengganti pakaiannya.
"Tuan, kita mau kemana?"tanya Andi mengejar Rayyan yang sudah ada di pintu utama.
"Klub malam. Cepat hubungi Aiden!"
"Ke klub malam? Saya kira mau mencari makanan yang diidamkan nyonya. Jangan bilang, Tuan tadi tidak bisa membujuk nyonya!"tanya Andi memicingkan sebelah matanya menatap Rayyan.
"Aku bisa membujuknya. Tapi, nyonya mu tersayang itu tetap menghukum aku,"ketus Rayyan.
Andi membukakan pintu mobil untuk Rayyan. Setelah Rayyan masuk ke dalam mobil, Andi bergegas menutup pintu mobil dan langsung masuk ke dalam mobil di kursi penumpang sebelah kursi kemudi. Pria itu langsung mengirim pesan pada Roni agar Aiden pergi ke klub malam untuk menemani majikannya.
"Ngomong-ngomong, Tuan di hukum apa sama Nyonya?"tanya Andi berbalik ke arah belakang menatap majikannya.
"Aku disuruh Aurora menyelesaikan masalah ini. Karena ide ku yang menyebabkan semua ini terjadi,"
"Roman romannya tidak sesimpel itu. Kalau cuma Tuan di suruh menyelesaikan masalah ini, Tuan tidak akan terlihat kusut seperti itu. Jangan-jangan, selain di hukum nyonya untuk menyelesaikan masalah ini, Tuan juga di hukum nggak dikasih jatah, ya? Makanya wajah Tuan kayak benang kusut seperti itu,"ucap Andi yang ceplas-ceplos itu malah menertawakan majikannya sendiri.
"Dasar asisten sialan! Kamu berani menertawakannya majikan kamu sendiri?"ketus Rayyan yang merasa kesal pada Andi karena tebakan Andi benar. Dan sialnya, Andi malah menertawakan dirinya.
"Sabar, Tuan! Ibu hamil memang labil. Tapi kalau beneran nyonya nggak marah sama Tuan, nanti juga Tuan diminta pulang sama nyonya. Tindakan Tuan untuk meninggalkan nyonya saat ini sudah benar. Kita refreshing aja dulu di klub malam sambil cuci mata,"ujar Andi nampak santai.
Rayyan memicingkan sebelah matanya menatap Andi yang kembali menatap ke depan.
"Apa benar yang dikatakan oleh Andi? Kalau Aurora akan meminta aku pulang? Tapi, percuma juga diminta pulang kalau tidak di kasih jatah,"gumam Rayyan dalam hati.
"Kamu besok coba bicara pada Sumi mengenai masalah ini! Aku akan bicara pada kakak ku,"titah Rayyan.
"Saya harus bicara apa, Tuan?"
"Terserah.kamu mau bicara apa.. Yang penting masalah ini selesai dengan solusi yang baik,"
Andi menghela napas panjang mendengar titah majikannya. Tidak lama kemudian, mereka pun tiba di klub malam.
Rayyan melihat Aiden sudah duduk di depan meja bartender. Rayyan pun bergegas menghampiri sahabatnya dari kecil itu. Sedangkan Andi duduk dimana Roni berada.
"Ke..ke.. kenapa.. wa..wa.."
"Plak"
"Wajah Tuan kamu seperti benang kusut,"ucap Roni cepat setelah ditepuk lengannya oleh Andi.
__ADS_1
"Biasalah, urusan rumah tangga,"sahut Andi santai.
"La..la..lagi be.. ber.. berantem?"tanya Roni menyelidik.
"Enggak. Cuma lagi di hukum karena Tuan bicara asal. Dan kata-kata Tuan yang asal itu membuat sahabat nyonya di lecehkan Tuan Hendrik. Jadinya, Tuan dihukum. Sepertinya dihukum nggak dikasih jatah, deh, makanya wajahnya kusut seperti benang ruwet,"sahut Andi kemudian terkekeh.
