Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
289. Mengancam


__ADS_3

Natalie masih terus berusaha mempengaruhi Dila agar kembali mendekati Rayyan. Kalau bisa membuat rumah tangga Rayyan hancur, ya, sukur. Kalau tidak bisa, ya, paling tidak bisa menganggu kebahagiaan Rayyan. Jikapun tidak berhasil menganggu apalagi menghancurkan kebahagiaan Rayyan, maka Dila yang sombong dan mengacuhkannya itu bisa merasakan bagaimana rasanya dicampakkan Rayyan. Seperti apa yang pernah dirasakan Natalie dulu. Dipermalukan Rayyan dan dicampakkan Naima.


Sekali tepuk dua lalat mati. Itulah yang ada di dalam pikiran Natalie. Natalie jadi membenci Dila yang selama ini hanya dikenal namanya saja itu.


Awalnya Natalie ingin menghancurkan rumah tangga Rayyan melalui Dila. Namun, sikap Dila yang terlihat acuh, angkuh dan sombong pada dirinya lah yang membuat Natalie jadi membenci Dila. Padahal baru malam ini mereka berinteraksi. Bahkan sebelumnya Dila tidak mengenal Natalie.


Dila hanya diam tanpa merespon perkataan Natalie, seolah tidak menganggap keberadaan Natalie di sampingnya. Tetap menikmati minumannya dengan wajah datar. Entah apa yang ada di dalam pikiran wanita itu saat ini.


"Sayang sekali jika kamu tidak memanfaatkan cinta Rayyan sama kamu,"ucap Natalie menghela napas panjang.


"Kenapa kamu mengatakan semua ini padaku? Apa untungnya buat kamu?"tanya Dila setelah lama diam. Wajah wanita itu tetap terlihat datar tanpa mau menatap Natalie.


"Karena aku sakit hati pada Tante Naima. Dulu dia pernah berjanji akan menikahkan aku dengan Rayyan. Namun, tiba-tiba wanita tua itu menendang aku dan beralih mendukung Aurora untuk menikah dengan Rayyan saat wanita tua itu tahu bahwa Aurora adalah adik kandung Aiden,"


"Tapi, Aiden baru mempublikasikan hubungannya dengan Aurora baru-baru ini. Aku tidak tahu apa alasannya. Namun yang pasti, Aiden akan memberikan apapun yang diinginkan Aurora. Karena Aurora adalah keluarga satu-satunya yang masih dimiliki Aiden,"


"Jika Wanita tua itu tahu Rayyan kembali dekat dengan kamu, di pasti akan kebakaran jenggot. Apalagi kalau Aurora sampai meminta cerai dari Rayyan. Aku ingin dia terkena serangan jantung atau mungkin stroke hingga lumpuh seluruh tubuh. Aku akan merasa bahagia jika itu terjadi padanya,"ujar Natalie yang mengarang cerita bohong. Natalie meminta kertas dan pena pada bartender, kemudian menulis sesuatu di kertas itu.


Walaupun sebenarnya Natalie memang sakit hati pada Naima yang dulu mengatakan bahwa akan menjadikan dirinya sebagai menantu bagaimana pun caranya. Namun akhirnya Naima malah mengacuhkan dirinya setelah vidio panas Natalie di tonton banyak orang.


"Ini alamat toko kue dan cafe istri Rayyan. Setiap hari perempuan itu selalu mengunjungi toko kue dan kafenya. Aku cabut dulu. Aku masih ada urusan,"pamit Natalie tersenyum manis. Senyum yang sebenarnya di paksakan. Natalie meletakkan alamat toko kue dan kafe Aurora di bawah gelas cocktail miliknya tadi, kemudian pergi menghampiri seorang pria paruh baya.


Ucapan Natalie sama sekali tidak di respon oleh Dila. Seolah-olah Dila menganggap jika Natalie tidak sedang berbicara dengan dirinya. Atau mungkin Natalie dianggap makhluk halus yang tidak terlihat dan tidak terdengar suaranya.


Natalie benar-benar kesal pada Dila, karena di acuhkan Dila. Karena itu Natalie pamit pergi. Sedangkan Dila nampak memutar-mutar gelas di tangannya. Tiba-tiba saja tersungging senyuman licik di bibir wanita itu.


"Aku sekarang sudah kaya. Tapi aku butuh pelindung. Aku harus mengantisipasi jika anak buah Neil mencari aku karena aku telah membawa kabur harta majikan mereka,"gumam Dila dalam hati.


***


Rayyan baru saja tiba di perusahaannya setelah makan siang bersama seorang klien. Andi yang duduk di kursi sebelah kursi kemudi bergegas keluar dari dalam mobil membuka pintu mobil untuk majikannya. Rayyan dan Andi berjalan menuju pintu utama perusahaan Rayyan.

__ADS_1


"Ray!"


Panggil seorang yang membuat Rayyan dan Andi menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita cantik berpakaian seksi dengan lekuk tubuh yang terlihat aduhai berjalan cepat menghampiri Rayyan.


"Mau apa perempuan jalangg itu ke sini?"gumam Andi yang masih bisa di dengar oleh Rayyan.


Wajah Andi terlihat suram saat melihat wanita yang tadi memanggil Rayyan sedang menghampiri Rayyan dengan senyuman manisnya. Sedangkan Rayyan nampak menatap wanita yang tidak lain adalah Dila itu dengan tatapan dan wajah datarnya.


"Ray, apa kabar kamu? Sudah lama kita tidak bertemu,"ucap Dila penuh senyuman seraya membentangkan kedua tangannya hendak memeluk Rayyan.


Melihat Dila yang ingin memeluk Rayyan, Andi pun bergegas berdiri di depan Rayyan untuk menghalangi Dila memeluk Rayyan. Senyum Dila yang sebelumnya mengembang langsung raib seketika dan berubah menjadi tatapan penuh amarah pada Andi.


"Minggir kamu! Kenapa kamu berdiri di depan majikanmu? Dasar tidak tahu diri! Tidak tahu sopan santun!"umpat Dila yang merasa kesal pada Andi.


Rayyan melangkah pergi meninggalkan Dila tanpa melirik Dila sedikitpun. Tidak ingin berurusan lagi dengan mantan pacarnya yang tidak setia itu.


"Ray!"panggil Dila saat melihat Rayyan pergi begitu saja. Dila bergegas menyusul Rayyan.


Tiba-tiba Andi mencekal tangan Dila hingga Dila tidak bisa melanjutkan langkahnya. Dila pun menoleh pada Andi dengan wajah penuh amarah.


"Lepaskan tangan ku! Jangan memegang tangan ku dengan tanganmu yang kotor itu!"bentak Dila penuh amarah seraya berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Andi.


"Cih! Kamu pikir aku suka memegang tangan kamu itu. Tangan ku ini suci, tidak kotor seperti tanganmu yang suka menyentuh tubuh pria yang bukan pasangan sah kamu,"cibir Andi terlihat sinis. Pria itu tidak menggunakan bahasa formal pada Dila.


"Akkhh!"pekik Dila.


Andi melepaskan tangan Dila dengan menghentakkan nya secara kasar, lalu mengambil tisu basah dari sakunya dan membersihkan tangannya yang dari di pakai untuk memegang tangan Dila.


"Kurang aja! Berani sekali kamu!"geram Dila sambil memegangi pergelangan tangannya yang terasa sakit karena di cekal Andi.


"Kenapa tidak berani?"sinis Andi.

__ADS_1


"Ray! Ray! Aku ingin bicara dengan mu!"teriak Dila bergegas berlari menyusul Rayyan saat Andi sedang membersihkan tangannya.


"Dasar perempuan jalangg!"umpat Andi bergegas menyusul Dila.


Rayyan membuang napas kasar lalu menghentikan langkahnya. Pria itu berbalik menatap Dila dengan wajah datar.


"Apa yang ingin kamu bicarakan?"tanya Rayyan dengan suara datar.


"Aku ingin bicara soal penting. Mana mungkin aku bicara di tempat terbuka seperti ini,"sahut Dila.


"Ikut aku!"ucap Rayyan datar seraya membalikkan tubuhnya dan melanjutkan langkah kakinya.


"Tuan! Untuk apa Tuan bicara dengan perempuan ini? Ingat, Tuan! Dia pernah mengkhianati Tuan dan Tuan juga sudah mempunyai anak dan istri!"ucap Andi memperingatkan. Namun Rayyan hanya diam dan tetap melanjutkan langkah kakinya hingga membuat Andi kesal.


"Tidak usah ikut campur urusan majikan kamu! Dasar bawahan tidak sopan!"ketus Dila yang tidak suka pada Andi.


"Awas saja jika Tuan berani bermain api! Saya pastikan Tuan akan terbakar!"ancam Andi masih mengiringi langkah majikannya tanpa merespon perkataan Dila. Sedangkan Dila nampak tersenyum sinis pada Andi.


Rayyan menghela napas panjang mendengar ancaman dari Andi. Entah mengapa Andi sangat membela Aurora.


"Apa Andi pikir aku akan balikkan dengan wanita jalangg ini? Sampai matipun aku tidak akan balikan sama dia. Aku hanya ingin menegaskan pada dia agar tidak menganggu aku lagi. Melihat perempuan ini membuat mataku sepat. Jika tidak di berikan ketegasan, dia akan terus mengejar-ngejar aku. Dan aku malas meladeninya,"gumam Rayyan dalam hati.


"Aku tidak perduli Rayyan masih cinta padaku atau tidak. Yang penting, aku mendapatkan perlindungan dari Rayyan. Aku yakin Rayyan bisa melindungi aku dari anak buah Neil. Jika Rayyan benar-benar masih mencintai aku, maka akan mudah bagiku memanfaatkan Rayyan untuk melindungi diriku,"gumam Dila dalam hati.


...🌸❀️🌸...


Tinggal beberapa bab lagi novel ini akan tamat. Tinggal menyelesaikan soal Dila dan Natalie. Untuk kisah Aiden dan Yuniar akan aku tulis dalam novel yang berbeda. Karena kisahnya akan lebih fokus pada Aiden dan Yuniar.


Soal resep rujak tahu nya aku kasih tahu di novel baru aja. Soalnya aku masih repot. Semoga nggak pada bosen baca karya recehan author amatiran ini. Terimakasih banyak atas dukungan kalian semua. Love you all.πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


To be continued

__ADS_1


__ADS_2