
Lima orang preman yang disuruh wanita yang memakai masker tadi mulai memantau restoran Sumi. Empat orang memantau agak jauh dan satu orang lainnya sengaja membuat keributan dengan menyandera salah seorang pengunjung yang baru keluar dari restoran Sumi. Bahkan menodongkan pisau di leher salah seorang pengunjung restoran itu.
"Lepaskan dia! Sebentar lagi polisi akan sampai di sini,"ancam salah seorang security yang berjaga di restoran Sumi.
"Jika kalian tidak ingin aku melukai orang ini, suruh pemilik restoran ini kemari!"ancam preman itu seraya berdiri di belakang pengunjung restoran itu dengan lengan kiri yang berada di depan dada seorang wanita pengunjung restoran itu. Dan tangannya memegang lengan kanan pengunjung restoran itu. Sedangkan tangan kanan preman itu menodongkan pisau lipat di leher pengunjung restoran itu.
"Tolong lepaskan aku!"pinta wanita yang di todong dengan pisau itu ketakutan. Air mata wanita itu pun sudah mengalir.
"Cepat beritahu nona!"pinta salah seorang security itu pada temannya.
Security satunya pun bergegas masuk ke dalam restoran dan langsung menuju dapur restoran setelah bertanya pada salah seorang waiter tentang keberadaan Sumi.
"Nona, di depan ada preman yang menyandera salah seorang wanita, pengunjung restoran kita. Preman itu mengatakan akan menyakiti wanita itu jika nona tidak datang menemui preman itu,"lapor security itu membuat Sumi terkejut.
"Ayo, kita ke sana!"ucap Sumi bergegas keluar dari dalam dapur restorannya menuju area depan restorannya,"Kalian sudah menghubungi polisi?"tanya Sumi sambil berjalan cepat, ingin segera keluar dari restorannya itu.
"Sudah, nona,"sahut sang security.
"Kenapa ada orang yang nekat menyandera pengunjung restoran ku hanya untuk bertemu dengan aku? Ada apa ini? Siapa orang itu? Dan apa maunya?"gumam Sumi dalam hati. Merasa penasaran dan juga khawatir secara bersamaan.
Sumi akhirnya keluar dari restorannya itu dan melihat seorang wanita sedang di sandera oleh seorang pria yang penampilannya seperti seorang preman.
"Tolong saya!"mohon wanita yang di sandera itu saat melihat Sumi keluar bersama seorang security.
Preman yang menyandera pengunjung restoran itu menatap Sumi dengan tatapan mesum yang menelisik dari wajah sampai seluruh tubuh Sumi seolah ingin menelanjangii Sumi dengan tatapan matanya itu.
"Wouw.. benar-benar cantik dan bohay. Aku jadi tidak sabar untuk segera bercinta dengan wanita ini,"gumam preman itu dalam hati. Jakun pria itu nampak naik turun melihat wajah cantik, dan body bohay Sumi.
"Apa yang kamu inginkan? Kita bicarakan baik-baik. Tolong lepaskan wanita itu!"ucap Sumi masih terlihat tenang walaupun dalam hati sudah mulai panik.
"Aku akan melepaskan dia. Tapi, kamu harus ikut aku ke depan. Dan tidak ada yang boleh mengikuti. Jika kalian tidak mendengarkan apa kataku, aku akan memotong telinga wanita ini,"ancam preman itu.
__ADS_1
"Jangan! Jangan lakukan itu! Jangan potong telinga ku! Tolong aku!"pinta wanita yang dijadikan sebagai sandera itu semakin ketakutan.
"Okey. Tapi, jangan lukai dia!"pinta Sumi, lalu menoleh pada dua orang security-nya,"Kalian diam di sini, jangan ada yang mengikuti kami!"titah Sumi.
"Tapi, nona.."
"Sudah! Menurut saja!"ucap Sumi memotong kata-kata salah seorang security-nya.
Mau tak mau, security dan beberapa orang karyawan Sumi akhirnya menuruti perintah Sumi. Walaupun mereka sangat khawatir pada Sumi, tapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa.
"Bagaimana ini? Apa sebenarnya yang diinginkan oleh preman itu? Kenapa dia meminta aku ke depan?"gumam Sumi dalam hati. Tidak mengerti dengan apa yang diinginkan oleh preman itu.
Preman itu menyuruh Sumi keluar dari area restorannya dan tiba-tiba Sumi di pukul tengkuknya oleh salah seorang preman yang sudah dari tadi menunggu Sumi. Wanita yang di jadikan sandera pun dipukul tengkuknya sampai pingsan lalu ditinggalkan di pintu gerbang masuk restoran Sumi begitu saja.
