
Neil kembali tersenyum dingin mendengar permintaan Dila. Pria itu menoleh ke arah Dila dan menatap Dila dengan tatapan matanya yang tajam.
"Kamu pikir aku tidak tahu? Kamu lah yang mengejar-ngejar pria itu untuk kamu jadikan tempat berlindung dariku setelah kamu berhasil membawa kabur harta bendaku. Pria itu menikah dengan istrinya setelah lama putus dari kamu. Kamu lah yang telah mengkhianati Rayyan dan meninggalkan dia untuk aku. Seharusnya yang dendam itu bukan kamu, tapi Rayyan. Karena kamu telah mengkhianati dia,"sahut Neil tersenyum sinis pada Dila.
Dila terkejut mendengar perkataan Neil. Tidak.enyangka jika pria itu tahu begitu detail tentang hubungannya dengan Rayyan. Namun Dila berusaha menetralkan ekspresi wajahnya yang terkejut.
"Kamu sangat suka wanita cantik, 'kan? Apa kamu tidak tertarik dengan istri Rayyan? Dia wanita yang sangat cantik dengan body yang aduhai. Lebih cantik dan lebih bohay dari pada aku,"ujar Dila yang kali ini jujur mengakui bahwa Aurora lebih cantik dari pada dirinya.
Dengan sengaja Dila memprovokasi Neil agar merebut Aurora dari Rayyan. Dila berharap Neil tertarik pada Aurora dan melepaskan dirinya. Sekaligus membalas dendam pada Aurora agar Aurora merasakan bagaimana tersiksanya menjadi wanita Neil. Tersiksa saat melayani Neil yang memiliki kelainan dalam hal bercinta. Dan balas dendam pada Rayyan karena Rayyan harus merasakan kehilangan Aurora.
Dila benar-benar dendam pada Aurora karena telah menghajar dirinya habis-habisan. Dila juga merasa iri pada Aurora. Karena pada kenyataannya Aurora lebih cantik dan lebih bohay dari dirinya. Dan yang membuat Dila semakin benci pada Aurora adalah Rayyan menjaga jarak dari dirinya hanya demi Aurora. Bahkan Andi pun sampai berani mengancam Rayyan demi Aurora.
"Aku akui, istri mantan pacar kamu itu memang cantik. Sangat cantik. Tapi, Rayyan Nugroho itu bukan orang sembarangan yang bisa di singgung. Pengaruhnya di dalam dan di luar negeri sangat besar. Apalagi setelah terbukti bahwa istrinya adalah adik kandung Aiden. Mengusik istri Rayyan Nugroho berarti mengusik Rayyan dan Aiden sekaligus. Tidak mudah menghadapi dua orang itu,"ujar Neil datar. Neil memang sudah menyelidiki siapa Rayyan.
"Kamu takut pada dua sahabat itu?"tanya Dila terlihat kecewa.
"Tak"
Neil meletakkan gelas wine nya di atas nakas dengan kasar. Mata pria itu berkilat tajam mendengar kata-kata Dila. Pria itu mencekik leher Dila dengan ekspresi dingin.
"Ne.. Neil.. Lepaskan!"pinta Dila berusaha melepaskan cekikikan Neil.
"Aku tidak pernah takut pada siapapun. Aku hanya tidak suka mengusik orang yang tidak mengusik aku ataupun mengusik orang lain. Kalau pun kamu di hajar istri Rayyan Nugroho, itu pantas bagi kamu. Karena kamu telah mengusik rumah tangganya dan mencoba mengkhianati aku. Lagi pula, siapa kamu berani memerintah aku? Aku bukan budak kamu yang bisa kamu perintah sesuka hati kamu,"
"Kamulah budakku. Aku yang berhak memerintah kamu. Jadi, kamu harus patuh dan taat padaku. Jika kamu tidak patuh dan taat, maka aku akan membuang kamu sebelum aku bosan padamu. Menjadikan kamu piala bergilir untuk anak buahku,"ujar Neil penuh intimidasi.
"Brugh"
Neil melepaskan cekikikan tangannya pada leher Dila, lalu mendorong Dila, hingga tubuh Dila membentur headboard ranjang.
__ADS_1
"Uhuk.. Uhuk .uhuk.."
Dila memegangi lehernya sambil terbatuk-batuk. Rasanya napas Dila hampir habis karena di cekik Neil.
Neil beranjak memakai pakaiannya, lalu keluar dari kamar itu meninggalkan Dila yang masih terbatuk-batuk karena di cekik Neil. Dila terlihat kecewa karena tidak berhasil memprovokasi Neil. Dila.gagal menjadikan pimpinan mafia itu sebagai alat untuk membalas dendam pada Rayyan dan Aurora.
"Sial! Mafia macam apa dia? Cemen! Sama pebisnis seperti Rayyan saja takut. Arghh.. Membalas dendam tidak bisa, kabur pun tidak mungkin. Apa selamanya aku harus terkurung di tempat ini?"pekik Dila yang merasa kesal seraya memegangi lehernya yang masih terasa sakit karena di cekik Neil.