"Sa.. sa..sama.. sa.."
"Plak "
"Sama saja itu namanya berantem,"ucap Roni cepat setelah mendapat tepukkan dari Andi.
"Ya beda lah. Kalau berantem, 'kan, cek-cok, adu mulut. Ini, 'kan, enggak,"kilah Andi yang tidak sependapat dengan Roni.
"Te.. Ter terserah ka.. ka..kamu,"sahut Roni.
"Oh, iya. Kamu pantau terus tentang Tuan Jony, ya! Usahakan pergerakan kita tidak diketahuinya. Aku curiga dia sedang menyusun rencana untuk melakukan serangan balik. Aku tidak bisa memantau dia seratus persen. Karena banyak yang harus aku urus dan aku jaga. Kamu, sih, enak, cuma harus melindungi Tuan Aiden saja. Beda dengan aku yang harus melindunginya seluruh keluarga Tuan Rayyan"ujar Andi menghela napas panjang.
"Te.. te.. tenang.. Sa.. saja. A.. a. akan a.. aku urus i..itu,"sahut Roni terlihat santai.
Rayyan nampak mengambil duduk di sebelah Aiden dan langsung memesan mocktail.
"Kenapa itu muka? Lecek banget?"tanya Aiden seraya menggoyang-goyangkan gelas berisi minuman di tangannya.
"Haiss.. kamu cuma mau ketemuan sama aku jika ada urusan bisnis dan sedang frustasi aja,"keluh Aiden.
"Lalu apa gunanya sahabat jika tidak bisa di jadikan sebagai tempat curhat?"sahut Rayyan dengan wajah yang masih terlihat kusut.
"Memang kamu lagi berantem dengan Aurora?"tanya Aiden, kemudian meneguk cocktail nya.
"Tidak. Cuma, dia menghukum aku karena gara-gara ideku, sahabatnya di perkosaa kak Hendrik,"sahut Rayyan seraya meraih mocktail yang baru saja di sodorkan bartender.
"Apa?! Kok, bisa?! Gimana ceritanya?"tanya Aiden penasaran.
"Kakak mengatakan ditolak oleh perempuan, bahkan sampai di tampar tiga kali sama perempuan itu. Tapi kata kakak, dia menyukai perempuan itu. Kakak meminta aku mencari solusi untuk menaklukkan hati perempuan itu. Aku bicara asal agar kak Hendrik menghamili perempuan itu. Aku tidak menyangka jika perempuan yang disukai kakak itu ternyata adalah sahabat Aurora. Karena itu dia menghukumnya aku,"jelas Rayyan kemudian meminum mocktail-nya.
Minuman ringan yang terbuat dari jus buah atau smoothie buah yang dicampur dengan soda, cola, sirup, susu, atau jenis minuman lainnya itu terasa menyegarkan di tenggorokan Rayyan.
"Ada-ada saja kalian ini,"sahut Aiden terkekeh kecil seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan setelah mendengar cerita sahabat itu.
"Dia jadi semakin sensitif semenjak mengandung. Aku benar-benar harus melatih kesabaran menghadapinya,"ujar Rayyan kembali meneguk minumannya.
"Wanita memang rumit. Karena itu, aku tidak mau terikat hubungan dengan wanita. Terlalu pusing memikirkan kode yang mereka berikan. Mereka pikir, kita para pria ini brankas apa? Pakai di kasih kode segala. Kalau suka, ya bilang suka. Enggak, ya, bilang enggak. Malah ngasih kode yang bikin sakit kepala. Mereka membuat semua jadi rumit. Bilang nggak apa-apa, tapi nyatanya nggak baik-baik saja. Bilang terserah, kalau tidak sesuai ekspektasi mereka juga bikin mereka marah. Bikin pusing saja,"ujar Aiden yang memang belum pernah menjalin hubungan serius dengan wanita.
__ADS_1
Selama ini hubungan Aiden dengan wanita hanya sebatas hubungan berdasarkan atas dasar suka sama suka saja. Hanya sebatas hubungan di atas ranjang saja. Sama sekali tidak ada yang di ajak serius berhubungan walaupun hanya sekedar di pacari Aiden.
"Walaupun mereka rumit, tapi tetap saja hidup kita terasa hampa jika tidak ada yang namanya wanita,"
"Aku biasa saja walaupun hidup tanpa wanita,"sahut Aiden penuh percaya diri.
"Kamu belum merasakannya, karena kamu belum bertemu dengan orang yang kamu cintai. Saat kamu menemukan wanita yang kamu cintai dan membuat kamu merasa nyaman saat kamu berada di sisinya. Kamu akan memprioritaskan dia dari pada dirimu sendiri. Merasa kebahagiannya lebih penting dari pada kebahagian kamu sendiri. Karena kebahagiaan kamu terletak pada kebahagiaan nya,"
"Aku memang belum pernah merasakan hal seperti itu. Tapi jika suatu saat aku menyukai seseorang, aku tidak akan galau seperti kamu. Aku juga tidak akan menjadi budak cinta seperti kamu,"cibir Aiden penuh percaya diri.
"Cih! Aku menunggu saat-saat dimana kamu menjadi budak cinta,"
"Kamu tdak perlu menunggunya! Karena hari itu tidak akan pernah datang,"sahut Aiden penuh keyakinan.
Sementara itu, Aurora yang berada di rumah nampak tidak bisa tidur. Memikirkan suaminya mencari perempuan lain untuk memenuhi kebutuhan biologisnya membuat Aurora jadi gelisah. Beberapa kali wanita itu menatap jam digital di atas nakas. Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam semenjak tiga jam yang lalu Rayyan pergi. Namun sampai saat ini suaminya itu belum juga kembali.
"Dia tidak sedang bersenang-senang bersama dengan seorang wanita, 'kan? Aku harus memastikannya,"gumam Aurora yang merasa gelisah.
Aurora mengambil handphonenya dan mencoba menghubungi suaminya. Wanita itu mondar-mandir di samping ranjangnya karena sudah dua kali menghubungkan suaminya, tapi suaminya tak kunjung menjawab teleponnya. Wanita itu kembali menghubungi suaminya dengan perasaan yang semakin gelisah.
Sedangkan di klub malam, Rayyan tidak menyadari jika Aurora menghubungi dirinya karena suatu dentuman musik yang begitu keras membuat Rayyan tidak mendengar suara handphonenya yang terus berdering.
"Dasar Rayyan sialan! Apa yang sedang dia kerjakan di luar sana hingga dia tidak mengangkat telepon ku? Awas saja jika dia berani bermain perempuan di luar sana!"gerutu Aurora yang merasa gelisah sekaligus kesal.
Andi menikmati minuman bersoda miliknya. Namun setelah menerima telepon, Andi bergegas berlari menghampiri Rayyan.
"Tuan, ini darurat. Ayo cepat pergi dari sini!"ucap Andi yang langsung menarik tangan Rayyan.
"Hei! Ada apa ini?"tanya Rayyan yang tidak mengerti dengan sikap Andi. Namun terpaksa mengikuti langkah kaki Andi yang menarik tangannya keluar dari klub malam itu.
Aiden nampak terkejut dengan aksi Andi, lalu pria itu menatap Roni. Aiden mengernyitkan keningnya saat melihat Roni tampak tertawa walaupun gagap. Melihat Andi yang menarik Rayyan keluar dari klub malam.
...🌸❤️🌸...
Notebook :
•Simpel artinya mudah dikerjakan atau dimengerti (tidak berbelit-belit), sederhana.
•Prioritas diartikan sebagai keadaan ketika seseorang atau sesuatu dianggap atau diperlakukan lebih penting daripada yang lainnya. Menentukan prioritas dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang penting dilakukan agar kita bisa teratur dalam melakukan aktivitas.
.
To be continued
__ADS_1