Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
328. Mafia Juga Manusia


__ADS_3

Lana pergi ke toilet dengan perasaan tidak tenang. Jujur saja gadis itu takut jika ayah sambungnya dan mafia yang bekerja sama dengan ayah sambungnya tiba-tiba menculik dirinya. Namun, walau bagaimanapun, Lana harus pergi sendiri ke toilet untuk menuntaskan hajatnya. Karena tidak mungkin Lana meminta Rayyan atau Andi untuk mengantar dan menunggu dirinya di toilet.


Gadis itu tidak tahu jika Andi selalu menyiapkan orang-orangnya yang memantau keadaan sekitar Rayyan dan Andi di manapun mereka berada.


Begitu pula dengan Neil. Pimpinan mafia itu juga tidak akan sembarangan keluar tanpa persiapan. Anak buah Neil juga selalu berada tidak jauh dari Neil.


Setelah selesai menuntaskan hajat nya, Lana pun bergegas kembali ke ruangan di mana Rayyan dan Andi berada. Dua orang pria baik hati, tapi absurd yang mau menolong dirinya. Atasan dan bawahan yang terlihat sangat dekat dan tanpa batas. Karena keduanya memang bersahabat sejak lama dan melewati suka dan duka selama bertahun-tahun bersama-sama.


Lana berjalan dengan sikap waspada. Gadis itu takut jika ada yang menghadang, memukulnya dari belakang atau mungkin tiba-tiba membekapnya.


Lana merasa sedikit lega saat melihat pintu ruangan private room di mana Rayyan dan Andi berada.


"Ceklek"


Lana membuka pintu ruangan itu dan bergegas masuk dengan wajah yang akhirnya terlihat benar-benar lega. Gadis itu bersandar di balik pintu dengan mata yang terpejam seraya memegang dadanya yang sempat berdetak kencang tidak beraturan. Tidak menyadari jika dirinya menjadi pusat perhatian empat orang pria yang ada di dalam ruangan itu.


"Ada apa dengan mu?"tanya Andi yang penasaran melihat ekspresi wajah Lana.


Sedangkan Rayyan, Neil dan Troy yang juga merasa penasaran dengan ekspresi Lana pun terwakili dengan pertanyaan Andi itu.


Mendengar pertanyaan dari Andi, Lana pun membuka matanya dan menatap Andi.


"Saya hanya takut jika ayah sambung saya atau para mafia yang bekerja sama dengan ayah sambung saya itu menangkap saya,"sahut Lana jujur, belum menyadari kehadiran Neil di tempat itu.


"Lana.."ucap Neil yang beranjak berdiri menatap Lana lekat dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan.


"Ne.. Neil!"ucap Lana tergagap dengan wajah yang terlihat terharu karena merasa sangat senang. Lana tidak menyangka jika dirinya benar-benar bisa bertemu dengan Neil. Lana pun berjalan cepat menghampiri Neil.


"Senang sekali bisa bertemu dengan kamu lagi,"ucap Neil tersenyum lembut menggenggam jemari tangan Lana yang sudah berdiri di depannya.


Troy yang sudah lama mengenal Neil pun mengernyitkan keningnya melihat ekspresi wajah Neil yang tidak pernah di lihatnya sebelumnya. Ekspresi wajah yang terlihat lembut dan menenangkan.


"Siapa gadis ini? Kenapa dia mirip dengan Dila? Dan kenapa gadis ini bisa membuat Tuan berekspresi seperti itu?"gumam Troy dalam hati, seolah tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Wajah majikannya yang biasa datar, dingin dan menebarkan aura mengintimidasi bahkan aura membunuh yang pekat, tapi sekarang malah terlihat sangat lembut dan manusiawi.

__ADS_1


Andi menghela napas panjang dengan senyuman tipis di wajahnya,"Mafia juga manusia. Jika di hadapkan dengan wanita yang di sukainya, ekspresi membunuh mereka pun hilang sekejap mata,"gumam Andi tidak menggunakan bahasa inggris yang masih bisa di dengar oleh Rayyan. Andi bisa melihat jelas tatapan penuh cinta di mata Neil untuk Lana.


"Suatu hari, kamu juga akan merasakan bagaimana rasanya tidak berdaya di depan orang yang kamu cinta,"sahut Rayyan lirih dan hanya bisa di dengar oleh Andi.


Rayyan juga tidak menggunakan bahasa inggris, bahasa negaranya yang tentunya tidak di mengerti oleh Neil, Troy dan Lana. Andi yang mendengar kata-kata Rayyan pun hanya membuang napas kasar.


"Neil, bisakah aku meminta tolong padamu?"tanya Lana dengan tatapan penuh harap.


"Tentu saja. Katakan saja padaku! Apapun yang kamu inginkan, pasti akan aku lakukan,"ucap Neil dengan ekspresi wajah serius.


"Neil, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain ayah sambung ku yang selalu menjadikan aku sebagai alat untuk memuaskan kliennya. Bisakah kamu menyembunyikan aku? Aku.. Aku tidak akan tinggal gratis di rumah mu. Jadi pelayan di rumah mu pun tak apa,"ujar Lana dengan wajah tertunduk.


"Kenapa harus jadi pelayanku? Kamu boleh tinggal di rumah ku sampai kapanpun yang kamu mau. Rumah ku adalah rumah mu,"ujar Neil tersenyum lembut, namun tanpa di sadari Lana, sekilas aura dan tatapan membunuh pimpinan mafia itu berkelebat saat mendengar Lana dijadikan sebagai alat untuk memuaskan klien ayah sambungnya.


"Maaf menyela! Sebaiknya kita makan dulu. Kalian bisa melanjutkan obrolan kalian lagi nanti,"ujar Rayyan yang terpaksa menyela pembicaraan dua orang itu karena merasa sudah lapar dan masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan nya.


Neil seolah baru tersadar, jika di ruangan itu tidak hanya ada dirinya dan Lana.


"Maaf, saya terbawa suasana,"ucap Neil menatap Rayyan tidak enak hati. Neil kemudian beralih menatap Lana,"Lana, kita bicarakan semuanya nanti. Ayo,, kita makan dulu!"ajak Neil tersenyum lembut.


Sedangkan Troy benar-benar merasa penasaran dengan Lana. Gadis yang bisa membuat ekspresi wajah majikannya menjadi manusiawi.


"Bahkan perempuan yang bernama Dila yang sudah di nikahi Tuan saja tidak pernah mendapatkan perlakuan istimewa seperti itu. Tidak pernah mendapatkan senyuman lembut yang terlihat tulus seperti yang di dapatkan gadis yang bernama Lana ini. Dan kenapa gadis ini mirip dengan Dila? Walaupun mereka tidak mirip seperti orang kembar identik, tapi Dila dan gadis ini lumayan mirip,"gumam Troy dalam hati.


Akhirnya empat orang pria dan satu orang wanita yang berada di dalam satu ruangan itu pun makan malam bersama. Neil nampak sangat perhatian pada Lana. Sesekali pimpinan mafia itu mengambilkan makanan untuk Lana.


"Terimakasih, karena bersedia menolong Lana untuk bertemu dengan saya. Saya tidak akan melupakan budi baik Tuan,"ucap Neil pada Rayyan tulus setelah mereka selesai makan malam.


Rayyan tersenyum tipis mendengar kata-kata Neil,"Anda tidak perlu sungkan seperti itu. Saya melakukannya karena rasa kemanusiaan. Tapi, kalau boleh tahu, apa Lana ini saudara Dila?"tanya Rayyan yang masih penasaran kenapa wajah Lana mirip dengan Dila.


Begitu juga dengan Andi dan Troy yang rasa penasaran mereka terwakili dengan pertanyaan Rayyan.


"Dila? Siapa Dila?"tanya Lana menatap Rayyan dan Neil bergantian dengan kening yang berkerut.


"Dia wanita yang wajahnya mirip dengan kamu. Tapi usianya di atas kamu,"jelas Neil singkat seraya tersenyum tipis. Dalam hati pria itu berkata,"Aku harus menyingkirkan Dila. Aku tidak ingin Lana bertemu dengan Dila,"

__ADS_1


"Benarkah? Ada wanita yang mirip dengan aku?"tanya Lana penasaran.


"Jadi, kamu tidak mengenal Dila? Kalian tidak bersaudara?"tanya Rayyan memastikan.


"Saya anak tunggal dan tidak memiliki saudara. Dan saya tidak mengenal orang yang bernama Dila. Saya bahkan, baru tahu jika ada orang yang mirip dengan saya,"jawab Lana jujur.


"Tapi, wajah nona Lana memang hampir mirip dengan Nyonya Dila. Apa benar tidak memiliki hubungan darah dengan nyonya Dila?"tanya Troy yang benar-benar penasaran akan kemiripan wajah antara Dila dan Lana.


Troy langsung menundukkan kepalanya saat mendapatkan lirikkan dingin dan tajam dari Neil. Neil tidak suka saat Troy menyebutkan kata 'nyonya Dila' di depan Lana. Andi yang melihat hal itupun menghela napas panjang.


"Dua orang bisa saja begitu mirip meskipun tidak memiliki hubungan darah. Fenomena seperti itu kerap disebut dengan istilah doppelganger, di mana seseorang yang tidak ada hubungan genetik memiliki rupa fisik yang mirip,"


"Doppelganger yang dimaksud itu adalah di saat kita melihat seseorang dan berpikir bahwa orang itu adalah orang lain. Jadi, lebih ke bagaimana bahasa tubuh dan cara bertindak. Ketika mereka dilihat sendiri-sendiri, mereka terasa sangat mirip. Namun, ketika mereka kita sandingkan saling bersebelahan, kita mulai sadar kalau mereka tidak mirip."


"Menurut ilmuwan forensik dan pakar pengenalan wajah di George Washington University Daniele Podini, teori doppelganger atau wajah ‘kembar’ tanpa hubungan darah sebenarnya belum bisa dibuktikan secara sains,"


"Tetapi, Podini mengakui bahwa secara statistik, kemungkinan fenomena itu tidak bisa dipungkiri. Sebab jumlah populasi seluruh manusia di bumi dan fakta bahwa genetika manusia bekerja secara acak,"


"Dikutip dari Hello Sehat, manusia tidak sepenuhnya beragam secara genetika. Jadi pada akhirnya, angka-angka pembentuk gen tersebut yang mendikte beberapa fitur tertentu akan mewakili seseorang dan akan berkombinasi secara acak,"


"Tapi hal itu tidak berarti seseorang menjadi duplikat atau kembaran dari orang lain meski tidak sedarah,"


"Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang yang punya kemiripan wajah tapi tidak saling berhubungan, kemungkinan besar mereka punya DNA yang sama. Hal tersebut terjadi karena adanya varian genetik yang sama,"jelas Andi sesuai pengetahuan yang di milikinya.


"Ohh.. Begitu, ya,"sahut Lana nampak mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Andi.


"Karena Lana sudah memutuskan untuk bersama dengan Tuan Neil, maka kami pamit undur diri, pamit Rayyan.


"Baik. Sekali lagi terimakasih, Tuan. Dan sebagai tanda terimakasih saya, saya akan membantu anda untuk menghancurkan pejabat yang menekan anda itu,"ujar Neil serius.


"Pejabat yang anda maksud itu adalah ayah sambung Lana,"sahut Rayyan tersenyum tipis.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2