Neil menuruni anak tangga dengan perasaan kesal karena Dila,"Dia pikir dia siapa? Ratuku? Cih! Mimpi! Aku akan mencampakkan dia setelah aku merasa bosan. Berani-beraninya perempuan itu memerintah aku. Apa dia tidak sadar apa posisinya? Hanya seorang budak ranjang ingin memerintah majikan. Apa dia pikir aku ini orang bodoh yang bisa dia provokasi untuk dia dijadikan sebagai alat membalaskan dendamnya? Dasar tidak tahu diri! Wanita ******!"gerutu Neil dengan wajah suram.
"Jaga perempuan itu. Jika dia berhasil kabur lagi, aku akan memotong kaki kalian semua,"ancam Neil pada pelayan yang di lihatnya menunduk hormat padanya saat pria itu tiba di bagian bawah tangga.
"Baik, Tuan,"sahut pelayan itu masih menunduk hormat.
Neil keluar dari mansion miliknya diikuti oleh Troy, orang kepercayaannya.
Begitulah manusia. Di dalam diri manusia pasti ada sisi buruk dan baiknya. Karena tidak ada manusia yang sempurna, perfek seperti judul lagu.
Walaupun tidak bisa dipungkiri ada beberapa manusia yang kehilangan sisi baiknya karena keserakahan akan duniawi. Tidak percaya pada Tuhan, surga, neraka, karma, apalagi azab. Namun, menjadi baik atau buruk itu adalah pilihan.
Di sisi lain.
Dua orang sipir membawa ibu Bima ke sel lain. Sudah beberapa kali wanita paruh baya itu pindah sel karena mulutnya yang pedas bak cabai setan itu. Karena mulutnya yang pedas menyebabkan wanita paruh baya itu sering berkelahi dengan narapidana yang lain. Tidak ada yang tahan mendengar kata-kata perempuan paruh baya yang suka menghina dan merendahkan orang lain itu.
Dua orang sipir itu meninggalkan ibu Bima di dalam sel yang di dalamnya ada beberapa orang.
"Apa kamu yakin tidak apa-apa, jika wanita itu di pindahkan ke sel tadi? Apa dia tidak akan membuat keributan lagi seperti yang sudah-sudah?"
"Tenang saja! Aku yakin seratus persen dia tidak akan bisa membuat keributan lagi. Jika dia masih berani membuat keributan, maka dia akan dihajar oleh napi bertubuh kekar itu,"
__ADS_1
"Tapi, keluarganya adalah tentara dan polisi,"
"Memangnya kenapa jika keluarganya tentara dan polisi? Aku sudah mendengar bagaimana dia menghina dan merendahkan orang lain. Telinga siapa yang akan tahan mendengar kata-kata wanita itu yang begitu tajam menghina dan merendahkan orang lain itu. Dia masuk penjara karena mulutnya itu, 'kan? Biar dia belajar mengontrol mulutnya agar tidak bicara seenak jidatnya sendiri. Sudah dipenjara saja masih menganggap diri sendiri tinggi dan memandang orang lain rendah,"
"Kenapa kamu seperti dendam sekali pada pada wanita paruh baya itu?"
"Kamu baru bekerja di sini. Belum tahu bagaimana mulut wanita itu. Walaupun sudah dipenjara, dia tetap saja sombong dan arogan. Hampir semua orang yang pernah berhubungan dengan dia sudah pernah di hina dan di rendahkan oleh dia, termasuk aku. Tapi, aku tidak mungkin menghajar dia, 'kan? Karena aku adalah seorang petugas. Jadi, biarkan dia dihajar oleh napi lain. Biar dia tahu rasa!"
"Pantas saja kamu terlihat benci pada dia,"
Ibu Bima sudah beberapa kali dipindahkan dari sel satu ke sel yang lain. Karena wanita paruh baya itu selalu saja membuat keributan dengan napi yang lain. Entah bagaimana nasib ibu Bima kali ini, karena kali ini dipindahkan ke sel yang di dalamnya ada seorang napi yang paling dihormati dan di segani di kalangan para napi.
...🌟Menjadi baik atau jahat, itu adalah pilihan. Namun harus diingat, semua pilihan menentukan masa depan."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
Notebook :
Sipir adalah pegawai negeri sipil yang bertugas menjaga, mengawasi, membina, mengamankan, dan melindungi narapidana dan tahanan di lembaga pemasyarakatan. Sipir bertanggung jawab melakukan pembinaan terhadap tahanan di Lapas maupun Rutan (Rumah Tahanan).
Sejak tahun 1965, sistem penjara di Indonesia diubah menjadi sistem lembaga pemasyarakatan yang mengedepankan hak asasi manusia. Sipir pun berubah nama menjadi petugas pemasyarakatan atau Polsuspas.
Polsuspas bukanlah polisi, melainkan profesi yang berbeda dengan tugas, fungsi, kewenangan, pendidikan, pelatihan, pangkat, golongan, dan gaji yang berbeda pula. Meskipun demikian, Polsuspas dan polisi tetap memiliki hubungan kerjasama yang baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum di Indonesia.
.
To be continued
__ADS_1