Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
348. Menggiring Opini


__ADS_3

Andi sangat terkejut bertemu dengan Kanaya di tempat hiburan malam itu. Pria yang sedang menyelidiki calon klien perusahaan Rayyan itu tidak menyangka jika akan bertemu dengan Kanaya di tempat seperti itu. Tempat yang menurut Andi tidak layak di datangi wanita baik-baik.


"Mau kemana kamu?"


"Kamu tidak bisa lari lagi,"


Ucap dua orang bodyguard yang sudah berhasil mengejar Kanaya itu dengan napas yang terengah-engah.


Kanaya tersentak mendengar suara dua orang pria itu. Karena bertemu dengan Andi, Kanaya sampai lupa jika dirinya sedang di kejar oleh dua orang bodyguard itu.


Sedangkan Andi, rasa terkejut pemuda itu belum hilang karena bertemu Kanaya di tempat itu. Sekarang malah muncul dua orang pria bertubuh kekar yang sepertinya mengejar Kanaya. Andi mengernyitkan keningnya menatap dua orang yang baru datang dengan napas terengah-engah itu.


"Ada apa ini? Kenapa Kanaya ada di tempat seperti ini? Dan dua pria ini, mereka bukannya bodyguard yang menjaga tempat ini? Kenapa mereka mengejar Kanaya?"gumam Andi dalam hati masih belum mengerti dengan situasi saat ini.


"Lepaskan tangan saya!"ucap Kanaya berusaha menarik tangannya yang masih di pegang oleh Andi. Gadis itu hendak kembali melanjutkan pelarian nya. Namun Andi yang masih belum mengerti dengan situasi apa yang terjadi saat ini malah semakin kuat memegang tangan Kanaya.


"Tuan, tolong serahkan gadis itu pada kami,"pinta salah satu bodyguard itu.


"Jangan-jangan Tuan Andi akan menyerahkan aku pada mereka,"gumam Kanaya dalam hati mulai khawatir karena Andi tidak mau melepaskan pegangan tangannya.


"Tuan, gadis ini sudah ada yang membooking (memesan). Jika Tuan ingin bersenang-senang menghabiskan malam, sebaiknya Tuan cari gadis yang lain,"ujar bodyguard satunya.


"Membooking?! Membooking apa?! Jangan bicara sembarangan!"ketus Kanaya terlihat marah,"Lepaskan saya!"ucap Kanaya masih terus berusaha melepaskan pegangan tangan Andi.


"Tuan, tolong serahkan gadis itu pada saya!"ucap pria paruh baya yang tadi mengejar Kanaya. Napas pria itu juga nampak terengah-engah karena baru saja berhenti berlari.


Andi diam tanpa kata, tapi matanya menatap pria paruh baya itu. Tidak mendapatkan respon dari Andi, pria paruh baya itu pun menatap Kanaya.


"Sayang, jika tidak cocok harganya, kita bisa nego lagi. Jangan khawatir, aku akan memberikan tips lebih banyak lagi dari sebelumnya. Jangan merajuk, lalu kabur seperti ini,"ucap pria paruh baya itu lembut.


Dari kata-kata dua orang bodyguard tadi, di tambah dengan kata-kata pria paruh baya yang baru datang itu, seolah-olah Kanaya sudah pernah di bokingg oleh pria itu sebelumnya. Dan hal itu tentu saja membuat Kanaya menjadi semakin murka.


"Sayang?! Sayang kepalamu peyang! Nego? Kita tidak pernah melakukan negoisasi apapun. Dan tips seperti sebelumnya? Kita bahkan baru bertemu malam ini. Dasar tua bangka sialan! Apa maksud dari semua kata-kata kamu itu?!"bentak Kanaya dengan wajah penuh amarah.


"Bugh"

__ADS_1


"Bugh"


"Bugh"


"Akhh!"gadis sialan!"pekik pria paruh baya itu yang kali ini sampai melompat- lompat karena kesakitan.


Tiba-tiba Kanaya kembali menendang benda pusaka dan kedua tulang kering pria paruh baya itu untuk yang kedua kalinya. Kanaya menendang dengan sekuat tenaga dan penuh amarah.


Pria paruh baya itu sampai terjatuh sambil memegangi benda pusakanya yang mungkin saja ada telur yang pecah di dalam sana.


Andi yang masih memegang tangan Kanaya dan kedua bodyguard yang mengejar Kanaya tadi sampai ikut meringis karena melihat ekspresi kesakitan pria paruh baya itu.


Kanaya benar-benar merasa sangat marah mendengar kata-kata pria paruh baya itu. Kata-kata dua bodyguard dan pria paruh baya itu jelas menggiring opini orang yang mendengarnya, bahwa Kanaya adalah perempuan nakal, perempuan malam. Dan tentu saja hal itu akan menjatuhkan harga diri Kanaya. Gadis itu tidak ingin Andi salah paham dan berpikir buruk tentang dirinya.


"Tangkap gadis liar itu! Kalian berdua akan aku beri uang satu juta, jika kalian berhasil menangkap gadis liar itu,"titah pria paruh baya itu seraya menahan rasa sakit. Wajah pria paruh baya itu terlihat penuh amarah.


"Baik,"sahut kedua bodyguard itu langsung mendekati Kanaya.


"Lepaskan!"ucap Kanaya yang tangannya masih di pegang Andi. Gadis itu merasa was-was melihat dua orang pria bertubuh kekar itu sudah mengambil ancang-ancang untuk menangkap dirinya.


"Tuan, sebaiknya Tuan serahkan gadis itu pada kami secara baik-baik,"pinta salah seorang bodyguard itu.


"Sudah, cepat! Jangan kebanyakan basa-basi! Tangkap gadis itu! Aku menginginkan dia,"sergah pria paruh baya itu nampak tidak sabar.


"Ayo!"ucap salah satu bodyguard itu memberi isyarat kepada kawannya untuk menangkap Kanaya. Keduanya napak berhati-hati karena takut bernasib sama seperti pria paruh baya itu yang kesakitan karena di tendang oleh Kanaya.


"Bugh"


"Bugh"


"Bugh"


Kedua bodyguard itu meringis karena terkena tendangan dari Andi saat akan mendekati Kanaya. Andi nampak tenang saat menendang dua orang bodyguard itu dengan salah satu tangan yang masih memegang tangan Kanaya.


"Sial! Ternyata pria ini pandai ilmu bela diri,"ucap salah satu bodyguard seraya memegang tangannya yang di tendang oleh Andi.

__ADS_1


"Ayo serang lagi!"ucap bodyguard satunya.


Kedua orang bodyguard itu menyerang dari berbagai arah, tapi dengan mudah Andi menangkis serangan mereka dengan kedua kaki dan tangan kanannya. Bahkan Andi bisa membalas serangan kedua orang pria itu. Menghadiahkan bogeman dan tendangan di wajah, dada dan perut kedua pria itu. Sedangkan tangan kiri Andi masih memegang tangan Kanaya.


Walaupun sudah berusaha menyerang secara bersamaan, kedua orang pria itu tetap tidak bisa melawan Andi. Sedangkan Kanaya, gadis itu di sembunyikan Andi di balik punggungnya. Sudah berulang kali Andi membuat kedua orang bodyguard itu terjatuh. Hingga akhirnya Andi yang merasa sudah puas bermain-main dengan kedua orang pria itu menendang dua orang itu bergantian dengan tenaga yang lebih kuat dari sebelumnya. Dua orang bodyguard itu pun tersungkur dengan wajah yang babak belur.


Kanaya yang tangannya masih di pegang oleh Andi benar-benar merasa kagum dengan ilmu bela diri yang dimiliki Andi.


"Ternyata Tuan Andi sangat ahli dalam ilmu beladiri. Dengan mudahnya dia menangani dua orang itu tanpa melepaskan tangan ku. Bahkan kedua orang itu sama sekali tidak bisa menyentuh aku,"gumam Kanaya dalam hati menatap Andi penuh kekaguman.


"Ki.. Kita panggil yang lain untuk membereskan orang ini,"ujar salah satu bodyguard itu pada temannya sambil meringis memegangi perutnya.


"Dasar tidak berguna! Membereskan satu orang saja tidak becus,"sergah pria paruh baya yang mengejar Kanaya tadi.


"Kamu ingin melawan ku?"tanya Andi yang sedari tadi tidak bersuara sama sekali. Andi menatap pria paruh baya yang mengejar Kanaya itu dengan senyuman miring nan dingin di bibirnya,"Kamu membuka usaha judi online yang merusak masa depan orang lain. Membuat banyak orang menjadi kecanduan judi dan menjadi miskin, lalu berakhir menjadi stress,"


"Sedangkan kamu menjadi kaya raya dan menghambur-hamburkan uangmu untuk menikmati indahnya cinta satu malam setiap hari di tempat ini. Membeli wanita seperti membeli makanan. Bersiap-siap lah untuk menginap di hotel prodeo mulai malam ini,"ancam Andi, kemudian menatap dua orang bodyguard yang sudah di hajarnya tadi,"Dan kalian berdua! Katakan pada majikan kalian berdua! Jangan lagi menjual orang sembarangan! Atau klub malam ini akan aku ratakan dengan tanah,"ancam Andi tersenyum miring dengan aura yang sangat menakutkan.


"Bagaimana dia bisa tahu jika aku memiliki bisnis judi online? Apa yang ingin dilakukan pemuda itu padaku? Siapa sebenarnya pemuda itu? Auranya terlihat menakutkan sekali,"gumam pria paruh baya itu dalam hati.


Andi menarik tangan Kanaya keluar dari tempat yang memekakkan telinga karena musik yang di putar sangat keras itu.Tempat yang menyesakkan dada karena bau asap rokok dan alkohol yang berada di tempat itu.


Andi sedang menyelidiki calon rekan bisnis perusahaan Rayyan. Tanpa di duga calon rekan bisnis Rayyan itu pergi ke klub malam ini. Pria yang di tendang Kanaya tadi sempat berbincang dengan calon klien Rayyan. Karena itulah Andi langsung mencari tahu tentang pria itu. Andi memang mencari informasi tentang siapa saja yang berinteraksi dengan calon klien Rayyan itu.


Siapa sangka, jika Andi malah bertemu dengan pria paruh baya yang sudah di kantongi data dirinya itu di saat pria itu sedang mengejar-ngejar Kanaya.


Andi menarik tangan Kanaya keluar dari tempat itu. Kanaya hanya diam sambil mengikuti langkah kaki Andi menerobos di antara ramainya para pengunjung klub malam itu.


Setelah mereka berdua keluar dari klub malam itu, Kanaya menghentikan langkah kakinya, membuat Andi yang sedari tadi memegang tangan Kanaya pun menghentikan langkahnya.


"Terimakasih karena anda telah menolong saya,"ucap Kanaya tulus, sedikit menunduk memberi hormat pada Andi.


"CK. Wanita baik-baik tidak akan berada di tempat yang tidak baik seperti itu,"decak Andi yang mulutnya ceplas-ceplos, membuat raut wajah Kanaya berubah drastis.


...🌸❤️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2