
"Namanya Junedi. Tapi di kota, dia merubah namanya menjadi Jony,"sahut nenek tua itu.
"Jony?!"ucap Rayyan, Andi dan Hendrik bersamaan. Mereka sangat terkejut mendengar nama itu.
"Apa tuan-tuan mengenalnya?"tanya nenek itu saat melihat ekspresi terkejut dari ke tiga orang itu.
"Sebentar, nek!"ucap Andi bergegas mencari foto Jony,"Apa ini orangnya, yang nenek maksud?"tanya Andi seraya menunjukkan foto Jony, ayah Natalie.
"Benar, ini foto anak durhaka itu. Anak yang kejam dan tidak punya perasaan. Melenyapkan seluruh keluarga hanya demi harta. Menyesal saya melahirkan dia,"ucap sang nenek dengan ekspresi marah, benci dan kecewa yang menjadi satu.
"Orang yang dimaksud nenek ini benar-benar Tuan Jony yang kita kenal, Tuan,"ujar Andi seraya menunjukkan foto Jony yang tadi di tunjukkan pada nenek itu kepada Rayyan.
"Berarti, Miti adalah sepupu Natalie?"tanya Hendrik yang melihat foto yang ditunjukkan oleh Andi.
"Apa Natalie itu anak Jony?"tanya si nenek.
"Iya, nek. Yang berarti, dia adalah sepupu nona Sumi. Natalie adalah gadis yang menghina nona Miti di restoran nona bersama teman nona Sumi, si Resti dari klub malam itu,"jelas Andi seraya menatap Sumi.
"Jadi gadis, itu?"gumam Sumi yang mengingat ada seorang gadis membuat keributan dan menghina dirinya di restorannya waktu itu bersama Resti, temannya yang sama-sama berprofesi sebagai wanita penghibur. Dan Sumi ingat betul, waktu itu Andi lah yang membelanya habis-habisan.
"Apa dia begitu kaya setelah merebut harta kami dengan cara sadis itu,"tanya nenek itu menatap Andi.
"Lumayan, nek. Tapi, dua puluh tahun yang lalu, Tuan Jony mengalami kecelakaan bersama istrinya, dan istrinya meninggal dalam kecelakaan itu. Satu tahun kemudian, dia menikah lagi, tapi satu tahun kemudian bercerai dari istri keduanya, karena istri keduanya ketahuan selingkuh. Saya dengar, perselingkuhan istri kedua Tuan Jony itu karena Tuan Jony tidak bisa memuaskan istrinya di atas ranjang. Sejak saat itu, Tuan Jony tidak menikah lagi dan tidak pernah dekat dengan wanita manapun selain putrinya,"jelas Andi.
"Dia trauma tidak mau menjalin hubungan dengan wanita lagi karena tidak bisa memuaskan istrinya yang hiper?"tanya Hendrik.
"Bukan. Istri kedua Tuan Jony tidak hiper. Tapi Tuan Jony yang memang tidak perkasa lagi. Karena kecelakaan yang menimpanya dan istrinya waktu itu, istrinya meninggal dan Tuan Jony kehilangan keperkasaannya. Miliknya terkena benturan keras dalam kecelakaan itu. Jadi tidak bisa perkasa lagi. Saya dengar, Tuan Jony sudah berobat kemana-mana untuk mengembalikan keperkasaannya. Tapi hasilnya nihil, alias tidak ada. Karena itu, Tuan Jony tidak menikah lagi. Hanya memiliki Natalie yang otaknya cetek dan suka menghamburkan uang tanpa bisa mencarinya itu,"jelas Andi.
"Ternyata Tuhan telah menyiksanya. Tapi, hukuman dari Tuhan itu belum sebanding dengan dosa-dosanya. Seharusnya dia lebih menderita dari itu,"ujar nenek Sumi penuh kebencian.
"Maukah nenek tinggal di sini bersama ku, ibu dan adik-adik ku?"tanya Sumi seraya memegang kedua tangan neneknya.
__ADS_1
"Kamu mau mengurus nenek renta ini? Nenek yang telah membuangmu?"tanya nenek Sumi yang terlihat terharu sekaligus sedih.
"Aku tidak marah karena Nenek meninggalkan aku di bus. Karena jika nenek tidak meninggalkan aku di bus, aku tidak akan mendapatkan orang tua yang sangat menyayangi aku. Lagipula, nenek adalah nenek kandungku. Kenapa aku tidak mau mengurus nenek? Kita bisa tinggal bersama di sini,"ujar Sumi.
"Ah, nenek tinggal di kampung saja. Nenek tidak mau menjadi bebanmu dan merepotkan keluarga yang telah membesarkan kamu. Nenek tidak berhak tinggal di sini,"ucap nenek Sumi sungkan. Menyangka rumah yang ditinggali cucunya adalah rumah kedua orang tua angkatnya.
"Kenapa ibu berkata seperti itu? Ibu berhak tinggal di sini. Karena ibu adalah nenek kandung Sumi. Kamilah yang tidak berhak tinggal di sini, karena kami bukan keluarga kandung Sumi. Kami hanya menumpang di sini dan menjadi beban bagi Sumi,"sahut ibu Sumi dengan wajah yang tertunduk.
"Kenapa ibu berkata seperti itu? Ibu dan bapak sudah merawat dan membesarkan aku dengan penuh kasih sayang tanpa membeda-bedakan aku dengan anak kandung bapak dan ibu. Hingga aku tidak sedikitpun merasa kalau ibu dan bapak bukan orang tua kandungku. Aku bahkan merasa lebih disayangi dan diistimewakan dari pada adik-adikku. Apa yang aku berikan untuk kalian semua tidak sebanding dengan apa yang kalian lakukan dan berikan untuk ku,"ucap Sumi membuat Ibu Sumi memeluknya dengan penuh rasa haru.
