Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
168. Bingung Sendiri


__ADS_3

Setelah mendengar celotehan Andi yang berpura-pura menelpon itu, Rayyan dan Aurora jadi berpikir. Walaupun lumayan emosi juga mendengar celotehan Andi tadi. Namun dari semua yang dikatakan oleh Andi adalah benar. Mereka seharusnya memang sama-sama introspeksi diri.


Aurora masuk ke dalam kamar di ikuti oleh Rayyan. Wanita itu langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Rayyan melepaskan jas, dasi dan kemejanya sendiri, tanpa dibantu Aurora seperti biasanya.


"Ah, kenapa aku jadi canggung, ya, sama Rayyan? Aku harus bersikap seperti apa? Bagaimana? Aku bingung. Rayyan memang salah karena memberi ide gila pada kak Hendrik. Tapi aku juga salah karena terlalu terbawa emosi dan jadi marah pada Rayyan,"gumam Aurora seraya membersihkan tubuhnya. Bingung harus bagaimana memulai obrolan dengan Rayyan.


Rayyan menghela napas menatap pintu kamar mandi yang tertutup,"Dia sudah aku bujuk. Tapi tetap saja marah. Apa aku harus mengikuti kata-kata Andi? Baiklah, untuk sementara waktu, aku akan berhenti dulu membujuk dia,"gumam Rayyan kemudian duduk di tepi ranjang seraya mengecek handphonenya.


Beberapa menit kemudian, Aurora keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe dan melihat suaminya sudah bertelanjang dada. Pria itu nampak sedang mengecek handphonenya. Aurora langsung mengalihkan pandangannya saat Rayyan menatapnya. Walaupun sebenarnya Aurora sangat suka melihat suaminya bertelanjang dada seperti itu. Tapi Aurora tidak mau suaminya melihat dirinya mengagumi tubuh suaminya itu.


"Tubuhnya terlalu indah untuk tidak di pandang. Haiss.. kenapa otakku jadi mesum begini?"gumam Aurora seraya berjalan menuju walk-in closet.


Setelah Aurora selesai membersihkan diri, Rayyan pun bergegas untuk membersihkan diri.


"Kamu ingin makan apa? Biar aku suruh Bik Mas memasaknya,"tanya Rayyan yang baru saja selesai mandi.


Pria itu keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan celana boxer saja. Tangan kirinya menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Bahkan air dari rambut pria itu terciprat di wajah dan dadanya. Menurut Aurora, Rayyan terlihat sangat tampan dengan rambut basah yang acak-acakan seperti itu.


"Terserah,"sahut Aurora mengalihkan pandangannya dari suamiku. Walaupun sebenarnya sangat menyukai saat melihat suaminya berpenampilan seperti itu. Namun malu rasanya jika terpergok dirinya mengagumi tubuh dan wajah suaminya itu.


"Aiiss.. Kenapa dia terlihat tampan sekali jika seperti itu. Mana aroma tubuhnya segar lagi. Ingin sekali aku memeluknya. Tapi, masa iya aku memeluk dia begitu saja? Sedangkan aku tadi lagi marah sama dia,"gumam Aurora dalam hati.


"Dia bahkan tidak mau melihat wajahku. Huff..memang susah menghadapi bumil yang mengalami mood swing. Nggak hamil saja sensi. Hamil, sensinya tambah parah. Sabar.. sabar... ,"gumam Rayyan dalam hati.


Usai makan malam, Aurora memilih memainkan handphone nya. Karena Rayyan sedang menerima vidio call di laptopnya dari seseorang rekan bisnisnya dengan menggunakan bahasa asing,


Rayyan melakukan Vidio call lumayan lama. Saat sudah selesai melakukan Vidio call, Rayyan melihat Aurora sudah berbaring membelakangi tempatnya biasa berbaring.

__ADS_1


Rayyan melepaskan baju yang dipakainya dan menyisakan celana boxer nya saja. Perlahan pria itu naik ke atas ranjang dan berbaring di sebelah Aurora.


"Akan aku coba ide Andi. Akan aku tunggu dulu sampai Aurora tidur dan benar-benar terlelap. Baru setelah itu, aku akan bersaksi,"gumam Rayyan dalam hati.


Sedangkan Aurora, sebenarnya wanita itu belum tidur. Terbiasa tidur dalam dekapan suaminya membuat Aurora merasa kurang nyaman jika tidak tidur di dekap Rayyan. Namun karena tadi marah, dan Rayyan tidak lagi membujuknya, Aurora jadi malu jika tiba-tiba minta di dekap suaminya. Sesekali wanita itu bergerak karena merasa tidak nyaman dengan posisi tidurnya.


"Sepertinya Aurora belum tidur. Sampai jam berapa aku harus menunggu dia tidur,"gumam Rayyan dalam hati.


Sudah satu jam Rayyan menunggu Aurora terlelap. Tapi wanita itu masih saja melakukan pergerakan yang artinya wanita itu belum tidur. Rayyan hanya diam seraya memejamkan matanya.


Aurora membalikkan tubuhnya, lalu menoleh pada suaminya yang sudah memejamkan matanya dan tidak melakukan pergerakan sama sekali.


"Apa dia sudah tidur? Tapi dari tadi dia tidak bergerak sama sekali. Aku tidak bisa tidur jika tidak di dekap nya. Aku ingin mencium aroma tubuhnya,"gumam Aurora dalam hati.


Dengan perlahan, Aurora beringsut mendekati Rayyan. Sedangkan Rayyan yang merasa Aurora bergerak mendekatinya, pun tetap diam dan pura-pura sudah tidur.


"Mau apa dia mendekat ke arah ku,"gumam Rayyan dalam hati. Pria itu penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh istrinya yang beringsut mendekati dirinya.


"Apakah dia tidak bisa tidur karena tidak aku dekap? Akan kulihat, apalagi yang akan dilakukannya,"gumam Rayyan dalam hati.


Setelah beberapa menit merebahkan kepalanya di lengan Rayyan dan memeluk Rayyan, Aurora belum juga bisa terlelap.


"Aku ingin di dekap,"gumam Aurora dalam hati. Sedangkan Rayyan masih bertahan diam tanpa bergerak sedikitpun.


Aurora mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan suaminya yang masih setia berpura-pura tidur itu.


"Apa Rayyan benar-benar sudah tidur? Apa dia tidak merasakan aku memeluknya? Atau jangan-jangan, dia pura-pura tidur? Iihh.. Rayyan ngeselin, deh!"gumam Aurora dalam hati.

__ADS_1


Bumil yang emosinya tidak stabil itu tiba-tiba menjadi kesal karena dirinya sudah memeluk Rayyan, tapi Rayyan tidak kunjung bangun juga. Apalagi mendekapnya seperti keinginannya.


Dengan bersungut-sungut, Aurora melepaskan pelukannya dan kembali tidur membelakangi Rayyan.


"Eh, kenapa dia menjauh dari aku lagi? Sebenarnya tadi, dia mau apa? Dia tidur di lenganku dan memeluk aku, setelah itu kembali menjauh dari aku. Apa sebenarnya yang diinginkan Aurora? Arghhh.! Aku benar-benar tidak bisa memahami apa keinginan Aurora,"gumam Rayyan dalam hati. Merasa frustasi dan bingung sendiri dengan sikap istrinya itu.


Beberapa menit kemudian, Aurora belum bisa tidur juga. Wanita itu masih merasa kesal karena sudah memeluk Rayyan, tapi suaminya itu tidak terbangun juga untuk memeluknya.


Rayyan sendiri juga tidak bisa tidur karena memikirkan apa sebenarnya yang diinginkan oleh istrinya itu. Apalagi Aurora tidak bisa diam.


"Apa aku harus membujuk dia lagi?"gumam Rayyan dalam hati.


Akhirnya Rayyan membuka matanya dan melihat Aurora yang sesekali bergerak mengubah posisi tidurnya, namun tetap membelakangi Rayyan.


Perlahan Rayyan mendekati Aurora. Aurora terdiam merasakan ada pergerakan dari Rayyan. Tiba-tiba Rayyan memeluknya dan merengkuh Aurora dalam dekapannya dengan posisi Aurora masih membelakangi Rayyan.


"Kenapa belum tidur, hemm? Tidak baik bumil tidur larut malam. Atau kamu menginginkan sesuatu?"tanya Rayyan lembut.


Mendengar suara lembut Rayyan dan merasakan dekapan hangat Rayyan, membuat hati Aurora tiba-tiba merasa tenang. Dengan cepat Aurora membalikkan tubuhnya menghadap Rayyan, lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rayyan.


"Eh, kenapa dia seperti ini? Apa dari tadi dia benar-benar tidak bisa tidur karena ingin aku dekap?"gumam Rayyan dalam hati.


Namun pria itu merasa lega karena Aurora tidak lagi tidur membelakangi dirinya. Bahkan malah menyembunyikannya wajahnya di dadanya. Bahkan istrinya itu memeluknya.


"Semoga saja dia tidak marah lagi,"gumam Rayyan dalam hati. Pria itu mengusap pelan punggung Aurora hingga wanita itu terlelap. Rayyan sendiri akhirnya juga ikut terlelap.


...❤️🌸❤️...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2