Security di restoran Sumi yang melihat pengunjung restoran yang dijadikan sandera itu di pukul sampai pingsan dan ditinggalkan begitu saja pun langsung berlari menghampiri wanita itu. Sedangkan Sumi langsung di bawa masuk ke dalam sebuah mobil yang ternyata sudah disiapkan oleh ke lima preman itu dan mobil itu pun langsung di lajukan meninggalkan restoran Sumi.
"Wah! Ternyata aslinya lebih cantik dari pada fotonya,"ujar salah seorang preman.
"Jangan menyentuhnya sebelum kita menentukan siapa yang berhak lebih dulu meniduri dia,"
"Tidak boleh! Pokoknya tidak boleh menyentuh dia sebelum kita menentukan siapa yang akan jadi orang pertama yang akan meniduri dia,"
"Ya sudah, kita minumkan obatnya sekarang saja, ya? Biar nanti kalau dia bangun langsung hot!"
"Iya, minumkan sekarang. Biar nanti pas tiba di markas langsung bisa menggoyang kita kita semua,"ujar preman yang lain, lalu mereka semua tertawa.
Akhirnya mereka meminumkan obat pada Sumi agar Sumi bisa membuat mereka berlima puas. Tak lama kemudian, ke lima preman itu tiba di tempat mereka sudah di tunggu wanita bermasker yang menyuruh mereka menculik Sumi tadi.
"Lihatlah dulu! Apa benar dia perempuan yang kamu maksud? "tanya salah seorang preman setelah turun dari dalam mobil dan membuka pintu mobil lebar-lebar agar wanita yang memakai masker tadi bisa melihat Sumi.
"Benar. Dia wanita yang aku maksud. Kalian boleh bersenang-senang dengan dia sesuka dan sepuas hati kalian. Ini uang kalian, dan ini nomor telepon ku. Hubungi aku jika kalian sudah puas menikmati tubuhnya. Aku akan meminta kalian melakukan sesuatu dan aku akan memberikan uang tambahan pada kalian sebagai imbalan pekerjaan kalian nanti,"ucap wanita yang memakai masker itu seraya menyerahkan uang senilai sepuluh juta dan nomor teleponnya. yang ditulis di secarik kertas.
__ADS_1
"Thanks! (Terimakasih!). Kalau begitu, kami pergi dulu. Kami akan bersenang-senang dulu,"ucap preman yang menerima uang dari wanita yang memakai masker itu.
Mobil para preman itu akhirnya melaju meninggalkan wanita yang memakai masker itu dengan hati senang.
"Sekarang, aku tidak akan gagal lagi. Kali ini, kamu pasti benar-benar tersingkir. Aku ingin melihat bagaimana keadaan mu setelah puas dijadikan pemuas kebutuhan biologis mereka. Setelah itu, aku akan merusak wajahmu dan tidak akan ada lagi yang akan berminat untuk menghabiskan malam dengan kamu,"ucap wanita yang memakai masker itu kemudian tertawa bahagia.
Sedangkan di dalam mobil yang melaju, lima orang preman yang membawa Sumi ke markas mereka itu terlihat sangat bahagia mendapatkan uang plus wanita cantik yang bisa mereka tiduri.
"Ini namanya rejeki nomplok. Dapat uang dan bisa bersenang-senang secara gratis,"ujar salah seorang preman.
"Benar. Malam ini kita akan tahu bagaimana rasanya di goyang kupu-kupu malam dengan tarif selangit ini,"
"Aku dengar, tarifnya lima puluh juta ke atas sekali ngamar,"
"Wajar saja,, wajahnya cantik dan bodynya juga bohay begini,"
"Aku dengar, dia selalu membuat semua pelanggannya terkapar. Dan belum ada seorang pria pun yang berhasil bertahan setelah di goyang wanita ini,"
"Aku jadi ingin segera di goyangannya sampai aku terkapar,"
"Sesampainya di markas, kita langsung hompimpa untuk menentukan siapa yang boleh lebih dulu bercinta dengan wanita ini,"
Para preman itu benar-benar terlihat bahagia, mendapatkan uang sekaligus mendapat teman untuk berbagi peluh dengan mereka tanpa harus mengeluarkan biaya.
...🌸❤️🌸...
Notebook :
•Hompimpa atau hompimpah adalah sebuah cara untuk menentukan siapa yang menang dan kalah dengan menggunakan telapak tangan yang dilakukan oleh minimal tiga peserta. Biasanya hompimpa digunakan oleh anak-anak untuk menentukan giliran dalam sebuah permainan.
•Berdasarkan buku "Kawih/Tembang Anak-Anak di Kalangan Kebudayaan Sunda dan Jawa" dari Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud, kalimat 'Hompimpa alaium gambreng' memiliki arti 'Dari Tuhan Kembali ke Tuhan, Mari kita Bermain'.
__ADS_1
,
To be continued