"Kamu sudah merawat cucu saya dengan baik, dan itu tidak bisa saya lakukan. Bahkan saya meninggalkan dia di bus. Ribuan ucapan terimakasih pun tidak bisa mewakili rasa terimakasih saya atas kebaikan hati kamu pada cucu saya. Kamu lebih berhak tinggal bersama Sumi dari pada saya,"sahut nenek Sumi yang sebenarnya merasa berdosa karena meninggalkan Sumi di bus. Namun, itu dilakukan nenek Sumi karena memang merasa tidak mampu memberikan kehidupan yang layak untuk Sumi
"Kalau begitu kita tinggal bersama-sama di sini ya, nek? Biar nenek tidak sendirian lagi. Di sini nenek punya anak yang baik seperti ibu dan memiliki banyak cucu yang akan mengurus nenek,"bujuk Sumi.
"Benar, Bu. Tinggallah bersama kami!"imbuh ibu Sumi.
Adik-adik Sumi pun akhirnya ikut membujuk nenek Sumi hingga akhirnya nenek Sumi bersedia tinggal bersama mereka.
"Terimakasih banyak! Karena Tuan-tuan telah mempertemukan saya dan cucu saya. Saya tidak bisa memberikan apapun sebagai ucapan terimakasih saya. Saya hanya bisa mendoakan agar kalian semua bahagia,"ujar nenek Sumi tulus.
"Kamu adalah sahabat istri saya. Jadi, kamu tidak perlu berterimakasih atas sedikit bantuan dari saya. Dan nenek, nenek tidak perlu lagi bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup nenek. Disini nenek akan diurus oleh banyak orang,"ujar Rayyan.
"Terimakasih, Tuan!"ucap nenek Sumi penuh rasa haru.
Setelah masalah itu selesai, akhirnya Rayyan dan rombongannya punpulang. Meninggalkan keluarga Sumi yang berbahagia.
"Akhirnya Sumi menemukan keluarganya,"gumam Aurora setelah mereka sampai di rumah dan berada di dalam kamar.
"Apa tidak ada hadiah untuk ku, karena sudah berhasil menguak siapa Sumi yang sebenarnya?"tanya Rayyan seraya memeluk Aurora dari belakang, kemudian menciumi leher Aurora.
"Kamu sudah punya semuanya. Apalagi yang bisa aku berikan padamu?"tanya Aurora yang merasa tubuhnya meremang karena Rayyan terus mencumbuui lehernya.
__ADS_1
"Kehangatan. Aku ingin kehangatan dari tubuhmu,"bisik Rayyan dengan tangan yang mulai merayap di tubuh Aurora.
Aurora tersenyum miring, kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Rayyan. Melingkarkan tangan kirinya di leher Rayyan, lalu tangan kanannya meraba dada Rayyan.
"Ingin kehangatan?"tanya Aurora dengan senyuman menggoda.
"Hum,"sahut Rayyan mengangguk cepat.
Aurora menarik tengkuk Rayyan hingga Rayyan menunduk, lalu mencium Rayyan dengan agresif. Rayyan pun langsung membalasnya dan tak kalah agresifnya.
Janin dalam kandungan Aurora sama sekali tidak terpengaruh dengan penyatuan yang dilakukan kedua orang tuanya. Keinginan Aurora untuk bercinta malah meningkat semenjak mengandung dan tentu saja hal itu membuat Rayyan merasa senang. Walaupun harus berhati-hati saat melakukan penyatuan agar tidak melukai janin mereka. Namun Rayyan selalu merasa puas dengan pelayanan istrinya itu.
"Apa dia baik-baik saja?"tanya Rayyan setelah mendapatkan apa yang diinginkannya. Mengusap perut Aurora lembut. Sedangkan tubuh mereka berdua masih polos tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh mereka.
"Dia baik-baik saja,"sahut Aurora,"Ray, apa kakak sudah tidak frustasi lagi?"
"Tidak lagi. Dia hanya perlu sedikit diprovokasi agar bersemangat. Dulu, sulit sekali mengajak bicara kakak. Kakak selalu menghindar jika aku ajak bicara. Sehingga sulit berkomunikasi dengan kakak, apalagi untuk menasehatinya. Tapi, semenjak kakak mengenal Sumi, kakak lebih mudah untuk di ajak berkomunikasi dan mau mendengarkan kata-kata ku. Bahkan sengaja mendatangi aku untuk bicara serius dengan ku. By the way, kenapa kamu bertanya soal kakak?"tanya seraya merapikan selimut mereka.
"Nggak apa-apa. Cuma karena tadi lihat kakak aja. Tapi, kenapa tadi kamu menyuruh kakak ke rumah Sumi?"
"Dia masih ingin mendekati Sumi, jadi dia harus tahu tentang Sumi, bukan? Karena itu, aku tadi menyuruh dia ke sana,"sahut Rayyan memeluk Aurora seraya memejamkan matanya.
"Apa kamu yakin, jika kakak bisa menaklukkan hati Sumi?"tanya Aurora seraya meraba dada Rayyan.
"Aku tidak tahu. Karena aku tidak mengenal karakter teman kamu itu. Tapi aku sudah membuat perjanjian dengan kakak,"
"Perjanjian? Perjanjian apa?"tanya Aurora seraya mendongakkan kepalanya menatap Rayyan.
Rayyan membuka matanya, lalu menatap Aurora,"Jika Sumi tetap menolaknya, aku berjanji akan mendukung kakak menetap di luar negeri dan membangun usaha di sana. Agar kakak bisa melupakan Sumi untuk selamanya,"
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued