
Waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari. Tapi Aurora masih belum bisa . memejamkan matanya. Sebagai seorang istri, tentu saja tidak ingin di selingkuhi suami. Siapa, sih, yang ingin di duakan? Rasanya, pasti pada sepakat jika jawabannya tidak ada.
Walaupun tidak tahu apa perasaannya saat ini pada Rayyan, tapi ada rasa tidak rela di hati Aurora, jika suaminya itu tidur dengan perempuan lain. Apa lagi jika mengingat dada bidang dan perut berotot milik suaminya. Aurora semakin tidak rela jika membayangkan tubuh suaminya di gerayangi perempuan lain. Dalam kegelisahan nya, tiba-tiba Aurora teringat akan pesan dan nasihat ibunya...
"𝘽𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪. 𝙎𝙪𝙡𝙞𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙢𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙖𝙥𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖. 𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙖𝙨 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙡𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙘𝙤𝙗𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙞𝙠𝙖𝙥 𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩, 𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙧𝙝𝙖𝙩𝙞𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪! 𝙅𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪. 𝙏𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙡𝙪𝙥𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙡𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙚𝙗𝙖𝙣𝙞,"
"𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙧𝙪𝙩 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞, 𝙍𝙖! 𝙇𝙖𝙮𝙖𝙣𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙞𝙠! 𝙏𝙚𝙧𝙪𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞 𝙖𝙩𝙖𝙨 𝙧𝙖𝙣𝙟𝙖𝙣𝙜. 𝙅𝙖𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙚𝙢𝙥𝙪𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙨𝙞𝙛! 𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙢𝙗𝙖𝙣𝙜𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙖𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪, 𝙖𝙜𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜. 𝘽𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙞𝙡𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙡𝙪, 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙢𝙥𝙞𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙖𝙞𝙣𝙖𝙣. 𝙋𝙪𝙖𝙨𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙢𝙪 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙢𝙪, 𝙖𝙜𝙖𝙧 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙟𝙚𝙣𝙪𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙜𝙞𝙡𝙖-𝙜𝙞𝙡𝙖 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙢𝙪,"
"𝙄𝙣𝙜𝙖𝙩! 𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙘𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙪𝙣 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪! 𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚 𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣,"
Aurora tiba-tiba menangis karena teringat pesan dan nasehat ibunya itu. Tidak satupun pesan dan nasehat ibunya yang dia realisasikan. Dan sekarang suaminya menginap dengan perempuan lain. Itulah asumsinya setelah mendengar Rayyan menjawab telepon dari seseorang tadi.
"Rayyan benar-benar tidak pulang. Apa rumah tangga ku akan berakhir sampai di sini? Ibu akan sangat kecewa padaku jika aku bercerai dari Rayyan. Apalagi jika tahu penyebab semua ini adalah aku,"gumam Aurora seraya menghapus air matanya.
Semalaman Aurora tidak bisa tidur. Pagi itu, Aurora tidak melakukan latihan fisik seperti biasanya. Aurora merasa lesu dan tidak bersemangat untuk melakukan latihan fisik. Wanita itu memilih untuk pergi ke toko kuenya.
Karena tidak tidur semalaman, akhirnya Aurora terlihat lesu. Matanya pun memiliki lingkaran hitam. Bahkan pagi ini Aurora tidak bernafsu untuk sarapan. Aurora hanya makan sedikit.
Saat berada di toko kuenya, tiba-tiba Bu Ella menghubungi Aurora.
"Ada apa ibu menelpon aku?"gumam Aurora kemudian menerima panggilan masuk dari ibunya itu.
"Halo, Bu!"ucap Aurora mencoba bersikap biasa, walaupun hatinya saat ini sedang galau. Aurora tidak ingin ibunya bertanya macam-macam jika mendengar suaranya yang lesu.
"Halo, Ra! Bagaimana? Kamu sudah merasakan khasiat ramuan yang ibu buat, 'kan?"tanya Bu Ella terdengar bersemangat.
"Iya, Bu. Badanku terasa enteng dan tidak pegal-pegal lagi,"sahut Aurora jujur. Karena memang itu yang di rasakan Aurora setelah mengkonsumsi ramuan yang di buatkan oleh ibunya.
__ADS_1
"Syukurlah. Ingat, Ra! Konsumsi setiap hari! Jangan lupa!"pesan Bu Ella.
"Iya, Bu. Aku minum setiap hari, kok,"sahut Aurora tidak berbohong.
"Dan ingat pesan ibu, layani suami kamu dengan baik! Jangan menolak untuk melayani suami kamu! Kamu berdosa jika menolaknya hanya karena kamu malas melayani nya. Dia berhak meminta hak nya sebagai suami. Dan kamu berkewajiban untuk memberikan hak nya itu. Kalau kamu menolak melayani suami kamu hanya karena malas, jangan salahkan dia, jika dia mencari wanita lain untuk memenuhi kebutuhan biologisnya,"ujar Bu Ella yang terasa menohok di hati Aurora.
Aurora merasa kesulitan menelan ludahnya sendiri mendengar penuturan ibunya itu. Ibunya seolah tahu dengan apa yang terjadi padanya saat ini.
"Kamu dengar apa kata ibu, 'kan, Ra?"tanya Bu Ella yang tidak mendengar suara putri semata wayangnya.
"Dengar, Bu,"sahut Aurora dengan dada yang terasa sesak.
"Dengar, Ra! Kalau bisa, menikah itu cukup sekali selama hidup. Jadi, bina lah rumah tangga yang baik! Bahagiakan suami kamu, maka kamu juga akan bahagia. Dan jika suamimu merasa bahagia bersamamu dia tidak akan pernah berpikir untuk berpaling dari kamu. Ibu bisa melihat Rayyan begitu mencintai kamu. Tapi kamu sepertinya kurang perhatian bahkan terkesan acuh sama suami kamu. Jangan sampai Rayyan menceraikan kamu karena kamu tidak bisa menyenangkan hatinya. Jika kalian bercerai karena kesalahan kamu, Kamu jangan pulang lagi untuk menemui ibu! Kamu mengerti, tidak?"tanya Bu Ella yang semakin membuat Aurora merasa tertohok.
"Iya, Bu,"sahut Aurora.
"Ya sudah, ibu mau ke warung dulu. Ingat! Jadi istri yang baik!"pesan Bu Ella sekali lagi.
Aurora semakin merasa bersalah setelah menerima telepon dari ibunya. Semua kata-kata ibu nya benar. Dan yang salah adalah dirinya. Selama ini sudah meminta banyak hal pada Rayyan dan Rayyan selalu memenuhinya. Namun saat Rayyan meminta haknya, Aurora malah enggan bahkan menolak untuk menjalankan kewajibannya.
Waktu terus berputar, tidak terasa sore pun datang, namun Aurora belum pulang. Biasanya saat waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, Aurora pulang dari kafenya. Namun kali ini, Aurora baru beranjak untuk pulang saat waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
Nala menatap majikannya dari kaca dasbor mobil. Nala melihat hari ini majikanya lebih banyak diam, lesu, tidak bersemangat, tidak berselera makan, bahkan sepertinya kurang tidur. Nala jadi merasa khawatir.
Aurora masuk ke dalam kamarnya dengan lesu, kepalanya terasa pusing. Mengingat semua kata-kata ibunya membuat Aurora semakin merasa bersalah pada Rayyan. Aurora berendam di dalam bathtub dengan pikiran yang tidak karuan.
"𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙚𝙧𝙖𝙞 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪, 𝙆𝙖𝙢𝙪 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙢𝙪𝙞 𝙞𝙗𝙪!"
__ADS_1
Kata-kata ibunya itu benar-benar membuat Aurora gelisah. Seolah kata-kata itu bagai terus menerus di putar di dalam otaknya. Aurora memejamkan matanya, merasa kepalanya semakin pusing. Hingga tanpa terasa Aurora tertidur di dalam bathtub.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam saat Rayyan pulang. Pria itu menatap ke arah ranjang, tapi tidak melihat Aurora di sana. Melihat ke arah balkon kamar pun, pintunya terlihat tertutup.
"Kemana dia? Apa di dalam kamar mandi?"gumam Rayyan.
Seraya melepaskan jasnya, Rayyan melangkah ke kamar mandi. Namun ternyata kamar mandi itu terkunci.
"Rupanya dia memang di dalam kamar mandi,"gumam Rayyan. Sambil menunggu Aurora keluar dari dalam kamar mandi, Rayyan melepaskan kemejanya.
"Apa yang dia lakukan di dalam kamar mandi? Kenapa lama sekali? Dan dari tadi tidak terdengar suara apapun dari dalam kamar mandi,"gumam Rayyan yang sudah lima menit menunggu Aurora keluar dari dalam kamar mandi.
Rayyan mulai gelisah saat Aurora tidak kunjung keluar dari dalam kamar mandi. Apalagi tidak terdengar suara apapun dari dalam kamar mandi.
"Tok! Tok! Tok!"
"Ra! Ra! Kamu sedang apa di dalam?"tanya Rayyan yang mulai khawatir,"Ra! Ra! Buka pintunya, Ra!"pinta Rayyan yang terus mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil Aurora, namun tidak terdengar suara apapun dari dalam kamar mandi.
"Shiitt!"umpat Rayyan yang menjadi khawatir pada Aurora.
Rayyan bergegas mengambil kunci cadangan yang di simpannya. Setelah mendapatkan kunci cadangan yang dicarinya, Rayyan bergegas membuka pintu kamar mandi.
"Brak"
"Ra!"
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued